My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
PERTEMUAN KELUARGA


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


"Bi dimana mommy..?" Tanya Zoya yang sejak tadi tengah mencari Julie. Dirumah mereka saat ini ada cukup banyak orang yang berlalu-lalang. Semuanya adalah orang-orang yang bertugas untuk mendekorasi dan juga tim kebersihan yang sejak tadi tengah meramaikan kediaman keluarga Wijaya.


"Nyonya seperti nya ada di taman Non." jawab Bi sum singkat. "Baik Bi, terima kasih." Saat ini dirumah itu sudah ada Opa dan Oma Zoya yang juga baru tiba kemarin dari singapore. Mereka juga turut hadir di acara penting malam ini.


"Selamat pagi Opa, Oma..?" Zoya menghampiri kakek dan nenek nya yang saat itu tengah duduk di ruang keluarga.


"Selamat pagi juga kesayangan nya oma, calon pengantin masa depan kita.." goda oma sambil mencium pipi Zoya. "Oma, itu masih lama." Jawab Zoya dengan wajah memerah.


"Sini, duduk di dekat opa." Kepala Keluarga Wijaya itu menepuk sofa di samping nya. Zoya pun dengan senang hati duduk di sana.


"Waktu begitu cepat berlalu. Tidak terasa malaikat kecil kita ini sudah mau menjadi seorang Nyonya ya Oma." Bram Wijaya memegang dagu cucunya.


"Opa." Wajah Zoya memerah. ''Apa kamu sudah yakin dengan pilihan mu sayang..? Apakah Sudah memantapkan hati mu untuk menjadi calon pendamping Zen..?"


"Opa, Zoya sudah yakin dengan keputusan Zoya. Dan Zoya juga yakin bahwa Zen adalah orang yang tepat sebagai pendamping Zoya." jawab nya yakin.


"Kamu masih begitu muda sayang, Opa hanya khawatir kamu terlalu terburu-buru mengambil keputusan."


"Meskipun opa sangat tau bahwa Zen adalah pria yang baik, tapi apakah ia orang yang tepat untuk mu, kita sama-sama belum bisa memastikan semua itu." Bram membelai rambut Zoya.


"Aku tidak akan tau selama aku belum menjalani nya opa, tapi hatiku berkata bahwa Zen adalah orang yang tepat."


Opa dan Oma hanya tersenyum mendengar kemantapan hati cucu mereka. "Baiklah sayang, semoga pilihan mu benar-benar dapat membuat mu bahagia."


"Opa mu benar sayang, kami hanya berharap dan mendoakan semua yang terbaik untuk mu, dan semoga Zen adalah pemuda yang tepat." sambung Oma Zoya.


"Terima kasih atas doa dan restu kalian Opa, oma. Terima kasih." Zoya merangkul opa dan oma nya bergantian.


"O, ya opa, oma. Zoya permisi ya, Zoya mau cari mommy." ijin Zoya pada keduanya. "Pergilah sayang."


Zoya meninggalkan opa dan oma nya menuju ke taman. Ia harus bertemu dengan Mommy nya. Padahal ini hanya makan malam biasa, tapi suasana yang di timbulkan seperti ada yang mau berpesta saja. meriah. Pikir Zoya.


Setelah meneliti dari kejauhan, Zoya akhirnya menemukan sosok yang sejak tadi tengah di carinya itu di antara kerumunan para pekerja.


"Bagaimana dengan makan malam nanti Mom, apa ada yang bisa aku bantu..?" Zoya memeluk Mommy dari belakang. "O, ya Mom, jam berapa uncle dan aunty tiba disini..?" Tanya nya lagi.


Nanti malam adalah acara makan malam pertama keluarga Wijaya dan juga Pratama. Makan malam ini bertujuan untuk membahas acara pertunangan antara Zen dan Zoya.


Meskipun makan malam ini hanya di hadiri oleh keluarga inti dan beberapa teman dekat kedua keluarga tersebut, namun Julie sudah mempersiapkan acara makan malam yang terbilang mewah dan juga spesial untuk malam ini.


"Seperti jam yang sudah di tentukan sayang, sepertinya sebelum jam 6 sore mereka sudah berada disini." Jawab Julie sambil tersenyum. "Dan tuan putri,, Tidak ada yang harus kamu kerjakan disini, Semua nya sudah disiapkan dengan baik, kamu tenang saja.


Bagaimanapun Mommy harus menyambut calon besan mommy dengan baik kan..?"


"Ih, mommy bisa aja deh. Mommy yang terbaik." Zoya mengacungkan jempolnya. "Sayang, apa kamu sudah mencoba gaun mu..? Tadi pagi sudah diantarkan Bi sum ke kamar mu."


"Gaun? Ah yang di gantung itu..? Aku belum mencoba nya mom. Haruskah aku mencoba nya sekarang..?''


Saat ini Zoya tengah bersikap manja pada Julie.


"Tentu saja tuan putri, cobalah. Setelah ini pergilah untuk perawatan, kamu harus terlihat cantik di depan calon mertua mu, Yah meskipun sebenarnya anak mommy sudah begitu cantik." Puji Julie sambil meneliti dekorasi yang saat ini masih di pasangi beberapa hiasan pelengkap.


"Tentu saja aku sangat cantik, siapa dulu dong mommy dan Dady nya.." Zoya memeluk tangan kanan Julie.


"Sudah sana, pergilah dan coba gaun mu, mommy yakin kamu akan terlihat sangat-sangat cantik..." Julie menekan pelan pipi Zoya gemas.


"Baiklah Mom, aku akan mencoba nya sekarang, I love you."


"Love you too sayang.."


...❄️❄️...


Setelah sampai di kamar nya, Zoya langsung mengambil gaun yang masih terbungkus di tergantung di dekat cermin nya.


"Inikah...?" Zoya membuka bungkusan gaun itu dengan hati-hati, bagaimana pun gaun itu pilihan mommy nya.

__ADS_1


"Waw.. ini sangat indah.." Setelah mengagumi gaun yang di siapkan Mommy nya, Zoya kemudian mencoba gaun tersebut.


...My Zen ❤ Calling...


"Ya. Halo? Ada apa kak..?" jawab Zoya. "Tidak ada, hanya ingin mengucapkan selamat pagi pada kekasih ku. Good morning My Love." Zoya tersenyum begitu manis mendengar kata-kata Zen.


"Selamat pagi juga sayang,.."


'Apa aku mengganggu mu sayang,..? Ah meskipun menggangu aku tidak peduli. I miss you so much.."


"I miss you too. Apa kakak sedang berada di kantor..?" Zoya mondar-mandir. "Ya, ada sedikit pekerjaan yang harus ku selesaikan. Kenapa..? Apa kamu ingin aku pulang menemui mu sekarang..?"


"Jangan menggoda ku kak. Jam berapa kakak datang nanti malam..?''


Zoya menghidupkan laudspeaker ponsel, saat ini ia tengah mencoba gaun nya. "Kamu ingin aku segera kesana,..? Ingin memeluk ku..? AKu sangat ingin melihat wajah cantik kekasih ku saat ini."


"Kakak, jangan menggoda ku lagi! Aku akan mencubit mu kalau kamu ada disini."


"Baiklah, jangan lupa cubit aku nanti, aku akan menantikan nya.."


"Apa sih kak..?"


"Wajah mu pasti sedang meronakan saat ini " Pekerjaan lain Zen yang sangat ia gemari adalah menggoda kekasihnya. "Gak tuh. Wajah ku biasa saja.." elak Zoya.


"Katakan saja yang sebenarnya.. hem.. hem.. ?''


Hening..


"Zo'e.. ,,? Sayang... apa kamu masih di sana..?"


"Ya, aku masih disini kak, aku sedang mencoba gaun ku.. "


"Benarkah..? hem.. aku jadi ingin segera melihat kekasih ku yang paling cantik sejagat raya ini sekarang.. "


"Dasar gombal..! datanglah lebih cepat kalau kakak ingin segera melihat ku, aku akan tampil cantik malam ini khusus untuk kakak.."


"Aku akan sampai dalam 5 menit.."


"Hahh..? Apa..? kakak serius..?"


"Ya, i miss you more. Aku tutup dulu ya kak, aku ingin memperlihatkan gaun ku pada Mommy. See you tonight.."


"Ya see you too Love, bye."


"Bye.."


...❄️❄️...


Seperti permintaan Mommy nya, Setelah mencoba gaun dan menunjukan nya pada orang rumah, Zoya segera memanggil ahli Spa dan dokter kecantikan untuk datang dan menangani dirinya, ia melakukan perawatan seperti permintaan sang mommy.


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat.


Dekorasi sudah selesai tepat pukul 1 siang.


Dan Koki terbaik di datangkan khusus untuk menangani menu makan malam yang saat ini tengah sibuk-sibuknya di kitchen room bersama dengan Mommy Julie, Semuanya sudah di rancang dengan begitu sempurna.


Semua ini juga tidak lepas dari bantuan Aunty Belle.


Semuanya terlihat begitu antusias untuk menyambut malam ini seperti Zoya. Antusias bercampur deg-degan. Itulah yang ia rasakan. Perasaan Zoya bercampur aduk menimbulkan sensasi yang berbeda.


Waktu menunjukan tepat pukul 5 sore, Zoya sudah tampil cantik dengan gaun putih dan juga make up sederhana nya.


Tidak hanya Zoya, Mommy dan Dady nya juga sudah siap untuk menyambut para tamu undangan.


Ahh, tidak lupa Opa dan Oma yang juga sudah tampil dengan begitu bersahaja.


"Zozo..!!


Cekrek.. Cekrek..


Ken membidikkan kamera yang ditangan nya ke arah Zoya dan menangkap siluet yang indah. "Wah kakak terlihat lucu dalam foto ini, aku akan menyimpan nya."


"Ken. tunjukan padaku!!" pinta Zoya. "NO! Wee😋 Aku akan menunjukan nya pada kak Zen dan kak Jordan."

__ADS_1


"Ken! Berikan padaku!"😠😠


"Gak mau.. Gak mau.. Weee..." 😜 Ken berlari menghindari Zoya.


"Ken... kamu mau kemana... kemari kan, aku ingin melihatnya... Ken...!!! Zoya berteriak, ia sedikit kesal dengan ulah adik kecilnya. Ahh, bukan kecil lagi, kalau masih kecil Ken akan menggemaskan, bukan seperti sekarang. Huh!


...❄️❄️...


...Pukul 17.30,...


Satu persatu tamu undangan sudah datang,


Sebelumnya Zoya kembali ke kamar. Ia memperbaiki riasan nya yang sedikit berantakan akibat ulah Ken.


Rehan bersiap untuk menyambut tamu-tamu mereka di depan pintu menuju taman cantik yang sudah dihiasi dengan lampu-lampu yang kerlap-kerlip meramaikan malam.


"Julie, Rehan..,? Donny dan keluarga kecilnya sampai di kediaman Rehan.


"Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir malam ini Belle." Julie dan Isabelle saling berpelukan. "Haii tampan Aunty.. selamat sore.."


Julie menyapa Kevin Putra kedua Isabelle dan Donny.


"Selamat sore kembali Aunty.." balas Kevin.


"Dimana Adam..?" Tanya Julie mengabsen keluarga itu.


"Adam tidak bersama kami. Dia di masih di Singapore." jawab Isabelle. "Bung,, akhirnya hari ini tiba juga. Oh Man. Apa kita sudah sangat tua...?"


Donny melontarkan gurauannya.


"Yah begitulah kawan." Rehan tersenyum. "Malaikat kecilku akan segera direbut. Ahh.. hatiku sakit, Apa kau juga merasakan nya?" Rehan memegang dadanya.


Ha-Ha-Ha..


"Sudah, sudah.. Ayo aku antar kan ketempat duduk kalian.." Julie mengambil alih. "Pergilah bersama nyonya rumah ini sobat, kita akan bersulang setelah nya.."


"Baiklah, sebagai tamu yang baik, kami akan menuruti tuan rumah.."


"Ini meja kalian, Silahkan duduk di sini. Aku akan menemani tuan rumah sebentar." Julie tersenyum ramah seperti biasa.


"Pergilah Julie." Setelah mengantarkan Dony dan keluarga nya, Julie mencari keberadaan Zoya, putri nya, namun gadis itu tidak ada di sana.


"Ken, panggilkan kakak mu, katakan padanya agar segera turun untuk ikut menyambut tamu-tamu"


"Yes Mom, laksanakan.. " Saat Julie kembali menemui suaminya, Aldi dan keluarga nya ternyata baru saja tiba.


"Al....?" Julie berjalan mendekat menghampiri sahabatnya itu. "Julie." Aldi tersenyum lembut saat Julie menatap nya. "Aku merindukan mu."


Julie dan Aldi berpelukan singkat.


"Margaret, selamat datang di rumah kami.." Julie menyapa istri Aldi. "Terima kasih Julie. Seperti nya ini acara spesial..?"


"Heh..?"


"Hallo Aunty Julie." Sela gadis manis yang berdiri di tengah ketiga nya. "Hallo sayang.. Kamu cantik sekali." Julie membelai wajah Elizabet.


"Terima kasih Aunty."


"Kalau tidak keberatan, kami membawa satu orang tamu tambahan. "Perkenalkan, ini Maria, dia teman Zen di U.K. gadis ini memaksa ikut karena ingin menemui Zen."


Aldi memperkenalkan gadis muda dengan paras wanita Inggris yang sangat anggun dan juga berparas cantik. Wanita Aristokrat. Mungkin itu nama yang cocok disematkan untuk gadis muda tersebut.


"Anak ku punya teman secantik ini, waw.. " puji Julie.


"Selamat malam Aunty, Uncle.. " Gadis itu menundukkan kepalanya, memberi salam dengan sopan.


"Selamat malam kembali untuk mu Young Lady." Sambut Julie. "Sepertinya semua tamu sudah datang, Mari kita masuk." Ajak Julie pada Aldi dan keluarga nya. Mereka jalan bergandengan.


Dari kejauhan Zoya sudah melihat kedatangan calon mertuanya itu. Gugup. Itulah yang Zoya rasakan.


"Kak Zen mana sih, kok masih belum datang..!"


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2