
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
Saat sinar matahari pagi sudah menampakan warna kemerahan nya yang begitu rupawan menghiasi langit pagi, Lova pun sudah siap untuk memulai hari nya.
Setelah mencuci piring dan juga mencuci pakaian, Lova pun segera menyiapkan dirinya.
Tidak banyak yang bisa Lova kerjakan dirumah selain hanya membantu beberapa pekerjaan megan.
Lova juga harus pergi untuk mengerjakan semua orderan perhiasan buatan tangan nya.
Setelah menyiapkan beberapa menu sarapan bagi kakak dan juga kakak iparnya, Lova juga menyiapkan bekal untuk dirinya sendiri.
Untuk hari ini, Lova akan membawa ransel yang lebih besar. Ia harus membawa lebih banyak manik-manik dalam kotak perhiasan nya. Lova juga harus mengisi tas nya dengan beberapa baju ganti, karena hari ini ia akan menghabiskan sepanjang waktu nya untuk berada di sekitaran pantai dan pondok.
Setelah mendapatkan pesanan yang lebih banyak dari toko langganan nya; Lova sedikit kewalahan untuk menyediakan gelang dan kalung sesuai permintaan.
Terlebih lagi karena saat ini kerang-kerang yang merupakan bahan utama pembuatan perhiasan nya semakin sulit untuk ditemukan.
Untuk mencukupi kebutuhan pembuatan perhiasan nya, Lova harus meminta bantuan pada anak-anak yang tinggal di pinggir pantai untuk mengumpulkan untuk nya kerang-kerang yang ia butuhkan, sebagai gantinya, Lova akan membayar semua kerang-kerang yang ia terima.
Jika tidak melakukan itu, maka Lova harus selalu bekerja keras untuk melakukan semuanya sendiri.
Setelah memasukan semua barang-barang nya ke dalam ransel, Lova pun keluar dari dalam apartemen melalui tangga bagian samping karena tidak ingin membangunkan kakaknya yang masih tertidur.
''Kau dengar suara itu sayang?" tanya Cassian yang baru terjaga dari tidurnya.
''Hmm. Aku mendengarnya sayang, siapa lagi kalau bukan gadis kecil itu. Dia pasti menyelinap lagi agar tidak membangunkan kita.'' sahut megan.
''Lagi? Aku harus memeriksanya sayang, lihat, ini masih pukul lima pagi, bagaimana Lova selalu pergi sepagi ini, dia bisa membeku diluar sana.'' balas Cassian, seraya mengenakan mantelnya.
Meskipun tidak bisa melarang adik iparnya untuk tidak pergi sepagi ini, setidaknya Cassian harus memastikan jika gadis itu mengenakan pakaian yang tepat untuk berjalan di tengah cuaca yang dingin seperti saat ini.
Cassian sedikit mempercepat langkahnya saat keluar dari apartemen. Dari jarak sekitar 100 meter, Cassian bisa melihat punggung Lova yang sedang menggendong ranselnya berjalan di tengah cahaya temaram.
''L !'' Cassian berlari menyusul Lova. ''Mendengar namanya di panggil, Lova pun menghentikan langkahnya,dari arah belakang, Lova melihat Cassian yang berlari cukup cepat kearahnya.
''Kakak, ada apa? apa aku membangunkan kakak?" tanya Lova keheranan.
Cassian tidak menjawab. Ia hanya bisa merasakan udara pagi yang kini sedang menyerap ke dalam tubuhnya.
Ia memeriksa Lova dari atas sampai ke bawah, gadis itu telah mengenakan pakaian yang tepat, dan juga mengenakan booth nya, syukurlah.
__ADS_1
''Kenapa kau harus pergi sepagi ini L? kau bisa sakit jika setiap hari melakukan ini.'' cemas Cassian.
Lova tersenyum mendengar kecemasan kakak iparnya. Sejak ia remaja, Cassian memang selalu menganggap Lova seperti adiknya sendiri.
Cassian tidak pernah mengeluh disaat harus membayar semua kebutuhan Megan dan juga L, apa lagi disaat Megan dan Cassian memiliki seorang putri. Lova hanya tidak tega terus menerus semakin membebani Cassian.
Dengan memiliki penghasilan sendiri, setidaknya L bisa sedikit meringankan beban Cassian.
''Aku akan baik-baik saja kak. Aku kuat. Aku juga sudah membawa semua kebutuhan ku, dan aku juga sudah membawa obat-obatan untuk berjaga-jaga.'' sahut Lova.
Cassian menghembuskan nafas nya sesaat, lalu memeluk Lova secara tiba-tiba;
''Maafkan kakak L, jika saja kakak bekerja lebih keras, kau tidak akan melewati semua ini.'' gumam Cassian.
Lova yang mendengar kata-kata itu merasa tersentuh, Cassian bahkan memikirkan dirinya sampai sejauh itu. Beruntung nya Lova memiliki seorang kakak seperti Cassian.
''Aku baik-baik saja kak. Disaat aku menyelesaikan pendidikan ku nanti, aku pasti akan mendapatkan pekerjaan yang tepat. Hanya sampai itu, tolong tetaplah menjadi kakak ku dan mendukung ku. Aku mencintaimu dan juga Megan.''
''Kami juga sangat mencintaimu L.- Baiklah, kau boleh pergi sekarang, pastikan kau selalu aman, dan cepat hubungi aku atau Megan jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.'' peringat Cassian.
''Aku akan melakukan nya kak- sampai nanti.'' seru Lova yang mulai menjauh dari Cassian sambil melambaikan tangannya.
Setelah tiba di pantai, terlebih dahulu ia singgah di pondoknya. Disana, Lova memindahkan semua barang bawaan nya. Ia juga harus mengganti pakaian nya dengan pakaian yang lebih tipis.
Setelah selesai, L juga mengisi tas yang akan di bawanya dengan tumbler yang berisikan minuman hangat, dan juga kotak bekal untuk sarapan nya . Tidak lupa Lova juga membawa kotak tempat penyimpanan uang nya.
Di siang hari, L selalu memiliki janji kepada anak-anak untuk melihat semua kerang yang berhasil mereka kumpulkan, setelah itu Lova akan membayar sesuai dengan kerang-kerang yang ia perlukan.
Tapi sebelum itu, Lova menyempatkan dirinya untuk mengirimkan pesan kepada kekasihnya;
Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Lova pernah lagi melupakan rutinitas penting nya, yaitu untuk mengirimkan pesan kepada Ken.
Karena terlalu sibuk dengan pesanan nya beberapa hari yang lalu, L sempat lupa mengirimkan kabar kepada Ken, alhasil- entah berapa lama Ken harus mengomeli dirinya.
Lova tidak ingin lagi membuat Ken cemas, karena itu; setiap pagi Lova selalu ingat untuk menyempatkan diri mengirimkan pesan kepada Ken, dan di malam hari Lova akan kembali memeriksa balasan nya.
Begitulah hubungan mereka terjalin selama dua minggu ini. Ken tidak lagi mengabaikan dirinya, dan mulai menjadi dirinya yang sebelumnya Lova kenal.
''Come on L! Hari ini akan lebih baik dari kemarin,- Kau pasti bisa!'' sekali lagi Lova memberikan semangat pada dirinya.
Dengan semangat dan juga seluruh pikiran positif yang di milikinya, Lova siap untuk menaklukan hari.
''Wish me luck today."
...❄️❄️...
Pukul satu siang, di Airport internasional Stockholm, Shreya sedang menunggu untuk menjemput kekasihnya, Leon.
Pesawat yang di tumpangi Leon sudah melakukan Lending beberapa puluh menit yang lalu, dan saat ini Shreya hanya tinggal menunggu kekasihnya itu memunculkan batang hidung nya.
__ADS_1
''Sea!'' Seru Leon dari kejauhan saat melihat kekasihnya yang sudah menunggu dirinya,
Shreya yang mendengar namanya di panggil pun mencari kepada sumber suara; dan Yah, kekasihnya sudah berada disini bersamanya.
''Welcome back!'' sambut Shreya seraya memeluk Leon.
''Terima kasih sudah menjemputku sayang.'' balas Leon. ''Bagaimana penerbangan mu? melelahkan?"
''Tidak juga,- selama penerbangan aku selalu memikirkan gadis yang aku rindukan, jadi penerbangan ku terasa begitu cepat berlalu, dan poooff.. i'm here.''
''Dasar gombal!''
''Ehh.. siapa? aku? mana mungkin. Aku mengatakan yang sesungguhnya.'' sahut Leon. ''Ya ya.. baiklah, mari kita kembali, jam istirahat ku sudah hampir berakhir." Shreya.
''Baiklah, ayo kita pulang.'' sahut Leon.
Selama berada di stockholm, Leon akan tinggal di rumah keluarga Zen dan Zoya.
Dirumah itu saat ini hanya di tinggali oleh pelayan yang dipercayakan menjaga rumah selama pasangan Zen dan Zoya berada di indonesia; karena itulah Leon di berikan ijin untuk tinggal disana selama berada di Stockholm.
''Kau akan pulang seperti biasa Sea? di jam yang sama, hari ini?" tanya Leon.
''Hmm. Tentu. Kantor selalu memiliki jadwal yang tetap untuk semua pekerja nya- kenapa?'' sahut Shreya.
''Tidak ada apa-apa sayang, aku hanya ingin menjemputmu lalu kita makan malam bersama, hanya itu, bagaimana, kau mau?" tanya Leon yang langsung mendapatkan anggukan dari Shreya.
Setelah mengantarkan Leon sampai di kediaman keluarga kecil ZZ, Shreya pun harus segera kembali ke kantor.
''Bye, Le.. sampai bertemu nanti.'' Shreya melambaikan tangan nya dengan girang. ''Bye Sea, hati-hati.'' sahut Leon, balas melambaikan tangan saat mobil Shreya mulai meninggalkan halaman rumah keluarga Z'Z.
Setelah mobil Shreya pergi, Leon memasuki rumah, dan benar saja, disana sudah ada seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun yang menjaga rumah itu menyambut dirinya.
''Selamat datang tuan Leon, saya akan melayani anda selama anda berlibur disini.,'' ujar pelayan itu ramah.
''Terima kasih, aku akan memanggilmu jika aku butuh bantuan.'' sahut Leon, lalu masuk untuk meletakan barang-barang nya ke dalam kamar.
Tak ingin menghabiskan waktu senggang nya begitu saja, Leon memutuskan untuk pergi ke pantai dan mencari keberadaan Lova. Di saat seperti ini, L akan berkeliaran di sekitar pantai. ''Ah, mungkin kah Lova titisan seorang mermaid?''
Gadis itu belum mengetahui tentang kedatangan Leon, dan ini adalah kesempatan yang baik untuk membuat kejutan bagi Lova. Leon sangat ingin melihat reaksi sahabatnya itu. Leon juga ingin memastikan sendiri bagaimana keadaan Lova saat ini.
''Bi, aku akan keluar, mungkin sampai larut malam, jadi tidak perlu menyiapkan makan malam untuk ku. Aku akan makan malam bersama kekasihku.'' seru Leon keluar sejenak dari dalam kamarnya.
''Baik tuan, seperti yang anda perintahkan.'' sahut bibi tersebut dengan ramah.
Kini Leon semakin bersemangat untuk lebih cepat menemui Lova. Leon harus benar-benar menyiapkan sebuah kejutan yang menari;
''Tunggu lah L.. apa aku bisa menjadi sebuah kejutan untuk mu.'' gumam Leon, dengan antusias.
...❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...