
Detik menit jam hari minggu dan bulan serta tahun yang berganti , sekarang Audy dan Farrel sedang bersiap - siap pasalnya mereka berdua akan segera magang , yang tentunya mereka tidak akan megang di perusahaan keluarga , Audy dan Farrel sudah bertekad kalau mereka tidak akan bergantung dengan namaa keluarga masing - masing , yah yang mereka inginkan nama mereka di kenal dengan usaha mereka bukan karena embel - embel keluarga .
Tempat magang hari pertama .
"Hari pertama , semangat kalau ada yang berani macam - macam langsung saja lapor ." ucap Farrel pada sahabatnya .
"Hmmm baiklah , siap laksanakan ." jawab Audy sambil tersenyum .
Okay perhatian , dulu Audy dan Farrel memang dingin terhadap sesamaa apa lagi orang lain , tapi seiring berjalannya waktu mereka berdua berubah menjadi hangat tapi hanya anatara mereka berdua atau bisa di katakan hanya mereka berdua kalau di hadapan semua orang mereka tetap bersikap dingin .
Semua mata tertuju pada Audy dan Raihan yang memasuki gedung kantor , banyak di anatara mereka yang memandang kagum dan banyak juga yang memandang iri , Mereka berpakaian
Siapa coba yang tak tergila - gila dengan mereka , meski berpakaian formal tak mengurangi pesona kedua nya .
"Selamat pagi ." ucap Audy pada resepsionis .
"Pagi , ada yang bisa di bantu ." ucap resepsionis dengan sopan .
"Kami anak magang dari kampus x ." ucap Farrel sopan .
"Baiklah , kalian bisa langsung ke ruangan hrd , lantai 7 ." ucap Resepsionis sambil menunjuk ke arah live .
"Terima kasih " ucap keduanya sambil berjalan ke arah live .
Tok tok .. tok .
"Masuk ." ucap wanita paruh baya dari dalam live .
"Selamat siang." ucap Farrel dan Audy bersamaan sambil stengah membungkuk .
"Nona muda Trisujaya ." ucap wanita paruh baya yang langsung berdiri dan sedikit membungkuk .
"Sial , selalu saja seperti ini ." ucap Audy lirih tapi masih bisa di dengar oleh Farrel yang bersampingan .
"Hmm sudahlah ." ucap Farrel menenangkan sahabatnya .
"Silakan duduk ." ucap wanita paruh baya tersebut .
"Terima kasih ." ucap keduanya dan langsung duduk di sofa .
"kami sudah mengajukan permohonan magang , kami kesini untuk interview ." ucap Farrel sopan .
"Baiklah , tapi mohon maaf , kami harus melakukan tes terlebih dahulu ." ucap Hrd merasa takut sambil melirik ke arah Audy .
__ADS_1
"Bagus , tes saja aku dan kata kan sesuai hasilnya , ingat sesuai hasilnya dan anggap saja aku bukan nona muda Trisujaya ." ucap Audy antusias sehingga hdr tersebut merasa lega.
"Baiklah ." ucap Farrel merasa lega juga karna tak melalui jalur pendek .
Setelah melakukan tes dan menjawab berbagai macam pertanyaan akhirnya Ausy dan Farrel selesai dan berpamitan .
"Terima kasih ." ucap Farrel dan Audy bersamaan .
"Sama - sama untuk hasilnya akan saya hubungi ." ucap hrd juga yang bersikap sopan .
"Ohiya tolong rahasiakan identitas saya , saya ingin belajar disini bukan untuk menerima pujian hormat dan berteman dengan penjilat ." ucap Audy ketus .
"AUDY ." bentak Farrel yang melihat sahabatnya sedikit tidak sopan .
"Maaf , aku hanya tak ingin identitasku terbongkar , aku hanya ingin berkerja dengan tenang dan menerima hasil kerja keras ku , tanpa ada embel - embel keluarga Trisujaya ." ucap Audy merasa bersalah .
"Baiklah kalian berdua diterima ." ucap hrd tanpa berbasa basi lagi .
"Tapi .. " belum selesai Audy menjawab sudah di potong terlebih dahulu .
"Kalian melewati tes dengan lancar , semua pertanyaan yang saya ajukan kalian dengan gampang menjawab , memiliki rasa percaya diri dan mandiri membuat saya menerima kalian , tanpa ada embel - embel keluarga nona Audy ." ucap Hrd tegas .
"Terima kasih ." ucap Audy dan Farrel yang merasa senang .
"Saya tidak akan memperlakukan kalian dengan spesial dan saya juga tidak akan membuka identitas kalian , jadi kalian lah yang harus menjaga identitas kalian sendiri dan yang terakhir buktikan kepada saya kalau kalian bisa dan membuat saya bangga selama beberapa bulan ." ucap hrd lagi .
"Kalau begitu kami pamit undur diri , sampai berjumpa di lain waktu ." ucap Farrel .
Akhirnya keduanya keluar dari ruangan hrd dan mereka langsung menuju ke arah mobil tampa memperhatikan hiruk piruk orang - orang yang ada disekitar .
"Baiklah , karena kita sudah selesai , ayo kita rayakan ." ucap Farrel kepada Audy .
"Baiklah setuju , ayoo kita ke mall , kita beli pakaian yang formal ." ucap Audy karena Audy yang tak banyak mempunyai pakaian kantor .
"Baiklah , bagaimana kalau hari ini kamu memilihkan baju untuk ku ." tanya Farrel pada sahabatnya .
"Beneran bole , mau mau mau ." jawab Audy antusias .
"Iya ." jawab Farrel kembali sambil melihat sahabatnya yang tampak senang hanya karena hal sepele .
"Hanya dengan begini kamu bisa terlihat antusias dan bahkan bisa tersenyum ." bantin Farrel .
Sesampainya di mall Audy dan Farrel langsung menuju ke toko - toko yang ada , Audy dan Farrel tidak memburu pakaian yang mahal tapi pakaian yang terasa nyaman untuk mereka .
"Ini toko yang terakhir yah ." ucap Farrel pada sahabatnya .
__ADS_1
"Baiklah Zara yang terakhir ." ucap Audy sambil tesenyum .
Dua jam lebi akhirnya mereka berdua selesai memilih dan mecoba baju yang di inginkan dan pada akhirnya memutuskan untuk berjalan ke arah kasir .
"Selamat malam ." sapa mba kasir tersebut .
"Apa masi ada lagi ?" tanya Kasir tersebut .
"Tidak ." jawab keduanya kompak .
"Totalnya 78.700.000 ." ucap kasir sopan
"Ini ." keduanya memberikan kartu hitamnya atau biasa di sebut black card .
"Pakai kartu saya ." ucap keduanya bersamaan kembali .
"Jadi pakai kartu yang mana ?" tanya kasir tersebut merasa bingung .
"Saya ." jawab keduanya tetap kompak .
"Disini barang saya paling banyak jadi pakai kartu saya ." ucap Audy cepat .
"Saya lelaki jadi saya yang membayar ." ucap Farrel telak .
"Baiklah ." pada akhirnya kasir tersebut mengambil kartu yang di arahkan Farrel .
Hahaha begitulah mereka kalau sedang berbelanja , ketika memilih pakaian mereka begitu kompak tapi ketika di kasir tetap kompak .
"Au , makan dulu atau langsung pulang " tanya Farrel .
"Kita makan dulu yukk ." jawab Audy .
"Yasudah ." ucap Farrel sambil berjalan arah mobil .
Meninggalkan mall dan langsung menuju ke tempat makan lesehan atau makanan rumahan .
"Baiklah kita makan disini , gak apa - apa kan ." tanya Farrel pada Audy .
"Gakk yukkk ." jawab Audy berbinar - binar .
"Baiklah , tapi kamu yakin kan ?" tanya Farrel memastikan .
"Iyaa , terima kasih Farrel , sebelumnya aku belum pernah makan di tempat seperti ini dan sekarang akhirnya aku bisa makan disini ." ucap Audy berbinar - binar .
"Iyaa , ayo pesan dulu ." ucap Farrel sambil mengacak - acak kepala sahabatnya tersebut .
__ADS_1
"Hehehehe ." tawa Audy bahagia .
Sekian dulu yah eps kali ini , jangan lupa juga buat kalian yang selalu dukung karya ini untuk menyempatkan diri memberikan Like , serta support melalui komen , apa bila ada kesalahan mohon maaf . dan terima kasih semoga kalian selalu bahagia