My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
Prepare for Marriage


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


.......


Setelah menyelesaikan semua urusan di London, ke empatnya sepakat untuk kembali ke Stockholm. Selain ingin mengantarkan Shreya kembali, Ken juga memiliki rencana sendiri, yaitu menyampaikan rencana nya dan juga Lova yang akan segera menikah kepada keluarga Lova.


Bagaimana pun, mereka juga harus menyiapkan berbagai macam hal untuk pernikahan mereka, terutama menyangkut dokumen-dokumen yang mungkin di butuhkan dalam pernikahan nanti.


Di dalam pesawat, ke empatnya memilih penerbangan kelas satu, Ken terus menggenggam tangan Lova dan tak ingin sedetik pun melepaskan tangan kekasihnya. Semua itu karena ia terlalu bahagia. Ia sudah menunggu Lama untuk hari ini.


Dan ternyata, Lova lah yang mewujudkan semuanya. "Sayang, aku sangat mencintaimu." entah sudah berapa kali kata-kata itu Lova dengar sejak tadi pagi. Bahkan Ken juga berulang kali mencium tangan nya dengan gemas.


Jika itu orang lain, mungkin Lova akan benar-benar risih. Tapi karena ini Ken, justru terlihat sangat menggemaskan. "Aku juga sangat mencintaimu Ken, harus berapa kali aku mengatakan nya?" Lova tersenyum, sambil menyenderkan kepalanya dengan nyaman.


Ken juga membalas senyuman Lova dengan senyuman bahagia yang sangat menggemaskan, bahkan hampir-hampir tak tahan untuk di lihat. Benar-benar Tidak baik bagi kesehatan jantung, pikir Lova.


Dalam hitungan jam, akhirnya mereka pun tiba di stockholm. "L, Ken. Aku akan mengantar Sea pulang terlebih dahulu. Kita berpisah disini saja." Leon bersuara, sambil mengambil semua barang milik nya dan juga milik Shreya.


"Baiklah. Sampai bertemu dirumah, aku juga harus mengantar L dan bertemu dengan keluarga nya. berhati-hatilah." Ken juga membawa Troli barang milik mereka berdua. "Sea, sampai bertemu lagi." Lova melambaikan tangan nya. "Bye L."


Mereka pun berpisah dari airport menuju ketempat masing-masing. "Aku bisa membayangkan bagaimana terkejutnya wajah Cassian jika tau kita akan segera menikah." lagi-lagi Ken menunjukan senyuman Yang memperlihatkan deretan gigi putih nya yang begitu mempesona.


"Menurutku tidak juga, mungkin Megan lah yang akan dibuat kegirangan." sahut Lova, Yang juga tengah membayang kan bagaimana reaksi kakak-kakaknya nanti.


"Seperti nya kita harus membeli sesuatu." Ken membelokan mobil nya ke jalur perkotaan. Ia ingin membelikan beberapa hadiah untuk si gadis kecil, dan juga untuk calon kakak ipar nya.


Lova tak protes sedikitpun, karena ia juga berencana untuk melakukan hal yang sama seperti yang di pikirkan Ken.


Setelah sampai di pusat perbelanjaan terbesar di Stockholm, Ken dan Lova masing-masing memilihkan hadiah Yang menurut mereka cocok.


"Kau sudah memilih milik mu sayang, kemarikan, aku akan membayarnya." ujar Ken meminta Lova untuk meletakan barang pilihan nya di tempat Yang sama. "Aku akan membayar milik ku sendiri." tolak Lova, saat Ken ingin membawa barang-barang pilihan nya.


"Kenapa, karena ini uang ku? milik ku adalah milik mu juga sayang. Jadi biasakan dirimu." sahut Ken dengan santai. "Simpan saja uang mu untuk yang lain, yang ini biar aku yang bayar."


Setelah membeli beberapa hadiah, Ken membawa Lova berhenti di Salah satu restoran untuk makan siang, karena mereka mengikuti penerbangan pagi dan belum sempat sarapan, alhasil Ken kini sudah merasa lapar pun dengan Lova, ia juga merasa cukup lapar. Setelah mengisi perut hingga kenyang, barulah mereka kembali ke rumah Lova.


"kau yakin ingin bicara sekarang? karena menurutku, Kak Cassian pastilah masih berada di kantor." ujar Lova, saat mobil mereka sudah berhenti di depan rumah Lova.


"Kau benar sayang, aku hanya akan mampir sebentar untuk memberikan hadiah nya. Aku akan datang lagi nanti malam." sahut Ken. Kemudian keluar dari mobil dan mengeluarkan barang-barang Lova.


"Bagaimana jika kau istirahat di sini saja, sementara menunggu kak Cassian kembali." saran Lova, membuat Ken menyunggingkan senyum nya. Sungguh tawaran yang tidak mungkin akan ia tolak.


"Tidak sayang, aku harus kembali, kau jangan melupakan makhluk lain Yang juga datang bersama kita." Ken mengingatkan Lova.


"Ah, kau benar. Ada Leon." Lova tersenyum, karena merasa konyol sudah melupakan Leon. "Ayo masuk, ku rasa kak Megan berada di dalam." Ajak Lova.


Namun ternyata, begitu masuk ke dalam rumah, hanya ada pelayan, sementara Saudarinya sedang menjemput keponakan nya dari sekolah.


"Sampaikan saja salam ku sayang, aku akan datang lagi nanti malam." pamit Ken, lalu mencium kening Lova. "Sampai nanti."


Saat Ken sudah tiba di kediaman milik kakak nya di sana sudah ada Leon. "Kau sudah mengatakan rencana mu?" tegur Leon yang saat ini sedang bersantai di ruang keluarga.


"Belum. Kakak Lova masih berada di luar, mungkin nanti malam. Kalian ingin makan malam bersama?" tawar Ken, membuat Leon mengerutkan kening nya. Kebahagiaan ternyata membuat sahabatnya itu bermurah hati.


Alangkah baiknya jika Ken selalu bermurah hati seperti saat ini. "Aku memiliki rencana sendiri bersama Sea. Jadi, Seperti nya tidak bisa. Terima kasih sudah memikirkan kami." sahut Leon.


Ken mengedikkan bahu, lalu kembali naik ke lantai dua dimana kamarnya berada. Lebih baik ia beristirahat.


...❄️❄️...


Tepat pukul tujuh malam, Ken sudah berada di rumah Lova, kebetulan saat itu Cassian dan Megan pun sudah berada dirumah. "Ken, kemarilah, kita makan malam bersama." Ajak Cassian. Dengan senang hati Ken menerima ajakan tersebut.


Setelah selesai makan malam, Ken dan Lova pun ingin menyampaikan maksud mereka datang ke Stockholm. "Kak, ada yang ingin kami bicarakan, ini tentang hubungan kami." Ken buka suara.


Cassian yang duduk berdampingan dengan istrinya, Megan, mendengarkan Ken dengan seksama. "Bicaralah Ken." Cassian mendengarkan.


"Aku dan Lova memutuskan untuk melangsungkan pernikahan kami bulan depan, dan kami ingin kalian datang untuk merestui pernikahan kami. Kami juga ingin kalian datang untuk menjadi pendamping Lova." ujar Ken setenang mungkin.

__ADS_1


Jujur saja, ia memang sedikit merasa nervous. Cassian dan Megan terdiam sesaat, lalu saling bertatapan, membuat jantung Ken semakin berdegup kencang. Jika Cassian tidak menyetujui rencana nya, habislah dia.


"Akhirnya hari ini datang juga." Cassian tersenyum lembut, "Kami sudah memikirkan kapan hari ini akan tiba, dan ternyata lebih cepat dari dugaan kami." Cassian dan Megan sama-sama tersenyum lega.


Bukan nya mereka ingin Lova segera menikah dan melepasnya dari tanggung jawab, tidak sama sekali. Hanya saja Cassian dan Megan sama-sama merasa lebih tenang, jika keduanya tinggal bersama dengan sebuah ikatan yang sah di hadapan Tuhan dan manusia.


Mereka memanglah orang-orang tradisional yang menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang perempuan dalam pandangan masyarakat. Begitulah cara pandang hidup keluarga mereka selama ini.


"Tentu kami akan datang untuk memberikan restu dan juga mendampingi satu-satu nya adik yang kami cintai." Lova menghampiri Cassian dan Megan, dan memeluk mereka satu per satu "Terima kasih kak, aku mencintai kalian."


"Kami juga sangat mencintaimu L, gadis kecil kami yang sudah menjadi wanita dewasa, dan sekarang lihat lah, gadis kecil ini akan segera menikah." Cassian menatap Lova dengan haru, namun juga begitu bahagia.


Cassian sangat mengenal bagaimana Lova, sejak gadis itu kecil, Cassian sudah hidup bersama keduanya, hingga saat ini, disaat Lova akan segera menikah, bagaimana ia tidak merasa begitu terharu.


Kini, Ken sudah mengantongi restu dari kedua kakak Lova. Sekarang giliran keluarga besar Ken lah yang harus segera mereka beritahu tentang berita bahagia tersebut.


Ken sudah tidak sabar menunggu hari dimana ia akan bersanding bersama Lova di altar. Lova yang mengenakan gaun putih, akan terlihat bagaikan seorang ratu. Sungguh membuat jantung Ken berdebar cepat. Ia sungguh bersemangat dengan hanya membayangkan hari itu akan segera tiba.


...❄️❄️...


Jakarta..


Setibanya di tanah air, keduanya langsung di jemput oleh supir pribadi keluarga Wijaya. Karena baik Ken maupun Lova tidak bisa berlama-lama meninggalkan Bali, keduanya pun langsung merencanakan untuk mengadakan makan malam bersama, sehingga semuanya bisa berkumpul di satu tempat untuk menghemat waktu.


Dengan begitu mereka juga bisa memberitahukan rencana mereka secara langsung kepada semua keluarga terkait tentang rencana pernikahan mereka.


Namun sebelum itu, mereka juga harus istirahat untuk memulihkan rasa lelah akibat perjalanan panjang kembali ke Indonesia.


"Sayang, kau istirahat lah. Aku akan memesan restoran juga menghubungi Dady serta Zozo agar mereka bisa meluangkan waktu untuk makan malam." ujar Ken, yang memilih untuk tetap berada diruang keluarga.


Sementara Lova sudah bersiap untuk naik ke kamar, yang biasa nya ia tempati. "Ya, baiklah. Kau juga segeralah istirahat jika sudah selesai." Lova berbalik lalu melanjutkan langkah nya, meninggalkan Ken seorang diri.


Sky Restauran, 7.15 pm.


Ken dan Lova sudah datang lebih dahulu untuk menyambut keluarga mereka. Mereka juga menyiapkan sedikit hadiah kecil yang mereka beli dari Stockholm.


Beberapa saat kemudian, Rehan lah yang tiba lebih dulu di restoran. Rehan langsung menuju lokasi yang di berikan putra nya saat ia sudah selesai mengunjungi makam istri tercinta nya.


"Itu Dady." ujar Lova saat melihat Rehan memasuki room Yang mereka pesan. "Dad..!" sapa Ken yang menyongsong sang Ayah.


"Son, senang melihat mu." Rehan memeluk putranya. "Dan selamat juga untuk kelulusan mu, Dad bangga pada mu, Son." Rehan tersenyum penuh kebanggaan. Sinar di wajahnya terlihat begitu menentramkan.


Rehan pun melanjutkan langkah nya, menghampiri Lova yang juga tengah menunggu keduanya. "Sweet heart, senang melihat mu disini. Bagaimana kabarmu?" Rehan juga memeluk Lova dengan penuh kerinduan.


"Kabar ku baik Dad. Bagaimana dengan Dady, Wajah Dad terlihat lelah. Apa Dady menghabiskan waktu lebih Lama di kantor?" Tanya Lova sambil memicingkan matanya, untuk menggoda Rehan.


"Tidak Sweet heart. Dady selalu pulang tempat waktu, hanya saja hari ini pekerjaan Dad jadi lebih banyak." sahut Rehan sedikit berbohong. "Tolong jaga kesehatan Dady. Aku akan sedih jika Dady sakit akibat kelelahan." pinta Lova, penuh perhatian.


"Kalau begitu tinggal lah bersama Dad. Kalian berdua kembali lah ke sini, dan kita bisa tinggal bersama dengan bahagia, jadi Dad tidak akan menghabiskan waktu lebih Lama diluar." pinta Rehan.


"Sebentar lagi Dad. Tinggal menunggu waktu saja." Sela Ken, sambil menyunggingkan senyuman penuh rahasia. Rehan terdiam sejenak, lalu kembali tersenyum.


"Waw, seperti nya akan ada berita baik." tebak Rehan membuat Lova tersenyum. Ayah mertuanya memanglah pria yang sangat peka dalam segala hal


"Apakah benar sweetheart?" Rehan bertanya pada Lova, dengan mimik yang membuat Lova tak bisa menahan tawa nya. "Dad, sabarlah, kami akan memberitahukan kepada semua orang di saat Zozo dan juga kak Zen tiba disini." sela Ken lagi.


"Ada yang membicarakan kami rupanya." Zen dan Zoya berjalan mendekat ke arah meja. "Kak, selamat datang." Lova lah yang lebih dulu menyongsong dan memeluk Zoya. "Kami merindukan kalian. Apa pangeran kecil kita tidak ikut?"


" Z'ev sudah tidur saat kami berangkat tadi." sahut Zen. "Apa kabar kalian dik? Dan, Ini, hadiah kelulusan." Zen memberikan sebuah amplop kepada Ken. "Terima kasih kak. Kabar kami sangat baik." sahut Ken, tak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya.


"Baiklah, karena semua orang sudah berkumpul. Sebaik nya segera ku katakan." Ken mulai bersuara dengan percaya diri.


"Kami akan menikah." ujar nya lagi. "Bulan depan, di tanggal 8." tambah Ken, sebagai informasi yang seharusnya memang mereka beritahukan. Baik Dady nya maupun kakak nya sendiri terlihat tidak terlalu terkejut dengan berita tersebut, namun mereka menyambut baik rencana tersebut dan turut berbahagia atas nya.


"Selamat Son, Sweet heart. Akhirnya Kalian menikah juga. Seperti nya Dad juga harus menyiapkan Jas baru." goda Rehan.


"Bagaimana dengan tempatnya? kalian akan menyelenggarakan pernikahan dimana?" tanya Zen, di sela-sela makan malam. "Kami sudah memikirkan satu tempat yang sangat istimewa, dan rencananya, kami hanya akan mengundang keluarga dekat dan juga sahabat." jawab Lova.


Baik Ken dan juga dirinya, sama-sama sepakat untuk menggelar pernikahan yang bersifat private. Sebagai acara resepsi pun, mereka hanya akan membuat acara makan malam yang hanya akan di hadiri oleh tamu-tamu khusus.


Meskipun Keluarga Wijaya adalah keluarga terpandang, namun semua pernikahan dalam keluarga itu tak pernah di adakan dengan begitu mewah dan megah.


Baik Zoya dan Zen, serta Ken dan Lova, semuanya lebih memilih sebuah pernikahan yang sakral dan khidmat di bandingkan pernikahan ala-ala para pewaris pada umumnya.


"Begitu kah. Itu terdengar sangat menyenangkan. Bagaimana dengan persiapan yang lain nya? kalian sudah memikirkan nya?"lanjut Zen. "Jika kalian butuh bantuan, jangan sungkan untuk bertanya pada kami. Kami akan selalu siap membantu." ujar Zen lagi.

__ADS_1


"Tentu kak. Kami tidak akan sungkan. Terima kasih."


Selesai sudah tugas untuk menyampaikan rencana keduanya. Kini Ken dan Lova harus segera kembali ke Bali dan mempersiapkan Yang lain nya.


Ada begitu banyak yang harus mereka siapkan. Terutama hal-hal detail untuk sebuah pernikahan, seperti; undangan, dan juga gaun.


...❄️❄️...


...Satu minggu kemudian,...


Setelah selesai mengirimkan undangan nya kepada beberapa teman terdekat dan juga keluarga, Lova pun kembali ke toko.


"Gill bisa keruangan ku." pinta Lova yang saat itu berpapasan dengan Gill di lantai dasar. "Kau mencari ku? Ada apa?" tanya Gill yang langsung mengikuti Lova.


"Duduklah." ujar Lova, saat keduanya masuk ke dalam ruangan. "Ini untuk mu." Lova menyerahkan sebuah tas yang di ambilnya dari dalam lemari.


Sebuah tas yang berisikan kotak berwarna hitam bergaris, dibingkai dengan pita berwarna silver. "Untuk ku, apa ini?" tanya Gill yang sedikit heran dengan hadiah dari Lova.


"Ada amplop di dalam nya, bukalah!" pinta Lova lagi, membuat Gill mencari amplop yang di maksudkan oleh teman nya itu. "Kau membuatku penasaran saja L, ada apa ini sebenarnya?" gumam Gill. Setelah mendapatkan amplop yang di maksud, Gill pun membuka dan juga membaca nya.


"Would you be my bridesmaids?"


"Omg, L. Kau sungguh-sungguh?" seru Gill sedikit terperanjat, bahagia. Lova tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja aku mau. Aku sangat senang jika kau mempercayakan ini padaku. Terima kasih L." ucap Gill dengan teramat bahagia. Ia menghampiri Lova dan juga memeluknya dengan sangat erat.


"O, ya selamat untuk pernikahan mu. Meskipun sedikit terkejut karena kalian akan menikah secepat ini, tapi aku sungguh bahagia untuk mu, L. Selamat." ucap Gill lagi. "Semoga kau selalu bahagia, L. Kau adalah wanita yang sangat baik, semua malaikat juga pasti akan bahagia untuk mu."


"Kau juga Gill. Kau adalah wanita yang baik dengan begitu banyak kelebihan, aku juga berdoa untuk kebahagiaan mu." sahut Lova.


"Apa kau juga mengundang William?" bisik Gill dengan wajah merona. "Tentu saja. William pasti akan datang. Tapi tidak hanya untuk ku, tapi juga untuk mu." sahut Lova membuat wajah Gill kian merona.


"Ap.. apa maksud.. " Lova tertawa melihat Gill yang sedang tersipu malu. "Jangan pikir aku tidak tahu jika ada sesuatu di antara kalian." sahut Lova menggoda Gill. "Apakah terlihat?" Tanya nya lagi dengan begitu polos. Namun Lova hanya tertawa.


"Jangan takut untuk mencintai William Gill. Dia adalah pria yang sangat baik dan juga lembut. William pasti akan mencintaimu dengan caranya."


"Menurut mu begitu?"


"Tentu saja."


...❄️❄️...


Satu minggu menjelang hari pernikahan,


Baik Ken maupun Lova disibukan dengan berbagai macam urusan. Ken harus menyelesaikan semua pekerjaan nya agar tidak terganggu jika pernikahan nya tiba.


Begitu juga dengan Lova, calon istrinya itu mengerjakan banyak hal dan juga persiapan untuk pernikahan mereka.


Sejak tanggal pernikahan mereka sudah di tetapkan, hampir tak ada waktu bagi keduanya untuk bersantai, apalagi untuk bermesraan.


"Sayang, kemarilah. Kau terlihat lelah." Ken sedang berada di ruang keluarga untuk menunggu Lova pulang. Hari ini ia tidak menjemput kekasihnya, karena permintaan Lova yang ingin melakukan fitting gaun pengantin terakhir bersama dengan Gill.


Jika kalian bertanya mengapa Ken tidak ikut untuk melakukan fitting juga, itu karena milik Ken sudah selesai dan di buat khusus untuk dirinya dari kenalan nya yang berada di London, dan sudah tiba di rumah beberapa hari yang lalu.


"Aku memang lelah Ken. Aku ingin sesuatu yang dingin dan manis." ujar Lova, menyenderkan kepalanya dengan nyaman di sofa. "Baiklah, tunggu disini." Ken bangun dari duduknya, langsung menuju pantry.


"Kau mau apa?" seru Lova yang berharap agar Ken tetap berada di samping nya.


"Membuatkan untuk calon istriku sesuatu yang dingin dan manis." sahut Ken, riang.


Beberapa menit kemudian, Ken kembali mendatangi Lova dengan segelas susu coklat yang di berikan potongan es di dalam nya. Sungguh terlihat menyegarkan.


"Bagaimana dengan ini, kau mau sayang?" Ken memainkan alis nya, menggoda Lova. "Tentu saja aku mau. Berikan pada ku." pinta Lova dengan manja.


"Akan ku berikan pada mu, tapi tidak gratis. Kau harus membayarnya, dengan ini." Ken mendekatkan wajahnya, dan menyapu bibir Lova dengan lembut.


Bibir yang selalu Ken inginkan, dan bibir yang selalu ia rindukan dalam kesendirian nya.


"Kau siap untuk menjadi istriku, Penelova Mosley? Kali ini kau akan benar-benar menjadi milik ku."


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...Note: Salah satu Referensi Wedding gown...



__ADS_2