
...ENJOY...
.......
.......
.......
Ada begitu banyak perasaan yang tidak bisa di jelaskan.
Seolah-olah dunia sedang menghimpit dengan ia berada di bawahnya. Terasa berat, dan sangat tidak berdaya. Bahkan ketika ia ingin menggerakkan tubuhnya, semua tidak berjalan sesuai dengan apa yang ia kehendaki.
Matanya begitu berat, bahkan tertutup dengan begitu erat. Seperti ada sesuatu yang menghalanginya untuk terbangun.
Namun samar-samar ia mendengar suara yang begitu ia menggetarkan hatinya. Suara yang terus berbicara dan memanggil namanya. Namun ia tidak tau dari mana asalnya.
Semua nya begitu gelap. Begitu asing.
Mengapa ia berada ditempat seperti ini? apa yang ia lakukan disini?
Ia ingin segera terbangun dari semua ini. Dari perasaan tidak berdaya yang menguasainya.
Bisakah seseorang menolong nya?
...KEN.. KEN.. KEN.. ...
Lagi. Samar-samar ia terus mendengar namanya disebutkan. Tapi dari mana? mengapa ia tidak bisa melihat siapapun..?
Tubuh nya? Mengapa tubuhnya begitu tak berdaya.
...Ku mohon.. ku mohon.. bisa kah seseorang datang pada ku? aku ingin pergi dari tempat ini. Siapapun, ku mohon dengarkan aku..!...
...''Ken...? Dimana kau? Ken.. apa kau mendengar ku? ...
...Bisa kah kau menjawab ku? hmmm......
...Ken....?''...
Suara itu?
...Bisa kah kau mendengar ku? aku disini.. siapapun itu.. ku mohon aku disini...!...
Samar-samar seberkas cahaya datang menghampiri Ken.
Cahaya apa itu? bintang..? Bukan. Itu terlalu kecil. Tapi apa...?
...Kau bisa mendengar ku? aku disini...!...
...''KEN....? Kau dimana... kau bisa mendengar ku? Ken.... ku mohon datang pada ku... ?''...
...Siapapun dirimu.. aku disini..! berjalan lah lebih dekat kepada ku.. aku disini!...
Cahaya itu kemudian samar-samar menghilang meninggalkan Ken. Tubuh nya kembali begitu meronta, ia merasa seperti tercabik, dan ia bisa merasakan bahwa ada bagian tubuhnya yang patah, dan membuatnya ingin menjerit namun suara nya begitu tertahan.
Sungguh-sungguh rasa yang begitu menyakitkan.
Mengapa ia tidak bisa menolong dirinya sendiri..? Mengapa ia harus sepayah ini..!
Tidak lama waktu berselang, tiba-tiba saja cahaya yang lebih besar menghampiri nya dengan begitu cepat tanpa bisa ia sadari..
Seseorang memegang tangannya dengan begitu erat, berusaha untuk membawa nya pergi.
Tangan ini? Ken begitu familiar dengan sentuhan ini.
...''KEN..? Bisakah kau mendengar ku? Ku mohon bangunlah, aku tidak bisa menolong mu seorang diri. Ku mohon berusaha lah... bukan kah kau mencintai ku, ku mohon.. aku disini bersama mu! Sekarang gerakan tubuh mu, keluarlah bersama ku... ku mohon.. !''...
Suara ini,...
Lova..! Kau kah itu..?
__ADS_1
Semua yang begitu hampa tiba-tiba saja berputar dan menggoncang tubuh Ken, ia terguncang dengan begitu hebatnya. Sesuatu menghantamnya dengan begitu hebat, membuat tubuhnya terpelanting.
Tangan itu..? Dimana Lova.. ? Ken meraba-raba, namun pegangan nya terlepas.
...''L... dimana kau? L.. jangan tinggalkan aku, aku disini.. L...?" ...
...''L ......!!''...
...❄️❄️❄️...
Betapa terkejutnya Julie dan juga Rehan saat tiba-tiba saja mendengarkan suara jeritan putra mereka.
Tepat Pukul tiga dini hari, Ken kembali sadarkan diri.
''Ken...? kau sadar nak..? Ya Tuhan terima kasih...! Ken... lihat mommy.. kau baik-baik saja?"
Julie meraba wajah dan juga tubuh putra nya yang terasa dingin namun mengeluarkan keringat hingga membasahi seluruh tubuh dan juga wajahnya.
Rehan segera memencet tombol merah untuk memanggil perawat.
''Son... kau baik-baik saja? bagaimana perasaan mu?'' Tanya Rehan sama paniknya.
''Mom.. Dad..? Kenapa kalian disini..?''
Julie tidak menjawab pertanyaan Ken. Ia memeluk putra nya itu dengan begitu erat penuh rasa syukur.
''Terima kasih Tuhan.. Terima kasih sudah mengembalikan putra ku.''
Tak butuh waktu lama, dokter dan juga perawat yang berjaga pun segera masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa kondisi Ken.
Sementara Rehan dan Julie memandangi putra nya dengan masih diliputi perasaan cemas.
Malam itu, Rehan dan Julie menyuruh semua orang untuk kembali pulang untuk beristirahat, hanya mereka berdua yang berada di sana untuk berjaga.
''Syukurlah kondisi pasien baik-baik saja. Tidak ada yang perlu di cemaskan. Saya rasa Ken hanya perlu beristirahat untuk memulihkan kesehatan nya.'' ujar dokter yang baru selesai memeriksa.
Julie dan Rehan sama-sama merasa lega. Apa yang mereka khawatirkan tidak terjadi pada putra nya.
''Kau mengalami kecelakaan dua hari yang lalu, salah satu teman mu membawa mu kerumah sakit. Mereka juga sangat mengkhawatirkan mu. Kau membuat semua orang sangat takut Son.'' ujar Rehan penuh dengan kelegaan.
Ken mengalihkan pandangan nya pada mommy nya yang saat ini kembali terisak. ''Mom,- jangan menangis. Maafkan aku sudah membuat kalian cemas.''
''Anak mommy,- Julie memeluk Ken sekali lagi. ''Jangan lakukan ini lagi pada mommy, Mommy sangat takut jika hal buruk terjadi pada mu.''
''Maafkan aku mom..''
Pagi itu Ken tidak bisa tertidur lagi. Mungkin karena sebelumnya ia sudah tertidur terlalu lama. Bahkan Rehan dan Julie pun mengalami hal yang sama.
Ketiga nya hanya terus bercerita, sampai pagi menjelang.
''Moo, aku akan keluar untuk membeli sarapan.. jangan lupa kabarkan pada sweet heart jika Ken sudah sadar.'' ujar Rehan, yang langsung di angguki oleh Julie.
''Sayang, mau mom bantu ganti baju mu? baju mu tadi sangat basah.''
''Hmm. Aku ingin langsung mandi mom, aku sudah merasa lebih baik, lagi pula tidak ada luka yang terlalu sakit.'' pinta Ken.
''Baiklah.. mom akan membantu mu sampai ke kamar mandi.''
Saat Rehan kembali dengan tas yang berisi sarapan di dalamnya, putra nya itu sudah terlihat begitu segar. Ken sudah selesai membersihkan diri dan juga berganti pakaian.
''Apa putra Dad sudah tidak sabar ingin meninggalkan rumah sakit?" sapa Rehan saat menghampiri keduanya.
''Disini sangat tidak nyaman Dad.. '' jawab Ken dengan sebenarnya. ''Aku ingin segera kembali kerumah, di sana akan lebih baik dari tempat ini.'' tambah nya.
''Kita harus menunggu persetujuan dokter dulu sayang. Baru kami bisa membawa mu pulang, tunggu lah hingga dokter mu kembali pagi ini.'' sela Julie.
''Mom mu benar, Son. Sekarang sarapan lah,, kau pasti sangat kelaparan.'' ujar Rehan menyerahkan kotak makanan yang sudah ia beli sebelumnya.
''Sesungguh nya Dad, aku benar-benar sangat-sangat kelaparan..'' tambah Ken.
__ADS_1
Julie tersenyum melihat putra nya yang saat ini sudah bisa bercanda.
...Pukul delapan pagi.....
Zen dan Zoya sudah tiba dirumah sakit, setelah mommy nya memberi kabar, keduanya langsung bergegas untuk pergi kesana.
''Mom, Dad,, bagaimana Ken? dia sudah siuman..?" tanya Zoya dengan nafas tersengal-sengal.
''Sweetheart, apa kau tadi berlari?" Suara Rehan terdengar mengkhawatirkan.
''Dad.. aku,-
''Kau harus ingat jika saat ini kau sedang hamil! Kau harus berhati-hati!'' tegur Rehan pada putrinya.
''Waw.. kau hamil Zozo? akhirnya aku akan mendapatkan seorang keponakan yang lucu..!'' Sapa Ken pada saudari nya.
''Bocah Nakal!" Zoya menghampiri ranjang Ken, lalu memukul lengan nya, lalu memeluknya dnegan erat.
''Kau membuat ku takut! Dasar menyebalkan!'' ujar nya,sambil meneteskan air mata.
''Maafkan aku Zozo.. aku janji tidak akan melakukan nya lagi. Apalagi dalam waktu dekat aku akan punya keponakan.'' balas Ken.
''Bagaimana perasaan mu? kau baik-baik saja? apa masih ada yang sakit..?" khawatir Zoya.
''Hmmm. aku merasa sakit, disini.- Tunjuk Ken pada lengan yang sebelumnya Zoya pukul. ''Kau memukul ku Zozo, dan itu terasa sakit!'' rengek Ken.
''Dasar Bocah!" Plak..Plak.. Zoya memukul Ken sekali lagi.
''Aww.. aww.. mom... Dad.. tolong aku!!'' seru Ken meminta pertolongan.
''Sayang.. jangan lakukan itu, adik mu baru saja sadar.'' bela Julie membuat Zoya menajamkan mata nya melihat ke arah Ken yang saat ini tengah mengejek nya.
''Dasar bocah! Anak mommy!''
''Lalu kau anak siapa, kalau bukan anak mommy?" jawab Ken, balas mengejek kakak nya.
Kelakukan keduanya membuat yang lain turut bersenang-senang menikmati interaksi tersebut. Keduanya masih sama seperti saat masih kecil. Selalu saja memiliki pertengkaran-pertengkaran kecil yang begitu manis.
''O'ya.. Dimana yang lain..? mereka belum datang?'' tanya Zoya pada mom nya.
''Mom sudah mengabari mereka juga, mungkin mereka sedang dalam perjalanan.'' sahut Julie.
''Siapa Zozo?''
''Ahh.. kepo! Tunggu saja, aku punya kejutan untuk mu.'' Zoya mengedipkan matanya pada Ken.
Ken merasa begitu curiga dengan apa yang disebut sebagai kejutan oleh saudari nya itu.
''O, ya.. apa tidak ada orang lain yang datang menemui ku, selain kalian dan juga teman-teman ku?'' tanya Ken.
''Hmmm.. dia akan datang tunggu saja.'' jawab Zoya.
''Apa dia datang, dia sudah bertemu kalian Mom, Dad..? apa kalian menyukai nya?"
''Siapa yang kau maksud Son..?"
''Hanya ada kami dan juga teman-teman mu yang datang dan menemanimu disini sebelumnya. Jadi siapa yang kau cari?" tanya Rehan.
''Begitu kah..?''
''Apa ini, aku mencium bau-bau kekecewaan..'' ejek Zoya pada adik bungsunya.
''Bukan apa-apa, dia mungkin sedang sibuk!'' balas Ken, kemudian kembai merebahkan tubuhnya.
''Hei.. katakan pada ku kau sedang menunggu siapa bocah?''
''Tidak ada!''
...❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...