MENIKAH

MENIKAH
Episode 48


__ADS_3

Angel hanya tersenyum, ia bingung juga harus menjawab seperti apa dari setiap ucapan Angel.


"Angel, apa kamu mau jadi pacarnya ?" Tanya Audy sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Saya, tidak saya tidak mau." Jawab Angel cepat, ia tak mau kedekatannya dengan Audy akan menjadi bahan perbincangan orang lain.


"Kenapa ?" Tanya Audy mengerit heran.


"Karena saya tidak pantas untuk tuan Farrel, dan juga saya cukup tahu diri." Jawab Angel tulus sambil tersenyum.


-----


"Kamu tidak perlu memikirkan yang tidak-tidak." Ucap Audy yang tahu benar jika Angel tidak mau bersama dengan Farrel, hanya karena perbedaan status sosial.


"Tapi Audy, saya benar tidah mau, saya juga tidak ingin kedekatan kita berdua mala akan menimbulkan asumsi yang tidak-tidak." Tolak Angel dengan halusnya.


"Maksudnya ?" Tanya balik Audy yang kurang paham maksud dari Angel.


"Saya tidak mau dianggap memanfaatkan kamu, supaya saya bisa dekat dengan Farrel, dan juga sangat tidak mungkin pebisnis muda bersanding seorang asisten." Jawab Angel dengan sedikit mengembangkan senyum sedih.


"Huft." Audy hanya menghembuskan nafas kasar.


"Maafkan saya Audy, bukan saya mau menolak maksud baik kamu, tapi percayalah saya tidak mungkin untuk bersanding dengan tuan Farrel, kami sangatlah berbeda bagai langit dan bumi, maafkan saya Audy, kamu sangatlah baik, saya sangat bersyukur bisa bekerja dengan kamu, saya akan tetap setia bekerja denganmu." Batin Angel merasa bersalah setelah melihat raut kecewa dari Audy, ia tahu niat Audy baik, tapi ia tidak mungkin untuk menerima tawaran itu.


"Baiklah, sebaiknya kamu segera kembali kekamar, istirahatlah setelah pekerjaanmu selesai, dan inget besok kamu jangan telat." Ucap Audy sebelum meninggalkan Angel.


"Baiklah." Jawab Angel.


Setelah itu keduanyapun kembali ke kamar masing-masing untuk sekedar beristirahat, dan mempersiapkan diri untuk jamuan pesta malam nanti.


A double'Hotel.


Tepat satu jam sebelum berangkat ke gedung A Double'Hotel Audy menelpon Angel untuk sekedar mengingatkan.


"Hallo Angel, kamu dimana ?" Tanya Audy melalui sambungan telepon.


"Saya sedang berada dikamar Au." Jawab Angel dari seberang telepon.

__ADS_1


"Baiklah, segera siap-siap jam stengah tujuh kita akan segera berangkat." Ucap Audy, dan langsung mematikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari asistennya.


Satu jam berlalu dengan begitu cepat, Audy sudah siap dengan dres modern mininya, ia terlihat sangat cantik pada malam ini dengan polesan makeup yang tipis.


Sedangkan Angel ia malam ini terlihat cantik, tidak seperti biasanya menggunakan kemeja dan juga rok kantor.


Tok tok tok


"Audy, apa kamu sudah siap ?" Tanya Angel dari balik pintu kamar hotel Audy.


"Sebentar, aku sudah siap." Jawab Audy sedikit berteriak dari dalam.


"Baiklah." Jawab Angel.


Tak lama Audy keluar dengan balutan mininya, ia telihat sangat cantik dan seksi.


"Kau terlihat sangat cantik Audy." Puji Angel yang melihat bosnya, ia memang tahu jika bosnya memiliki peseno yang kuat untuk memikat hati dan mata para pria.


"Terima kasih Angel, kamu juga terlihat sangat berbeda malam ini." Jawab Audy sambil tersenyum senang, ia juga melirik asistennya yang tampak jauh berbeda dari biasanya.


"Terima kasih atas pujiannya." Jawab Angel sambil tersenyum malu.


"Sebaiknya kita segera berangkat sekarang." Ucap Angel sambil melirik jam tangan miliknya.


"Yah sudah, tunggu apa lagi ayo kita berangkat." Jawab Audy sambil berjalan mendahuli asistennya.


Cukup dekat antara hotel tempat Audy menginap dengan A Double'Hotel, tidak membutuhkan waktu lama keduanya sudah sampai.



Kehadiran Audy sangat menarik perhatian kaun hawa, apa lagi pengusaha muda yang sukses, mereka terlihat terang-terangan mencari perhatian Audy, tapi sayang Audy hanya tersenyum kecil menanggapi para lelaki yanh berusaha mencuri perhatian Audy.


"Angel, siapa pemilik hotel ini, kamu pasti tahu namanya ?" Tanya Audy pada Angel, seharusnya Angel tahu siapa pemilik dari hotel yang mereka datangi, pasalnya semua jadwal Audy yang mengurus adalah Angel.


"Namanya Tuan Albert, dia adalah salah satu pengusaha sukses dan ternama, dalam beberapa bulan ini saya dengar dia mampu menjalan perusahaan dengan sangat pesat." Ucap Angel menjelaskan.


"Menarik, sepertinya dia adalah pria yang pekerja keras." Ucap Audy menarik kesimpulan dari ucapan asistennya.

__ADS_1


"Yah begitu, saya dengar beliau ingin menjadi pengusaha sukses, karena ingin mendekati salah satu pewaris perusahaan besar dan ternama." Ucap Angel menyampaikan gosip yang ia dengar.


"Wah beruntung sekali wanita itu, bahkan tuan Albert berjuang mati-matian seperti ini." Ucap Audy yang sedikit kusut.


"Sebaiknya kita segera menemuinya." Ucap Audy yang merasa penasaran dengan sosok pria muda yang sukses.


"Sepertinya kita harus berkeliling untuk mencarinya." Jawab Angel, pasalnya tidak mungkin pengusaha sukses tersebut yang datang menemui keduanya.


"Terima kasih sudah berniat hadir nona muda Trisumajaya." Ucap seseorang yang membuat keduanya menoleh kebelakang.


Melihat Audy yang hanya diam saja, Angel mengambil insiatif untuk menjawab.


"Terima kasih kembali." Jawab Angel mewakili.


"Audy." Ucap Angel sedikit berbisik, dan berhasil mengembalikan kesadaran Audy.


"Terima kasih sudah mengundang kami tuan Albert, senang rasanya bisa bertemu kembali." Ucap Audy sopan.


"Senang juga bisa bertemu kembali." Jawab Albert sambil tersenyum ramah.


Angel kaget bukan main, melihat pengusaha muda yang sukses tersenyum, pasalnya yang ia tahu dan dengar lelaki yang bernama Albert adalah laki-laki yang anti dengan wanita, bahkan sangat dingin dan tak tersentuh.


"Sangat beruntung wanita yang sedang kamu perjuangkan tuan Albert, saya rasa usaha anda tidak akan berakhir sia-sia." Ucap Audy yang sedikit menyinggung mengenai masalah dibalik kesuksesan Albert.


"Sepertinya berita itu sudah menyebar luas, saya harap juga usaha saya selama ini tidak berakhir sia-sia." Ucap Albert yang sedikit kaku.


"Yah sepertinya seperti itu, apa saya bisa bekenalan dengan wanita yang beruntung itu tuan." Ucap Audy, ia merasa penasaran dengan wanita beruntung tersebut.


"Mendekatlah, saya akan memberi tahu kamu, siapa wanita yang membuat saya berjuang sekeras ini." Ucap Albert sambil tersenyum, Audy yang dilanda penasaranpun langsung mendekatkan diri.


"Wanita itu adalah kamu Audy Trisumajaya." Ucap Albert sambil berbisik tepat disamping telinga Audy.


Audy rasanya berhenti bernafas ketika mengetahui wanita yang selama ini diperjuangkan Albert adalah dirinya.


"Apa maksud anda tuan Albert." Tanya Audy penuh penekanan.


"Maksud saya, wanita yang saya inginkan adalah kamu nona muda keluarga Trisumajaya." Ucap Albert penuh penekanan.

__ADS_1


Mendadak acara menjadi sedikit riuh dengan bisik-bisik orang-orang, akhirnya wanita yang Albert inginkan bisa diketahui publik, pasalnya banyak orang tahu jika Albert menjadi pengusaha sukses karena menginginkan satu wanita, wanita yang memiliki drajat tinggi, sehingga Albert harus berjuang keras untuk mendapatkannya.


Sampai disini dulu, bye :)


__ADS_2