My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
MEET


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


...M.TOWN, 11.30...


"Oranye Jus and Chicken Carbonara, itu saja."


Julie menyebutkan pesanan nya. Ia sudah berada di salah satu Cafe tempat nya membuat janji dengan sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Isabelle.


Sepuluh menit kemudian, makanan yang Julie pesan sudah di sajikan di atas meja, bersamaan dengan itu Isabelle juga sampai di sana.


"Hai.. Jullie,.


"Emm,, Isabelle.. Aaaaaa...I miss you my bestie, Apa kabar mu..? Hem..? Dan, apa kau sendiri..? dimana Kevin..?" Julie menanyakan putra kedua Isabelle dan Dony.


"Aku juga merindukan mu Jullie. Bisakah kita duduk dulu..?"


"Ahh, maafkan aku nyonya besar.."


HA-HA-HA..


"Sekarang katakan pada ku, bagaimana kabar mu..? apa Dony juga ada di Indo..?" tanya Julie lagi. Ini pertemuan pertama mereka selama enam bulan terakhir, karena Isabelle dan keluarganya tinggal di Singapore.


Dony sudah mengembangkan perusahaan keluarga Isabelle sampai keluar negeri. Karena itulah mereka harus tinggal di sana.


"Kabar kami baik-baik saja Julie. Ah, Kevin bersama opa nya dirumah, dan Dony, seperti biasa, dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya. Dan kabar mu sendiri bagaimana..? Aku merindukan tuan putri kita..?" Isabelle tersenyum mengingat Zoya.


"Ahh,, itulah yang ingin ku ceritakan pada mu." Kata Julie lagi mengingat tujuan nya bertemu dengan Isabelle.


"Tentang siapa, tuan putri..?" Sejak kecil Isabelle terbiasa memanggil Zoya seperti itu, karena Zoya satu-satu nya anak perempuan di antara anak-anak mereka.


"hem." Julie menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu ceritakan.!" Isabelle siap mendengarkan cerita sahabat nya. "Kau tidak mau pesan makanan mu dulu..?


"Ah, baiklah, pesankan yang sama saja seperti milik mu." kata Isabelle.


Julie pun kembali memesan menu yang sama untuk Sahabatnya. Setelah itu ia kembali duduk di samping Isabelle.


"Sekarang ceritakan, ada apa dengan tuan putri kita..!" pinta Isabelle, ia sudah sangat penasaran, jiwa kekepoan nya sudah bergejolak sekarang.


"Zoya akan segera bertunangan.-" Kata Julie dengan suara pelan. ''What...? tuan putri, bertunangan?" Isabelle mengulang kata-kata Julie.


"Hem."


"Dengan siapa..? keluarga yang mana..? apa kita mengenal keluarga calon nya..? Pengusaha..? atau orang pemerintahan..? apa marga nya, asal usul keluarga nya..? dan..."


Julie tertawa kecil. "Kita sangat mengenal mereka Belle!" "Yang benar, siapa..? katakan padaku Julie."


"Kau tau, aku juga sangat kaget awalnya, namun aku sudah merasakan nya sejak lama kalau ada sesuatu, jadi aku hanya menebak nya saja, dan ternyata, ku tau..feeling seorang ibu tidak pernah salah."


"Ya, katakan lagi.. siapa pemuda itu..?"


"Kau tau, sempat terjadi sedikit drama dalam keluarga kami karena hal ini, aku dan Rehan kira ini hanya sepihak, namun aku tetap..


"JULIE..!! Tolong katakan saja siapa calon nya...!!" Jiwa kekepoan Isabelle sudah meronta-ronta sejak tadi, namun Julie tidak juga menyebutkan siapa yang di maksud,


"Zen."


'Ap,, Apa..? Zen..?? Zen Mahendra..? anak Dony dan Sarah..? yang kalian besarkan, dan meninggalkan kalian, lalu kini..Zen yang itukan...? Zen yang kamu maksud anak sulung kita...?"

__ADS_1


"Hem. Zen yang sama seperti yang kau maksudkan." Julie menganggukkan kepalanya.


"Oh, My... Zen dan Zoya...? Benarkah..? Ini luar biasa Julie..!" Isabelle sangat senang mendengar berita itu.


"Bagaimana bisa keduanya berhubungan, apa mereka LDR..? Bukan kah Zen ada di U.K..?"


"Zen di Indo , Belle. Sudah sudah kembali bulan lalu, dan dia melamar Zoya padaku dan Rehan." Julie tersenyum sambil menitihkan air mata.


"Anak-anak itu,, Kau tau, aku tidak menyangka kalau ia bisa mencintai Zoya sejak dulu bahkan sampai sekarang. Aku berharap agar mereka benar-benar berjodoh." doa Julie.


"Amin. Aku harap juga begitu Julie. Cinta memang luar biasa, kita tidak tau pada siapa cinta kita akan jatuh, hingga membuat jejak nya." sahut Isabelle.


"Kau tau Belle, saking bahagia nya ku sampai tidak tau apa yang harus ku lakukan untuk mempersiapkan pertunangan mereka bulan depan nanti." Julie terlihat antusias.


Sementara Isabelle terlihat sedikit kaget, "Bulan depan..?"


"Ya, dan Kau benar-benar harus membantuku nyonya besar.." pinta Julie pada sahabatnya itu. "Itu pasti. Zoya dan Zen juga anak-anak kami Julie.. aku pasti akan membantumu."


Jadilah sesi reuni rumpi di cafe siang itu.


...❄️❄️❄️...


"Terima kasih sudah hadir tuan," Seorang manager A.S Group tersebut menundukkan kepalanya dalam.


"Kenapa harus berterima kasih..? sampaikan pada Presdir, aku tidak akan hadir pada rapat lain nya lagi. Silahkan dia urus sendiri perusahaan nya, jangan libatkan aku!"


"Tapi tuan, anda adalah.."


"Ingat itu baik-baik, aku tidak akan datang lain kali."


"Tak bisa membantah tuan nya, manager tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya patuh.


Tok..Tok..


"Presdir, tuan muda sudah meninggalkan perusahaan setelah rapat, tuan muda juga."


"Baik Presdir, akan segera saya siapkan."


"Dan satu lagi, Kerja sama dengan Zoya's Group, segera atur itu secepatnya. Ini satu-satu nya cara untuk mendapatkan saham yang lebih besar, dan minta sekretaris untuk mengantarkan nya pada anak pembangkang itu, aku tidak ingin mendengar semua alasan konyolnya lagi..!"


"Baik Presdir. akan segera saja kerjakan. Saya permisi."


...❄️❄️...


"Rapat kita sampai disini. Terima kasih atas kerja keras kalian, saya harap di rapat selanjutnya saya dapat melihat peningkatan yang signifikan. Kalian bisa kembali."


Zen menutup rapat kedua kali mereka hari ini.


Belakangan ini urusan pekerjaan memang cukup menyita waktu Zen karena perusahaan sedang mengalami peningkatan saham, dan ini baik untuk perkembangan perusahaan yang ia pegang saat ini.


Kerja keras nya selama satu bulan terakhir membuahkan hasil yang cukup memuaskan.


"Pak, ingin saya pesankan makanan untuk makan siang..?" Tanya Calista sambil merapikan dokumen setelah rapat.


"Tidak, terima kasih. Saya akan makan di luar bersama dengan tunangan saya."


"Tunangan..? Bapak sudah punya tunangan..?"


"Ah, maksud saya calon tunangan saya, pertunangan nya akan berlangsung bulan depan."


"Oh, begitu. Selamat ya pak, semoga acara nya lancar sampai ke pelaminan." doa Calista tulus.


"Terima kasih. o, ya setelah ini kamu bisa langsung istirahat, saya akan sedikit terlambat kembali ke kantor."


"Baik Pak."


Setelah menyelesaikan rapat, Zen tidak kembali ke ruangan nya, ia langung meninggalkan kantor untuk pergi makan siang bersama Zoya.

__ADS_1


...❄️❄️...


"Apa kelas mu sudah selesai..?"


"Astaga! Jordan..!! Kamu kebiasaan banget sih, kalau aku jantungan gimana..?" Zoya mencak-mencak karena dikagetkan dengan kehadiran Jordan yang tiba-tiba.


"Jantung mu akan baik-baik saja Vidette, aku yakin itu.." Kata Jordan dengan wajah pongah nya.


"Sialan..!"


"Huss, Ibu dosen yang cantik di larang memaki..! itu pantangan mutlak untuk kecantikan mu,, Hee..'


"Jadi kalau aku Jelek aku boleh memaki, gitu..? "


"Ha-Ha,, gak gitu juga kali. Marah-marah aja. Lapar nih,, makan siang yuks, aku yang traktir deh.."


"Hem. Kamu pikir aku gak punya uang buat makan siang, sampai harus di traktir..? gak usah ya..!


"Kok gitu ih,, kita kan teman..?" Jordan memanyunkan wajahnya. "Sup tuntut, sate kambing, iga bakar, Yuks..?"


"Hiss,, mau nyogok ya..? gak mempan tuh..! Weeee..."😛


"Videtteeeeee,, ayolah.. Ya.. Ya...?"☺


"Bentar deh...!!🤔


...Thor..? kok dialog kita jadi menye-menye gini sih..? sejak kapan Woi..? secara Zoya Vidette gitu,, kok jadi..??🤔 Sama bianglala lagi... !!😏...


"Vidette..? Bagaimana, mau makan siang bersama, itupun kalau kau tidak sibuk..?"


"Boleh kok, kebetulan aku juga seperti nya belum di."


Drrrttt... Drrrttt..


"Sebentar Ya,..?"


"Ya, Kak Zen..?" Zoya menjawab ponselnya. "Benarkah? Hem.. Ok, udah selesai juga sih. Ah iya, sekarang..? Oke.."


Setelah menutup panggilan dari kekasih nya, Zoya berbalik ketempat Jordan berdiri sebelumnya.


"Jor, maaf, seperti nya kita tidak bisa makan siang bersama, Kak Zen sudah menjemput ku,"


"Hem. Baiklah, tidak apa-apa. Kalau begitu aku akan pergi sendiri."


"Maaf ya,.."


"Tidak apa-apa, sampai jumpa besok,"


"Ya,, see you.. "


...❄️❄️...


"Kak Zen!! Zoya melambaikan tangan nya sambil tersenyum. Sudah lama..?" Zen balas tersenyum. "Tidak. Aku baru sampai, sudah siap..?


"Ya, sudah, kita mau kemana..?"


"Kita akan pergi ke tempat yang spesial, aku ingin kau bertemu dengan seseorang." Zen tersenyum sambil mempersilahkan Zoya masuk ke dalam mobilnya.


"Bertemu siapa sih kak..?"


"Rahasia. Nanti Kau juga akan segera bertemu dengan nya."


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2