My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
Say good bye


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Waktu berjalan begitu cepat tanpa disadari.


Baru kemarin rasanya mereka tiba dari London untuk berlibur. Baru kemarin rasanya mereka berkumpul, untuk saling bercanda dan tertawa.


Baru saja kemarin rasanya hal-hal manis terjadi diantara mereka; sesuatu yang manis untuk saling berbagi perasaan, saling memeluk dan juga saling bersentuhan..


''Aku, wanita yang jatuh cinta, tapi tak pernah tau apakah benar cinta ini yang seharusnya ku miliki?"-Lova


Dan diantara waktu itu juga, baru kemarin juga rasanya dunia mereka di jungkirbalikan dengan tidak seharusnya.


Waktu terus berjalan tanpa bisa dikendalikan oleh siapapun. Sesuatu yang berharga hilang dan direnggut begitu saja. Tanpa kata dan juga persetujuan.


''Kesedihan dan juga rasa hancur yang tak pernah mau pergi dari sini, terus menghantam sampai terasa seperti  ngilu yang tak tertahankan. Bisakah aku merelakan nya?Ah.. you broke me first.'' -Rehan


Cinta, kehangatan, harapan, dan keinginan seakan menguap begitu saja. Tak berjejak, bahkan mungkin tak ada yang tersisa.


Perlahan semuanya berubah. Tanpa di sadari, sekarang telah tercipta jarak dan juga waktu yang tidak bisa dikendalikan karena sebuah ketidakberdayaan.


''Meskipun ingin, rasa ini, hati ini, tak pernah rela melakukan semuanya. Tapi apa yang bisa ku lakukan? bukan kah semuanya akan tetap berjalan, dan jika bukan sekarang, apakah aku akan bisa melakukan nya nanti? semua butuh perjuangan dan juga pengorbanan.


Dan Aku- aku yang begitu tak berdaya melawan takdirku, bisakah aku terus berharap kau akan tetap menjadi milik ku?"- Ken


Lalu harus apa?


Bisakah semuanya kembali seperti sebelumnya tak pernah terjadi? Ataukah seharusnya memang tidak pernah terjadi apapun di antara mereka? Tidak ada cerita, tak ada luka. Tak ada jarak, dan juga sebuah ruang kosong yang semakin lama semakin gelap dan dalam.


Apakah pintu lainnya akan terbuka? Atau justru sebaliknya, disaat kotak pandora terbuka, maka sekali pintu tertutup, tidak akan ada jalan untuk pergi ataupun kembali.


Haruskah semuanya di putar sampai pada titik pertama semuanya dimulai? Jika Ya, apakah semuanya akan bahagia dengan cerita yang berbeda?


Mungkin, Ya. Tapi apakah benar akan seperti itu? ku rasa Tidak. Semua luka, kesakitan, hantaman keras dan juga kekecewaan, bukankah semua akan berlalu?


Ya, bagi sebagian orang. Tapi tidak bagi semua.


Lalu harus apa? apakah harus berteriak pada langit dan mengatakan bahwa yang kuasa tidak adil?


Bisakah semua nya berubah? ku rasa tidak.


Kehidupan adalah kehidupan.


Tidak ada yang bisa merubahnya.


Manusialah yang berubah- bukan kehidupan.


Jika bukan dirimu, maka orang lain yang akan mengalaminya. Jika bukan saat ini, maka nanti...

__ADS_1


Semuanya hanya tentang roda.


Roda akan selalu berputar. Roda tak pernah berdiam di tempatnya...


Bisakah ku katakan demikian?


Apapun yang saat ini terjadi, haruskah itu terjadi? tentu. Dunia berjalan sesuai dengan skenario sang kuasa.


Siapa yang bisa menentang nya? tidak ada. Tidak satupun, saat ini dan sampai kapanpun.


...❄️❄️...


Leon menggandeng erat tangan Shreya, seakan tak ingin berpisah dengan kekasihnya. Shreya mengantarkan Leon dan juga Lova ke airport.


Hari ini Leon dan Lova akan kembali ke London untuk kembali melanjutkan studi mereka, karena masa libur telah berakhir. Sampai sini saja kebersamaan mereka kali ini, baik Leon, Lova , maupun Shreya, mereka memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.


Meskipun merasa enggan, tapi mereka tak berdaya. Tidak Leon, Tidak Shreya, ataupun sang gadis yang tak pernah mengenal rasa lelah, Lova. Sebuah perpisahan tetaplah perpisahan. Beruntung ini hanyalah perpisahan sementara, mereka masih bisa saling bertemu, dan saling mengunjungi di kemudian hari.


''Berjanjilah untuk meluangkan waktu mu untuk ku sayang, aku mungkin akan sangat sering mengganggumu dengan semua telpon dan juga pesan-pesan ku, karena nanti aku pasti akan sangat merindukan mu.'' ujar Leon berkata lirih sambil memeluk Shreya.


''Hmm. Aku akan selalu ada untuk mu, Le. Kau bisa menelpon ku sesering yang kau inginkan.'' balas Shreya, juga sam, ia juga mengeratkan pelukan nya pada Leon.


''Jaga dirimu sayang.'' tutup Leon, mencium puncak kepala Shreya. ''Kau juga, Le.''


Setelah keduanya saling melepaskan pelukan, kini Shreya beralih kepada Lova. ''L, aku akan sangat merindukan mu juga.'' Shreya merentangkan tangan nya, hingga Lova juga bisa memeluknya.


Berada di dalam pelukan sahabatnya- entah kenapa membuat Lova menjadi sangat sedih. Perasaan ini begitu sering ia alami akhir-akhir ini.


Apakah ini akan bertahan dan tinggal lama bersama nya? entahlah. Lova sangat tak menyukai bagian dirinya yang begitu lemah.


''L, ingatlah bahwa kau tidak sendiri. Aku dan Leon akan selalu ada untuk mu, jangan pernah sungkan pada kami. Kita sahabat bukan? jika kau ingin bicara padaku atau Le, kami akan ada untukmu. Jangan menyimpan semuanya sendiri.'' pesan Shreya pada sahabatnya.


Lova tidak bisa menahan perasaan nya. Meskipun tak ingin, tapi saat ini air matanya sudah jatuh. Ia tersentuh. Ia merasakan haru dan juga sedih. Campuran emosi yang menghantamnya secara tiba-tiba.


''Terima kasih Sea, terima kasih karena menjadi sahabatku.'' Baik Shreya maupun Leon; mereka sangat tau apa yang saat ini L rasakan. Meskipun gadis itu terus tersenyum dan berdiri sekokoh batu karang, siapapun bisa melihat dengan jelas semua kerapuhan yang ditutupnya dengan begitu rapat.


Bagaimanapun tegar nya seorang Lova. Ia hanyalah seorang gadis yang masih berusia belia. Ia masih rentan terhadap kerasnya dunia ini.


''Le, berjanjilah kau harus menjaga L dengan baik.'' pinta Shreya yang saat ini juga telah berkaca-kaca.


''Aku akan melakukan nya sayang. Aku berjanji padamu.'' sahut Leon dengan sungguh-sungguh.


''Hei, sudahlah. Tolong hentikan ini, aku bukan anak kecil lagi.'' sela Lova memprotes sikap posesif kedua sahabatnya.


''Jika kau bukan anak kecil, lalu kenapa kau menangis, hah? lihat wajah mu menjadi seperti ini.'' Sekali lagi Shreya memeluk Lova dengan cukup erat.


''Aku benar-benar akan merindukan kalian.'' lirih Shreya. Waktu memang bukan sesuatu yang bisa mereka kendalikan.


Tak ingin berpisah dengan cepat, namun sekali lagi mereka tak berdaya. Pesawat keduanya akan segera lepas landas. Dan itu artinya, kebersamaan mereka hanya akan sampai disini...


''Sudahlah, jangan menangis. Kami hanya akan pergi beberapa bulan, setelahnya kita akan bertemu lagi.'' ujar Lova berbalik pada Shreya.


''Hmmm. Aku tau.- berhati-hatilah.''


''Sampai bertemu lagi sayang.- boleh aku mencium mu?'' ujar Leon, meminta jin Shreya. Ini adalah kali pertama bagi Leon, ia tidak ingin mencium shreya begitu saja, tanpa seijin kekasihnya. Namun saat Leon menatap Shreya, air mata malah mengalir begitu saja di pipi mulus Shreya.

__ADS_1


''Hei, jangan menangis.'' Leon menghapus air mata Shreya dengan kedua ibu jari nya. ''Jangan menangis Sea, kita hanya berpisah sebentar. Aku akan sering menemui mu jika jadwal kuliah ku mendapat free beberapa waktu. Aku janji.'' Leon memeluk Shreya sekali lagi untuk menenangkan kekasihnya.


''Aku mencintai mu Le, sampai bertemu lagi.'' gumam Shreya sambil terisak. ''Aku juga mencintaimu sayang. Sangat mencintai mu Sea.''


Ini hanyalah perpisahan biasa yang bisa terjadi pada siapapun. Tapi begi ketiga nya? entah kenapa mereka begitu merasa sedih.


Apakah karena perasaan yang mereka miliki saat mereka semua berkumpul bersama? Ya. Dan tentu juga karena perasaan-perasaan lainnya.


''Sampai bertemu lagi..'' seru Shreya saat melambaikan tangan nya pada Leon dan Lova yang sudah menjauh dan segera menghilang di balik kaca-kaca pembatas.


Huh! Perpisahan memang bukanlah sesuatu yang baik.


Kali ini, Shreya akan kembali sendiri dan hanya ditemani oleh pekerjaan dan juga studi nya, yang nantinya akan mengalihkan pikiran Shreya dari kekasih dan juga sahabatnya.


Sea pasti akan sangat merindukan teman-teman nya. Tidak ada lagi gadis keras kepala yang akan ia ajak berdebat karena beda pendapat. Tidak ada lagi gadis yang bisa mengajak nya untuk berjalan di tepi pantai.


Dan pondok itu..?


Pondok itu akan sepi cukup lama. Sama seperti Shreya. Juga Leon, sudah pasti ia akan merindukan kebersamaan mereka selama di sini. Kebersamaan yang tak bisa Shreya pungkiri begitu membekas di perasaan nya.


Kembali seorang diri seperti saat ini benar-benar bukan sesuatu yang Shreya sukai. Menjadi sendiri dan kesepian, sesuatu yang sangat Shreya hindari dalam hidupnya.


Tapi nyata nya? ia pun tidak berdaya.


''Aku akan membawa nya untuk mu L.'' Leon mengambil alih pegangan koper Lova. ''Sebaiknya kau membersihkan wajahmu, kau benar-benar terlihat seperti bayi.'' gurau  Leon, membuat Lova sedikit tersenyum.


'L.. yang dikatakan Sea benar. Kami akan selalu ada untuk mu, jangan pernah sekalipun menganggap kami seperti orang asing.'' Tambah Leon.


''Aku beruntung memiliki kalian dalam hidupku.''


''Tidak L. Kita semua.- Kita semua beruntung karena kita saling memilki.''


...❄️❄️...


''Dad.. terima kasih sudah mengantarku. Aku akan segera kembali.'' pamit Ken pada Dady nya. Saat ini mereka juga tengah berada di airport. Rehan menyempatkan diri untuk mengantarkan putranya, sebelum pergi ke kantor.


Tidak hanya L dan Leon yang akan kembali ke London, tapi Ken juga. Ia akan pergi untuk menyelesaikan apa yang harus ia selesaikan, terutama dengan Lova, sebelum ia menyesali semua keputusan nya kelak.


''Baiklah Son, selesaikan apa yang harus kau selesaikan di sana. Tidak usah terburu-buru, pekerjaan mu tidak akan lari.'' ujar Rehan pada putra nya.


''Aku tau Dad.'' sahut Ken, tak bersemangat.


''Berhati-hatilah Son. Dad akan mendoakan mu.'' Rehan hanya melihat putra nya dengan pandangan penuh ke khawatiran dari seorang ayah.


Rehan harap, apa yang ada di london bisa merubah keputusan Ken. Rehan sangat ingin melihat putra nya menghabiskan masa muda nya layaknya para pemuda biasa,


''Terima kasih Dad.. aku pergi.'' pamit Ken lagi, benar-benar meninggalkan Rehan. ''Safe flight Son, see you soon.'' Rehan melambaikan tangan nya sejenak, dan berdiam diri ditempatnya, sampai Ken benar-enar menghilang dari jarak pandang nya.


''Kau harus bahagia apapun keputusan mu Son.''


Semua orang memiliki masa dan waktu nya sendiri. Dan kali ini, cerita siapakah yang akan bergulir? entahlah. Semua masih tersimpan rapat layaknya sebuah misteri.


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


__ADS_2