My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
GARA-GARA KEN


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


"Jadi kita resmi pacaran..?"


"Tidak."


"Lalu..?"


"Kita resmi menjadi tunangan, bukan kah itu yang Daddy mau..?"


"Ya, kakak benar. Daddy meminta kita segera bertunangan. Bagaimana dengan Uncle..?"


"Didiie..? Aku akan mengatakan pada mereka, mungkin besok atau lusa, saat kita sudah membicarakan ini pada Mollie dan juga Dady." kata Zen.


"Baiklah. Kalau begitu kita pulang...?"


"Pulang..? Jam berapa sekarang..?" Zen melihat jam di tangan nya yang sudah menunjukan waktu tepat pukul sebelas malam.


"Ini sudah sangat larut, apa tidak sebaiknya kau bermalam disini saja, aku masih ingin bersama mu Zo'e." bujuk Zen.


"Tidak kak. Daddy akan marah kalau aku tidak kembali ke rumah, dan Mommy akan mengkhawatirkan ku. "Sebaiknya kakak antar kan aku pulang sekarang jika tidak ingin membuat mommy dan Dady semakin khawatir." saran Zoya.


"Ya kau benar sayang." Wajah Zoya bersemu mendengar panggilan sayang yang di ucapkan Zen padanya.


"Ayo.."


"Ah, iya kak."


Keduanya kembali ke kediaman keluarga wijaya.


Tepat pukul dua belas malam, mobil Zen memasuki gerbang utama rumah mewah yang telah membesarkannya selama ini.


"Zo'e kita sudah sampai." Zen membuka seat belt nya, lalu turun untuk membuka kan pintu untuk Zoya. Namun ternyata gadis kecilnya itu kini tengah tertidur.


Zen mengangkat pelan tubuh Zoya, kemudian membopong nya masuk ke dalam rumah. Di Sana sudah ada pelayan yang membuka kan pintu bagi mereka.


"Zen..?"


Suara Rehan menginterupsi langkah kaki Zen.


"Apa angel baik-baik saja..?" Rehan dan Julie mendekati Zen yang saat ini tengah membawa tubuh Zoya dalam rengkuhan nya.


"Ya, Dad. Zo'e baik-baik saja. Dia ketiduran saat aku membawa nya kembali."


"Antar Zoya ke kamarnya sayang.." Julie memerintahkan Zen. "Baik Mollie.


"Dan Son, sebaiknya kamu menginap disini saja, besok kita akan bicara." tambah Rehan. "Baik Dad. Aku akan ke atas sekarang."


Rehan dan Julie sama-sama menganggukkan kepalanya. Entah lah.. Mereka pun masih belum tau bagaimana perkembangan pembicaraan antara putra dan putri mereka.


"Boo, sebaiknya kita juga istirahat. Besok kita juga akan tau apa keputusan Zoya."


"Kamu benar Moo, sebaiknya kita tidur sekarang."


...❄️❄️...

__ADS_1


Zen membaringkan tubuh Zoya di atas tempat tidur, kemudian menyelimuti gadis kecilnya itu.


"Selamat malam sayang..Mimpi indah." Zen mencium kening Zoya yang tengah tertidur pulas sebelum kembali ke kamarnya.


Zen tersenyum menatap wajah Zoya.


Wanita di depan nya saat ini, bukan lagi sekedar kekasih dalam pikiran nya, tapi tengah menjadi kekasih dalam kenyataan nya. Penantian Zen selama sembilan tahun, Cinta dan juga kerinduan nya yang tertanam sejak lama..


Perlahan-lahan membalasnya dengan dengan awal yang begitu manis. Jika saja ia sudah memiliki status yang Sah bersama Zoya, maka saat ini ini benar-benar akan memeluk gadis ini hingga ia terbangun besok pagi.


Cih..


Zen tertawa kecil.Betapa besar keinginan nya untuk bersama Zoya selama ini, akhirnya sebentar lagi semuanya akan terwujud sesuai harapan nya.


Zoya nya, Gadis kecil nya. Cinta pertama nya.


Dan kini,, Kekasih hati nya. Tidak lama lagi. Ya benar.


Hanya menunggu sebentar lagi, maka ia akan menjadikan wanita di depan nya ini sebagai ratu dalam hidupnya.


Merasa cukup Zen memandangi wajah polos Zoya yang tengah tertidur, ia pun memilih untuk kembali ke kamarnya.


Zen juga harus beristirahat. Meskipun jujur saja, sebenarnya, Zen tidak bisa tertidur.Betapa bahagia nya ia saat ini, dengan restu dari Dady dan Mollie, dan juga persetujuan dari Zoya. Ia bukan lagi sebagai pecinta sepihak, namun cinta nya sudah terbalaskan.


Jantung Zen masih juga berpacu dengan begitu cepat, ia kasmaran. "Ayolah Zen. Bukan kah semuanya sudah berakhir dengan baik, tidurlah sekarang..!"


Zen bergumam pada dirinya sendiri.


Dengan sedikit usaha, akhirnya Zen dapat tertidur dengan lelap.


❄️❄️❄️


Ken sudah siap dengan seragam sekolahnya.


Ia sudah duduk di meja makan bersama dengan Mommy nya.."Apa Zozo tidak pulang lagi Mom..?"


Tanya Ken sambil mengunyah makanan nya.


"Kakak mu pulang sayang, mungkin saja belum bangun. Mau tambah lagi?"


"Ini cukup Mom. Bagaimana dengan Daddy, apa Daddy sudah berangkat ke kantor..?"


"Daddy mu masih tidur sayang." jelas Julie lagi.


Tidak biasanya anak laki-laki nya ini banyak bertanya. "Sepertinya hanya mommy yang peduli pada ku." celetuknya lagi.


"Sayang,, kenapa bicara begitu...?" Julie memegang wajah anak nya. "Ya, karena hanya mommy yang bersama ku saat ini.- Jawab Ken singkat. "Mommy memang yang terbaik." katanya lagi.


"Kami semua sayang dan peduli pada mu Ken, kau anak mommy dan cinta mommy tak bisa. "Aku tau Mom, aku tau. Mommy adalah ibu terbaik di dunia." Ken tersenyum manis.


"Tentu saja Jagoan, Daddy tidak akan memilih sembarangan wanita untuk anak-anak Daddy. Tentu saja ia adalah wanita yang luar biasa." sambung Rehan yang saat ini tengah berjalan menuju ke meja makan menghampiri istri dan juga putra nya.


"Morning sayang.."


Cup..


"Morning Boo.." Julie tersenyum manis seperti biasa. "Selamat pagi Jagoan,,.? Bagaimana tidurmu..?"


"Morning Dad. Seperti biasa selalu nyenyak. Aku kira Daddy masih tidur." Tambah Ken.


"Bagaimana Daddy bisa melewatkan waktu berharga bersama keluarga tercinta Daddy.." Kata Rehan tersenyum penuh wibawa dan juga cinta. Ya, Ken tau,, Beginilah keluarga nya.

__ADS_1


Apa yang harus ia khawatirkan, Ia memiliki orang-orang yang sangat mencintainya.."Selamat Pagi.." Sapa Zen yang juga baru saja turun dari kamar nya sudah lengkap dengan setelan kerja nya.


"Pagi Son.


"Pagi sayang"


"Pagi kak..-


"Dan dimana, putri kita..?" tanya Rehan lagi. "Aku kira Zo'e sudah turun Dad, kalau begitu aku akan na..,


"Tidak usah kak, Biar aku saja, lagi pula aku sudah selesai sarapan. " Ken mengajukan diri, lalu bangun dari kursinya menuju ke kamar Zoya. Bukan tanpa alasan Ken mengajukan diri, karena ia juga ingin sekaligus mengambil tas sekolahnya.


Tok..Tok..Tok..


"Zozo,, bangunlah.. sudah pagi..!!"


Tidak ada jawaban.


Tok..Tok..


"Zozo,, Daddy dan yang lain sudah menunggumu di meja makan.." Seru Ken sekali lagi.


Tok..Tok..


"Zozoooo.....!!!


Melihat tidak ada respon dari kakak nya, Ken memutuskan untuk masuk ke kamar Zoya.


Dan benar saja. Zoya masih terbungkus dengan cantik di atas tempat tidurnya.


"Zozo bangun lah.."


Ken menarik-narik selimut zoya.


"Hem. Sebentar lagi kak.." gumam Zoya sambil menarik-narik selimutnya kembali menutupi tubuhnya.


"Zozo, heii bangunlah.. sudah pagi!!!"


"Hiiisss,, apa sih.. Sebentar lagi... " Zoya malah menutupi seluruh badan nya dengan selimut, tanda ia tidak ingin di ganggu.


Ha-Ha..


Bukan Ken namanya kalau ia tidak bisa membangunkan Zozo nya. Ken mengubah posisinya tepat di dekat kepala Zoya lalu merendahkan badan nya, agar dapat berbisik tepat di dekat saudarinya itu.


"Zozo bangunlah sekarang.. Atau kau akan di tinggalkan, Kau tau, Kak Zen membawa seorang wanita cantik di bawah dan akan menikah dengan nya pagi ini..!! Zozo.. kau dengar?"


"Kak Zen a-ka-n me-ni-kah de-ngan wa-ni-ta can-tik di ba-wah... ce-pat-lah hen-ti-kan me-re-ka !!"


Benar saja, seperti sebuah alarm otomatis Zoya langsung menyingkirkan selimutnya lalu melesat dengan cepat keluar dari kamarny


"Zozo.. Zozo..." Ken segera menyusul sambil menahan tawanya. Sementara di ruang makan, Rehan dan Zen tengah membahas tentang pekerjaan Zen di kantor.


"TIDAK..!! AKU MENOLAK.!! Kak Zen tidak boleh menikahi gadis lain! Aku sudah setuju untuk bertunangan..!"


"HAH....?"


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2