My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
AWAL PERSAHABATAN


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Setibanya di sekolah, Ken beraktivitas seperti biasa. Setelah kejadian sebelumnya, alhasil Kemanapun Ken pergi pastilah ada sosok Leon yang selalu mengikutinya. Alasannya tak lain karena temannya itu baru saja patah hati karena penolakan cinta yang dilakukan oleh Viona.


Membuat sebagian besar waktu Kenapa hanya digunakan untuk mengekori Ken kemana saja Ken pergi.  Ke perpus. Ke kantin, bahkan ke ruang Miss Casandra. 


Patah hati memang menimbulkan banyak perubahan. Seperti Leon. Patah hatinya membuatnya tak lagi seperti biasa. Leon berubah menjadi lebih pendiam, dan tidak lagi bertingkah slengean ketika melihat Viona. Apakah benar seperti ini yang namanya patah hati? Entahlah. Yang pasti Ken menyukai perubahan tersebut. Setidaknya Leon dapat bertingkah normal, layaknya seorang pria.


namun kebalikan dari tingkah bucinnya pada Viona, kini Leon lebih sering membuat keributan dengan mengganggu Shreya. Mungkin itu juga efek lain dari patah hati. Dan lagi-lagi Ken tidak tertarik membuat dirinya mengalami hal yang sama. 


Bicara tentang Shreya. Pagi ini Ken juga melihat sekilas gadis itu keluar dari dalam mobil Mr.Damian, dan Ken sengaja tak ingin memperlihatkan dirinya seperti sebelumnya dan memilih untuk tetap diam sambil menunggu Shreya meninggalkan tempat parkir dengan hati-hati. Terkadang Ken bertanya-tanya apa hubungan keduanya sebenarnya? 


apakah kekasih? tapi Mr.Damian terlalu dewasa jika menjadikan Shreya kekasihnya. Saudara? namun menurut apa yang Ken ketahui, Mr.Damian adalah seorang anak tunggal. Tapi, kenapa Ken harus memikirkan ini? Lupakan!


'Ssstt.. makan siang bareng gue yuk?'' tanya Leon, menendang kaki kursi Shreya dengan suara yang bisa di dengar jelas oleh Ken maupun Viona. Apakah Leon sengaja? entahlah, yang pasti itulah yang saat ini sedang ia lakukan.


''Lo aja sana. Gue males!'' Shreya mendengus kesal, karna Leon selalu saja mengganggu nya bila ada kesempatan, dan jujur itu membuat Shreya selalu saja kesal bukan main.


''Ok, fix. Ditempat biasa.'' gumam Leon, seakan-akan penolakan Shreya adalah Yes untuknya. ''Gila lo! makan sana sama tembok!'' tolak Shreya lagi. Sementara Viona menatap heran pada Leon, namun Leon tak mengindahkan tatapan tersebut. Sebaliknya ia hanya tersenyum sopan.


Setelah bell istirahat berbunyi. Tak ada angin tak ada hujan, Leon langsung menarik tangan Shreya, membuat gadis itu berjalan terseret sedikit memberontak. ''Apaan sih lo ion, sakit tau! gue kan udah bilang gak mau!'' tolak Shreya lagi, saat keduanya sudah keluar dari dalam kelas. 


''Sorry.. sorry.. sakit ya?" ucap nya melepaskan pergelangan tangan Shreya yang memerah. 

__ADS_1


''Gue cuma masih kesel aja sama Vio, gue gak bermaksud..-


''Jadi lo mau bikin dia cemburu dengan manfaatin gue? gila lo!'' kesal Shreya, yang merasa tak terima dirinya di jadikan tameng oleh Leon. Bahkan mereka pun tidak dekat. Lantas kenapa harus dirinya? 


"Bukan gitu juga sih, gue cuma kebawa suasana aja tadi. Maaf ya.." ucap nya tulus. Membuat Shreya menghela nafas. ''Makanya gak usah jatuh cinta kalau gak siap patah hati!'' celetuk Shreya, ucapnya menohok tepat di hati Leon. ''Kaya lo pernah aja! jadi gimana, mau makan bareng? udah terlanjur keluar juga ini.. atau mau ketempat biasa?" ajak Leon mengacu pada tempat rahasia mereka. 


Sementara di dalam kelas..


"Ken, makan siang bereng yuk?" ajak Viona bertingkah seakan dirinya tak terlibat apapun dnegan perubahan sikap Leon, yang membuat Ken mendengus tak suka. "Sorry, gue ada urusan lain.'' tolak Ken lalu keluar dari kelas.


Belum lagi Shreya membuat keputusan, anak-anak sudah berhamburan keluar dari dalam kelas, dan ada Viona serta Ken yang juga baru keluar dari sana. ''Ayo ah.. '' kata Leon yang lagi-lagi secara spontan menarik tangan Shreya. Membuat gadis itu lagi-lagi berjalan terseok. 


Namun baru saja beberapa langkah mereka berjalan, Ken sudah merebut tangan Shreya dari genggaman Leon. ''Ikut gue!'' katanya sebelum melemparkan tatapan dingin pada Leon.


"Sob, itu cwe gue kenapa jadi dibawa kabur?" protes Leon yang kini mengikuti keduanya dari belakang. 


''Ken, lepasin gue!'' kata Shreya lagi sambil menarik-narik tangan nya dari genggaman tangan Ken. Shreya tak tau apa yang merasuki kedua makhluk aneh yang tak lain adalah teman sekelasnya itu. Kenapa hari ini ia harus diseret-seret seperti barang, dan lemparkan kesana-kemari seperti saat ini. 


Mengetahui bahwa ia tak bisa melepaskan tangannya dari tangan Ken, Shreya akhirnya hanya bisa mengikuti Ken dengan patuh, sampai ketempat dimana laki-laki itu akan membawanya nanti. 


 


Entahlah bagian mana yang membuatnya tak suka.


Apakah itu perlakuan kasar Leon? ataukah karena Shreya yang terpaksa harus mengikuti Leon? 


yang jelas ia merasa tak nyaman saat melihat Leon membawa Shreya pergi begitu saja dari hadapannya. 


Setelah sampai diruang rahasia, Ken mengunci pintu baru melepaskan tangan Shreya. 


''Kalian kenapa sih? gak tau apa tangan gue sakit?" kesalnya dengan wajah yang hampir menangis karena di perlakukan seperti barang. 

__ADS_1


"Maaf.. gue gak bermaksud nyakitin lo.'' ucap Ken yang semakin membuat Shreya kesal. ''Lo berdua pada makan apa sih tadi pagi? sama-sama gak jelas tau gak sih, lo pikir gue apaan?" marah nya, sambil mengelus pergelangan tangannya yang semakin memerah. 


''Siniin gue liat!'' kata Ken menarik tangan Shreya lalu meniup dan mengelusnya pelan. Tangan gadis itu memang memerah, mungkin Ken memang berlebihan saat menariknya tadi, menimbulkan perasaan bersalah di hatinya. 


Deg..Deg.. 


jantung Shreya berdebar saat Ken memperlakukan nya begitu lembut, membuat Shreya menarik tangan nya karna tersipu malu. 


Sementara di luar luar pintu, Leon sudah menggedor-gedor minta di buka kan. Tak ingin situasi berubah semakin canggung, Shreya pun berinisiatif membuka pintu tersebut.


''Lo kenapa sih Ken? kok lo narik Shreya gitu aja?' protes Leon yang merasa heran dengan tingkah temannya itu, seakan-akan dirinya tak melakukan hal yang sama saja.  Biasa Ken tak akan beraksi seperti tadi meski apapun yang Leon lakukan. Ken akan selalu menjadi gunung es. 


''Bukan urusan lo!'' jawab Ken yang langsung pergi kelorong tempatnya biasa duduk.


''Lo berdua tu yang kenapa?' kata Shreya yang kembali merasa kesal dengan kedua temannya. 


"Lah, kok lo marah lagi sih, kan tadi gue udah minta maaf, gue gak sengaja, lo juga tau.'' ucap Leon, ''nah itu manusia satu kenapa jadi kaya gitu?" tunjuk nya pada Ken, tak ingin di salahkan sepihak. 


"Tau ahh, keracunan kali lo pada!'' marah Shreya, lalu mengikuti Ken, namun berbeda arah. Mereka duduk berjauhan, namun masih berhadapan. ''Tau ah gelap!'' 


Loen mengambil tempat di tengah-tengah keduanya. Mereka sama-sama kembali terdiam, dengan pikiran mereka masing-masing. 


Sesekali Shreya melirik pada Ken, dan Ken pun melakukan hal yang sama. Saat mata mereka bertemu, mereka akan sama-sama membuang muka. 


Begitulah persahabatan mereka dimulai. Dengan segala kekesalan dan juga kesalahpahaman yang anehnya membuat mereka selalu bersama. Mereka memang tak akur. Namun dari sanalah mereka belajar menerima sikap masing-masing. 


"Mr.Damian siapa nya Lo shre..? tanya Leon, yang sejak awal memang ingin mengetahui hal tersebut saat melihat ponsel Shreya ketika pertama kali mereka benar-benar bicara. 


Hal yang sama juga yang ingin di ketahui Ken, mengingat dirinya cukup sering melihat Shreya dan Mr.Damian bersama.. 


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2