
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Kehidupan sebuah pernikahan, kadang tak bisa di prediksi. Selalu ada saja drama yang menghiasi dan bergulir di dalam nya.
Kadang drama itu berakhir baik, karena dapat diselesaikan dengan sebuah candaan dan juga kecupan tanda penyelesaian.
Namun tidak jarang juga, drama tersebut juga mengalami jalan buntu. Dan jika sudah demikian, maka baik Ken dan Lova, hanya membiarkan saja semua nya mengalir seperti air dan menemukan penyelesaian nya sendiri, hingga bisa berjalan seperti seharusnya.
Pernikahan mereka saat ini sudah memasuki usia ke enam tahun. Dan jika di Tanya apakah mereka bahagia? jawaban nya tentu saja mereka bahagia.
Tak ada hubungan Yang lebih baik dari sebuah pernikahan. Meskipun di dalamnya akan di temukan berbagai macam kesulitan, namun akan selalu ada jalan kembali dan tempat untuk kembali, yaitu keluarga.
Akan selalu ada orang Yang memiliki perasaan tulus, dan kepedulian Yang tulus. Akan ada hati Yang dapat menerima semua kekurangan dan juga kelebihan kita.
Ada banyak hal Yang tak dapat di ungkapkan dalam sebuah pernikahan, namun sebuah pernikahan, tentu lebih baik dari hubungan lainnya.
Begitu pula dengan Ken dan Lova. Kehidupan pernikahan mereka memang tidaklah sempurna. Terkadang mereka juga mengalami terpaan badai Yang membuat mereka terombang-ambing.
Namun karena ketulusan sebuah perasaan cinta, keikhlasan, kedewasaan, kejujuran, hingga kerelaan dalam memaafkan, keduanya dapat saling memahami, dan juga dapat menjalani kehidupan rumah tangga mereka dengan sangat baik hingga saat ini.
...❄️❄️...
Beberapa tahun Yang lalu, Ken dan Lova juga memutuskan untuk kembali ke Jakarta, seperti permintaan sang Dady.
Saat ini, Ken sudah menerima posisi untuk menjadi direktur utama di Zoya's Group, dan secara penuh mengelola semua perusahaan. Baik perusahaan utama, dan juga cabang.
Dan Lova, ia mendukung penuh suaminya, dan ikut bersama Ken ke Jakarta, sementara pekerjaan nya di Bali, ia percayakan kepada Manager yang saat ini mengelola toko nya. Sesekali, Lova akan datang untuk melihat toko nya.
Meskipun begitu, Lova tetap menjalan kan tokonya, karena ia sendirilah yang mendesain semua perhiasan yang di pesan oleh para klien dan mengirimkan nya kepada tim produksi. Ia juga akan selalu menerima laporan keuangan setiap minggu nya.
Dan sejauh ini, semuanya bisa berjalan dengan sangat baik, sesuai dengan harapan nya. Begitulah cara Lova menjalankan pekerjaan nya.
Sementara Rehan, memutuskan untuk pensiun dini dua tahun lalu setelah menyerahkan penuh perusahaan kepada putra nya, Ken.
Dan saat ini, Rehan lebih memilih untuk menemani para cucu-cucu nya secara bergantian.
Rehan sangat menikmati kehidupan baru nya, dan anak-anak nya pun merasa senang akan hal tersebut.
Terkadang Rehan berada di rumah putri pertama nya, Zoya, untuk menghabiskan waktu bersama Earl yang saat ini sudah berusia 7 tahun, serta adik nya Kaenan yang baru berusia 5 tahun.
Di tambah lagi, saat ini putri nya itu sedang mengandung cucu ke empat Rehan, yang semoga saja kali ini keduanya di berikan seorang putri sesuai harapan Zen dan Zoya.
...❄️❄️...
"Apa yang kau lakukan sayang?"
Lova tersenyum kepada suaminya saat menengadah dari ponsel yang ada di tangan nya.
Ken baru saja tiba dirumah, setelah kembali dari kantor.
"Aku baru saja menerima panggilan dari Gill sayang. Kata nya kandungan nya sudah memasuki usia 34 minggu dan mereka tidak bisa pergi ke Stockholm untuk menghadiri pernikahan Leon dan Shreya." cerita Lova.
"Benarkah? Aku harap mereka bahagia untuk menyambut anak pertama mereka." sahut Ken yang kini tengah duduk di samping Lova dan memeluk pinggang istrinya dengan mesra.
...❄️❄️...
...Sedikit cerita tentang William dan Gill....
Dua tahun yang lalu, William resmi menikahi Gilliana, di Jakarta setelah menjalani hubungan jarak jauh selama satu tahun, hingga akhirnya William meminang Gill.
Setelah menetap selama kurang lebih dua bulan di Indonesia, William pun membawa istrinya, untuk ikut bersama nya.
Dan saat ini keduanya menetap di London, karena William harus menjalankan bisnis nya di sana. Saat ini, keduanya juga tengah menanti kelahiran anak pertama mereka.
Yang di prediksi akan lahir dalam hitungan minggu. Semoga saja kelahiran bayi pertama mereka berjalan lancar.
...❄️❄️...
Sementara Leon memilih untuk membangun karier nya di Stockholm. Tujuan utamanya agar bisa lebih dekat dengan kekasihnya. Shreya.
Hubungan mereka sudah berjalan kurang lebih delapan tahun lama nya. Dan sesuai dengan undangan yang sudah di kirimkan, Leon akan menikahi kekasihnya, Shreya, minggu depan dan akan di langsungkan di Stockholm.
Sesuai rencana juga, Ken dan Lova akan pergi ke Stockholm untuk menghadiri pernikahan kedua sahabatnya.
...❄️❄️...
"Dimana putri kecil kita?" Tanya Ken, saat mengamati sekitar namun tidak menemukan keberadaan putri kecilnya.
Biasanya, putri mereka akan menyambut kepulangan Ken dengan seruan yang lantang khas anak-anak, dan juga kata-kata lucu yang akan diucapkan nya sebagai ucapan selamat datang. Namun kini, Ken tidak melihat keberadaan putri kecilnya dirumah.
"Fillia sedang dirumah kak Zoya. Dady membawa nya untuk bermain bersama Kaenan." sahut Lova sambil tersenyum.
Setelah menunggu selama satu tahun lamanya, Ken dan Lova dianugerahi seorang putri dari pernikahan mereka.
Putri cantik nan begitu ceria dan juga aktif seperti mommy nya, namun memiliki otak cerdas seperti sang Daddy.
__ADS_1
Putri pertama mereka di beri nama Fillia K. L. Wijaya, Yang saat ini sudah berusia 4 tahun. Putri kecil mereka sangatlah luar biasa. Begitu cerdas dan juga sangat di sukai semua orang di mana saja ia berada.
Mungkin karena kepribadian Fillia Yang selalu ceria serta semua tingkah lucu dan menggemaskan di setiap perkataan dan perbuatan nya. Dan Ken sangatlah bersikap protektif kepada putri nya tersebut.
Saat ini saja, Ken bahkan sering membayangkan bagaimana putri kecilnya nanti akan di sukai banyak pemuda setelah bertumbuh dewasa. Atau bahkan sebelum itu.
Semua itu bagaikan mimpi buruk bagi Ken. Dimana ia membayangkan dengan begitu mudahnya semua pria menaruh perhatian kepada putri nya, dan mereka ingin selalu dekat dengan putri nya dengan berbagai cara.
Tidak.
Ken tidak akan membiarkan para pria tersebut untuk bisa dekat dengan putrinya, Fillia. Tidak selama Ken masih hidup.
Ken akan menempatkan para bodyguard untuk mengawasi putri nya, hingga para lelaki hidung belang tak punya sedikit pun kesempatan, bahkan hanya untuk mengedipkan mata. Ah, Fillia nya yang berharga.
"Seperti nya kita harus menjemputnya lagi. Karena yakin lah, Dady pasti tak akan membawa putri kita kembali. Sementara princess itu akan dengan senang hati selalu berada di sana, bersama para pangeran kecil." Ken menyunggingkan sebuah senyum.
Ia tak masalah saat putri nya dekat dengan para pemuda kecil putra-putra dari kakak nya, namun tidak berlaku pada putra-putra orang lain. Ken sangatlah posesif.
"Yah, aku rasa juga begitu. Kau tau bagaimana putri kecil mu."
Lova ikut tersenyum. Ia merasa sangat bersyukur, karena putri nya tumbuh bersama para sepupu laki-laki yang begitu menyukai nya. Terlebih Earl, anak itu begitu bisa di andalkan dalam menjaga adik-adik nya saat bermain.
Dan si bontot Kaenan, meskipun terkadang selalu suka menjahili Fillia, namun Kaenan adalah teman yang sangat baik dan menyenangkan.
Karena itulah, putri Ken dan Lova akan bersorak gembira setiap kali Grandfanya menyebutkan rumah Mom Zoe.
Karena Fillia begitu menyukai para sepupu nya.
"Bagaimana kalau kita naik ke atas..?" Ken mengerlingkan mata nya sambil menyunggingkan senyuman menggoda.
"Ke atas?" ulang Lova, tersenyum malu.
"Ya, tentu. Kita manfaatkan saat ini untuk menghabiskan waktu berdua, sebelum kita menjemput putri kecil kita." usul Ken, mengelus pelan pundak istri nya.
"Sekarang?"
"Aku tidak suka menunggu sayang."
"Tapi, berjanjilah kau akan berhati-hati." pinta Lova, membuat Ken mengerutkan Kening.
"Kau ingin bermain lembut? itu arti nya akan memakan waktu lebih Lama."
"Asalkan kau berhati-hati."
"Seperti permintaan mu sayang."
...❄️❄️...
...Dua jam setelah nya....
Ting Tong Ting Tong
Seru putri Ken dan Zoya yang mendengar suara bell berbunyi di tengah-tengah keasyikannya bermain bersama Kaenan.
"Uncle K! Uncle K!" Seru Kaenan juga, yang turut berlari kearah pintu untuk menyambut kedatangan Ken dan Lova.
Sementara Para orang tua hanya tersenyum, melihat tingkah anak-anak yang menggemaskan.
Setelah bibi membuka kan pintu, Fillia dan Kaenan berseru bersamaan untuk menyambut kedatangan Ken dan Lova.
"Mommy, Daddy!"
"Uncle, Aunty!"
Uppsss..
"Haii.. putri Dady, dan Jagoan." Ken memeluk putri dan juga keponakannya secara bersamaan.
"Daddy, Daddy. Hari ini Kaenan membuat tangan Lili lepas. Lili begitu sedih, karena tangan nya tidak bisa di sambung lagi.-
"Glanndfaa sudah membawa lili ke dokter, tapi kata Glannfaa tangan Lily tidak bisa di pasang lagi. Kaenan berbuat nakal." Adu Fillia kecil kepada Dady nya dengan begitu menggemaskan sambil sekali-kali melayangkan tatapan kesal kepada Kaenan.
"Aku tidak sengaja Uncle K, aunty, aku sudah berusaha memperbaiki lili, tapi tidak bisa. Aku juga sudah minta maaf kepada Filli." Kaenan membela diri, sambil menggoyang-goyangkan tangan Lova seperti meminta dukungan kepada Lova.
"Tidak apa-apa sayang. Lain kali, Kaenan harus lebih berhati-hati." Lova mengelus pelan pipi keponakan kecilnya, sambil tersenyum.
"Dimana lili sekarang, boleh Dady yang melihat nya?" Tanya Ken sambil tersenyum kepada putri nya yang raut wajahnya sudah berubah.
"Lili bersama mommy Zii, di sana." tunjuk Fillia lalu menuntun Dady dan juga mommy nya dengan antusias untuk masuk ke dalam rumah.
...❄️❄️...
Diruang tamu, Zen dan Zoya sedang duduk berhadapan dengan Dady Rehan untuk menikmati kudapan di sore hari.
"Dad.. Zozo, Kak Zen." Sapa Ken saat memasuki ruang tamu.
"Son." sahut Rehan, sambil tersenyum.
"Bagaimana kabar mu kak?" Lova mengambil tempat di sebelah Zoya, untuk berbincang mengenai kehamilan ketiga kakak ipar nya tersebut.
"Kabar ku baik-baik saja L. Meskipun terkadang, aku sudah mulai sering merasa lelah, tapi percayalah, perasaan ini sangatlah menakjubkan."
Zoya tersenyum sambil mengelus pelan perut buncitnya. Saat ini usia kandungan Zoya sudah memasuki usia 28 minggu yang arti nya beberapa bulan lagi, mereka akan segera melihat bayi ke empat di keluarga Wijaya.
"Bagaimana dengan mu. Kau sudah memberitahukan nya kepada Ken?" bisik Zoya, sambil sesekali melirik ke arah para lelaki.
Lova bersemu, namun tak bisa menyembunyikan senyum nya. "Belum kak, aku berencana memberitahu nya nanti atau mungkin besok." Lova balas berbisik.
__ADS_1
"Baiklah. Pastikan kau memberitahu Ken sebelum keberangkatan kalian ke Stockholm. Atau Ken akan marah seperti biasa nya. Kau tau Ken sangat ingin hadir di pernikahan Leon, tapi yang lebih penting, kalian harus memastikan apakah kau aman untuk pergi bersama." Nasihat Zoya.
Saat ini, hanya Zoyalah satu-satu nya yang tahu mengenai rahasia Lova.
"Aku tau kak, lagi pula aku juga tak ingin mengambil resiko. Aku akan mengatakan kepada Ken secepatnya."
...❄️❄️...
...Ke esokan hari nya.....
"Sayang. Kau sudah menyiapkan semua keperluan Filli, Aku sudah memesan penerbangan untuk kita pada kamis sore." Ujar Ken, seraya mematut dirinya di depan cermin.
"Aku sudah menyiapkan semua nya Ken, hanya saja,-
"Ada apa? Apa ada hal lainnya yang masih belum di siapkan, biar aku Yang lakukan." Ken, menatap istri nya dari cermin.
Lova bergerak mendekat ke arah Ken sambil tersenyum. "Apa kau lihat ada yang berubah dari ku?" Zoya bersuara.
Ken berbalik memperhatikan istri nya, berpura-pura berpikir sambil mengelus dagu.
"Coba ku lihat." kata nya. "berputar lah." perintah Ken.
"Kenapa harus berputar?"
"Aku tak akan tahu jika kau tidak berputar sayang." sahut Ken gemas. Ia sendiri pun tidak yakin apa tepatnya dengan perubahan yang di maksud oleh istri nya.
Setelah Lova berputar, Ken bersikap seolah-olah ia sedang menilai kembali.
"Istri ku lebih cantik dari biasanya." nilainya.
"Lebih sedikit berisi juga. Namun tetap cantik. Bahkan lebih cantik." Lova tertawa.
Ken mendekati Lova, mengitari, lalu memeluknya dari belakang.
"Dan lebih ****." Ken mencium pelan tengkuk Lova membuatnya meremang.
Namun bukan itu yang Lova maksudkan.
Lova memutar mata nya. Ia tak tahan untuk tidak tersenyum setiap kali Ken melancarkan aksinya untuk menggoda dirinya.
"Hanya itu?" Lova berbalik sambil menyipitkan mata.
"Ah.. apa lagi ya..? Kau sempurna sayang. Jika ada Yang berubah, maka ku rasa semua itu adalah hal-hal yang semakin baik dari dirimu." sahut Ken mencari aman.
Akhir-akhir ini istri nya memang sedikit sensitive, dan karena itu, Ken tidak ingin membuat perasaan istrinya kecewa dengan mengatakan hal tersebut.
Sekali lagi Lova tersenyum, membuat Ken semakin tak bisa menebak apa yang tengah di maksudkan istrinya.
Lova meraih tangan Ken, dan meletakan nya tepat di perut Lova. Apa maksud istrinya, lemak di perutnya bertambah? Tapi Lova tak memiliki lemak di perut. Pikir Ken.
Meskipun harus ia akui, istrinya itu terlihat lebih chubby dari biasanya, namun Lova tetaplah istrinya yang begitu cantik.
"Kau merasakan nya?" Tanya Lova sambil tersenyum.
Merasakan nya?
Tunggu!
Ken merasa situasi ini mengingatkan nya pada sesuatu. Tepat nya beberapa tahun yang lalu. Saat Lova duduk di pangkuan nya dengan manja, lalu meletakan tangan Ken di perutnya untuk memberitahukan bahwa..
OMG!
Jangan-Jangan...
Ken mulai sumringah dengan mata yang berbinar. "Apakah ini sama seperti saat itu?" Tebak Ken mendekatkan tubuh nya kepada Lova.
Lova mengangguk. "Benar. Aku hamil."
Sungguh kabar yang membahagiakan bagi Ken. Ia memang sudah menantikan hari di mana Lova akan mengandung kembali.
Dan putri nya, Fillia, memang sangatlah menantikan seorang adik, dan mereka mengharapkan hal yang sama-sama. Seorang putra.
"Kau sungguh-sungguh sayang?" Lova mengangguk.
"Selamat untuk mu." Ken memeluk Lova dan menghujani nya dengan ciuman Yang bertubi-tubi.
"Dan untuk mu, Ken. Semoga di dalam sini adalah seorang putra seperti yang kita harapkan." doa Lova.
"Tidak masalah ia seorang putri atau seorang putra sayang. yang terpenting adalah, kita selalu bersama-sama untuk memberinya cinta serta membesarkan nya.-
"Asalkan bersama mu. Aku tidak peduli ia seorang putra atau putri. Semuanya akan terasa lebih baik dan sempurna jika bersama mu."
Sekali lagi Ken memeluk Lova.
"Aku mencintai mu Penelova Mosley."
"Aku juga mencintaimu Ken samudera wijaya."
"Dan semoga, cinta kita abadi selamanya."
"Selamanya."
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
...___________🍁THE END🍁___________...