MENIKAH

MENIKAH
Kejutan


__ADS_3

"Udah Sal, nanti matanya sembab loh" ucap Adit sambil mengelus rambut Salma dengan tangan kirinya.


Ia sedang fokus menyetir, dan sedari keluar rumah sakit tadi Salma terus saja menangis sambil memandangi foto USGnya.


"Udah segede ini mas dan aku baru tau"


"Dokter bilang kan gapapa, kamu juga liat sendiri kan anak kita kuat banget. Meskipun kita ga tau kalo dia udah hadir diperut kamu, tapi dia tumbuh dengan sehatnya. Dia juga ga ngerepotin kamu selama awal kehamilan kan?"


"Gimana coba kalo kemarin-kemarin terjadi sesuatu sama anak kita karena aku ga peka sama tubuh aku sendiri"


"Ssstttt... udah sayang, jangan ngomong gitu. Kita ngomongin ke depannya aja. Yang penting mulai sekarang kita harus menjaganya dengan baik, kamu harus lebih hati-hati lagi waktu kerja dan beraktifitas, jangan terlalu capek, makan yang banyak dan bergizi, serta minum vitaminnya. Itu kan yang dokter Vania suruh tadi?"


Salma mengangguk.


"Udah, jangan nangis lagi ya? Kita harus mulai nyusun rencana untuk ngasih kejutan ke orangtua kita"


"Kita kasih aja kotak satu-satu kayak mas Adit tadi pagi, tapi isinya beda-beda mas"


"Diisi apa?"


"Hmmm... testpack, foto USG, vitamin yang aku dapet dari dokter tadi, atau hal-hal lain yang berhubungan sama kehamilan. Tapi... ada baiknya kita bikin mama papa kita bingung dulu. Jangan terlalu gampang dan bikin mereka teriak dengan cepat"


"Hahahahaha... ngerjain orangtua. Oke, kita persiapkan ini di rumah"


🎎


Pagi ini, bu Sari cukup sibuk memasak di dapur. Salma yang ingin membantu mendapat penolakan dari bu Sari karena Asep telah membantunya untuk mencuci dan memotong bahan makanannya.


Alhasil dia hanya berdiam diri di kamar bersama. Salma duduk bersandarkan headboard, sementara Adit tiduran berbantalkan pahanya dengan menghadap ke perut Salma dan memeluknya. Adit sengaja menyingkap kaos yang dikenakan Salma, membiarkan perut istrinya terbuka dan sesekali menciumi perutnya dengan gemas.


"Sampai kapan kita mau kayak gini, mas?"


Adit terkekeh. "Memangnya kenapa? Ini kan hari minggu, kita udah sarapan, udah mandi, jadi kita ga ada kerjaan lagi selain santai di kamar kayak gini kan?"


"Itu mah maunya mas Adit" jawab Salma sambil mengacak rambut Adit.


"Periksa kandungan cuma boleh sebulan sekali ya, Sal?"

__ADS_1


Salma mengangguk. "Emang kenapa, mas?"


"Aku pengen liat anak kita kayak pas diUSG kemarin, rasanya udah kangen. Ga sabar kalo harus nunggu waktunya periksa"


Salma tertawa. "Mas Adit udah kayak orang lagi jatuh cinta"


"Kalo... beli alat USGnya sendiri trus kita periksa sendiri di rumah gitu ga bisa ya, Sal?"


"Hahahahaha... entahlah mas, aku juga ga tau. Tapi kata dokter Vania, segala sesuatu yang berlebihan emang ga baik kan mas?"


"Mana cukup kalo cuma ngeliatin foto USGnya doang"


"Sabar mas, kan masa tunggu kita tinggal enam bulan lagi. Setelahnya kita bisa langsung nguyel-uyel dia kalo udah lahir"


"Kamu ga masalah apapun jenis kelaminnya?"


Salma menggelengkan kepalanya. "Aku ga masalah, mas. Dia hadiah dari Allah untuk kita, mau cewek atau cowok, aku tetap mensyukurinya"


"Kamu mau punya banyak anak?"


"Hmmm... entahlah, yang jelas ga cuma satu. Dia harus punya saudara biar ga kesepian kalo main di rumah. Kalo mas Adit?"


🎎


Salma dan Adit menyambut kedatangan kedua orangtua mereka di rumah. Dengan senyum lebarnya, Salma dan Adit menyalami dan memeluk orangtuanya.


"Ada acara apa nih ngajakin makan siang bareng?" tanya mama Mei.


"Kejutan, nanti mama pala juga pada tau hehehehe" jawab Salma.


"Jadi, kita makan dulu aja ya. Karena mama papa datangnya telat dan ini udah masuk jam makan siang" ucap Adit.


Mereka berjalan menuju meja makan. Terdapat banyak menu makanan yang telah disiapkan oleh bu Sari. Semuanya menu pilihan Salma, menu makanan rumahan yang terlintas begitu saja dipikirannya. Rawon, perkedel, sambal, kerupuk udang, emping, lumpia, bihun goreng dan asinan buah.


Setelah menikmati makan siang, semuanya berkumpul di ruang keluarga. Seperti biasa, para orangtua itu asik bercerita dengan hebohnya. Sementara Adit dan Salma bersiap untuk hadiah kejutan yang akan mereka berikan.


Adit dan Salma turun dari lantai atas dengan membawa empat kotak yang berukuran sedang. Kotak berwarna cokelat itu telah diisi benda yang merupakan clue berita bahagia yang akan mereka sampaikan hari ini.

__ADS_1


"Waahhh... kita dapet hadiah nih" celetuk mama Tari.


"Hehehehehe... kita akan kasih kotaknya tapi tolong jangan dibuka dulu. Mama papa harus negbukanya nunggu aba-aba dari kita" ucap Salma.


"Jadi deg-degan mau liat apa isinya hahahahaha" sahut mama Mei.


Setelah menyerahkan kotaknya masing-masing, Salma dan Adit berdiri dihadapan kedua orangtua mereka yang duduk disofa panjang itu. Adit melingkarkan tangannya pada pinggang Salma.


"Dalam hitungan ketiga, mama papa boleh buka kotaknya. Satu... dua... tiga..." ucap Salma.


kedu orangtua mereka mulai membuka kotaknya, semuanya penasaran dengan isi kotaknya. Asep dan bu Sari menyaksikannya sambil duduk dari ruang makan.


"Krim stretch marks?" mama Mei mengernyitkan dahinya. "Ini buat mama?"


"Kalsium? Biar papa ga osteoporosis ya? Hahahaha"


"Humidifier dan essential oil?" kata papa Bagas.


"Asam folat?" ucap mama Tari yang kemudian saling bertatap muka dengan mama Mei.


Mama Mei dan mama Tari langsung beranjak dari sofa secara bersamaan dan mendekat, mengamati tablet asam folat yang dipegang mama Tari.


"Sal, ini..." ucap mama Tari dengan terbata-bata dan mata yang mulai berkaca-kaca.


Salma mengangguk, ia mengerti maksud perkataan ibunya. Salma berjalan mendekati ibunya dan ibu mertuanya.


"Salma hamil, ma... pa... udah tiga belas minggu" ucap Salma.


Kedua wanita yang berdiri dihadapan Salma langsung saja berteriak dengan kencangnya. Lalu menghambur memeluk Salma secara bersama-sama. Air mata mereka tumpah, diiringi dengan rasa haru bahagia, dan bibir yang tak henti-hentinya mengucap rasa syukur mereka.


Sementara papa Bagas dan papa Hari segera berdiri, memeluk Adit dan mengucapkan selamat. Perasaan bahagia yang luar biasa menyelimuti pertemuan kedua keluarga disiang hari itu. Bu Sari yang melihatnya dari ruang makan pun tak kuasa menahan tangisnya, ia dan Asep ikut berbahagia dengan kabar kehamilan Salma yang telah mereka dengar sejak kemarin.


"Adit beneran ngerasa luar biasa, pa. Akhirnya bisa ngehamilin Salma juga"


***


***Buat yang nungguin kabar kehamilan Salma, udah 'terbayarkan' ya. Langsung tuh 3 part ehehehehe....

__ADS_1


Yang belum baca Cupcake's Love dan Lean On Me, boleh dibaca dulu sekalian nunggu update-an disini 😆


Have a good day ya* 😘😘


__ADS_2