My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
You Driving me Grazy


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


Saat kembali ke apartemen, Ken di sambut oleh pemandangan yang sedikit menggelitik perasaan nya.


Seluruh ruangan terlihat sangat bersih dan rapi, bahkan tidak berdebu sedikitpun. Dan sekarang, dari arah kitchen room terdengar suara gelak tawa yang cukup mengundang rasa ingin tahu nya.


''Hei, sob.. lo udah pulang? Sini..!'' panggil Leon yang sudah duduk di atas kursi putar di depan pantry sambil menikmati makanan nya.


''Nety, Kenalkan, ini Ken, pemilik apartemen. Sahabat ku.'' Leon memperkenalkan Ken dengan asisten baru yang saat ini bekerja di apartemen mereka.


Seorang wanita berusia paruh baya, mempunyai tinggi badan yang tidak terlalu tinggi serta berisi, wanita yang bernama Nety itu juga mengenakan penutup kepala. Mengingatkan Ken kepada suster-suster yang sering ia jumpai di katedral.


''Selamat sore tuan Ken, saya Nety, asisten baru untuk rumah ini.'' wanita itu memperkenalkan diri.


''Panggil Ken saja.'' ujar Ken yang kini ikut duduk di sebelah Leon.


''Nety baik banget sob, berasa kaya ada mom dirumah.'' ujar Leon sambil terus mengunyah makanan nya.


''Mau saya buatkan makanan untuk mu juga Ken? mungkin segelas susu?" tawar Nety.


''Aku tidak minum susu, mungkin segelas oranye jus, dengan sedikit roti panggang keju, bisa buatkan itu, aku lapar. Tolong..'' pinta Ken, yang langsung mendapat anggukan oleh Nety.


Wanita itu terlihat sangat cekatan dalam bekerja, bahkan tidak terlihat kesulitan dengan permintaan Ken.


''Lo udah kasih tau semua ke Nety kan peraturan di kamar gue?"


''Udah sob, santai. Nety udah hafal kok.- Lo liat aja rumah udah bersih gini.'' jawab Leon, merasa senang dengan keberadaan asisten baru.


''O, ya karena Nety asisten yang di datangkan dari pusat, jadi Nety akan tinggal disini. Lo gak keberatan kan? ya anggap aja sekalian jagain rumah.'' jelas Leon.


''Emang Nety gak punya keluarga disini?"


''Nety kaya suster gitu, gak nikah.. makanya dia senang banget waktu gue panggil bunda..'' Cerita Leon dengan bangga.


''Sok akrab lo! Semua aja lo panggil bunda. Gak sopan tau baru kenal juga..!" Peringat Ken.


''Biarin kali. Lagian kita juga gak ada bunda disini, jadi gak apa-apa kalau kita panggil Bunda Nety gitu.''


''Ya elah, emang dia ngerti lo panggil gitu?''


''Ya ngerti lah! kan di kasih tau, lagian kan gak sopan kita panggil nama langsung. Panggil mom, aneh!''


''Aunty aja.''


''Bunda aja, sekalian ntar kita ajarin bahasa indo..''


''Terserah lo deh!''

__ADS_1


''Gitu dong..''


Ken melihat piring yang sudah di letakan di depannya. Dia atas nya sudah ada roti panggang dengan keju dan juga telur goreng setengah matang di tambah dengan mayones pedas kesukaan Ken.


''Bagaimana nak, kau suka?" tanya Nety yang merasa cukup puas dengan masakan yang sudah disajikan nya.


Ken mencicipi segigit, dan mengunyah makanan nya. Rasanya sungguh enak, sama seperti buatan mom nya saat berada dirumah; Ahh.. ''Aku rindu mom. Makanan ini sangat lezat Nety.'' Puji Ken. ''Terimakasih. Akan segera ku habiskan.'' tambahnya lagi.


Nety pun merasa puas dengan apa yang ia kerjakan. Ia tak menyangka jika akan dikirim ke sebuah apartemen yang berisikan dua orang pemuda yang sangat baik dan ramah seperti Ken dan Leon. Pekerjaan nya bahkan terasa sangat menyenangkan.


''Nety, bisa kau buat kan untuk ku seperti ini satu jam lagi? tolong buatkan dengan daging dan juga sayur-sayuran, siapkan di kotak bekal yang ada di sana, aku akan memberikan nya pada,- pokoknya siapkan saja, ku mohon.'' pinta Ken.


''Baiklah.. akan ku siapkan.'' jawab Nety, saat mendapatkan kode dari Leon.


''Gue duluan ke kamar.'' ujar Ken, setelah menghabiskan roti dan juga jus nya. Ia harus segera  membersihkan diri sambil menunggu waktu yang tepat untuk mengantarkan makanan untuk kekasihnya, Lova.


Setelah masuk ke dalam kamar, Ken melepaskan pakaian dan juga sepatunya. Ia juga meletakan tas nya di atas meja, lalu mengambil benda pipih super pintar miliknya.


Ken membuka galeri di dalam ponsel lalu melihat satu per satu gambar yang selama ini ia ambil secara diam-diam. Ya, potret dari kekasihnya, Lova.


Ada berbagai macam pose yang di ambil Ken secara diam-diam. Ia sangat suka melihat begitu banyak ekspresi pada wajah Lova. Sangat menggemaskan. Tunggu, bukan kah ini sebuah pelanggaran? Ahh.. biarkan saja.


Ken tidak pernah membayangkan jika dia akan memiliki perasaan seperti ini kepada Lova. Berawal dari rasa familiar nya yang sangat misterius, lalu pertemuan tak terduga diantara mereka, hingga pertemuan-pertemuan lainnya yang  disengaja, semua itu ternyata mampu menghidupkan kembali perasaan Ken.


Lova sangatlah istimewa bagi nya. Gadis itu benar-benar memiliki sejuta pesona. Kemandirian dan juga kerja kerasnya sungguh membuat Ken kagum. Gadis muda yang seharusnya hanya disibukan dengan pergaulan milenial, ternyata malah tidak ia dapatkan dalam diri Lova.


Dan kalian tau apa yang membuat Ken semakin tergila-gila?


Lova memiliki kepolosan yang begitu murni. Yang jika diberikan sentuhan perasaan sedikit saja, akan membuat kalian begitu menggila karena nya. Sama seperti Ken.


Lova... Lova...Lova..


''Sadarlah Ken!'' Ia menepuk keras wajahnya. ''Sepertinya kau benar-benar jatuh cinta!''


Ken memang sudah gila. Bagaimana bisa seorang gadis membuat nya sampai seperti ini? memiliki perasaan seperti..? rasa suka yang seperti ini..? Ahhh... gadis itu benar-benar!


Terlalu larut dengan pikiran nya tentang Lova, malah membuat Ken jatuh tertidur.


Waktu sudah hampir pukul tujuh malam, saat Leon mengetuk pintu kamar Ken, namun tidak ada sahutan, dan juga tidak ada respon. padahal Makanan yang di pesan sebelumnya, sudah di siapkan dan mungkin sudah dingin.


Tak ada respon. Akhirnya Leon meminta untuk di buatkan makanan yang baru.


''Apa makanan nya sudah siap Nety?"


''Nak Leon mau keluar?"


''Hmm. Aku akan mengantarkan makanan ini. Jika nanti Ken bangun dan bertanya, katakan saja kalau makanan nya  sudah ku antarkan untuk L, jadi Ken tidak perlu menyusul.'' pesan Leon.


Pukul tujuh lewat tiga puluh malam, Leon sudah sampai di kedai tempat Lova bekerja. Malam ini sepertinya pengunjung kedai tidak seramai malam-malam sebelumnya.


''Boleh aku duduk disini tuan?'' Tanya Leon pada pada salah seorang pelanggan yang duduk sendirian.


''Leon, kau disini?- Mau pesan sesuatu?" tanya Lova yang sebelumnya sempat melihat kedatangan Leon dari dalam kedai.

__ADS_1


''Aku pesan minuman saja L. O, ya aku juga membawakan mu ini." Leon menyerahkan kotak bekalnya.


''Dari Ken. Sepertinya dia tertidur, jadi aku yang menggantikannya untuk memberikan ini padamu.'' Jelas Leon.


''Hmm. Seharusnya kau tidak perlu repot-repot mengantar ini.- Terima kasih.'' sahut Lova, mengambil kotak bekal nya lalu kembali bekerja.


Sementara Leon  masih berada di sana, ia menunggu sampai Lova menyelesaikan pekerjaan nya.


''Kau tidak keberatan kan kalau aku yang menemani mu sampai ke kedai berikutnya?'' tanya Leon, yang merasa sedikit canggung saat berjalan berdua saja dengan Lova.


Leon merasa seperti mengkhianati sahabatnya sendiri. Perasaan macam apa ini!


''Tidak. Tidak masalah. Aku malah merasa tidak enak karena harus merepotkan dirimu sampai seperti ini..'' ujar Lova, sambil mengirimkan pesan pada Ken sesuai dengan janji nya. Lova juga mengatakan bahwa Leon menemaninya sampai ketempat bekerja, jadi Ken tidak perlu mencemaskan dirinya.


''Kau suka Ken..?" tanya Leon tiba-tiba.


''Kenapa kau bertanya seperti itu?''


''Hanya ingin tau saja. Karena sepertinya ken menyukaimu L.. aku belum pernah melihat nya seperti ini lagi..''


Lova mengerutkan dahi nya, mencermati perkataan Leon. ''Lagi..?" pancing nya.


''Hmm. Dulu Ken pernah menyukai seorang gadis, dan sama seperti dirimu. Ken selalu terlihat begitu peduli, dan bahkan sangat mencemaskan gadis itu, sampai akhirnya gadis itu pergi.'' cerita Leon, menerawang kejadian empat tahun lalu.


''Maksud mu Shreya. Gadis itu kan?"


''L.. Aku tidak bermaksud untuk,-


''Tidak apa-apa, semua orang punya masalalu.


Apa kau tau, saat aku remaja aku malah jatuh cinta kepada seorang pria yang sudah menikah, hanya karena pria itu begitu baik dan juga terlihat misterius. Tapi hanya sebatas itu. Perasaan mengagumi, Yah.. kau tau lah perasaan seperti itu.'' balas Lova.


''Hmm. Kau benar. Di usia remaja, memang banyak hal tidak terduga yang terjadi, terutama tentang perasaan. Sesuatu yang tidak bisa di kendalikan. Dan L... jika kau memang menyukai Ken, aku akan  mendukung kalian.'' ujar Leon, meyakinkan Lova dengan bersungguh-sungguh.


''Terima kasih Leon, aku harap juga begitu.''


''Berarti kau menyukai Ken? benar kan..?" Tebak Leon, membuat wajah Lova merona. Untung saja saat itu malam hari, jika tidak, Lova yakin Leon akan mentertawakan dirinya.


Setelah mengantarkan Lova ketempat kerja. Leon langsung kembali ke apartemen. Kini Leon tau mengapa Ken menyukai gadis seperti Lova.


Gadis itu benar-benar memiliki hati yang baik dan juga sangat polos.


Menjadikan Lova seorang teman saja sudah sangat membahagiakan, apalagi jika menjadikan Lova seorang kekasih..


Siapa yang Ken sukai? Lova atau Shreya? pikir Leon penuh perhatian.


''Ahh.. bikin pusing aja. Pokoknya yang bukan kekasih Ken, akan ku jadikan kekasihku.''


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2