
"Huft, apa kamu tidak pernah melihat berita, atau majalah bisnis ?" Bukan menjawab Audy mala bertanya balik, tampak Audy cemberut ketika Farrel menyinggung acara di peresmian hotel.
"Tidak, selama tiga hari ini aku sangat sibuk, jadi tidak bisa untuk membuka hp, emangnya ada apa, dan tunggu dulu, kenapa dengan mukamu ?" Tanya Farrel, ada perubahan dari raut wajah Audy, tentu saja Farrel menyadari hal tersebut.
"Huft, emang muka aku seperti apa, aku tetap terlihat cantik dalam keadaan apapun." Ucap Audy dengan penuh percaya diri.
"Muka kamu seperti orang yang sedang ada masalah, apa ada yang aku lewatkan ?" Jawab Farrel.
- - -
"Makanya kamu itu setidaknya membaca berita, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu." Ketus Audy.
"Hmmm, baiklah, kapan kapan aku akan menonton berita supaya tidak ketinggalan informasi seperti ini." Jawab Farrel yang langsung mengalah, ia tak mau berdebat dengan sahabat cantiknya ini.
Mood Audy memang belakangan ini sangat cepat berubah-ubah, Farrel yang mengerti itu harus banyak-banyak bersabar.
"Memang harus seperti itu, bagaimana nanti jika ada orang lain yang ingin menjatuhkan perusahaanmu, tapi kamu sama sekali tidak mengetahui hanya karena kamu tidak pernah memantau sekitar." Ceramah Audy panjang lebar, dengan tatapan tajam, serta suara Audy yang terdengar ketus.
"Iya iya, jadi sebenarnya apa yang terjadi, kenapa mood kamu langsung berubah menjadi jelek di saat aku membahas peresmian A'Double Hotel, bukankah disana banyak orang penting dan pastinya di sana banyak pengusaha, kamu bisa banyak mencari relasi bisnis disana." Ucap Farrel yang masih merasa penasaran, pasalnya kesibukan ia di kantor membuat ia tidak sempat membaca berita atau majalah bisnis.
__ADS_1
"Hmmm, pokoknya aku merasa sangat kesal saat di acara itu, huft bisa dikatakan aku merasa menyesal menghadari acara itu, memang disana banyak sekali pengusaha sukses tapi tetap saja aku merasa sangat amat menyesal ketika menghadiri acara peresmian tersebut, 100 persen menyebalkan arhhh. " Jawab Audy dengan wajah yang tampak memerah menahan kekesalan, arhh kesal dan malu secara bersamaan.
"Baiklah, apa ada yang mencari masalah dengan kamu, apa ada yang membuat kamu terluka disana, apa ada yang bermain-main dengan kamu sehingga kamu terlihat begitu kesal saat ini, sebenarnya ada apa ?" Tanggapan Farrel tak kalah menggebu-gebu, ia sangat penasaran hal apa yang membuat sahabat karibnya merasa sangat teramat kesal.
"Ohiya, aku dengar dengar pemilik hotel A'Double adalah pengusaha muda ternama yang sedang dalam menara kejayaannya, dan lagi kata orang-orang A' Double adalah singkatan dari pemilik hotel dan pasangannya, ehmm maksudku bukan pasangan tapi semacam orang yang di taksir dan juga ingin dimiliki, serta hotel itu juga di bangun untuk wanita spesial itu, sungguh mereka terlihat romantis, itu memotivasi banyak orang." Terang Farrel lagi ketika tak mendapat respon dari sahabatnya Audy.
"Yah yah yah, terserah saja kamu mau berbicara apa, kepalaku pusing jika harus membahas tentang peresmian hotel itu, aku juga tidak tertarik sama sekali untuk membahas itu, jadi jangan membicarakan hal yang tidak enak untuk dibahas dan didengar oleh orang lain." Sinis Audy dengan tatapan tajam, serta raut wajah yang tidak dapat digambarkan.
"Dan lagi, aku tidak pernah lecet sama sekali selama berada di bali, tidak ada yang mengganggu aku selain lalat yang berada di kantor, jadi jangan terlalu berpikir tentang hal yang tak terlalu penting." Sambung Audy lagi dengan memijat pelipis.
"Baiklah baiklah, aku tidak akan membahas itu lagi, tapi kamu jangan marah, aku tidak tahu apa apa jadi jangan menjadikanku sebagai kambing hitam." Ketus Farrel yang ikut merasa kesal, kenapa jadi ia yang menerima imbas dari kekesalan sahabatnya, astaga sepertinya Farrel menyesal karena menyinggung singa betina disampingnya.
"Iya iya, jangan di ulangi lagi." Singkat Farrel, dan akhirnya Farrel mendiamkan Audy dengan bermain hp.
Audy yang melihat dan merasa jika Farrel dengan sengaja memainkan hp dan bersifat cuek pada dirinya, hanya menghela nafas berat, ia sadar seharus tidak melampiaskan kekesalannya pada Farrel, tapi mau bagaimana lagi sekarang nasi sudah menjadi bubur, Audy hanya bisa menatap sahabatnya dalam diam, toh tidak semua salah dari Farrel, ia juga bersalah jadi ia harus bersikap dewasa dengan masalah ini.
Berbeda dengan Farrel dan juga Audy yang tengah saling diam, di mobil sebelah tampak Albert yang tengah sibuk menelpon, terlihat jika ia tak mau di ganggu, Albert harus mendapatkan hati Farrel terlebih dahulu agar ia lebi muda untuk mendapatkan perhatian dari Audy.
Tidak apa jika memang ia harus dekat dan mencari muka pada Farrel, apa pun itu akan Albert lakukan untuk mendapatkan perhatian dari Audy.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan, akhirnya Audy, Farrel dan juga Albert sampai di restaurant yang ditentukan.
Ketika keluar dari dalam mobil,Albert merasa ada yang tak beres, tapi ia tidak terlalu memperhatikan, huft ternyata itu adalah dua sahabatnya yang sedang saling diam.
"Mari tuan Albert, saya sudah memesankan meja untuk kita bertiga." Ucap Farrel mempersilakan mantan bosnya untuk duduk, yah meski dengan tampang yang datar.
"Tidak perlu memanggil saya dengan embel-embel tuan, anda bisa memanggil saya dengan sebutan Al saja, atau Albert, tapi tidak dengan tuan Albert. " Kata Albert yang ingin menjadi akrab, yah meski wajahnya menunjukan bentuk datar, tapi ia berbicara cukup ramah.
"Baik, silakan duduk." Ucap Albert yang mengerti, yah meski canggung, tapi ia tak enak hati jika harus menolak.
"Terima kasih." Jawab Albert.
Kini pandangan Albert berahli pada gadis incarannya, tampaknya Audy sibuk dengan ipadnya, dan tak terlalu memperdulikan kedua pria tampan di samping dan depannya.
"Simpan ipadmu itu, kita sedang berada di tempat makan." Ucap Farrel tanpa memandang sahabatnya.
Audy yang mendengar itu langsung menyimpan ipadnya, ia tak mau jika masalah semakin besar jika ia mempertahankan sikap keras kepala dan tak terbantahkan.
Albert yang melihat cara Farrel menegur Audy menyipitkan mata, hmm ada apa dengan kedua serangkai di depannya, tadi mereka terlihat sangat kompak dan dekat, kenapa seperti habis terjadi perang dunia II, itulah yang dipikirkan Albert.
__ADS_1
Suasana yang sedikit tidak enak, aduh aduh bagaimana ini yah, Author juga bingung, monggo saya nerima saran di bawah ini :)