
...ENJOY...
.......
.......
.......
Zen meletakan tas nya, dan duduk di Kursi kebesaran nya seperti biasa. Saat nya untuk kembali bekerja.
Menghabiskan akhir pekan bersama dengan keluarga yang sudah begitu lama ia rindukan, membuat hati Zen begitu bahagia. Belum lagi ia bisa menghabiskan begitu banyak waktu untuk bersama dengan wanita yang ia cintai.
Namun waktu tetaplah waktu. Waktu terus berputar, meskipun ingin, tapi Zen tidak bisa menghentikan nya begitu saja. Saat-saat mendebarkan dan membahagiakan bersama Zoya terasa selalu saja kurang bagi nya.
Mulai sekarang Zen harus lebih serius lagi menunjukan perasaan nya pada gadis itu. Aaaahhh... gadis Vitamin nya sudah cukup memberinya semangat untuk bekerja. Semua terasa lebih mudah sekarang.
Tuuuttt...Tuuuttt....
{ Hallo Kak..? selamat pagi.. }
"Selamat pagi gadis kecil, apa yang sedang kau lakukan..?"
{Emmm,, aku sedang bersiap-siap. Sebentar lagi akan ke kampus. Kakak sendiri..?}
"Aku sudah berada di kantor, mau makan siang bersama..?"
{Hari ini..?}
"Tentu saja, itupun kalau kau tidak sibuk."
{Aku,, emm.. aku akan menghubungi kakak nanti, bagaimana..?}
"Baiklah. Aku akan menunggu mu."
{Baik lah kak, selamat bekerja.}
"Kau juga, gadis kecil. Selamat mengajar. Fan satu lagi.. pakaian apa yang ku kenakan hari ini..?"
{Pakaian..? Aku menggunakan coat, kemeja, dan juga..}
"Ahh baiklah jangan terlalu cantik di depan mahasiswa mu, itu tidak baik."
{Hah..?Aa..}
"Baiklah, pergilah sarapan.. hati-hati di jalan. Jangan lupa hubungi aku siang nanti."
{Baiklah kak, see you..}
Kyyyaaaa....
"Apa ini kencan...?" Tapi,, apa mungkin ini kencan..? dia kan kakak ku..?" Zoya tak dapat menyembunyikan kebahagiaan di wajahnya. Hati nya lagi-lagi terus berdebar.
Zoya kembali mengacak-acak isi lemarinya memilih ulang pakaian nya, ia tidak akan menggunakan pakaian yang biasa-biasa saja.
"Apakah yang ini..? aahh ini berlebihan. Atau yang ini saja..? Tapi ini terlalu biasa. Bagiamana ini, apa aku harus membeli pakaian baru..?"
...❄️❄️...
Ring..Ring...
"Ya...? Baik, terima kasih."
__ADS_1
Setelah mendapat telpon dari sekretaris nya, Zen segera bersiap-siap untuk menemui seorang klien. "Calista, apa kau sudah siap..?" tanya Zen berdiri di depan sekretarisnya itu.
''Saya pak..? apakah saya juga ikut..?"
"Bukan kah kau sekretaris ku..? atau kau ingin aku menggantimu dengan orang lain..?" tanya Zen sambil memasukan tangan ke dalam kantong celana nya.
"Ah.. tidak pak. baik. Saya siap." Calista segera berdiri dari kursinya, dan mengambil tas serta ponselnya lalu mengikuti Zen dari belakang.
'Dimana pertemuan nya..?"
"Di hotel Z pak, klien kita menginap di sana. Setelah itu, akan ada pertemuan selanjutnya di Hotel S," jelas Calista.
"Bukan kah hotel S, cukup jauh..?"
"Ya pak, itu sekitar 2 jam perjalanan pulang-pergi.''
"Baiklah, pastikan semuanya berjalan tepat waktu.''
Zen dan Calista pergi menuju hotel Z, untuk menemui klien pertama.
...❄️❄️...
"Morning Miss Vidette.." Jordan menyamakan langkah nya dengan Zoya. "Selamat pagi kembali untuk mu Jordan.." balas Zoya. ''Jor..Jordan..? apa ini mimpi..? dia menyebut nama ku, dan juga tersenyum semanis itu..?"
"Zoya.. heii.. Kau tidak apa-apa kan..? tidak sakit..? tidak demam kan..?" Jordan menghentikan langkah Zoya. "MR JORDAN....!! Apa yang kamu lakukan sekarang..?''
''Ah, tidak.. hanya saja.. tadi.. tidak apa-apa! Hei, kau cantik sekali pagi ini.. sangat cantik.'' puji Jordan dengan sebenarnya.
''Minggir! aku mu lewat.. " Zoya melewati Jordan menuju ruangan Dosen. Sementara Jordan mengikuti berjalan di belakang gadi itu. Kedua nya lagi-lagi menjadi pusat perhatian. Dosen tampan, dan Dosen cantik jalan bersama, sungguh potret yang begitu sempurna.
Setelah menyelesaikan 2 pertemuan di kelas yang berbeda, Zoya mengambil ponselnya. Seperti janji sebelumnya pada Zen, ia akan menghubungi kakak nya untuk makan siang bersama.
Tuuutt...Tuuuttt...
Dua kali Zoya menghubungi Zen namun tidak juga ada jawaban. ''Apa kakak masih sibuk..?"
Setelah menghubungi kembali dan mendapatkan jawaban yang sama, akhirnya Zoya hanya meninggalkan pesan untuk Zen.
'Miss Vidette, mau makan siang bersama..?" tanya Jordan pada Zoya. ''Kau, bukan kah seharusnya setelah ini kau ada kelas lain..? apa kau tidak ingin mengajar..?" tanya Zoya dengan sinis.
''Ahh, benar. Bagaimana kalau di kantin kampus saja..?'' ajak Jordan lagi. "Ayolah, hanya makan siang hem..?"
''Baiklah.."
''Yesss!.. ayo.."
Setelah mempertimbangkan dengan baik, Zoya menerima tawaran Jordan, sembari menunggu Zen menghubungi atau membalas pesan nya kembali.
Akan buang-buang waktu jika ia harus pulang kerumah, atau pergi ke cafe favoritnya. Lebih baik ia menunggu di kampus bersama Jordan.
"Mau pesan apa..?" Jordan menawarkan menu pada Zoya. "Susu coklat saja, dengan sedikit Es."
"Tidak ingin makan..? Sup buntut dan iga bakar di sini sangat enak.'' tawar Jordan lagi. ''Apa kamu sering makan disini..?"
"Kamu tidak pernah..?" Zoya menggelengkan kepalanya. "Kalau begitu kamu harus mencobanya."
''Tapi..''
'Tidak ada tapi-tapi. Kamu pasti akan ketagihan saat sudah mencicipinya.'' Jadilah Jordan memesan 2 porsi makan siang bagi kedua nya. Saat itu Zoya memang sudah sangat lapar, tadi pagi ia tidak sempat sarapan, karena sibuk memilih baju untuk di pakai nya hari ini.
Tak lama kemudian, makanan yang Jordan pesan pun tiba. Wangi makanan langsung membuat perut Zoya semakin keroncongan minta segera di isi.
__ADS_1
"Terima kasih Bii..''
''Sama-sama pak dosen, monggo silahkan dimakan.."
Jordan menyajikan makanan bagi mereka berdua. "Ini Sup dan juga iga bakarnya. Hati-hatilah, itu masih panas." Jordan meletakan mangkuk dan piring yang berisi makanan dengan hati-hati di depan Zoya, sementara gadis itu sudah menggigit sendok nya melihat makanan yang begitu menggugah selera.
"Terima kasih, selamat makan."
Zoya mencicipi kuah Sup nya terlebih dulu, dan ternyata memang sungguh lezat, begitu gurih dan juga segar dari perasan jeruk nipis, semakin membuatnya tak sabar untuk segera menyantap hidangan tersebut.
"Bagaimana..? Enakan..?"
''Hem, ini enak.'' jawab Zoya dengan mulut yang cukup penuh dengan makanan. Keduanya menikmati makan siang dengan begitu lahap. Hingga semua makanan di atas meja tandas.
Jordan selalu tersenyum saat melihat Zoya. Gadis itu begitu menggemaskan saat mulutnya diam untuk mengunyah makanan. "Terima kasih untuk makan siang nya." ucap Zoya dengan perut yang udh terisi penuh.
'Ya, tidak masalah, terima kasih juga karena sudah menemani ku disini. Kau tau, ini pertama kalinya seseorang menemaniku makan siang selama aku menjadi dosen di kampus ini."
"Bagaimana dengan teman-teman dosen mu itu..?"
"Hei,, mereka juga rekan mu sebagi dosen!- Ya, bisa di bilang sekedar ngopi bersama, saat makan siang biasanya aku hanya sendirian, terkadang aku juga pergi ke Cafe X. Kau ingat terakhir kita bertemu, saat ada Ken. Itu pertama kalinya aku kesana, setelah itu aku selalu suka berada di tempat itu."
"Kau juga suka..? di sana tempat Favorit ku, owner nya adalah teman ku."
''Benarkah..? Menurutku tempat itu memang sangat bagus dan juga tidak membosankan, konsepnya bagus dan juga kekinian, terlebih lagi di sana ada area privasi bagi orang-orang seperti kita. Lain kali kita harus pergi kesana bersama.." Jordan.
"Baiklah..- Bukan kah kelas mu sebentar lagi..?" Zoya melihat jam tangan nya, yang sudah menunjukan pukul 13.30.
"Ahh, kau benar. Bagaimana dengan mu, apa kau akaan langsung pulang..?"
''Aku ada janji, aku akan menunggu sebentar lagi."
"Baiklah. Aku ke kelas dulu, kalau kau bosan, hubungi aku. Aku akan menemanimu disini. Bye.."
Jordan meninggalkan Zoya di sana, setelah membayar semua makan siang mereka. Zoya masih menunggu Zen menghubunginya. Namun sampai pukul 3 sore ponselnya tak kunjung berbunyi.
"Kakak, dimana kau sekarang..? apa kau begitu sibuk..? Hem?"
...❄️❄️...
"Terima kasih untuk kesediaan nya bekerja sama dengan perusahaan kami."
"Senang bekerja sama dengan anda pak Zen, semoga kerja sama kita berjalan lancar." Setelah menyelesaikan 2 pertemuan nya, Zen langsung kembali ke kantor.
"Kau bisa langsung pulang setelah menyelesaikan laporan mu." perintah Zen pada Calista. "Baik pak.- O, ya pak, ini tas dan juga ponsel anda." Calista menyerahkan barang-barang milik bos nya itu.
"Terima kasih." Setelah mengambil tas dan juga ponselnya, Zen kembali ke ruangan.
AAAhhh...''Lelahnya.. "
Zen berbaring di atas sofa yang ada di ruangan, tubuh nya terasa sangat lelah.
ZO'E....
Zen kembali berdiri mencari ponselnya,
ada tiga panggilan tak terjawab dan tujuh pesan teks dari gadisnya.
''Ya tuhan, bagaimana aku bisa melupakan ini.. "
... ❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...