My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
Thanks Dad


__ADS_3

ENJOY


.


.


.


.


.


.


Setiba nya dirumah, Ken terus saja memikirkan kata-kata Leon.


Perkataan sahabatnya itu selalu terngiang-ngiang di telinga nya.


Apakah saat ini ia sudah bertindak terlalu egois kepada Lova? padahal Ia sangat mencintai gadis itu.


Lova adalah hidupnya, tapi dengan begitu egoisnya Ken malah mengabaikan keberadaan Lova hanya karena takut pada perasaan nya sendiri.


Apakah cinta nya hanya sebatas ini saja?


Tidak bisa kah ia bersikap lebih gentel sebagai seorang pria?


''Son..? baru kembali?'' Sapa Rehan saat melihat putra nya hendak menaiki tangga dengan wajah yang Rehan prediksi adalah wajah dari seorang pria muda yang sedang mengalami dilema.


''Dad..?''


''Hei, ada apa dengan wajah itu? apa pekerjaan mu terlalu melelahkan?" Rehan menghentikan sejenak pekerjaan nya, hendak menghampiri Ken.


''Bukan itu Dad! Pekerjaan ku baik-baik saja. Semua nya masih sangat mudah untuk ku atasi.'' jawab Ken yang berbalik berjalan ke arah Dady  nya.


''Lalu..? ada apa dengan wajah itu?" tanya Rehan lagi, masih ingin tau apa yang terjadi pada putra nya.


''Apa yang Dad lakukan?'' Ken mengalihkan topik pembicaraan.


Rehan mengangkat kedua bahu sambil mengangkat serok yang ada di tangan nya- ''Cooking.'' jawab Rehan singkat.


''Kenapa Dad harus melakukan itu? bukan kah ada bibi?" Ken bersidekap.


''Kenapa tidak jika Dad bisa, lagi pula ini untuk anak-anak Dad.- mau bergabung bersama Dad?" ajak Rehan pada putranya.


Ken pun meletakan tas kerja nya. Ia juga melepaskan jas nya agar lebih nyaman saat bergerak, kemudian menggulung tangan kemeja hingga terlihat seperti layak nya seorang model profesional.


''Apa yang bisa ku bantu Dad? aku tidak bisa memasak.'' ujar Ken berkata dengan sebenarnya.


''Gunakan apron mu Son.'' Rehan melemparkan apron kepada Ken, dengan sigap pemuda itu juga menangkap nya sasaran nya.

__ADS_1


''Dad pandai memasak rupa nya. Belajar dari mom?'' tanya Ken, sambil mengikat apron milik nya.


''Hmm, tentu tidak.'' Rehan menggelengkan kepalanya dengan pasti.  ''Dad bisa memasak bahkan sebelum bersama mom,-  Kau tau Son, memiliki kemampuan memasak bagi pria itu membuat nilai lebih di mata pasangan kita.'' tambah Rehan.


Rehan sangat bangga bahwa masa muda nya ia habiskan untuk belajar banyak hal; saat ia jatuh cinta


''Benarkah..?" sahut Ken, terdengar ragu.


''Tentu saja. Memasak juga bisa membantu kita mengeskpresikan rasa cinta yang kita miliki kepada pasangan.-


Dengar! coba bayang kan jika suatu saat kau dalam kondisi dimana kekasih u sedang sakit atau tidak dalam kondisi dapat mengurus makanan nya sendiri karena alasan apapun,'' Mendengar perkataan Dady nya, ken kembali mengingat kejadian saat Lova tengah sakit di apartment nya di London.-


''Alih-alih membeli, akan lebih membahagiakan jika kau membuatnya sendiri, kekasih mu juga akan merasa tersentuh karena nya.- Hmm, sebenarnya itu adalah salah satu cara menggaet seorang wanita.'' Aku Rehan sambil tertawa konyol.


''Ahh.. jadi Dad sering melakukan nya untuk mom?"


''Tentu saja,-


''Karena ingin menggaet mom?"


''Tidak. Karena Dad mencintai mom mu pada pandangan pertama.''


''First sight? Really Dad..?" Lagi-lagi Ken meragukan Dady nya.


''Tentu saja. Mom mu sungguh sangat menakjubkan dan begitu indah saat pertama kali Dad melihatnya.'' Rehan kembali terkenang kepada masalalu. Masa dimana ia jatuh cinta, dan sangat yakin bahwa Julie adalah cinta sejatinya.


''Apa aku membuat Dad sedih?" Ken mendekati Dady nya.


''Maafkan aku Dad,- Tapi ku rasa Dad harus membalik itu'',- Ken menunjuk kepada teplon yang ada di atas kompor. ''Ku rasa itu gosong Dad..'' Peringat Ken, lalu keduanya tertawa saat asap di dapur menghambur.


''Thanks Dad..- ucap Ken dengan sungguh-sungguh. ''Terima kasih karena tidak mengabaikan aku hanya karena mom sudah pergi.'' tambah Ken.


''Oh- Son, jangan berkata seperti itu. Mom akan sangat  sedih jika mendengarnya.- Kau adalah putra Dad, dan Dad tidak akan pernah mengabaikan mu, Son. Tidak akan.''


Rehan memeluk putra nya.


''Dad harap kau juga bisa merelakan momy mu Son. Mommy sangat mencintai kita, dan kau tau persis bagaimana mommy mu, dia akan sangat sedih jika kita tidak bisa bahagia setelah kepergian nya.'' ujar Rehan menyemangati putra nya.


''Aku tau Dad.. karena itulah ku katakan terima kasih.'' sahut Ken.


''Tentu Son, terima kaih juga karena memilih bersama Dad untuk saat ini.'' balas Rehan. ''Sebaiknya kita cepat selesaikan ini.'' ujar Rehan kembali pada masakan nya.


''Katakan apa yang harus ku lakukan Dad, aku akan berusaha sebaik mungkin melakukan nya.'' ujar Ken, membuat Rehan menyunggingkan senyum..


''Santai saja Son, ini bukan kantor. Kau bisa belajar perlahan. Kau bisa mulai  dari mengamati.''


Setelah keduanya menyelesaikan masakan untuk makan malam, Rehan dan Ken pun menikmati hasil kerja keduanya.


Sebelumnya Zen dan Zoya sempat menelpon untuk memberitahukan bahwa keduanya akan kembali kerumah mareka malam ini, jadi hanya akan ada Rehan dan Ken. Kedua pria yang sama-sama tengah merindukan kekasihnya.

__ADS_1


Setelah selesai dengan makan malam nya, Ken pun ijin untuk kembali ke kamarnya.


''Dad, aku akan naik sekarang, Dad juga cepatlah istirahat.'' ujaar Kem singkat.


''baiklah Son, Bye..''


Setelah sampai di dalam kamar nya, Ken masih membiarkan semua berang-barang nya seperti terakhir kali mommy ny melakukan nya kepada Ken.


Ken juga tidak ingin merubah apapun dalam waktu lama,


Setelah meletakan tasnya, Ken berbaring di aas kasurnya sambil kembali membaca semua pesn Lova dan juga mendengarkan semua suara omelan yang gadis itu kirimkan untuknya.


To: The Future


''i missed you L, I Wanna hug you and say; I Love you so much'' 


-Send


Setelah mengirimkan pesan pada Lova, Ken segera membersihkan dirinya. Ia juga harus segera tidur agar besok pagi bisa bangun lebih awal lalu kembali melanjutkan pelatihan nya.


Huh!


Ken terlalu lelah. Belum lagi ia harus menghadapi berbagai tingkah laku dari rekan kerja nya yang terkadang  membuat Ken semakin sibuk.


Tidak cukup dengan semua pekerjaan yang di tumpukan diatas meja nya setiap hari, Ken juga masih harus di hadapankan dengan tingkah merayu manja yang dilakukan oleh Laura pada nya.


Entah apa yang terjadi pada wanita aneh itu. Ken sepertinya harus segera menyesaikan semua pelatihan nya di divisi management. Ken bisa gila jika lama-lama berada disana.


Jika Ken sudah menjadi pemimpin perusahaan kelak, ia akan memilih benar-benar memilih orang-orang yang cekatan, yang kerja nya bukan hanya tebar pesona.


Benar-benar membuat kepala Ken terasa pusing bahkan hanya dengan mengingat nya saja.


''Menyebalkan!-


Hah!


"Aku benar-benar sudah merindukan mu L., andai saja kau berada disini, aku ingin mengatakan banyak hal pada mu secara langsung.


Aku ingin hidupku kembali seperti sebelumnya L. Aku ingin terus bersama mu, menggenggam erat tangan mu, dan selalu membisikan berapa aku mencintaimu disetiap kesempatan.''


'


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2