My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
Shreya Story


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


Pukul satu siang, setelah semua rapat telah selesai, dan semua staf kembali bekerja, Zoya pun kembali masuk ke dalam ruangannya. Setelah ini ia harus melakukan wawancara secara langsung untuk calon pegawai baru di kantornya.


Sebenarnya ini adalah tugas Cassian, mengingat laki-laki itu harus menyiapkan beberapa dokumen yang akan mereka bawa nanti, jadilah Zoya yang mengambil alih tugas tersebut. lagi pula ia tidak memiliki hal lain untuk di kerjakan.


"Jam berapa janji untuk wawancara karyawan baru mu sayang?'' tanya Zen yang juga sedang berada diruang kerja istrinya itu.


''Seharusnya begitu jam istirahat selesai.''


''Apa aku harus kembali sekarang?"


''Kau ingin segera kembali kak? kalau begitu berhati-hatilah. Aku juga tidak akan lama disini, setelah ini kami akan pergi untuk meninjau pembangunan proyek yang baru.'' Zoya melambaikan tangan nya di serta senyuman ceria layaknya seorang remaja.


''Kami..?'' Zen mengerutkan kening nya.


''Ya, kami. Apa ada salah kak..?" tanya Zoya disertai dengan kerutan dahi meniru ekspresi Zen.


Zen menghampiri kursi Zoya, dan menariknya sampai begitu dekat, ''Bisa kau jelaskan dengan -kami- yang kau maksudkan itu sayang? aku rasa aku belum tau tentang ini.'' ujar Zen mengintrogasi.


Zoya mengingat kembali, apakah ia memang belum menceritakan hal ini, atau Zen saja yang lupa perihal proyek baru yang saat ini sedang yayasan tangani;


suami tercinta nya ini  memang selalu ingin tau apa saja yang sedang Zoya kerjakan;


''Ah.. seperti nya aku belum cerita padamu kak,- Zoya tersenyum dengan polosnya. ''Kami sedang mengerjakan proyek baru,- dan kami yang ku maksudkan, termasuk Cassian, dan beberapa Investor lain di dalamnya. Jadi, setelah aku menyelesaikan wawancara siang ini, kami akan langsung pergi ke--


Tok..Tok..


Suara ketukan di pintu membuat Zen harus menghentikan interogasinya kepada Zoya, dan keduanya juga segera memperbaiki posisi mereka.


''Masuklah!'' seru Zoya, sambil tersenyum melihat wajah suaminya yang terlihat kurang puas dengan jawaban yang ia terima.


''Calon pelamarnya sudah datang, apa aku harus menyuruhnya menunggu lagi?'' Sashi tersenyum canggung saat melihat keberadaan Zen di samping Zoya.


''Tidak perlu,- aku akan segera pergi.'' kata Zen membuat Sashi menganggukkan kepalanya lalu kembali menutup pintu.


''Nah kau- nyonya Zen Mahendra, sebaiknya kau pergi bersama ku. Karena aku yang akan mengantar mu kesana.- Zen berujar dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


''Baiklah kak, kalau kau tidak merasa keberatan, aku akan sangat senang bisa pergi bersama suami ku. Jadi sekarang kau bisa tunggu aku di ruangan Cassian, dan tanyakan lebih lanjut padanya, karena aku harus mewawancarai nona muda saat ini.'' kata Zoya. Tidak lupa ia juga memberikan senyuman semanis gula agar dapat merubah raut wajah suaminya.


''Hmm. Baiklah. Aku akan menunggu mu disana sayang.'' Setelah memberikan kecupan di kening Zoya, Zen segera keluar dari ruang kerja istrinya. Tak jauh dari depan pintu, sudah berdiri seorang gadis muda mengenakan pakaian formal menunggu giliran nya untuk masuk.


''Kau yang akan wawancara, young Lady?" tanya Zen saat keduanya berpapasan.


''Benar tuan, saya. Apa saya sudah boleh masuk sekarang?"


''Tentu. Kau sudah di tunggu,- silahkan.''


Tak lama kemudian pintu ruang kerja Zoya kembali terbuka.


''Permisi, saya,-


''Masuklah, kemari dan duduklah disini.'' sambut Zoya ramah. ''Baiklah, tidak keberatan bukan jika langsung ku mulai sekarang?"


''Silahkan nona..''


Zoya mengambil kertas resume yang diberikan sebelumnya, ia membaca nya sesaat; sementara gadis di depan nya terlihat sedikit gugup.


''Melihat dari resume yang kau kirimkan, meskipun kau memang masih terlalu muda untuk posisi ini, seperti nya kau sudah menguasai pekerjaan ini lebih dulu, bisa ceritakan pada ku bagaimana pengalaman bekerja mu sebelumnya dalam bidang ini, nona- Shreya..?" pinta Zoya.


''Aku menyukai hal-hal yang berhubungan dengan bidang ini nona, dan sebelumnya,- sebelum kami pindah kesini, aku juga melakukan pekerjaan ini untuk membantu saudaraku di sekolah miliknya.''


''Sekolah? kakak mu mendirikan sekolah? dimana sekolah milik kakak mu sebelumnya?'' tanya Zoya lebih antusias.


''Afrika. - Kami tinggal di sana selama empat tahun terakhir, dan setelah kakak ku menikah, disinilah kami sekarang.'' jelas Shreya.


''Dari resume mu saat ini, kau juga seorang mahasiswi di RKH. Apa kau yakin bisa bekerja sambil melakukan studi mu?"


''Aku yakin nona, dan aku sudah terbiasa melakukan nya.'' jawab Shreya dengan percaya diri.


''Jurusan apa yang kau ambil di RKH..?"


''Musik dan instrumen kontemporer nona, ku dengar anda juga seorang Violinis yang sangat hebat, tolong ajarkan aku jika kau punya waktu luang.'' pinta Shreya dengan bersemangat; ''Ah- maafkan aku nona, aku hanya...-


''Tidak masalah. Aku menyukai semangat mu, ku rasa kita akan sering bertemu.''


Wawancara tersebut tidak berlangsung lama, dan Zoya sudah mengambil keputusan untuk mempekerjakan Shreya di kantornya. Gadis muda itu sangat berbakat dan juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menempati posisi yang saat ini tengah kosong.


''Kau bisa melaporkan dirimu dan mengambil tanda pengenal mu di ruang administrasi. Kau bisa mulai bekerja besok. Selamat bergabung di -MOTHER- famili.'' Zoya menutup sesi wawancara tersebut.


''Terima kasih nona, terima kasih.''

__ADS_1


Akhirnya, Zoya kembali memiliki gadis muda selain Sashi meskipun sebenarnya usia mereka tidak terlalu jauh berbeda. Zoya sangat menyukai gadis-gadis muda yang memiliki semangat, ambisius dan beraura positif seperti Shreya.


Gadis itu mengingatkan Zoya tentang dirinya yang dulu.


Setelah melaporkan dirinya ke ruang administrasi dan mendapatkan kartu kepegawaiannya, Zoya keluar dari Yayasan dan di depan sana, sudah ada kakak nya tercinta serta kakak iparnya yang sedang menunggu.


''Damdam,- Kak Lea.. '' Seru Shreya melambaikan tangannya.


''Bagaimana cebol? kau diterima?" tanya Damian pada adik kecilnya.


''Coba lihat apa yang ku miliki?'' ujar Shreya menunjukan kartu kepegawaiannya. Damian dan Lea turut senang melihat Shreya bisa di terima di yayasan tersebut.


''Selamat cebol. Aku tau kau pasti bisa.- Selamat sayang.''


Damian dan juga Lea bergantian memeluk Shreya.


''Sebaiknya kita segera pulang, jangan biarkan calon keponakan ku kedinginan.'' ujar Shreya mengelus perut kakak iparnya.


Damian menikahi Lea dua tahun yang lalu, setelah kisah cintanya dan Casandra berakhir karena jarak.


Lea adalah seorang wanita dari salah satu suku berpengaruh di Afrika, yang juga membantu di sekolah milik Damian.


Lea adalah gadis yang baik dan juga mandiri, selain itu, kakak ipar Shreya adalah seorang wanita tangguh yang sangat lihai berburu.


Shreya juga tidak tau bagaimana awalnya keduanya bisa saling jatuh cinta, namun Shreya sangat bersyukur, dengan adanya Lea, kehidupan mereka menjadi lebih berwarna.


''Kau benar, sebaiknya kita segera pulang, disini cukup dingin, benarkan Litle bean..?'' ujar Damian mengelus perut istrinya dengan sayang, usia kandungan Lea saat ini sudah memasuki usia dua puluh delapan minggu.


Kehidupan mereka telah berubah sekarang. Meskipun tidak seperti sebelumnya, namun jiwa dermawan yang dimiliki sang kakak tak membuat mereka pantang menyerah. Meskipun harus mengulang semua dari awal, Damian dan Shreya tak keberatan untuk melakukannya.


Selama empat tahun ini, mereka telah sama-sama berjuang membangun pundi-pundi mereka sendiri, dari sana juga mereka kembali membagikannya bagi orang-orang yang lebih membutuhkan.


Shreya sangat senang melakukan apa saja bersama Damian dan juga Lea. Ia bisa belajar banyak hal, dengan begitu perlahan ia bisa melupakan rasa sakit yang ia rasakan dan perlahan-lahan sembuh dengan semua cinta dan juga perhatian yang ia terima dan juga yang berikan selama ia bersosialisasi dengan anak-anak yang sama tidak beruntung nya dengan dirinya selama mereka tinggal di Afrika.


Dan sekarang..?


Shreya hanya ingin menjalani kehidupan nya dengan bebas dan bahagia. Ia ingin melakukan pekerjaan yang ia sukai. Menyelesaikan studi di bidang yang ia sukai, dan juga suatu saat nanti.. mungkin ia bisa jatuh cinta dengan seseorang yang bisa membuatnya merasa begitu istimewa dan membangun keluarga kecil nya sendiri.


''Ahh.. apa kabarnya Leon dan Ken? Apa mereka masih mengingatku setelah sekian lama?-- Semoga mereka juga senantiasa bahagia.''


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


__ADS_2