
...ENJOY...
.......
.......
.......
Setelah kembali dari Hotel, Zoya hanya mengantarkan sekretaris Dady nya sampai di depan kantor,
"Katakan pada Dady, kontrak kerjasama akan segera dikirimkan, untuk detailnya nanti akan ku sampaikan dirumah." Gadis itu berujar dari tempat duduknya.
Ia tidak bisa menyampaikan langsung saat ini karena waktu yang juga memburunya untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang Dosen.
"Baik nona, terima kasih atas tumpangan nya, hati-hati di perjalanan." Sekretaris itu menundukkan kepala.
"Jalan pak..!''
Zoya kembali ke kampus di hantarkan langsung oleh supir pribadi Rehan sesuai dengan perintah Daddy-nya.
...❄️❄️❄️...
"Miss Vidette,-
Jordan mencolek bahu Zoya. Laki-laki itu seperti mempunyai teropong ajaib atau indra ke sembilan, entahlah. Dirinya selalu saja tau saat Zoya sudah berada di kampus.
"Hai Jord, belum pulang, atau masih ada kelas..?" Zoya balik menyapa Jordan seperti biasa.
"Aku baru saja keluar kelas. Kamu rapi sekali hari ini. Cantik." Laki-laki itu tersenyum.
"Hem, terima kasih. Tadi aku menghadiri pertemuan penting." Keduanya berjalan beriringan menuju ruang dosen setelah Zoya menekan sidik jarinya untuk mendaftarkan absensi kehadiran nya.
"O, ya selamat untuk pertunangan mu, Ken sudah mengirimkan semua foto-fotonya padaku,-'' ujarnya. Ia tersenyum, namun bukan senyum berbinar seperti biasa, saat sedang bersama Zoya.
Jordan mencoba berbesar hati kali ini. Bagaimana pun, Zoya adalah teman nya. Bukan kah seharusnya ia turut berbahagia, meskipun sejujurnya hatinya sedikit terasa ngilu setiap menyadari akan kenyataan itu.
"Terima kasih Jord, aku harap Ken tidak mengirimkan foto-foto saat wajah ku, ya kau taulah, anak itu terkadang sangat suka menjahili ku."
"Gak lah, semua foto yang Ken kirimkan sangat cantik. Ini salah satunya" Jordan menunjukan layar ponselnya. Salah satu gambar yang sangat Jordan sukai.
"Kau..? Kenapa di jadikan," Zoya ingin mengambil ponsel Jordan namun laki-laki itu lebih dulu menyembunyikan nya.
"Jangan berpikir untuk menghapusnya! Ini akan menjadi kenang-kenangan untuk ku, dan tolong jangan keberatan untuk permintaan itu.'' pinta nya lagi.
"Tapi orang-orang akan salah faham saat melihatnya Jord, dan aku harap para gadis yang menaruh hati padamu tidak akan marah dan berbalik menangis."
"Tidak akan, aku kan single, jadi tidak akan ada yang salah faham, aku janji tidak akan menunjukan nya pada siapapun." Jordan membentuk jarinya berbentuk V, tanda ia berjanji.
"Ya, ya terserah kamu saja. Jangan salahkan aku saat para gadis menjauhi mu karena foto itu..!" Zoya sudah duduk di kursinya untuk meletakan tas dan juga biolanya. Sementara Jordan juga menarik kursi untuk duduk di hadapan Zoya.
"Sangat mudah bagi seorang Jordan jika ingin mendapatkan seorang gadis." sombong nya.
...Yang sulit itu mendapatkan dirimu Zoya, tau kah kamu...?...
"Ya, ya.. aku bisa membayangkan betapa banyaknya para gadis di luar sana yang memuja mu." jawab Zoya asal.
Teman nya itu memang terkadang suka cerewet seperti ini. Ada-ada saja yang di ceritakan nya, seakan di kepalanya sudah tersusun semua tema-tema obrolan yang akan ia ceritakan, dan jujur saja itu terkadang membuat Zoya merasa terhibur dengan keberadaan Jordan.
"sudah makan siang..?"
"Hem.-
"Sudah mau masuk kelas..?"
"Hem, sebentar lagi."
__ADS_1
"Boleh aku ikut..?"
"Ngapain..?"
"Ingin melihatmu mengajar saja. Tidak boleh..?"
"Kalau kamu ikut masuk, yang ada nanti mahasiswa ku jadi pada canggung sama kamu, kamu kan dosen." Tolak Zoya.
"Boleh ya? aku akan duduk di barisan paling belakang, tidak akan mengganggu kalian belajar, aku janji. Ya ya ya...?"
Kenapa lagi dengan manusia satu ini. Zoya benar-benar tak habis pikir. Apa sebegitu tidak ada kerjaan nya sampai harus memohon untuk ikut di kelasnya seperti ini.
"Kamu tidak ada kelas lagi..?"
"Heem." Jordan menggelengkan kepalanya.
"Ya udah deh, tapi ingat, jangan berisik!!,- tekan Zoya.
"Janji."
Setelahnya, Jordan mengekori Zoya untuk ikut dalam kelas siang yang di ajarkan Zoya. Konyol memang yang di lakukan Jordan, tapi memang seperti inilah dirinya.
Ia ingin mengambil lebih banyak waktu bersama Zoya selagi ia bisa, dan selagi gadis itu mengijinkan nya untuk berada di dekatnya.
Tak Tak Tak
Suara sepatu dan langkah kaki Zoya memberikan alarm bagi semua mahasiswa nya bahwa dosen cantik mereka akan segera tiba di ruangan itu, sehingga mereka sudah menertibkan diri terlebih dahulu.
"Good afternoon student,-
"Good afternoon Miss,." para mahasiswa menjawab sapaan Zoya secara bersamaan.
"Selamat siang,.. " Jordan turut menyapa. Seketika ruangan tersebut langsung gaduh karena sorakan para mahasiswa yang melihat keberadaan Jordan di sana, berdiri tepat di samping Zoya.
"Duduklah di barisan belakang, kalau bisa di barisan 2 paling belakang." perintah Zoya pada Jordan.
"Baiklah miss, terima kasih.- Jordan tersenyum. "Tolong jangan pedulikan keberadaan ku disini, ok.." seru jordan pada semua orang yang ada di ruangan itu. Zoya hanya menggelengkan kepalanya.
...1 jam 30 menit....
Kelas Zoya berlangsung selama itu. Selama itu juga kelasnya selalu di hebohkan dengan tingkah laku Jordan.
Entah itu sorakan hebohnya, tepuk tangan, atau bahkan candaan nya. Hampir saja kelas Zoya berubah menjadi kelas seni drama. Mungkin ini yang pertama dan terakhir ia mengijinkan laki-laki turut serta dalam kelasnya, di lain waktu ia akan menolak tegas.
"Terima kasih sudah mengijinkan ku ikut dalam kelas mu Vidette,- Jordan tersenyum bahagia. Kelas mu sangat menyenangkan, dan semua siswa mu sangatlah berbakat, apalagi bla-bla-bla..
Lagi-lagi laki-laki itu mulai banyak bicara. Hari ini Jordan nampak berbeda. Zoya dapat merasakan itu.
Wajah nya nampak tersenyum dan tertawa, namun matanya tidak bisa berpura-pura.
Ada sesuatu di sana, namun Zoya tidak tau itu apa. Zoya tidak ingin mengulik kehidupan Jordan lebih dalam, ia tidak memiliki kapasitas untuk itu. Semoga saja teman nya memang sedang bahagia.
"Kamu akan pulang sekarang..?"
"Hem, kelas ku sudah kosong. Kamu..?"
"Aku juga. Mau ke cafe langganan..?"
"Baiklah,-
Dengan mudah nya Zoya menyetujui permintaan Jordan.
Zoya dan Jordan pergi bersama menuju cafe yang biasa mereka datangi. Untuk hari ini, tidak masalah jika ia harus menghabiskan lebih banyak waktu bersama Jordan, lagipula ia sudah cukup lama tidak mampir ke cafe favoritnya itu.
Drrtt. Drrrtt.
__ADS_1
Zoya membuka pesan yang masuk ke ponselnya.
Ia tidak suka menggunakan nada panggil, oleh sebab itu Zoya selalu membuat ponselnya dalam mode getar.
...From: My Zen...
..."Aku akan menjemputmu, 30 menit lagi. I love you."...
Zoya tersenyum simpul melihat pesan itu. Kemudian membalasnya cepat dan menaruhnya kembali di dalam tas.
"Tunangan mu..?"
"Hem..?"
"Tidak apa-apa."
Hening.
Setelah keduanya sampai di Cafe.
Zoya dan Jordan menempati meja yang biasa mereka duduki.
"Suasananya selalu saja nyaman seperti ini." gumamnya.
"Kau benar. Tempat ini adalah salah satu yang membuatku juga selalu merasa nyaman dan betah berlama-lama disini." sambung Jordan.
"Mau pesan minuman seperti biasanya..?" tawar nya pada Zoya.
"Hem, pesankan yang sama seperti waktu itu.''
Entah Jordan ingat atau tidak dengan yang dimaksud Zoya, semoga saja minuman yang di pesan sama seperti yang di minumnya saat itu, salah satu minuman yang Zoya sukai.
Di sana keduanya kembali asyik membicarakan banyak hal..Terutama yang lebih banyak adalah Jordan, Zoya hanya mengikuti semua topik yang di bahas laki-laki itu.
Ide-ide nya dalam memulai dan menutup bahkan sampai mengganti topik seperti tak ada habisnya.
Sepertinya Jordan lebih berbakat menjadi seorang pembicara. Bersama Jordan akan selalu membuat Zoya lupa waktu seperti saat ini.
Mati dah. Gadis itu mengumpat dalam hati.
Bagaimana bisa ia sampai tidak memperhatikan ponselnya sama sekali.
Sudah lebih dari satu jam ia berada di cafe itu, sementara sebelumnya Zen mengatakan akan menjemputnya dalam tiga puluh menit.
"Jord, sepertinya kita harus kembali ke kampus!- Zoya membereskan tas dan juga ponselnya.
"Kenapa, apa ada yang tertinggal atau,..
"Zo'e...?"
Zen sudah berada di Cafe itu, berdiri tidak jauh dari meja keduanya.
"Kak Zen. Kakak menyusul ku kesini..? Maafkan aku. Aku tidak memperhatikan ponsel ku tadi." Zoya berkata dengan sebenarnya.
"Kau sudah selesai..? Ayo kita pulang!"
...❄️...
...❄️...
...❄️...
...Photo yang Jordan gunakan sebagai Wallpaper ponselnya....
__ADS_1