
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
...Airport, pukul 10 pagi....
Shreya dan Lova sama-sama mengantarkan kekasih mereka hingga tiba di bandara.
Hari ini, Ken dan juga Leon harus kembali ke Indonesia setelah menghabiskan waktu liburan mereka selama dua pekan di Stockholm. Meskipun merasa enggan untuk berpisah, namun mereka harus pulang mengunjungi orang tua mereka di indonesia.
Ada kebersamaan, tentu harus ada perpisahan..
''Jaga kesehatan ya Sea, jangan lupa setiap hari kamu harus mengirimkan pesan, dan setiap hari aku juga akan menelpon mu.'' pesan Leon kepada kekasihnya.
''Hmm. Kamu juga ya Le, jaga kesehatan, dan salam buat om sama tante di Indo, semoga kita bisa ketemu lagi dalam waktu dekat.'' Shreya memeluk Leon.
''Aku sudah tidak sabar ingin memperkenalkan mu kepada mama ku Sea. Mama pasti akan snagat menyukaimu.''
Tidak seperti Ken dan Lova. Leon dan Shreya memang menjalani hubungan jarak jauh yang benar-benar akan membuat mereka sangat jarang bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
''Aku bakal kangen banget sama kamu Sea.. '' Leon merasa tidak rela untuk melepaskan pelukannya.
''Hmmm. aku juga Le, aku juga akan kangen sama kamu.'' balas Shreya.
Sementara itu;
Sejak tiba ditempat menunggu setelah melakukan pemeriksaan boarding pass, Ken sudah tidak ingin melepaskan Lova. Ken tidak memperdulikan orang yang berlalu lalang memperhatikan dirinya yang terus-menerus menempel pada Lova.
''Apa kau ingin terus memeluk ku seperti ini? hem..?'' Lova berkata pelan, sambil tersenyum karena tingkah manja kekasihnya.
''Aku akan merindukan mu setiap hari L.. biarkan aku memelukmu seperti ini. Tidak akan lama, hanya sampai waktu untuk berangkat tiba.'' sahut Ken dengan enggan.
''Satu bulan bukan lah waktu yang lama Ken. Kita juga akan segera bertemu lagi saat kita kembali ke London.''
''Tapi bagiku itu sangat lama.'' Protes Ken. ''Aku benar-benar tidak suka liburan seperti ini.'' tambahnya, masih merasa enggan. Jika bisa, Ken akan memilih tetap berada di dekat Lova, hanya saja, ia juga merindukan mom dan Dady nya, belum lagi ia juga harus mempersiapkan dirinya untuk bekerja di perusahaan selama musim panas.
''Menurutku ini sangat baik untuk melatih diri kita masing-masing. Bagaimanapun kita selalu bersama-sama selama beberapa bulan terakhir, dan ini adalah kesempatan bagi kita untuk memberikan waktu bagi hati dan juga pikiran kita untuk mengembangkan perasaan dan juga cinta yang kita miliki. Tidak kah kau setuju dengan itu Ken?'' tanya Lova.
''Aku tidak suka konsep yang seperti itu L.. aku lebih suka kita bersama-sama di manapun dan kapanpun.'' sahut Ken sesuai dengan perasaan nya.
''Kapan pun dan di manapun? Apa kau pikir aku istrimu?" balas Lova.
''Kenapa? kau tidak mau jadi istriku? Aku akan menjadikan mu istriku dimasa depan.'' Janji Ken.
''Ahh.. lagi-lagi kau membuat janji padaku. Apa kau ingat semua janjimu selama ini?"
''Kau meragukan ku, L..? aku ingat semua yang aku katakan, semua yang aku janjikan, dan aku pasti akan menepati semuanya. Tunggu saja. Aku akan menepatinya untukmu.- dan kau juga harus menepati janjimu.'' Kata Ken, masih terus memeluk Lova.
''Janjiku?''
''Jangan katakan kau lupa L..!'' sela Ken dengan wajah kesal yang menggemaskan.
''Ahh, begini lebih baik, aku bisa melihat wajahmu.'' ujar Lova, saat Ken melepaskan pelukannya hanya untuk memberikan tatapan aneh namun lucu pada Lova.
''Katakan kau tidak akan lupa apa janjimu L..!'' Ken menatap Lova dengan serius.
''Ya, ya aku tidak akan lupa Ken, aku ingat aku harus menjaga diriku, dan juga segera kembali kerumah jika pekerjaan ku sudah selesai. Aku juga harus mengirimkan pesan pada mu, dan juga sesekali menelpon mu jika calon pimpinan ini tidak sibuk.- Lova menggoda Ken. ''Ahh, satu lagi, aku juga harus membawa ponselku kemanapun aku pergi. Benar?"
''Hmm. Kau harus menepati semua perkataan mu L.. atau aku benar-benar akan cemas padamu.'' Sekali lagi Ken memeluk Lova lebih erat dari sebelumnya.
''Baiklah Ken, aku akan menepati semua janjiku. Jaga dirimu saat di indo, sampaikan juga salam ku pada Aunty dan juga Uncle.'' ucap Lova.
''Heii, pasangan lama.. apa kalian akan terus berpelukan seperti itu? hentikan sekarang!'' sela Leon pada keduanya.
''Berisik lo!'' sahut Ken menatap sengit pada Leon, membuat Shreya pun mentertawakan tingkah keduanya.
''Sudahlah Le, jangan menganggu mereka.'' ujar Shreya.
__ADS_1
Leon mencubit gemas hidung dan juga pipi Shreya; '' Baiklah Sea, aku akan mendengarkan kata-katamu.'' turut Leon.
Tak lama kemudian, waktu perpisahan pun tiba, kedua pemuda itu harus memberikan salam perpisahan sementaranya kepada masing-masing kekasih mereka.
''L.. jaga dirimu, aku mencintaimu. Sampai bertemu lagi.'' Ken memeluk dan mencium pelan bibir Lova.
Bibir yang akan ia rindukan mulai hari ini.
''Safe flight, Ken- Aku akan merindukan mu.''
''Senang mendengarnya sayang. Kau harus memastikan kau akan selalu merindukan ku.'' Ken mencium pipi Lova.
''Sea, aku harus pergi. Sampai bertemu lagi, aku akan mengunjungimu lagi sebelum liburan berakhir.'' pamit Leon juga.
''Hmm. Aku akan menunggumu Le, berhati-hatilah. Aku mencintaimu.''
''Aku lebih mencintaimu Sea..'' Leon juga memeluk kekasihnya sebelum mereka berpisah.
''L.. tolong jaga kekasihku.'' pinta Leon pada Lova sambil melambaikan tangannya.
''Siap, akan ku jaga dengan baik.'' sahut Lova dengan mantap.
''Jaga saja dirimu sendiri, L.. Shreya bisa menjaga dirinya dengan lebih baik.'' sela Ken.
''Kalian hati-hatilah..'' ujar Shreya.
''L.. aku mencintaimu.'' Sekali lagi Ken menyempatkan diri untuk memeluk Lova dan mencium hangat kening gadis itu sebelum ia benar-benar pergi.
''Aku juga, hati-hatilah.''
Ini terasa aneh. Meskipun Lova tau Ken hanya pergi sebentar dan pergi untuk menemui orang tuanya di indo, entah kenapa Lova merasa cukup sedih saat melihat Ken menjauh dari pandangannya. Belum sampai beberapa menit, Lova sudah merindukan Ken.
Lova dan Shreya hanya bisa melambaikan tangan kearah kedua pemuda yang semakin lama semakin tidak terlihat tersebut. Ya, kekasih mereka harus kembali ke negara asalnya, dan mereka akan bertemu lagi dalam waktu yang cukup lama.
''Sepertinya mereka sudah naik ke pesawat, kita bisa kembali sekarang.'' Ajak Shreya, menegur Lova yang masih menatap tempat dimana Ken dan Leon menghilang.
''Ada apa dengan perasaan ku?" gumam Lova berkata pada dirinya sendiri.
''Kau terlalu banyak bekerja L, pantas saja Ken mencemaskan mu.''
''Aku tidak seberuntung dirimu Sea, jika aku memiliki pekerjaan sepertimu, aku juga tidak akan melakukan pekerjaan ku saat ini. Tapi suatu hari nanti, aku juga akan mendapatkan apa yang aku mau. Tunggu saja.'' sahut Lova dengan percaya diri.
''Aku percaya pada mu L.. aku yakin kau pasti bisa. Kau wanita yang hebat.'' puji Shreya.
''Oh, begitu pun dengan dirimu Sea.'' kedua gadis itu saling memuji satu sama lain.
Setelah kembali kerumah, Lova segera pergi mengunjungi pantai, dan Shreya juga segera kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan nya.
''Kedua bocah itu sudah pergi..?" tanya Zoya saat bertemu dengan Shreya di depan kantor nya.
''Sudah kak, kami kembali setelah pesawat mereka lepas landas.'' sahut Shreya.
''Terima kasih, dan maaf sudah merepotkan mu mengantar mereka Shreya,-'' ujar Zoya.
''Tidak apa-apa kak, kakak ingin sesuatu? atau kakak ingin duduk sebentar?" tawar Shreya yang berjalan beriringan dengan Zoya.
''Aku tidak apa-apa Shreya, aku masih kuat membawa Little Lily kemanapun.'' Zoya tersenyum senang.
''Aku hanya cemas, Kak.''
''Terima kasih, kembali lah bekerja, aku akan keruangan ku.''
''Hmm. Hati-hati kak, jika butuh apapun, panggil saja aku.'' ujar Shreya lagi.
''Baiklah nona muda.'' Sahut Zoya, merasa berterima kasih atas perhatian gadis muda itu.
Sementara itu...
''Bi, tolong bawakan semua plasti-plastik yang ada disana.'' seru Julie. Ia baru saja kembali dari berbelanja. Setelah menerima telpon dari Zoya yang mengatakan putranya akan kembali ke Indonesia, Julie langsung memutuskan untuk pergi berbelanja membeli semua bahan makanan, ia ingin membuat makanan favorit putranya.
''Mau diletakan dimana nyonya?"
''Rapikan semuanya di dalam kulkas. Aku akan memasaknya besok pagi saat Ken tiba.- O'ya apa kalian sudah membersihkan kamar Ken?"
__ADS_1
''Sudah nyonya, semuanya sudah di ganti dengan yang baru.'' jawab bi Sum, asisten rumah tangga yang sudah bekerja hampir 15 tahun dengan keluarga Julie.
''Hmm. Baiklah, aku akan melihatnya nanti.-Pastikan semuanya sempurna, jangan sampai ada yang terlewatkan.'' perintah Julie lagi.
''Siap nyonya.''
Sementara Julie sibuk dengan dapurnya, Rehan pun tiba dirumah, sambil memperhatikan istrinya secara diam-diam. Cukup lama Rehan tidak melihat istrinya bersemangat seperti hari ini.
'Huupp.'
Rehan melingkarkan tangannya di pinggang Julie, menghirup pelan aroma segar dari tubuh istrinya.
''Kau terlihat sangat sibuk dan juga bersemangat Moo.'' Rehan menggigit pelan pundak istrinya.
''Tentu saja aku bersemangat Boo, putra kita akan kembali. Aku akan memasak semua makanan kesukaan nya besok.'' sahut Julie dengan antusias.
''Ah.. jadi putraku kembali? itu bagus, sudah saatnya dia harus belajar tentang perusahaan.''
''Jangan buru-buru untuk memintanya masuk kantor, Boo. Biarkan putra kita istirahat beberapa hari setelah dia tiba nanti. Jangan terlalu keras padanya, Ken masih terlalu muda.'' saran Julie.
''Kau terlalu memanjakannya, Moo, putra kita sudah cukup dewasa untuk melakukan kewajibannya sebagai putra ku.'' balas Rehan.
''Ya, ya.. aku tau itu, hanya saja,-
''Sssstt.. aku tau apa yang harus aku lakukan,Moo. Sekarang bisakah kau meninggalkan semua ini, dan mengurusku? hem? aku sangat lelah, aku sedang membutuhkan kasih sayang mu saat ini.'' pinta Rehan.
Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Rehan masih saja bertingkah seperti seorang pengantin baru saat bersama dengan Julie. Terkadang Julie lah yang harus mengingatkan kepada suaminya, jika mereka bukan lagi pasangan yang baru menikah.
Julie berbalik untuk melingkarkan tangannya di leher Rehan, ''Kau ingin dimanja? Hem.. ? ingin kasih sayang? begitu kah Boo?"
''Hmmm. Aku ingin bermanja-manja dengan istriku tercinta.''
Julie tersenyum, sesekali melihat sekitar. Akan sangat canggung jika dilihat oleh para asisten nya.
''Sama. Hari ini Aku juga sangat ingin di manja oleh suamiku. Aku ingin menghabiskan malam lebih lama bersama mu, Boo.'' sahut Julie, membalas Rehan sambil bertingkah manja.
''Wow.. benarkah istriku memikirkan hal seperti ini juga..?"
''Hmmm. Aku sangat menginginkan mu, Boo.''
''Sekarang?"
''Kenapa harus ditunda.''
''Baiklah.. saatnya bermanja-manja.'' seru Rehan lalu mengangkat Julie hingga istrinya berada di pelukannya.
''Awww.. '' pelan-pelan, tulang ku bisa patah kalau jatuh, kita sudah bukan anak muda lagi.'' peringat Julie pada suaminya, sambil terkekeh.
''Sampai tua pun aku akan tetap kuat menggendong istriku tercinta.'' sahut Rehan sambil tertawa lepas.
''Benarkah? aku meragukan itu..?"
''Kau akan melihatnya nanti, Moo- di usia 60 atau 70 tahun, aku akan tetap menggendongmu seperti ini.'' Rehan melangkah kan kakinya menapaki tangga menuju ke kamar mereka.
''Aku akan mempercayai suami ku.'' sahut Julie.
''Apa kita harus menyiapkan hadiah selamat datang, Moo?"
''Kau pikir putramu akan membutuhkan itu, Boo?- Ken lebih menyukai masakan ku di bandingkan hadiah.'' sahut Julie dengan percaya diri.
''Ahh.. kau momy nya, tentu saja apa pun yang kau lakukan akan menjadi hal yang paing anak-anak kita sukai.''
''Anak-anak kita juga sangat menyukai mu, Boo. Kau Dady yang luar biasa.''
''Dan kau mommy terhebat di dunia.- Aku ingin bersama mu seperti ini sampai kita tua nanti, sayang. Aku mencintaimu.''
''Begitupun aku, Boo. Aku sangat-sangat mencintaimu suamiku.''
...❄️...
...❄️...
...❄️...
__ADS_1