My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
Be a Beautiful Swan


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Saat hari menjelang sore, setelah dokter datang kembali untuk memeriksa kondisi Ken, dokter pun memutuskan untuk mengijinkan Ken kembali pulang kerumah.


Sementara menunggu Dady Rehan mengurus semua berkas administrasi, Lova membantu mommy Julie untuk membereskan barang-barang di loker.


Zoya dan Zen sudah lebih dulu meninggalkan rumah sakit, mereka harus menghadiri undangan jamuan makan malam sebelum acara pemberkatan nikah Jordan dan juga Calista di adakan ke esokan harinya.


''Ini barang-barang nya Aunty, semuanya ada di dalam sini.'' Lova menyerahkan dua paper bag kepada Julie. Satu berisikan barang-barang yang di bawa Leon sebelumnya, dan satu lagi paper bag yang di bawa Lova dari tempat kejadian pada saat  Ken mengalami kecelakaan.


''Terima kasih sayang.'' Julie menerima dua tas tersebut.


''Mom,- bisa berikan tas yang satu nya pada ku.'' pinta Ken saat melihat apa yang sudah di bereskan kekasihnya.


Hampir saja ia melupakan jika salah satu dari tas itu akan ia berikan kepada kekasihnya. Jika saja kecelakaan itu tidak terjadi malam itu, mungkin saja Ken sudah bisa melihat Lova tersenyum dengan begitu cantiknya saat menerima hadiah yang sengaja Ken pilihkan secara langsung khusus untuk nya.


''Yang mana maksudmu sayang,- apa yang ini?" tunjuk Julie pada tas yang mungkin saja di maksudkan putra oleh nya.


''Benar yang itu mom, itu tidak akan di bawa pulang.''


Julie memberikan  paper bag itu kepada putra nya, Kemudian melanjutkan pekerjaannya untuk membereskan barang-barang lainnya.


''L. kemarilah,- pinta Ken, melambaikan tangannya.


''Aku? kenapa?"


Lova melangkah mendekat ke arah ranjang Ken, saat ini kekasihnya itu masih duduk di atas tempat tidur sambil menunggu kursi roda diantarkan ke dalam kamar.


''Ini untuk mu L, aku menyiapkan nya untuk mu.'' Ken menyerahkan paper bag ke tangan Lova.


''Untuk ku? untuk apa? dan kapan kau menyiapkan ini?''


''Aku minta Leon membawanya dari rumah.''


Ken harus berbohong. Jika ia mengatakan malam itu ia ingin memberikan hadiah itu pada Lova sebelum mengalami kecelakaan, maka Lova pasti akan menolak, alih-alih menerima; yang ada kekasihnya itu pasti akan merasa bersalah dan juga menyalahkan dirinya atas kejadian yang Ken alami.


Lova melihat ke dalam tas tersebut, tapi tidak berniat untuk membukanya.


''Kenapa harus menyiapkan hadiah seperti ini,- seharusnya aku yang memberimu hadiah.''

__ADS_1


''Kau?,- Ken tersenyum.


''kenapa? kau mengejek ku?'' Lova memanyunkan bibirnya. ''Aku akan membelikan mu hadiah juga, tapi bukan sesuatu yang mahal, bagaimana, apa kau mau menerimanya?" Lova berbisik ke pada Ken.


''Benarkah?'' Ken balas berbisik, kemudian keduanya terkekeh pelan.


Ehhmm.. Ehhmm..


''Anak muda. Bisakah kalian tidak terlalu menunjukan sisi keromantisan kalian saat ini?- masih terlalu awal sayang, perjalanan kalian masih sangat panjang.'' sela Julie sambil tersenyum, sesekali melirik pada kedua muda-mudi tersebut.


''Mom,- ujar Ken hendak menyela, namun Julie sudah memberikan intrupsi lebih dulu.


''Ken,- dengarkan mommy. Begitu juga dengan mu sayang.'' Julie melihat pada Lova.


Julie menarik kursi agar bisa duduk lebih dekat dengan Ken keduanya. Berharap kedua muda-mudi itu mau mendengarkan nasihat dari seorang wanita paruh baya.


''Dengar,- mommy tidak akan ikut campur dalam urusan percintaan kalian, karena mommy percaya pada anak mommy, begitu juga pada mu sayang.- Mommy hanya ingin, kalian tidak hanya terfokus pada hubungan kalian, tapi juga pendidikan kalian.- Mommy ingin melihat anak-anak mom tumbuh menjadi orang-orang yang hebat.-


''Kau harus ingat apa tanggung jawab yang sudah menantimu sayang, kau adalah calon penerus Dady mu, dan itu bukan lah tanggung jawab yang mudah, mom rasa kau sudah faham betul tentang itu.-


Keduanya mendengarkan dengan penuh perhatian;


''Begitu juga dengan mu Lova. Aunty tau kau anak yang baik, pintar, dan juga mandiri,- Aunty dulu juga seperti dirimu sebelum bertemu dengan Dady Ken,- Aunty ingin agar kau juga fokus pada pendidikan dan juga masa depan mu."


"Jika memang nanti kau adalah jodoh putra Aunty, Aunty ingin kau bisa berdiri dengan bangga di samping nya, tanpa mengkhawatirkan siapa dirimu, dan Aunty harap kau sudah  bersiap dan juga sudah mulai membangun pondasi mu sejak hari ini.''


Mommy Ken sosok yang sangat bijaksana dan juga berwibawa sebagai seorang ibu.


Caranya menunjukan perhatian dan kasih sayang begitu sangat tulus, dan membuat Lova tersentuh.


Jika saja Lova masih memiliki seorang ibu, mungkin Lova akan belajar banyak hal tentang menjadi seorang wanita.


''Apa mommy terlalu keras, sayang? mommy minta-


''Tidak Aunty,- aku sangat mengerti apa yang Aunty maksudkan. Dan tentang pendidikan ku, aku akan sangat fokus pada hal itu. Terima kasih atas nasihat Aunty, boleh aku memelukmu?"


''Tentu saja sayang, Aunty sangat bersyukur jika kau memahami apa yang Aunty maksud.'' Julie membalas pelukan Lova. Ia memeluk gadis muda itu dengan begitu hangat.


Ken sangat takjub dengan apa yang baru saja terjadi. Mommy nya memang lah wanita luar biasa.


Dan Lova..? Ken juga sangat yakin, jika gadis itu bahkan akan jauh lebih menakjubkan sebagai calon pendamping nya kelak. Semoga saja Lova memang takdirnya.


Yang harus mereka lakukan saat ini adalah mencoba meraih masa depan, menjalani dan menikmati semua prosesnya, serta mewujudkan mimpi dengan kerja keras dan doa.


''Aku akan melakukan semua nya seperti yang mom katakan. Begitupun dengan hubungan kami mom, kami akan menjalaninya dengan baik. Aku akan menjaga Lova seperti aku menjaga diriku sendiri. Kami akan tumbuh dan meraih masa depan kami bersama. Mom jangan khawatir,- Aku putra Dad dan Mom, aku tidak akan pernah mengecewakan kalian.''


Ken juga memeluk mommy nya.

__ADS_1


''Terima kasih sayang,- kau memang tidak pernah mengecewakan mom,- mom menyayangimu.''


Julie merasa sangat bersyukur memiliki anak-anak yang dapat mengerti maksud hatinya. Anak-anak nya adalah titipan yang harus ia jaga dengan sangat baik, hingga saat mata nya tertutup kelak, Julie akan melakukan semua yang terbaik untuk keluarga nya.


Tidak lama kemudian, pintu kamar itu kembali terbuka, dan perhatian mereka semua tertuju pada titik yang sama. Rehan datang dengan seorang perawat yang sudah membawa kursi roda.


''Kalian sudah siap? apa semua nya sudah beres? jika Ya- maka kita bisa pulang sekarang.'' ajak Rehan.


''Sudah Boo, semua nya sudah beres.- mari sayang, kita kembali.'' ajak Julie pada putra nya.


Setelah sampai di parkiran, Ken juga sudah di masuk ke dalam mobil.


''Kau ingin ikut bersama kami sayang? kami bisa mengantarmu lebih dulu?" ujar Julie menawarkan tumpangan.


''Benar L, kami bisa mengantarmu.'' timbal Ken.


''Tidak perlu Aunty, Ken- lagi pula aku akan langsung ke tempat ku bekerja. Aku akan naik taksi saja dari sini.'' Tolak Lova, merasa sungkan.


''Tidak apa-apa Nak, masuklah, kami akan mengantarmu.'' ujar Rehan juga.


''Tidak Uncle. Aku tidak ingin merepotkan kalian. Aku akan naik taxi saja.'' Tolak Lova lagi.


''Benarkah,- baiklah kalau begitu kami duluan sayang, berhati-hatilah di jalan.'' Julie mencium pipi Lova.


'Baik Aunty.''


''Aku akan menghubungi mu nanti L.. hati-hati di jalan.'' seru Ken dari dalam mobil.


''Hmm. Baiklah. Kau harus banyak istirahat dan minum obat mu.'' Nasihat Lova,


Setelah nya mobil itu pun mulai meninggalkan tempat parkir rumah sakit kembali menuju ke apartemen Ken. Lova pun langsung mencari bus agar bisa segera kembali ke tempatnya bekerja. Taksi terlalu mahal. Ia harus kembali menghemat uang untuk biaya hidupnya bulan ini.


Sebaiknya ia harus bekerja lebih keras. Biaya pendidikan dan juga kebutuhan nya di masa depan akan semakin tidak terhingga. Lova tidak bisa bermalas-malasan. Ia harus melakukan semuanya sebaik mungkin.


Apalagi jika Lova mengingat nasihat yang diberikan Mom Ken, Lova sangat menyadari jika dirinya bukan lah siapa-siapa.


Kekasihnya itu ternyata juga bukanlah laki-laki biasa. ''Jika ingin berdiri disampingkan Ken dengan bangga, maka buatlah pondasi yang kuat sejak saat ini.''


Kata-kata itu tidak akan mungkin Lova lupakan. Itu akan selalu menjadi motivasi bagi dirinya. Ia harus bisa menjadi wanita yang pantas bagi Ken di masa depan.


Bukan seseorang yang bisa di remehkan hanya karena ia seorang yatim piatu. Lova tidak akan membiarkan hal itu. Lova akan menjadi angsa yang begitu cantik dan juga berharga.


Bahkan terlalu berharga untuk hanya di anggap sebagai angsa yang cemerlang dan rupawan.


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


__ADS_2