
Sesampainya di kantor audy kembali bekerja seperti biasanya, biasa ketika ia memasuki lobby kantor ia mendapat sambutan hangat dari para karyawan yang bekerja di perusahaan miliknya, dia hanya tersenyum kecil ketika menanggapi salam atau sapaan dari beberapa anggota karyawannya.
Di ruangannya ia disambut oleh beberapa dokumen yang sudah menumpuk di atas mejanya, foto adalah dokumen dokumen yang harus ia berdusta dan tanda tangani, Audi tidak pernah menandatangani suatu dokumen tanpa membaca dan memeriksa dengan jelas.
Dia memang sangat teliti dengan semua pekerjaan yang ia lakukan, ingin memahami sesuatu masalah maka dari pada itu semua dokumen yang akan ia tandatangani harus ia periksa dengan teliti.
Cukup terkenal dingin ketika berada di kantor, dia memiliki aura yang tegas serta berjiwa pemimpin, pengusaha yang mengalir di tubuhnya sangatlah membuat dia disegani, meski tidak menutup kemungkinan banyak orang yang meragukan kemampuan Audy, dan juga menganggap Aldi hanya menjual nama keluarga saja.
Tetapi sekarang bisa dibuktikan jika perusahaan memiliki peningkatan ketika pindah tangan ke Audy, Audi memang sangat cekatan dan juga tidak tanggung dalam mengerjakan sesuatu.
Beberapa dewan direksi juga sudah mengakui kemampuan dan juga kecekatan Audy dalam m mengambil tindakan, bahkan ada yang tidak percaya jika seorang wanita di usia muda mampu membuat perusahaan dengan cepat berkembang pesat.
__ADS_1
Ternyata jadwal pada Audy hari ini sangatlah padat sehingga ia tampak sedikit merasa kelelahan, tetapi karena merasa sudah terbiasa Ia pun melanjutkan pekerjaannya.
Selamat siang asisten pribadinya datang menghampirinya mengatakan jika perusahaan dari Albert mengajukan kontrak kerja sama.
"Permisi nona Audy, ada yang perlu saya sampaikan." Ucap sang asisten ketika sudah diizinkan masuk kedalam ruangan Audy.
"Langsung saja." Ucap Audy yang hanya menatap sekilas kemudian kembali memfokuskan tatapan kepada berkas-berkas yang ada di meja.
" Apa kita bisa mendapat keuntungan dari kerjasama ini ?" Tanya Audy, meskipun Ia memiliki masalah pribadi dengan Albert tetapi dia tetap akan bersikap profesional, perusahaan bisa memiliki keuntungan yang baik maka ia akan tetap menerima ajuan kerja sama tersebut.
" Keuntungan dari pembangunan Vila tersebut akan dibagi rata atau masing-masing akan mendapat keuntungan sebanyak 50%." Jawab sang asisten mengenai keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan.
__ADS_1
"Kalau begitu kita bisa bertemu dengan perwakilan dari perusahaan tersebut, katakan saja jika kita perlu membahas projek ini secara langsung." Ucap Audy, Iya sama aja menyambut perwakilan karena dia tidak mau atau lebih tepatnya ia berharap yang akan menangani proyek tersebut bukanlah pemilik dari perusahaan tersebut.
"Baik nona, saya pamit undur diri." Ucap aistem tersebut.
"Huft, Semoga saja tidak ada rencana dibalik ajuan kerja sama tersebut, jika orang itu mengambil keuntungan dari kerja sama ini." Batin Audy yang tampak masi kesal.
Sebenarnya Audy berusaha mengalihkan pikiran karena terus-menerus memikirkan Albert atau mantan bosnya, sejujurnya Iya Sedikit merasa baper karena perlakuan Albert di acara pembukaan A'double hotel.
Maaf banget nih aku baru up, sekarang Audy sudah memasuki projek bareng Albert maka apa yang kalian tunggu tunggu akan segera tercapai.
Banget jangan lupa buat like, komen dan juga Vote novel ini, please banget Like kalian buat aku semakin semangat komentar kalian membuat aku bisa termotivasi, dan juga untuk kalian bisa membuat novel ini bisa lebih dikenal oleh platform Atau orang-orang lainnya.
__ADS_1
Oke jangan lupa like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen vote, vote, vote,vote, vote, vote,vote, vote, vote,vote, vote, vote,vote, vote, vote,