
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
Hari berganti minggu, minggu pun berganti bulan.
Tak terasa sudah memasuki waktu pergantian semester. Yang artinya, setiap jurusan memiliki waktu cuti kelas atau libur musim panas selama dua bulan.
''Mateo, terima kasih sudah mengijinkan aku bekerja paruh waktu disini. Jika liburan ku sudah selesai nanti, aku harap kau masih mau menerima sebagai pekerja paruh waktu.'' pamit Lova, pada bos nya di kedai tempatnya bekerja.
''Jangan khawatir Mosley, tempat ini akan selalu terbuka untuk mu. Nikmati saja liburan mu kali ini,- sampaikan salam ku juga untuk keluarga mu di sana.''
''Terima kasih Mateo,-
Untuk liburan tahun ini, Ken memilih untuk kembali ke Stockholm bersama Lova.
Selain ingin mengantar kekasihnya kembali ke negaranya, Ken juga ingin mengunjungi Zozo dan kakak ipar kesukaan nya.
Ia ingin menghabiskan waktu liburan disana selama kurang lebih dua minggu sebelum Ken harus kembali ke indonesia.
Setelah memiliki kekasih, Ken jadi tidak menyukai segala jenis hari libur, karena itu sudah jelas akan membuatnya tidak bisa bertemu Lova, dan liburan kali ini benar-benar akan membuat Ken dan Lova berjauhan dalam waktu yang lama.
Karena itulah, kali ini Ken akan menghabiskan waktunya lebih lama bersama Lova di Stockholm, ia juga ingin mengenal keluarga dari kekasihnya.
''Barang-barang lo udah siap?'' Tegur Leon, saat melihat pintu kamar sahabatnya itu terbuka.
''Udah ni, tinggal berangkat aja. Punya lo gimana?''
''Udah juga. Tapi bener gak apa-apa nih gue numpang disana? gak ngerepotin kak Zoya gitu?"
''Biasa nya juga lo numpang pake mikir ngerepotin!''
Bukk!
Leon meleparkan baju yang tergantung di kursi tepat ke arah wajah Ken.
''Sialan mulut Lo!''
Dengan santainya Ken menangkis kain yang mendarat tepat di wajahnya. ''Apaan, lo malu? bilang aja lo juga pengen kan kesana? gak usah malu deh lo,- kaya gue gak tau lo aja.'' cibir Ken lagi, sengaja ingin membuat kesal Leon.
''Ehh.. apaan nih? sok tau lo!''
Kali ini, Leon juga akan ikut bersama Lova dan juga Ken. Ini pertama kalinya bagi Leon untuk pergi mengunjungi tempat itu.
''Udah sana-sana lo, balik kamar lo sana, gue mau nelpon cwek gue!'' usir Ken, ia juga mengembalikan pakaian kotor tadi dengan cara yang sama pada Leon.
''Sok banget sih lo! pamer!'' kesal Leon.
__ADS_1
''Apa lo? kalau sirik makanya jadian, jangan digantungin, bilang suka tapi gak nembak-nembak- Lemah!'' Ken balas mencibir, ia memang sengaja memanas-manasi Leon.
''Astaga! Jantung gue shock denger kata-kata lo, Njiiir! Balik gue, gak faedah banget ngobrol ama lo!'' balas Leon kembali.
''Baju kotor tuh taruh di tempatnya! itu kata lo!'' Leon melemparkan pakaian yang ia pegang tepat memasuki keranjang yang tidak jauh dari tempat Ken.
Setelah nya Leon pun pergi meninggalkan kamar Ken dengan perasaan kesal, namun jika di pikir-pikir ada benarnya juga.
''Bunda ngidam apaan sih waktu hamil tu anak? ular? berbisa gila mulutnya!'' gumam Leon, sambil melangkah memasuki kamarnya sendiri.
Apa Ken pikir mudah untuk mengakui sebuah perasaan? semua orang tentu saja memiliki cara yang berbeda. Entah kenapa Leon merasa kesal pada dirinya sendiri.
ia megambil ponselnya, mencari nama Shreya lalu mencoba menghubungi gadis yang sudah ia sukai sejak lama itu,-
''Hallo, lagi apa? gue ganggu lo?"
''Gak sih, gue cuma lagi kesel aja. Mau temenin gue ngobrol bentar? gue kangen sama lo..''
...Ke esokan hari nya......
Pukul delapan pagi, Ken dan Leon sudah pergi untuk menjemput Lova dengan taksi, ketiga nya akan ikut penerbangan pagi menuju ke Stockholm.
Saat taksi menepi, Lova sudah berdiri di depan gang apartemen nya menunggu Ken tiba;
''L, sini biar ku bantu.-
Ken membawa koper Lova dan memasukan nya ke dalam bagasi. ''Pindah lo!'' ujar Ken pada Leon.
Leon pun berpindah ke kursi depan, sedangkan Ken dan Lova mengisi kursi penumpang.
''Hmm. Kami sudah sarapan sebelum pergi, bagaimana dengan mu sayang?"
''Aku juga sudah, aku kira kalian belum sarapan, jadi aku membuat sandwich lebih,- kalau begitu aku akan menyimpan nya kembali saja.''
''Hmm simpan lah, kita bisa memakan nya nanti.''
Setiba nya di airport, dan melewati proses pengecekan. Ketiga nya menunggu antrian untuk masuk ke dalam pesawat.
''Kau terlihat gugup Le, kau tidak sabar ingin bertemu Shreya?" tegur Lova yang mengambil tempat duduk tepat di sebelah Leon.
''Apa, aku,- aku tidak. Biasa saja.'' elak Leon.
Walau sebenarnya Leon merasakan perasaan yang bercampur aduk. Ia senang sekaligus berdebar.
''Ah, baiklah Le, ku rasa memang tidak.''
Lova tidak ingin menggoda Leon lebih jauh, ia tau bahwa sahabatnya itu memang menyimpan perasaan kepada Shreya. Mereka selalu membicarakan nya setiap kali mereka bertiga menghabiskan akhir pekan bersama.
''Sudahlah L, jangan menanyakan hal seperti itu pada Leon. Saat tiba di sana aku yakin kita hanya akan mendapat berita kalau Shreya sudah memiliki kekasih. Sebelumnya Shreya mengatakan sudah menemukan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta.'' Timpal Ken dengan sengaja.
''Shreya bilang gitu sob? seriusan? kok lo gak bilang gue!'' sela Leon dengan wajah panik.
''Buat apa? lo gerak lambat gitu, kasian anak orang di gantungin.''
__ADS_1
''Gila lo, siapa yang gantungin Shreya, gue cuma gak mau buru-buru doang.'' elak Leon.
''Ssssttt.. kita sedang berada di tempat umum.'' Shreya memperingati keduanya.
Leon memang bukan nya dengan sengaja tidak menyatakan perasaan nya pada Shreya selama ini. Sejauh ini mereka selalu berhubungan dengan baik, entah itu melalui telpon ataupun email.
Leon juga bukan nya berniat ingin membuat Shreya menunggu lebih lama. Hanya saja, Leon ingin perasaan yang ia miliki selama ini benar-benar di tunjukan untuk Shreya.
Ia membuat taruhan pada dirinya sendiri, jika selama mereka berjauhan perasaan nya tidak berubah, maka ia akan menyatakan perasaan nya di waktu yang tepat.
Tapi sekarang, Ken malah mengatakan jika Shreya sudah menyukai seseorang, dan parahnya lagi sudah membuat gadis yang Leon taksir jatuh cinta.
Apa selama ini Shreya selalu menjawab panggilan dan juga membalas chatting nya hanya karena mereka berteman? lalu apa maksudnya semua perhatian yang Shreya berikan selama ini? Apa murni hanya perhatian dari seorang teman? tapi rasa nya begitu berbeda.
Aaarrrrggghh!
Kenapa Leon harus mendengar hal seperti ini tepat sebelum ia menemui Shreya? Sialan!
''Ken, kau hanya bercanda kan? lihat lah Leon, dia terlihat muram.'' bisik Lova yang sesekali melirik ke arah Leon.
''Tidak L, aku mengatakan kebenaran untuknya. Shreya memang mengatakan itu pada ku.'' Ken balas berbisik.
''Benarkah? kenapa tidak mengatakan nya sejak awal?"
''Aku memberinya kesempatan L.. tapi ternyata Leon tidak mengatakan perasaan nya sampai hari ini jadi aku harus mengatakan kebenaran nya pada Leon. Baik dia ataupun Shreya berhak untuk bahagia. Jika Shreya memang menyukai orang lain, setidaknya Leon harus mengetahuinya dan mempersiapkan dirinya, benar kan?"
''Ya, aku tau apa maksudmu, tapi kenapa tidak memberitahunya lebih awal, kenapa harus hari ini, aku kasihan melihat wajah Leon. Dia terlihat begitu muram.''
''Sudahlah, tidak apa-apa, Leon akan mendapatkan sendiri jawabanya nanti.''
''Tapi Ken,-
''Sssstttt.. tenang saja L, yang Leon butuhkan hanya Keberanian. Jika Leon tidak memiliki keberanian untuk mengambil dan menerima kenyataan, maka dia tidak pantas untuk mengatakan cinta pada Shreya.- Ini juga tidak baik untuk mereka berdua.''
''Aku tidak tau jika kau sampai memikirkan hal seperti ini untuk mereka berdua,- kau benar-benar sahabat yang baik Ken.'' puji Lova pada kekasihnya.
''Bagimu L, tapi bagi Leon.. mungkin tidak begitu.''
''Aku yakin Leon akan mengerti maksudmu Ken.''
Sejak memasuki pesawat Leon benar-benar bungkam. Ia tidak bersuara sedikit pun.
Sepertinya laki-laki itu memang sedang memiliki pikiran nya sendiri.
Mungkin seharusnya Ken tidak mengatakan hal itu pada Leon, hanya saja, menurutnya jika nantinya Shreya memang menyukai pria lain, setidaknya Leon sudah bersiap sejak awal. Namun jika ternyata Shreya memiliki perasaan yang sama pada Leon, maka itu akan sangat baik bagi keduanya.
Ken hanya mengharapkan yang terbaik bagi keduanya. Leon dan Shreya adalah sahabatnya, jangan sampai hanya karena perasaan, persahabatan mereka menjadi tidak baik. Ken tidak menginginkan hal seperti itu terjadi.
Cinta memang penting, tapi persahabatan juga sama penting nya,
...❄️...
...❄️...
__ADS_1
...❄️...