
"Wah, bukankah kamu tuan Albert, kau sangat tampan tuan, jadi kenapa kamu mau dengan seorang wanita penggoda." Ucap wanita yang satunya lagi.
"Hei kau, berani sekali kamu menggoda tuan Albert, memang dasar wanita tidak tahu diri." Ucapnya lagi, Albert benar-benar memerah dan bersiap melayangkan tamparan.
Audy dengan segera menahan tangan Albert, tidak bisa dibayangkan jika tangan Albert benar-benar mendarat di pipi wanita itu.
---
Albert mendengus tidak suka kala Audy menahan tangannya untuk menampar orang yang sudah menghina wanita yang ia cintai, sedangkan ketiga wanita yang sejak awal menghina dan menghujat Audy dengan segala cacian makian, sekarang kian memucat.
"Sebaiknya sebelum anda berbicara, omongan anda harus di saring terlebih dahulu nona." Ucap Audy penuh penekanan serta tatapan yang semakin menajam.
"Cih." Wanita yang di tegur Audy hanya mendecih, ia tak sudi jika ditegur oleh Audy.
"Kalian semua salah mencari masalah nona, saya pastikan anda semua mendapatkan hadiah menarik besok pagi, bersenang-senanglah." Ucap Audy sambil tersenyum misterius, dan langsung meninggalkan ketiga wanita yang diam mematung mencerna ucapan Audy.
"Hei sayang, kamu mau kemana hei." Teriak Albert kala melihat Audy yang sudah berjalan cukup jauh, teriakan Albert kian membuat para wanita histeris.
"Hu dasar mantan bos aneh, bagaimana bisa dia memanggilku dengan sebutan sayang, sayang pala lu peang." Batin Audy merasa risih bercampur senang kala mendengar Albert memanggil sayang.
"Hei, apa kamu tidak mendengar ucapanku tadi ?" Tanya Albert saat sudah berada di samping Audy.
"Mantan pak bos, bisakah anda bersikap seperti orang normal lainnya ?" Tanya balik Audy dengan tatapan lurus kedepan serta tetap melanjutkan langkah kakinya.
"Hei, apa maksudmu aku tidak normal ?" Tanya balik Albert kian merasa kesal, karena dirinya diminta berperilaku normal, emang Albert gak normal apa.
"Maksud saya, anda sepertinya salah makan tuan, dan untuk apa anda memanggil saya sayang, sedangkan kita tidak memiliki status pacaran." Terang Audy yang teta0 merasa risih dengan panggilan sayang.
"Hei, sepertinya kamu ingin menjadi kekasihku nona Audy." Jawab Albert sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Tidak, saya tidak ingin menjadi kekesih anda, jadi berhenti memanggil saya dengan sebutan sayang atau baby." Tegas Audy sambil memutar bola mata merasa jengah sendiri.
"Tidak tidak akan, kamu adalah calon istriku jadi aku tidak akan berhenti memanggilmu sayang dan baby." Jawab Albert tak kalah tegas, sambil menyilangkan tangan didepan dada bidangnya.
Pernyataan Albert sontak berhasil membuat Audy kaget bukan main, Audy langsung berhenti berjalan dan menatap Albert dengan tatapan tajam dan dingin.
Mendapat tatapan seperti itu Albert tidak mau kalah ia balas menatap Audy dengan tatapan tajam serta menggoda, tidak lupa albert menambahkan senyum aneh menurut Audy, terakhir Albert mengedipkan stengah mata.
Audy yang mendapat balasan seperti itu tambah melotot tak percaya, bagaimana bisa mantan bosnya bersikap aneh luar biasa, ia rasanya ingin menghilang dan tidak mau bertemu lagi dengan Albert yang dua hari ini membuatnya jengkel.
Berbeda dengan Audy, Albert selalu memantau kegiatan Audy dari jauh sambil mempersiapkan diri, semua masalah yang terjadi pada Audy sudah ia ketahui, mulai dari penghianatan mantan pacar sampai beberapa waktu lalu Audy kembali dipertemukan dengan mantan pacar yang menjadi partner bisnis.
"Terserah anda saja, orang waras lebi baik mengalah." Jawab Audy ketus dan kembali berjalan.
Sedangkan Albert, ia terus saja mengikuti Audy, Menemani Audy belanja dan beberapa kali mengeluarkan suara.
__ADS_1
"Hei, kenapa kamu membeli pakaian seperti itu." Ucap Albert dengan tatapan tak suka.
"Apa masalahmu." Ketus Audy, ia benar-benar pusing kala mantan bosnya protes mengenai apa yang ia beli.
"Itu terlalu seksi, nanti orang lain bisa liat badan kamu." Jawab Albert memang wajah tak suka, ia kesal sekali dengan baju terbuka yang Audy pilih, bukan hanya satu saja tapi ada banyak sehingga ia merasa kesal.
"Huft, lebi baik pak Albert pulang saja, saya malas mendengar ocehan dari pak Albery." Ucap Audy mengusir Alex yang kerap menggagu kegiatannya.
"Baiklah, aku tidak akan menggagu lagi." Ucap Albert mengalah, ia tidak mau di usir Audy, biarkan saja Audy melakukan semua sesukanya dari pada ia di usir.
"Bagus, sebaiknya pak Albert diam saja, biar saya tidak sakit kepala mendengar ocehan pak Albert." Ucap Audy yang langsyng menyetujui niat Albert yang tidak akan menggagunya lagi.
Akhirnya keduanya melanjutkan kegiatan berbelanja, Audy kali ini terlihat sangat senang dan juga bersemangat, Ia banyak membeli barang-barang yang menurutnya lucu dan juga bisa dipakai, serta berguna juga, Audy tetaplah Audy, Audy hanya akan membeli barang yang ia butuhkan dengan berbagai pertimbangan.
Sedangkan Albert ia hanya diam dan terus mengikuti Audy, seperti anak ayam yang mengikuti induknya, ia merada seperti orang yang sedang pacaran, dimana sepasang kekasih menghabiskan waktu dengan berbelanja.
Albert sendiri tidak merasa keberatan membawa barang-barang yang dibeli Audy, ia dengan senang hati membawa semua paperbag yang isinya adalah barang-barang milik Audy.
Awalnya Audy menolak dan merasa tidak enak, sekesal apa pun Audy, ia tidak mungkin untuk memanfaatkan orang lain untuk kepentingannya, tapi Albert tampak tak perduli, maksudnya bukan tidak perduli tapi menerima dengan senang hati.
"Apa dia tidak lelah menemani aku belanja, huft, kita lihat sejauh mana orang ini akan bertahan." Batin Audy sambil menatap sekilas seorang lelaki yang terus mengikutinya.
"Apa sekarang dia sedang mengujiku, huft tidak apa, selama aku bisa menghabiskan waktu dengan kami Audy, aku tidak akan merasakan kelelah sedikitpun, aku mala senang bisa menemani kamu berbelanja, asalkan jangan orang lain yang menemani kamu belanja." Batin Albert seperti bisa menerawang isi hati dari seorang wanita cantik yang ia ikuti Audy.
Kenapa Albert tidak memaksa ? Jawabannya adalah, Albert ingin menghargai keputusan dan kerja keras Audy, lagi pula Audy merasa senang karena ia berbelanja menggunakan keringatnya sendiri.
Berbeda mungkin jika keduanya sudah menikah, mungkin saja Albert tetap akan memaksa untuk menggunakan kartu kredit miliknya untuk membayar semua tagihan belanjaan Audy.
Tentu saja itu adalah kewajiban Albert yang kian memenuhi semua kebutuhan Audy, kebutuhan hidup memang menjadi tugas dari seorang suami.
Aduh kenapa Author ngomongnya kalau udah nikah aja yah, kayak Audy sama Albert bakalan Author satuin :)
Jangan lupa buat selalu dukung karya aku yah guys, jangan lupa juga buat kalian semua tolong tinggalkan jejak.
***VOTE > Membantu agar rank dari novel bisa naik :)
LIKE > Membuat Author senang karena karyanya banyak yang suka :)
KOMEN > Memberi motivasi serta dukungan, mengkritik jika ada yang salah, membantu karya semakin bagus dan menarik perhatian :)
HARAP DI BACA !!!
Guys aku mau kasih tahu juga nih mulai tanggal 7 Mei, kemungkinan aku akan up 1 episode per dua hari, tapi tenang kalau aku ada waktu lebi aku pasti up satu episode perhari, maka jika tidak aku hanya akan up dua hari 1 episode.
Alasannya kenapa ?
__ADS_1
Pertama Author harus membagi waktu untuk empat novel lainnya, lebi tepatnya tiga novel lain.
>Menikah
>Kebahagian & Kehancuran
>Broken Life
Bukannya novel Author ada lima ?
Yah, jawabannya memang benar, Novel Author emang ada lima,
Pertama > Anak orang kaya.
Kedua > Menikah.
Ketiga > Kebahagian & Kehancuran.
Keempat > Broken Life.
Terakhir > Goresan Takdir.
Baiklah guys aku udah ambil keputusan jika novel yang berjudul Goresan Takdir, untuk sementara akan diberhentikan dulu sampai tanggal 14 Juni.
Why gak yang lain aja yang di stop ? ..
Karena cerita yang lain sudah cukup jauh, bahkan ANAK ORANG KAYA sudah hampir memasuki akhir dari ceritanya, sayang sekali jika harus berhenti.
Untuk Menikah juga sudah memasuki pertengahan, jadi Author gak mungkin buat putusin ceritanya, Author masi sayang sama kalian yang selalu setia buat nungguin novelku.
Kebahagian & kehancuran , serta Broken Life, kedua novel itu sudah cukup jauh, bahkan salah satu sudah mengajukan kontrak. Tidak mungkin juga Author mutusin perjalanan mereka.
Goresan Takdir, cerita ini adalah cerita sederhana, cerita yang mengandung banyak makna, serta mendapat banyak suprice tak tertuga nantinya, tapi rencana Author tinggalah rencana*.
Oke balik lagi, jadi sebenarnya kenapa Author mutusin semua ini ?.
> Author bakalan ada banyak tugas sampai tanggal 14 Juni, Author pengen fokus dulu sama sekolahan, karena Author juga udah banyak habisin waktu bareng kalian.
> Mulai tanggal 7 Mei aku harus benar-benar fokus dengan pelajaran, mengingat bulan depan juga aku udah ulangan.
Doain yah guys, semoga aku bisa selesai dalam waktu kurang dari tiga minggu, supaya aku bisa balik lagi ketemuan sama kalian setiap hari, bukan dua hari sekali ketemu.
Jangan bosen yah buat baca karya aku, salam hangat untuk kalian :)
Jam upnya 17.00 yah** :)
__ADS_1