MENIKAH

MENIKAH
Honeymoon part 1


__ADS_3

Perjalanan honeymoon ini entah mengapa terasa sangat melelahkan bagi Salma. Baru berangkat menuju Fiji saja ia benar-benar dibuat tak berdaya. Bagaimana tidak, penerbangan dimulai dengan berangkat ke Australia yang memakan waktu selama tujuh jam sepuluh menit. Sampai disana, mereka harus melakukan transit selama dua jam dua puluh lima menit sebelum akhirnya meneruskan perjalanannya menuju Fiji selama empat jam sepuluh menit.


"Apa kita mau nginep di Fiji dulu aja, Sal? Biar mabokmu ilang dulu" ucap Adit sembari mengusap kepala Salma yang bersandar dibahunya.


Beberapa menit lagi pesawat akan landing di Nadi International Airport, dan Salma sudah benar-benar merasa lemas disekujur tubuhnya.


"Langsung ke Turtle Island aja mas, tapi aku ga mau naik boat. Takut muntah"


"Enggak, kita nanti naik pesawat amfibi kok biar cepet sampai"


"Ya Allah mas, naik pesawat lagi?"


"Cuma sebentar sayang, paling setengah jam udah sampai"


Salma menghela nafasnya. "Akhir semester ini bener-bener nguras tenagaku, jadi mabok naik pesawat deh. Memalukan" gumam Salma.


"It's okay sayang, nanti pas udah sampai Turtle Island juga mabokmu ilang karena seneng liat tempatnya"


"Kalo enggak?"


"Kalo enggak ya ga usah dipaksain, kita istirahat dulu di kamar. Kita bisa keluar saat kondisi tubuhmu udah memungkinkan"


"Yaahhhh...."


"Ga usah sedih, kita masih bisa main air di pinggir pantai tanpa harus snorkeling dan sebagainya. Yang penting kan quality time-nya kita berdua" Adit mengecup punggung tangan Salma.


Setelah landing dan selesai dengan urusan bagasinya, Adit dan Salma menemui pihak resort yang telah menunggu kedatangan mereka. Mereka bergegas menuju lokasi tempat penjemputan pesawat amfibi yang akan membawa mereka menuju Turtle Island.


Selama perjalanan, Adit tak melepaskan genggaman tangannya pada Salma. Istrinya terlihat begitu lemas dan sedikit pucat, ia begitu takut jika Salma akan jatuh pingsan. Namun ternyata, dugaan Adit ketika dipesawat benar. Wajah Salma kembali berseri ketika pesawat amfibi itu bergerak mendekat ke pulau tujuan mereka.



"Subhanallah... surga!" seru Salma dengan senyum yang terkembang lebar. Senyum yang entah kemana perginya selama perjalanan tadi.

__ADS_1


"Beneran kan maboknya ilang" ucap Adit dengan mengecup pipi Salma.


"Masih agak mual, mas. Hmm... sayang banget letaknya jauh dan mahal banget. Kalo deket, aku ga akan pernah bosen untuk pergi kesini tiap libur"


"Aku akan kerja lebih keras lagi, suatu saat kita akan kesini sama anak-anak"


"Enggak boleh! Nanti aku ditinggal lembur mulu kayak waktu itu"


"Hahahaha enggak akan, sayang. Yang penting kita dan anak-anak bisa kesini"


Salma menggelengkan kepalanya. "Hahahaha... anak-anak kita bakal bikin pulaunya penuh mas, kasian pasangan lainnya yang pengen kesini. Biarin nanti anak-anak kita kesini sama pasangannya masing-masing"


Setelah turun dari pesawat amfibi, petugas resort telah menunggu di dermaga dan membimbing mereka berjalan menuju penginapan. Salma dan Adit begitu menikmati pemandangan disana. Terlihat beberapa pasangan yang sedang menikmati waktu bersantai diwaktu yang sudah menjelang sore ini.


Setelah berjalan beberapa saat, Adit dan Salma sampai disebuah pondok yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama 5 hari ke depan. Sebutannya, pondok 'Bure'. Ditiap pondok terdapat 1 asisten resort yang disebut 'bure mama atau bure papa', yang akan selalu siap sedia memenuhi kebutuhan mereka selama tinggal disana. Dari mulai makanan, hingga mengambil foto pengunjung untuk kenang-kenangan yang akan dibawa pulang.



Tempat ini memang seperti dikhususkan bagi pengunjung yang sedang melakukan honeymoon. Tidak hanya lokasi dan tempatnya saja yang indah, desain dan fasilitas yang diberikan juga selalu berbau romantis.


"Ya benerlah, emangnya kamu kira ini honeymoon bohongan hahahahaha" jawab Adit sambil meletakkan koper mereka disudut ruangan, lalu berjalan menghampiri Salma yang menikmati pemandangan blue lagoon dari jendela kamar mereka.


"Istirahat dulu, kita masih ada waktu untuk liat sunset dan makan malam" bisik Adit sembari memeluk Salma dari belakang.


Salma membalikkan badannya, lalu melingkarkan tangannya pada leher Adit. "Thank you for always making me feel loved, cared for, and special! (Terima kasih karena membuatku merasa dicintai, diperhatikan, dan spesial!)"


Detik berikutnya, Salma mulai menempelkan bibirnya pada bibir Adit sebelum akhirnya ciuman yang penuh gairah itu terjadi dan berpindah ke atas ranjang untuk melanjutkan pergulatan bibir mereka.


🎎


Menjelang sunset, Salma dan Adit berjalan bergandengan tangan menyusuri pinggir pantai, sebelum akhirnya duduk disebuah tempat sesuai arahan dari bure Mama. Lokasi yang sangat pas untuk melihat matahari terbenam. Karena disana hanya terdapat 14 pasangan yang menginap, tentu tidak akan ramai seperti di tempat lainnya.


"Nanti menu makannya apa ya, mas? Aku takut rasanya ga sesuai terus mual lagi" keluh Salma dengan menyandarkan kepalanya dibahu Adit.

__ADS_1


"Hmmm... aku juga kurang tau, katanya kalo makan malam menunya berdasar pilihan kokinya. Tapi aku rasa, menunya enggak akan jauh-jauh dari hidangan laut dan... kebun sayur yang kita liat tadi"


Salma menghembuskan nafasnya dengan kasar. Perutnya masih saja bergejolak jika membayangkan rasa makanan di tempat baru ini.


"Kalo kamu ga suka, nanti aku akan minta Yvone (bure mama) untuk nyariin susu, roti dan cemikan lainnya. Kamu ga usah khawatir" sambung Adit dengan mengecup puncak kepala Salma.


"Aku juga udah tanya-tanya ke Yvone soal hidangan makanan disini, Yvone akan bantu kita untuk memilih makanan yang halal" imbuh Adit kembali.


"Mereka semua yang datang kesini, apa semuanya baru aja nikah ya mas?" ucap Salma sambil menunjuk salah satu pasangan yang tengah berciuman mesra tak jauh dari mereka.


"Hmmm... mungkin iya, kenapa?"


"Masih pada mesra overload hahahaha"


"Hahahaha... kita juga ga kalah mesra kan?"


Salma mengangguk. "Yvone aja ngira kita baru nikah kemarin kok hahahaha"


"Yvone bilang semua turis yang kesini adalah turis yang mampu berbahasa Inggris. Karena jika tidak, para bure mama dan papa akan kesulitan. Begitu juga dengan mereka, pasti akan susah ngomong maunya apa"


"Terlebih kalo harus memperkerjakan translater, yang ada pulau ini malah penuh dengan pekerja mas. Bahasa di dunia kan banyak"


Adit mengangguk, lalu berbalik menatap Yvone yang berada tak jauh dari mereka. "Yvone... don't forget to take a picture, huh? (Yvone... jangan lupa mengambil gambar ya?)" teriak Adit.


"Yes, sir! (Ya, tuan!)" jawab Yvone dengan mengacungkan jempolnya.


"Jadi punya fotografer pribadi" ucap Salma sembari menegakkan duduknya.


"Karena itu memang tugas dia membukukan setiap kenangan kita disini" jawab Adit dengan menarik tengkuk leher Salma dan ******* bibirnya.


Bersamaan dengan matahari yang mulai menghilang separuh bagian, Yvone memotret majikannya yang masih asik berciuman dengan mesranya.


***

__ADS_1


Jadi part 71 dan 72 ini udah aku setor dari tanggal 18 pagi, rencananya biar ke upload sore kayak biasanya. Tapi ternyata sampai pagi ini statusnya masih 'direview' aja. Jadi pusing saya kenapa tumbenan proses review-nya lama banget 😑


__ADS_2