My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
SHOCKED


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


Leon baru saja terbangun saat ponsel nya berdering.


Leon segera mengangkat panggilan yang berasal dari mommy Ken.


''Iya bund..?'' jawab Leon.


''Ahh. benarkah? syukurlah. Baiklah, kami akan segera kesana setelah sarapan.'' jawab Leon, kemudian menutup panggilan nya.


Ini sungguh kabar yang baik. Akhirnya Ken bisa sadar kembali. Kecemasan mereka akhirnya terjawab sudah. Sebelumnya Leon membawa shreya untuk tinggal di apartemen milik Ken, semalam mereka kembali terlalu larut, Leon juga tidak mungkin meninggalkan Shreya sendirian.


Awalnya gadis itu menolak, hanya saja Leon terus memaksa, lagi pula masih ada kamar kosong yang tidak digunakan, jadi Leon pikir tidak apa-apa jika membawa Shreya untuk tinggal di sana sementara menunggu Ken siuman, lagipula mereka tidak hanya berdua, jadi tidak akan ada masalah.


Dengan perlahan, Leon pun mengetuk pintu kamar Shreya, ia harus menyampaikan kabar baik itu bagi sahabatnya.


Tok..Tok,,


''Shre.. lo udah bangun?"


Leon memanggil dengan suara yang tidak terlalu keras. Ia tidak ingin menganggu gadis itu seandainya Shreya masih tertidur.


Namun ternyata pintu di depan nya sudah terbuka.


''Hai.. selamat pagi.'' sapa Shreya saat melihat Leon.


''Haii.. selamat pagi. Apa gue ganggu lo..?''


''Gak, kenapa..?"


''Bunda baru aja nelpon, katanya Ken udah siuman.'' ujar Leon, tersenyum senang.


Shreya merasa lega mendengar kabar tersebut.


''Syukurlah kalau begitu.. aku turut senang mendengarnya.''


''Gue mau kesana, lo mau ikut? tapi sarapan dulu..?'' ajak Leon.


''Hmmm. gue ikut Lo.. gue juga mau siap-siap dulu.''


Setelah keduanya sama-sama selesai membersihkan diri, Leon sudah menunggu Shreya di kitchen room bersama dengan Nety.


Nety juga sudah menyiapkan sarapan bagi keduanya.


''Hai.. -


''Sini Shre, sarapan dulu.- Ajak Leon. ''O, ya Nety, perkenalkan, ini sahabat kami, Shreya. Dia baru tiba kemarin dari Swedia bersama dengan keluarga Ken.'' Leon memperkenalkan gadis itu kepada asisten dirumah mereka.


''Salam nona muda.'' ujar Nety menyapa Shreya.


''Salam Nety..''


''Ya udah sarapan yuk, cepetan kerumah sakit.'' ajak Leon lagi.


Tiga puluh menit kemudian, keduanya sudah menyelesaikan sarapan.


Shreya kembali masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil koper, ia harus segera pindah ke hotel dimana  Zen dan Zoya menginap.


''Loh Shre, mau di bawa kemana?" tanya Leon melihat Shreya yang sedang menarik keluar kopernya.


''Pindah ke hotel. Lagian Ken juga udah siuman, biasanya jika kondisi pasien baik-baik aja akan langsung di pulangkan. Gue gak mau nyusahin Ken kalau gue,-


''Gak kok, siapa yang bilang lo nyusahin sih!- udah bawa masuk lagi sana.'' Leon ingin merebut kembali koper Shreya, namun di tahannya.


''Leon, kalau gue disini gimana dengan aunty dan uncle, apa lo mau nyuruh mereka yang tinggal di hotel, gitu? mereka juga pasti mau jagain Ken, ya kan?" jelas Shreya.


Memang benar apa yang Shreya katakan. Seharusnya Leon memikirkan orang tua Ken, bukan malah bersikap egois dengan menahan Shreya hanya agar gadis itu selalu dekat dengan nya.

__ADS_1


''Ya udah, gue antarin ke hotel dulu, baru ke rumah sakit.'' ujar Leon lagi, meraih pegangan koper menggantikan Shreya.


Di dalam Taxi..


''Lo yakin gak mau lebih lama disini Shre..?" Leon buka suara.


''Gue harus kuliah Leon,- ditambah lagi gue juga harus kerja. Jadi gue harus balik bareng atasan gue,- mungkin lain kali gue bisa kesini lagi bareng kak Zoya.'' jawab Shreya dengan sebenarnya.


''Gitu ya..? Ngomong-ngomong pak Damian seriusan udah nikah? kok bisa sih putus sama miss Casandra, gue kira,-


''Takdir Leon.- Jodoh sudah di atur, dan manusia juga harus menjalani takdirnya.''


''Wuuiiiss.. sok dewasa lo.'' ejek Leon, membuat Lova tertawa kecil.


''Bukan nya sok Leon, tapi gue belajar lebih dewasa. Lagi pula, kita kan bukan bocah SMA lagi.''


''Bener juga lo. Kaya nya gue aja yang masih bocah!'' Leon meringis.


''Kamu juga udah berubah kok,-


''Tapi lo yang paling banyak berubah,- Gue masih gini-gini aja..''


Ha-ha-Ha


Setelah Shreya memesan satu kamar di hotel yang sama dengan atasan nya, ia menaruh barang-barang nya, kemudian kembali menemui Leon yang sedang menunggu nya di Lobi.


''Udah..?"


''Hmm. Yuk..''


Hanya dalam waktu tiga puluh menit, Keduanya sudah sampai dirumah sakit. Sebenarnya, Shreya merasa sedikit malu untuk bertemu dengan Ken. Ia tidak tau bagaimana reaksi Ken saat melihatnya, semoga saja Ken tidak membenci Shreya.


Leon mengetuk pintu sebelum keduanya masuk, lalu membukanya perlahan. Semua orang sudah berada di sana, dengan wajah yang terlihat lebih bahagia.


''Selamat pagi, Aunty, Uncle.. kak..'' sapa Shreya saat masuk.


''Shreya, sini- Aku sudah menunggu mu sejak tadi. Aku masih merahasiakan kedatangan mu dari Ken. Kita masih harus melanjutkan kejutan yang tertunda.'' lagi-lagi Zoya kembali antusias.


''Sebentar,-


Sementara itu, Shreya merasa sangat gugup. Ia malah takut membuat Ken marah jika melihat nya saat ini. Mungkin saja ini bukan waktu yang tepat untuk saling bertemu.


''Kak, sebaiknya biarkan Ken istirahat.'' ujar Shreya dengan suara setengah berbisik. .


''Tidak apa-apa, bocah ini hanya sedang ngambek saja.'' jawab Zoya, masih melanjutkan aksi nya.


''Ken, kau tidak penasaran dengan kejutan kakak? kakak membawa seseorang yang khusus datang untuk menemui mu.'' bisik Zoya pada adiknya.


''Jangan ganggu aku Zozo, aku mau tidur!'' jawab Ken merasa enggan. Ia sedang tidak ingin melihat siapapun selain kekasihnya.


''Leon juga disini, bersama dengan,-


Belum lagi Zoya menyelesaikan kata-katanya Ken sudah bangun, ia sudah menunggu kedatangan;


Ken terdiam. Ia tidak beraksi sesaat saat melihat gadis yang ada di depan nya saat ini.


''Hmmm.. Hallooo..!!. Ken!'' Zoya melambaikan tangan di depan wajah Ken. Adiknya itu tidak sedang kesurupan kan?


''Hai Ken.. bagaimana kabar mu?" Shreya buka suara. Sungguh canggung jika keduanya sama-sama membisu.


''Hai, kau disisi? Bagaimana kau kenal kakak ku?- Ini kejutan yang kakak maksud?" tanya Ken seolah-olah itu sudah seharusnya.


''Hmm. Bagaimana kau terkejut?- Shreya datang bersama kakak dari Swedia.'' jelas Zoya.


''Ahh.. jadi begitu!''


Hanya itu yang Ken katakan. Ini bukan kejutan untuk nya. Otak nya hanya sedang memproses kenapa gadis yang sudah dicarinya sejak lama tidak juga ia temukan, tapi ketika Ken tidak mengharapkan melihat nya lagi, gadis itu malah berjalan sendiri ke arah nya.


Leon pun tidak heran dengan reaksi Ken. Sahabatnya itu memang lah sosok yang dingin. Jadi ia tak perlu berharap terlalu banyak dengan apa yang akan Ken tunjukan saat melihat Shreya kembali.


Tak lama waktu berselang, pintu kembali di ketuk, semua mata mengarah pada suara tersebut.


Dengan perlahan pintu terbuka. Lova yang muncul dari sana pun merasa heran saat semua mata tertuju padanya;

__ADS_1


''Ke,- kenapa, apa ada yang salah- apa aku datang;- Gadis itu merasa kebingungan dengan tatapan yang mengarah pada nya.


''L.. kau disini,- syukurlah, aku baru saja ingin menghubungi mu; Ken dia sudah..-


''Siuman...-


Lova memejamkan mata saat tatapan nya bertemu dengan mata Ken. Ia merasakan kelegaan yang luar biasa saat melihat kekasihnya itu sudah sadarkan diri. Bahkan kaki Lova terasa begitu lemas, karena perasaan yang berkecamuk di dadanya.


''L... kemarilah..'' Ken memecah kesunyian sesaat itu,-


Lagi-lagi Lova tak bisa menahan air matanya. Sepertinya akhir-akhir ini ia memang terlalu cengeng.


Lova sedikit berlari,- ia ingin melihat kekasihnya lebih dekat.


''Kau jahat sekali! Kau membuatku sangat takut!'' Lova menangis saat Ken memeluknya;


''Maafkan aku L. Maafkan aku; aku tidak tau kalau kau akan secemas ini!'' Ken memeluk Lova dengan begitu mesranya, ia merindukan kekasihnya, Lova nya.


''Aku tidak akan memaafkan diriku jika hal buruk terjadi padamu!'' Isak gadis itu lagi.


''Apa aku menyusahkan mu?"


''Kau membuatku hampir tidak bisa bernafas!''


''Aku tidak tau jika kau akan begitu khawatir. Aku kira kau akan sibuk bekerja.'' ejek Ken pada kekasihnya.


''Kau ingin mati? biarkan aku menghajar mu!''


Semua yang ada di dalam ruangan itu di buat tak bisa berkata-kata. Bahkan Rehan dan Julie tidak menyangka jika putra nya bisa memiliki sisi yang seperti ini.


''Hhhmm.. Hhhmmm..'' Zoya menyela keduanya.


Lova pun langsung teringat jika di dalam ruangan itu ada begitu banyak orang yang sedang menyaksikan mereka. Dengan mata yang masih sembab, Lova melepaskan pelukan nya. Ia malu dan juga merasa konyol.


''Jadi..... ?" Tanya Zoya yang sangat-sangat di buat takjub dengan adegan yang baru saja terjadi.


''Ahh.. maaf.. aku hanya,-


''Tidak apa-apa L.. wajah mu lucu jika seperti ini.'' goda Ken pada kekasihnya.


'Sssssttt.. diamlah!'' Lova memperingatkan Ken.


''Kenapa, kau malu?''


''Mom- Dad.. Zozo dan juga semuanya." Ken tersenyum kepada Lova. Ia juga menggenggam erat tangan Lova. ''Gadis ini Penelova Mosley, dia kekasih ku.'' Ken memperkenalkan kekasihnya secara resmi.


'OMG... really..? Lova.. katakan pada kakak, kau kekasih bocah ini?" Zoya masih tidak percaya dengan apa yang katakan adiknya.


''kakak kenal Lova?" Ken terkejut sekaligus heran, mendengar kakak nya menyebut Lova dengan begitu akrab.


''OMG!! tidak hanya Lova, ternyata bocah ini juga lupa!" Zoya memukul pelan kening nya.


''Bukan kah sungguh luar biasa sayang." Sela Zen tersenyum, ia benar-benar terhibur melihat si bocah arogan yang telah jatuh cinta.


''Aku rasa inilah yang dinamakan dengan takdir!''


''L.. ada apa? bagaimana kau bisa kenal kakak ku?'' Bisik Ken pada kekasihnya.


''Sssst diam lah. Kau benar-benar! Bagaimana kau bisa mengumumkan hubungan kita disini,-'' Lova balas berbisik, wajah nya sungguh terasa panas karena malu.


''Wow.. Sob! L..! What's going on? Sejak kapan? jangan bilang...?'' Leon bahkan lebih terkejut dari pada yang lain nya.


''Brisik Lo!'' Jawab Ken ketus.


''Waahh.. pantes saja kalian selalu menjadikan ku orang ketiga, kalian benar-benar!'' Leon menggelengkan kepalanya.


Shreya sedikit terkejut dengan pengumuman Ken, namun ia merasa itu adalah hal yang wajar.


''Boleh berikan waktu untukku bicara? aku ingin bicara dengan Shreya..'' Pinta Ken pada semua nya.


Meskipun mereka penasaran, tapi mereka menuruti permintaan Ken tanpa banyak bicara. Semua orang menunggu di luar, menyisakan Ken dan Shreya yang sama-sama masih terdiam.


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2