MENIKAH

MENIKAH
Eps 30


__ADS_3

Seolah begitu cepat waktu berjalan, hari ini adalah hari sabtu, sesuai pembicaraan mereka beberapa hari yang lalu, Audy akan pergi bersama dengan Albert untuk berjalan-jalan ke mall.


suara handphone Audy bergetar, suara hp itu tampak menggangu tidur cantik Audy siang itu.


"Hallo." Ucap Audy, dengan suara serak seperti orang yang baru bangun tidur.


"Hallo nona Audy, apa anda sudah siap?" Tanya seseorang dari sebrang telepon.


"Maaf,ini dengan siapa?" Tanya Audy dengan masih stengah sadar.


"Aku Albert, sesuai perbincangan kita waktu itu, hari ini kita akan pergi bersama bukan?" Ucap Albert, seolah bertanya kau tidak lupakan.


"Astaga, maafkan saya tuan, kita bisa langsung bertemu di mall x saja." Ucap Audy yang baru menyadarinya.


"Baik, sampai jumpa." Jawab seorang lelaki dari sebrang.


Audy segera turun dari ranjang dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai Audy langsung menuju tempat penyimpanan pakaian miliknya.


Audy pun segera bergegas untuk turun dan meminta supir untuk mengantarnya dengan mobil sport lamborghini merahnya.


Sesampainya di mall, banyak pasang mata yang menatap mobil lamborghini yang terpakir di depan lobby, setelah hampir satu menit terparkir, seorang supir turun dan langsung membukakan pintu untuk Audy.



Audypun turun dengan anggun dan serta aura yang dingin, membuat orang yang menatapnya penuh kagum sekalian bergedik ngeri dengan aura dingin yang di keluarkan, tapi siapa yang menyangka jika.


"Terima kasih." Ucap Audy sopan kepada supir yang selalu mengantar jan menemani dia dari kecil, Audy pun tersenyum tulus, setelah kepergian supirnya Audy langsung berubah menjadi dingin, orang yang sempat terpesona dengan senyum yang melengkung di wajah Audy pun, langsung merinding dengan sendirinya.


"Cantik."


"Canti, baik."


"Rendah hati, tapi dingin."


"Dingin tapi hangat."


"Beruntung sekali supir itu."


"Aura dinginnya sangat kuat."


"Pasti dia berasal dari keluarga yang berpengaruh.


"Mobilnya nyakep, tapi sayang cakepan yang punya."


"Calon wanita idaman."


"Perfect."


"Pasti dia sudah memiliki kekasih."


Yah begitulah kira-kira ucapan orang - orang yang sempat di dengar oleh Audy, Audy tak menanggapi dan langsung berjalan masuk ke dalam mall, untuk mencari bosnya, eh maksudnya mantan bos.

__ADS_1


Hp Audy tampak bergetar, ternyata mantan bosnya menelpon.


"Hallo." Ucap Audy.


"Kamu dimana?" Tanya seseorang dari seberang telepon.


"Saya di depan h&m." Jawab Audy.


"Oke, tunggu disana." Setelah mengatakan itu, orang tersebut langsung saja mematikan sambungan telepon.


Tak menunggu lama, ada yang menghampiri Audy.


"Hai." Sapa orang tersebut.


"Oh, hai." Jawab Audy yang sedikit kaget.


"Ayo." Ucap orang tersebut sambil mengandeng tangan Audy, Audy terpana dan hanya menurut saja.


"Hmm, apa kamu mau escream?" Tanya orang tersebut, yang tak lain adalah Albert.


"Yah, aku mau." Jawab Audy yang langsung berbinar-binar.


"Ayo kita beli." Jawab Albert sambil tersenyum tipis.


Yah, Albert hari ini tentu merasa sangat bahagia, karena dia bisa jalan bersama dengan wanita yang ia inginkan, bahkan Albert berharap untuk hari ini waktu berjalan lebih lambat, agar dia bisa bersama dengan Audy lebih lama.


"Capek, gimana kalau kita makan dulu." Ucap Audy.


"Yauda, bole kamu mau makan apa?" Tanya Albert.


"Makan makanan Indonesia aja yah." Jawab Audy sambil melirik ke arah Albert, dengan nada bicara yang tetap dingin.


"Iya, apa sih yang enggak buat kamu." Ucap Albert menggombal.


"Dasar lintah darat." Jawab Audy dengan ketusnya.


"Jangan galak-galak, nanti cepat tua loh." Ucap Albert, sambil melirik ke arah Audy.


Mereka pun berjalan bersama menyusuri mall untuk mencari tempat makan, dan iya hari ini juga Farrel lagi jalan sama Gaby dan cewe yang mau dijodohin sama Farrel, nama cewe itu pricil.


"Gab, lu udah selesai?" Tanya Farrel pada adiknya.


"Udah kak." Jawab Gaby sambil meletakan piring di meja.


"Eh lu, gw dah minta buat lu makan, makanan lu tapi karena lu gak mau, jadi ayo kita pulang." Ucap Farrel ketus sambil melirik ke arah wanita yang bernama Pricil.


"Kita cari tempat makan lagi aja yuk, aku gabisa makan di tempat kayak gini." Ucap wanita yang bernama Pricil.


"Gak, gw cape dan adik gw juga butuh istirahat, kalau lu mau cari makan, cari aja sendiri." Jawab Farrel dengan ketus.


Yah, Pricil emang gamau makan di tempat pedangan kaki lima yang di pilih Farrel, dengan berbagai macam alasan contohnya "gak level."

__ADS_1


Balik lagi ke tempat Albert dan Audy.


"Gw mau balik." Ucap Audy dengan nada dingin.


"Yauda, yuk gw anter." Jawab Albert.


"Gak perlu, saya nanti di jemput." Jawab Audy .


"Ayolah, untuk kali ini saja." Ucap Albert memelas, berharap Audy bisa luluh dan mau di antar pulang olehnya.


"Yauda yuk." Ucap Audy yang tak tega melihat wajah mantan bosnya.


Dalam perjalanan pulang, lelaki dewasa dan wanita dewasa tersebut hanya diam, sampai akhirnya salah satu dari mereka membuka suara .


"Audy." Panggil Albert.


"Hmmm." Jawab Audy dengan dheman.


"Kita bisa jadi temankan?" Tanya Albert sambil melirik sekilas ke arah Audy.


"Yah, tapi jangan berharap lebih." Jawab Audy.


"Hmm, kasih gw kesempatan." Ucap Albert dengan suara lirih.


"Belum bisa." Singkat Audy, dan langsung memalingkan muka.


"Gw gak bakalan maksa kok." Ucap Albert sambil memaksakan senyuman.


Audy hanya diam dan tak membalas ucapan Albert, dia belum siap untuk membuka hati, luka lama yanh ia terima belum benar-benar kering.


Balik ke tempat Farrel.


"Gab, langsung istirahat yah." Ucap Farrel setelah membukakan pintu untuk adiknya, Farrel dan Gaby sama-sama tak menganggap kehadiran Pricil.


Gaby tidak suka dengan sikap sombong dan angkuh Pricil, dia bahkan menyesal ikut bertemu dengan wanita yang akan dijodohkan dengan kakaknya.


"Kalian sudah pulang?" Ucap seorang wanita paruh baya, yang sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah.


"Hmm." Dhemanan Farrel dan Gaby.


"Hai tan." Ucap wanita yang bernama Pricil.


"Gimana, apa kalian seneng bisa jalan bareng?" Tanya mommy Farrel yang tampak penasaran.


"Farrel gak bakalan mau sama wanita manja dan centil kayak dia, apa lagi wanita sombong, hari ini dia gagal ikutin tes dari Farrel sama Gaby, padahal itu hanya masalah kecil." Jawab Farrel.


"Gaby juga gak suka sama wanita itu, dia terlalu sombong dan angkuh, sratus persen Gaby gamau kakak Gaby yang tampan dan vaik ini bersanding dengan wanita manja kayak dia, huft bisa jadi kak Farrel gak keurus kalau nikah sama wanita ini." Ucap Gaby mengeluarkan unek-unek, sambil menunjuk ke arah Pricil dengan tatapan merendahkan.


"Hust, kalian kok ngomong gitu sih, gak bagus loh kalau begitu, kalian kan baru kenal dia." Ucap wanita paruh baya tersebut berusaha menengahi.


"Sifat dia udah kebaca." Jawab Farrel dan Gaby secara kompak.

__ADS_1


Yah begitulah hari Audy dan Farrel, dan sampai disini dulu, jangan lupa buat VOTE, LIKE & KOMEN.


__ADS_2