My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
The Real Happiness


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


Shreya masih diam membisu layaknya sebuah patung manekin. Ia menunggu Ken untuk mulai bicara. Shreya tidak tau apa yang ingin Ken katakan pada nya.


Apakah ini tentang masalalu? Tidak. Shreya tidak ingin menebak-nebak.


Ia hanya akan diam, dan menjawab apa yang akan Ken tanyakan jika memang laki-laki di depan nya ini ingin bertanya. Tentang apapun. Termasuk mengapa Ia tidak memberikan kabar lima tahun silam.


Shreya sudah siap sekarang.


''Apa kabar mu?"


Kalimat pertama yang Shreya dengar setelah beberapa menit keduanya berdiam diri.


''Seperti yang kau lihat Ken, aku sangat baik.- Ku rasa aku juga tidak perlu menanyakan kabar mu, karena aku sudah melihatnya sendiri..'' balas Shreya, sesekali menghela nafas dengan samar mencoba menghilangkan ketegangan yang sedang ia rasakan.


''Hmm. Kau benar. Apa selama ini kau bahagia Shreya?"


Pertanyaan kedua yang Ken lontarkan membuat Shreya terdiam sejenak. Ini bukan soal tebak kata.


Shreya tidak bisa menjawabnya begitu saja.


Laki-laki itu menanyakan bagaimana perasaan nya. Apakah ia sudah bahagia?


''Ku rasa aku bahagia dengan hidup ku selama ini Ken. Aku tinggal di tempat yang baik, bertemu dengan orang-orang baik, dan juga aku menikmati semua proses kehidupan ku. Sejauh ini, aku rasa semuanya sebanding.''


Ken menganggukkan kepala, ia mendengarkan dengan baik apa yang di sampaikan Shreya. Ken merasa lega jika Shreya benar-benar bahagia menjalani kehidupan nya. Setidaknya gadis itu bisa lebih menikmati kehidupan di bandingkan sebelumnya.


''Ken,- Aku minta maaf karena tidak menepati janji,-


''Tidak apa-apa Shreya. Aku tidak akan menyalahkan mu. Aku pun tidak menepati janji ku bukan?,-


Tapi hidup harus tetap berlanjut. Aku harap kau benar-benar bahagia dengan hidup mu. Aku harap, kau juga menikmati semua nya, masa muda mu,- Hingga suatu hari, kau bisa bertemu dengan seseorang yang bisa menepati janji nya pada mu.''


''Aku sudah menemukan nya Ken,- orang itu. Meskipun aku belum yakin sepenuhnya, tapi aku rasa aku memiliki perasaan pada nya.''


''Baguslah jika begitu. Aku sungguh-sungguh berharap kau bahagia Shreya. Bahagia yang kau temukan dengan cara mu.''


''Aku akan menemukan dan membuat kebahagiaan ku sendiri Ken, percayalah. Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku. Terima kasih juga untuk semuanya.- Dan selamat untuk mu. Gadis itu, benar-benar sangat baik dan juga lucu.''


''Lova ku memang begitu,-


''Omg.. kau benar-benar membuat ku merinding sekarang Ken! bagaimana kau bisa mengklaim seorang gadis seperti itu.''

__ADS_1


Bagi Shreya, Ken tidak berubah sama sekali. Laki-laki itu tetap menjadi dirinya meskipun waktu sudah berlalu cukup lama. Masih menjadi Ken yang Shreya kenal. Ken yang dingin, namun memiliki hati yang hangat. Dan juga sisi pecinta nya yang begitu gila.


''Baiklah, ku rasa semua orang sudah terlalu lama diluar, aku harap kau juga segera pulih, agar kau bisa memanjakan kekasihmu lagi.'' goda Shreya.


''L tidak suka di manja. Dia gadis yang mandiri- mungkin kurang lebih seperti dirimu, kalian para wanita terlalu susah untuk di tebak.''


Shreya benar-benar merasa lega sekarang. Hati nya tidak lagi merasa bersalah, dan tidak akan ada penyesalan yang datang untuk nya. Baik dari masalalu ataupun saat ini.


Ia benar-benar tulus dengan semua kata-katanya, dan ia benar-benar bahagia, hidupnya sudah tidak lagi seperti dulu. Kini ia sudah berdiri di atas kakinya dengan bangga.


Tidak ada rasa takut, tidak ada rasa bersalah, dan tidak ada rasa penyesalan.


Sudah saat nya Shreya menunjukan sisinya yang baru, demi dirinya, hati nya, dan juga kebahagiaan nya.


Setelah mereka selesai bicara, Shreya kembali membuka pintu.


''Semua nya bisa masuk lagi, maaf membuat kalian lama menunggu.'' ujar Shreya merasa sungkan pada keluarga Ken yang menunggu di luar.


Satu per satu semua orang kembali masuk keruangan. Tapi Leon menahan Shreya agar tetap bersama nya.


''Kau baik-baik saja?''


Tatapan prihatin dari Leon hampir saja membuat Shreya tertawa. Laki-laki di depan nya selalu saja ingin tau apa yang sedang Shreya rasakan, bahkan sejak lima tahun silam.


''Kenapa? kau ingin menghiburku jika aku tidak baik-baik saja?'' Shreya melepaskan tangan Leon dari pergelangan tangan nya.


''Kau sudah berakhir dengan nya? apa kau juga menyukai ken?"


''Bukan itu Loen. Tidak ada yang berakhir antara aku dan Ken,-


''jadi kalian masih berhubungan meskipun kau tau Ken sudah mencintai Lova, begitu kah?"


Shereya tertawa kecil. Ia mengedipkan mata nya beberapa kali berusaha mengembalikan akal sehatnya. Bukan, akal sehat Leon.


Apa yang sedang laki-laki di hadapannya ini pikirkan? sungguh lucu.


''Kau berpikir begitu? aku akan jadi orang ketiga yang berada di tengah-tengah hubungan Ken dan Lova? cinta di antara masalalu dan saat ini, seperti itu? Apa kau ingin membuat Novel, Le..? Kau sungguh berbakat!"


Shreya tersenyum sinis, ia juga meninjukan kepalan nya di bahu Leon. Benar-benar konyol.


''Kau yang bicara begitu!'' Leon meringis. Sekali lagi ia mencoba mencerna perkataan Shreya. Apakah itu yang di maksudkan gadis itu dalam perkataan nya tadi? ataukah dirinya yang salah paham.


''Kapan aku mengatakan itu? Dasar!''


''Aku dan Ken masih sama seperti dulu,- Teman. Bukan kah kita dulu teman? atau hanya aku yang menganggapnya begitu?"


Shreya menelengkan kepalanya menatap pada Leon yang saat ini menjadi salah tingkah.


''Ya,- aku rasa kita teman. Tidak salah,- benar begitu. Kita, kau, aku dan juga Ken.. hmm. Seperti itu.''

__ADS_1


''Baguslah kalau begitu. Aku senang mendengarnya. Bisa kau antar kan aku kembali ke hotel? aku lelah.'' pinta Shreya.


''Hmm. Baiklah. Sekarang?"


''Sepertinya menunggu bulan purnama pertama.''


''Kau wanita serigala?"


''Bukan, aku Vampir.''


''Kau berbahaya.''


''Begitu kah? kalau begitu kau takut dengan ku, Le..?"


''Tidak. Aku suka Vampir. Menurutku mereka keren. Terutama jika kau yang menjadi Vampirnya.''


''Jadi kau menyukai ku?"


''Tentu saja,- Eee.. maksud ku..-


''Maksudmu? kau ingin aku jadi Vampir? lalu membenci matahari..? Oh- tidak Le- aku sangat menyukai matahari. Aku tidak akan menjadi Vampir.''


''Terserah kau saja.- Asal kan kau bahagia.'' jawab Leon.


''Kau ingin aku bahagia?"


''Ternyata kau semakin cerewet.''


''Benarkah? ah- aku tidak menyadari nya.''


''Kau benar-benar lucu, Le.''


''Aku? benar kah? kalau begitu kau menyukai ku?"


''Kau ingin memancing ku? hem. Aku tidak akan menjawabnya.'' balas Shreya memalingkan wajah.


''Kenapa? Hei- bukan kah aku lucu..? kau tidak suka pria tampan yang lucu?"


''Diam lah Leon!''


Beruntung lah semuanya berakhir dengan baik. Baik Shreya, dan juga Ken. Tidak ada lagi yang mengganjal perasaan mereka masing-masing.


Kehidupan masalalu hanya akan seperti cermin. Dan masa depan. Mereka akan meraihnya dengan cara mereka masing-masing, bersama orang yang tepat, dan juga semoga takdir baik selalu berpihak untuk memberikan restunya.


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2