My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
PREWEDDING


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Pukul sembilan tepat, beberapa mobil Van sudah berhenti di depan Villa. Dari mobil tersebut muncul beberapa orang dengan membawa koper besar dan juga beberapa lampu sorot, dan perlengkapan lainnya.


"Selamat datang.'' Zen menyambut para tamu nya, sementara Zoya yang baru turun dari tangga melihat keramaian di dalam Villanya.


''Sayang kemarilah.'' Zen meminta Zoya untuk mendekat padanya. Dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, Zoya turun perlahan menghampiri semua orang sambil tersenyum ramah. ''Kenalkan ini Zoya, calon istriku.'' Zen memperkenalkan Zoya.


''Sayang, ini adalah mrs.Sandra, desainer ternama di kota ini, dan itu, mr. Davis, seorang fotografer, dan yang terakhir, ms.Liana, MUA yang mungkin akan sangat kau sukai setelah ini.'' Zoya melirik tak paham pada Zen, namun tetap mempertahankan keramahan nya. Ia berjabat tangan dengan ketiganya.


''Mereka akan membantu kita hari ini.'' kata Zen memperlihatkan senyuman manisnya.


''Ini tentang apa kak?'' tanya Zoya yang masih belum tau apa yang akan mereka lakukan. ''Kita akan mengambil photo prewedding kita disini.'' Zen mengerlingkan matanya. Mata indah yang selalu berbinar penuh cinta saat menatap pada Zoya.


''Kau menyiapkan semua ini?" tanya Zoya masih tak percaya.


''Tentu saja. Bukan kah bulan depan kita akan menikah, atau kau ingin kita menundanya, tapi ku mohon itu tidak akan terjadi.'' ucap Zen cepat, tepat, dan tak terbantahkan.


''Oh, ya Tuhan, benarkah, baiklah kalau begitu.'' Zoya terima saja apa yang sudah Zen siapkan dan rencanakan.


Jujur saja, selama melakukan pekerjaan nya, Zoya benar-benar melupakan apa saja yang harus ia siapkan dalam pernikahannya, ia bahkan tidak menyadari jika dalam satu bulan ke depan ia sudah resmi menjadi Mrs.Zen mahendra. Jantung Zoya kembali berdegup cepat memikirkan hal itu. Ia bahagia sekaligus, berdebar.


Zoya kembali ke kamarnya, di ikuti oleh desainer dan juga penata riasnya, serta beberapa staf lainnya.


''Nona Zoya, sebaik nya langkah pertama, aku akan menyerahkan pada ms.Liana, setelahnya aku akan menemui mu lagi disini.'' ujar Mrs. Sandra yang sudah meletakkan koper berisikan gaun untuk pemotretan hari ini. ''Baiklah, terserah kalian saja.'' balas Zoya ramah. ''Aku percayakan semuanya pada kalian.'' tambahnya lagi.


"Anda suka style yang seperti apa nona" tanya Liana, yang saat ini mengambil alih pekerjaan pertama. ''Konsep apa yang disarankan oleh calon suamiku" tanya Zoya ingin mendengarkan dan menyatukan konsep yang sudah Zen siapkan.


''Harmoni dan juga Elegan.'' jawab Liana singkat. ''Terdengar seperti Zen yang sebenarnya.'' sela Zoya, sementara Liana menganggukan kepalanya. ''Baiklah, sesuaikan dengan konsep itu.'' pintanya lagi. ''Apa tidak masalah, jika aku sambil melakukan panggilan?'' tanya nya, ''Tidak masalah nona, aku akan menangani rambut anda lebih dulu.'' ijin Liana.


''Thanks.''


Zoya mengambil benda pipih yang ada di dalam tas nya, lalu menghubungi mommy nya. Hanya dalam dua deringan, telponnya langsung terjawab.


''Haii mom, apa yang kau lakukan?" Zoya bicara sambil melihat pantulan gambarnya di cermin.

__ADS_1


"tidak ada, mom hanya membaca majalah seperti biasa, apa kabarmu sayang..?''


''Aku baik mom. Apa Dady di kantor?"


''Ya, Daddy mu di kantor. Bagaimana pemotretannya, apa sudah dilakukan?"


''Mom tau?'' tanya Zoya keheranan.


''Tentu saja. Zen sudah mengatakannya pada mommy sebelum kau pergi ke Bali, Zen sudah merencanakan semuanya, hanya saja mom tidak tau jika ia pergi lebih awal.'' jelas Julie pada putrinya.


''Benarkah, ternyata hanya aku yang tidak tau apa-apa.'' Zoya bersuara lesu.


''Hei, Zen hanya ingin memberimu kejutan sayang, Kau hanya perlu menyelesaikan pekerjaan mu dan pulang secepatnya, semuanya udah mom siapkan dengan sempurna. Kau hanya perlu mengatakan dimana kau ingin melaksanakan pernikahanmu.''


''Ku kira kalian tidak akan meminta persetujuanku.'' ada nada sarkasme di sana, membuat Julie tergelak.


''Tentu saja tidak sayang. Kau mempelainya, bagaimana kami hanya memutuskan sepihak, bagaimanapun pendapatmu lah yang terpenting sayang.'' bujuk Julie pada putrinya.


''Baiklah mom, aku tutup dulu, aku akan menghubungimu lagi setelah ini.''


''Baiklah, i miss you sayang.''


''I miss you too mom.''


Tanpa terasa, Liana sudah menyelesaikan tatanan rambut Zoya, langkah selanjutnya adalah make up.


Sementara Zoya masih bersiap-siap di lantai atas, Zen membicarakan konsep yang akan mereka shoot setelah ini.


Zen memilih hutan Mangrove Bali sebagai tempat pemotretan, bukan karena tidak ada tempat lain yang lebih indah, hanya saja, tempat tersebut lebih dekat dari Villa mereka. Untuk saat ini, tempat itulah yang di pilih Zen sebelum pemotretan selanjutnya di swiss. Rencananya.


Setelah menerima tanda dari Liana, Mrs. Sandra menarik diri dari tempatnya. "Sepertinya aku harus naik.'' pamitnya pada Zen dan juga Davis. ''Baiklah.'' Zen tersenyum ramah mempersilahkan wanita berusia 40-an itu menyelesaikan tugasnya.


''Sebaiknya anda juga bersiap.'' ucapnya pada Zen. ''Oh, baiklah, setelah ini aku juga akan bersiap-siap.'' Zen menyelesaikan konsepnya kemudian menyusul kelantai atas.


''Apa masih belum selesai?'' tanya nya pada beberapa staf yang menunggu diluar kamar Zoya. ''Sebentar lagi tuan,'' jawab salah satunya. ''Hmm.'' Zen kemudian masuk ke kamarnya mengganti setelannya dengan baju yang sudah di berikan Mrs.Sandra sebelumnya padanya.


Mrs. Sandra dan juga ms.Liana sudah menyelesaikan bagian mereka dengan cukup cepat. ''Ini sungguh terlihat bagus.'' puji zoya setelah melihat penampilannya di cermin. ''Anda memang terlihat cantik nona Zoya.'' puji Mrs.Sandra. ''Semua karena gaun yang anda siapkan, juga berkat make up yang Ms.Liana lakukan, terima kasih semuanya.'' ucap Zoya tulus, ia sangat puas melihat hasil dari orang- orang pilihan Zen.


''Anda bisa turun lebih dulu, dan menunggu di mobil yang sudah disiapkan, kalian akan datang dengan mobil terpisah. kita harus memberikan kejutan balasan untuk calon suamimu bukan?" Mrs.Sandra mengedipkan matanya. ''Aku rasa aku setuju dengan gagasan itu.'' Zoya mengembangkan senyuman di wajahnya.


Sementara Mrs.Sandra melihat Zen dan merapikan busananya, Ms.Liana sudah lebih dulu membawa Zoya dan para Kru untuk turun. Zoya berangkat lebih dulu, di ikuti tim fotografer yang sejak awal sudah siap.


''Apa Zoya sudah selesai'' tanya Zen tidak sabar ingin melihat bagaimana penampilan Zoya saat ini. ''Aku rasa saat ini calon mempelai mu sudah pergi lebih dulu ke lokasi pemotretan.'' jawab Mrs.Sandra dengan santainya. ''Oh, ****! kenapa Zoya berangkat lebih dulu'' tanya Zen sedikit panik.

__ADS_1


''Tenanglah tuan, calon istrimu hanya ingin memberikan sedikit kejutan untukmu.'' Mrs.Sandra mengedipkan matanya jahil. Setelah selesai dengan setelannya, Zen bergegas turun dan menyusul Zoya di temani oleh Fredy dengan mobil lainnya.


''Semoga pemotretannya menyenangkan.''


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit. Mobil Zen sudah berhenti di lokasi pemotretan yang sudah di tentukan. Ia turun dengan cepat, dan sedikit berlari untuk menyusul Zoya dan kru yang ternyata masih bersiap-siap, untuk melakukan pemotretan.


''Zo'e..?'' Zen menghampiri Zoya dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan. ''Hai kak, kau kenapa, apa kau berlari?" Zoya mengernyitkan dahinya menatap heran melihat Zen yang menghampirinya dengan terengah-engah.


Zen seolah tersihir saat berada di depan Zoya. Bagaimana tidak, jika wanita yang berdiri di hadapannya saat ini seperti seorang malaikat. Zoya memang angel yang sesungguhnya, bagi Zen.


''Kau terlihat luar biasa.'' Puji Zen tampa berkedip. ''Terimakasih untuk pujiannya, kakak juga terlihat sangat tampan.'' balas Zoya.


''Baiklah, semuanya sudah siap, kita akan memulai take pertama kita.'' ujar Davis, mengarahkan anak buahnya. ''Kalian sudah siap?'' katanya pada Zoya dan Zen. Keduanya kompak menganggukkan kepala.


Dengan beberapa arahan dari Davis, Zen dan Zoya bergerak natural dengan sendirinya, layaknya seorang super model profesional, keduanya menyelesaikan beberapa take dengan cepat.


Setelah beberapa kali berpindah tempat, akhirnya shoot pertama mereka selesai. ''Apa kalian suka hasilnya?'' Zen dan Zoya saat ini sedang memeriksa hasil pemotretan di tempat mereka beristirahat. ''Aku sangat suka.'' jawab Zoya cepat.


''Kau memang yang terbaik Davis.'' tambah Zen puas setelah melihat semua gambar yang diambil.


''Baguslah kalau kalian suka. Bagaimana dengan pemotretan selanjutnya?''


''Ada lagi,'' tanya Zoya. ''Tentu saja, apa kau puas hanya dengan photo ini?" Zen berputar menghadap Zoya.


''Menurutku ini cukup, lagi pula bukankah terlalu dekat dengan tanggal yang sudah di tentukan?''


''Masih ada waktu jika kita berangkat minggu depan.''


''Benarkah, kalau begitu aku harus melaporkan semuanya pada Dady, aku masih bekerja, kakak ingat?''


''Tentu, dan Dady sudah menyetujuinya.'' jawab Zen meyakinkan Zoya.


''Kalau begitu, aku setuju.''


''Tolong kirimkan file gambar ini ke ponselku.'' pinta Zen setelah memilih gambar Zoya.


''Kau suka ini..?'' gadis itu merapatkan duduknya. ''Kau sangat cantik, tentu saja aku suka.'' Zen mencium pipi Zoya sekilas, yang langsung membuat wajah gadis itu merona.


''Aku mencintaimu, gadis kecil.''


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...❄️...



__ADS_2