My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
TAK BISA LAGI


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Sudah hampir tiga bulan Lama nya Lova tinggal di Indonesia, khusus nya di Bali. Lova mempelajari banyak hal selama ia tinggal bersama Ken.


Ia mempelajari tentang kebudayaan, kuliner, dan Yang terutama bahasa. Lova sangat gigih dalam mempelajari sesuatu yang sangat menarik minatnya. Seperti saat ini, L sudah mulai mengerti beberapa kata sederhana serta cara mengucapkan nya dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan dirinya untuk berkomunikasi.


Dan selama beberapa bulan ini juga, Baik Ken dan Lova menjalin hubungan mereka seperti pasangan lainnya. Ketika saat nya bekerja, mereka akan sama-sama di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Setiap hari Ken di sibukkan dengan pekerjaan dan urusan perusahaan, sementara Lova disibukan dengan persiapan untuk pembukaan toko miliknya.


Mulai dari; menyiapkan nama untuk Brand yang nanti akan di gunakan di perhiasan miliknya, mendesain ulang bangunan yang akan digunakan sebagai toko sekaligus kantor, mendatangi tempat-tempat produksi dan menjalin kerja sama, serta menginterview karyawan yang akan bekerja di toko nya, dan juga beberapa persiapan lain.


Dan selama beberapa bulan terakhir, Lova benar-benar menyiapkan semua nya dengan baik. Lova juga merasa sangat senang, karena tidak hanya mendapat dukungan dari tunangan nya, tetapi ia juga merasa senang dengan dukungan yang di berikan Dady Rehan pada nya, semua nya sungguh membuat Lova semakin bersemangat.


...Dan satu lagi.....


"L, ini di letakan dimana?" Tanya Gill yang saat ini sedang berada di toko bersama Lova.


"Letakan di sana saja Gill, aku rasa hari ini sudah cukup. Kemari lah nona muda, kau sungguh bekerja keras hari ini."


Gill tersenyum senang saat mendengar kata-kata Lova. Gadis itu selama ini selalu menempel pada Lova, entah apa yang membuat nya begitu menyukai Lova.


Sejak Gill memutuskan untuk menempel pada Lova, Gill tidak lagi mengganggu Ken. Gadis itu selalu datang untuk menemui Lova, dan mulai mengikuti Lova kemana saja.


Tentu saja Lova tidak merasa keberatan dengan keberadaan Gill. Ia justru senang karena gadis itu sepantaran dengan nya, dan mereka bisa menjadi teman.


Setelah cukup Lama berteman dengan Gill, kini Lova tau, jika sebenarnya gadis itu sangat manis. Gill hanya sosok seorang gadis muda yang kesepian dan hanya membutuhkan seorang teman, di tambah lagi dengan bipolar yang di idapnya, maka jadilah kombinasi Gill yang dulu, namun sekarang, gadis itu sudah cukup berubah.


Karena itulah Lova tak keberatan menjadi teman nya. Lova juga selalu menemani Gill jika gadis itu harus melakukan pemeriksaan rutin. Lova juga selalu memastikan jika Gill selalu meminum obat nya sesuai dengan anjuran dokter.


"Jadi kita sudah selesai?" Gill menghampiri Lova sambil tersenyum. Ia sungguh menyukai Lova. Gill benar-benar merasa cocok saat mereka berteman. Lova adalah seorang yang tulus dan juga apa ada nya bukan ada apa nya.


Gill tak merasa terbebani saat bersama dengan Lova, tidak seperti pada teman-teman lainnya yang hanya memikirkan untuk mencari keutungan dari dirinya dan keluarga nya. Cih, sekarang ia tidak membutuhkan teman-teman seperti itu lagi


Tapi bersama Lova semua nya berbeda, bagi Gill Lova sangat lah istimewa. Lova memberinya semangat dan juga memotivasi dirinya untuk mengubah perilaku dan sikap nya yang selama ini sedikit bar-bar bagi orang lain. Dan, yang membuat Gill semakin nyaman adalah Lova bisa mengendalikan Gill dengan baik tanpa menyakiti perasaan nya.


Bukan dalam artian, Gill seperti bayi yang memerlukan baby sitter, namun jelas orang-orang melihat nya seperti itu. Never mind, Gill tak akan peduli pada pandangan orang lain.


"Tentu, menurut ku hari ini sudah cukup, lagi pula hari sudah mulai gelap. Kau ingin makan malam bersama?" ajak lova.


Lagi pula seperti nya Ken akan sibuk dengan pekerjaan nya, dan Lova tak ingin mengganggu. Makan malam berdua dengan Gill juga merupakan hal yang sangat sering ia lakukan, jadi tentu saja itu pilihan yang lebih baik di bandingkan makan seorang diri.


"Benarkah, kau ingin kita makan dimana?" sahut Gill cepat, namun tiba-tiba wajahnya menjadi tidak bersemangat. "Hei, busy Girl" sapa Ken tiba-tiba, membuat Lova sedikit terkesiap.


Kini ia tau apa yang membuat wajah yang tadinya tersenyum begitu manis, tiba-tiba di tekuk. "Hai Ken, kau selesai lebih awal?" Lova memeluk Ken singkat, sementara menerima ciuman di pipinya.


"Kau mengganggu saja!" cibir Gill saat melihat kedekatan Ken dan Lova. "Wah. Wah..Lihat gadis ini, kau sudah menghabiskan hampir semua waktu mu dan memonopoli Lova sepenuh nya setiap hari, dan sekarang kau mengajukan protes saat aku ingin bersama L, apa kau ingin merebut tunangan ku?" Ken membalas cibiran Gill dengan sebuah candaan bernada keras.


"Ya..Ya! Kau puas? jika aku laki-laki maka aku akan merebut Lova darimu!'' Gill mendengus kesal sambil melipat tangan nya.


Hal ini juga sering membuat Lova bingung, Gill dan Ken sangat sulit untuk diajak duduk dan bicara di satu tempat. Mereka akan saling beradu mulut dan melontarkan kata-kata yang sering membuat Lova kebingungan sendiri.


Kadang Lova juga di buat sedikit shock jika salah satu dari mereka mengumpat di akhir perdebatan. Sungguh mengherankan.


"Kalau begitu Thank God, karena kau seorang wanita. Namun meskipun begitu kau juga tetap ingin merebut tunangan ku? menyebalkan!" cibir Ken lagi, membuat Lova akhirnya bertindak.


"Stop! tolong hentikan apa pun yang sudah kalian mulai sebelumnya, Oke?" Lova berdiri di tengah-tengah keduanya. Ia memberikan tatapan tajam baik kepada Ken maupun kepada Gill.


Oh God!.


Tidak bisa kah kedua makhluk ini berteman saja? kenapa mereka harus selalu seperti ini setiap bertemu?


"Ken, tolong lah.. kau tau bagaimana sifat wanita manis ini, jangan memprovokasinya, hem?" Lova mendekati Gill, yang saat ini tersenyum mengejek pada Ken.


"Dan kau nona muda, jangan berteriak pada tunangan ku, mengerti?" kini Giliran Ken yang mengejek Gill, membuat gadis itu kembali memberengut.


"Dengar, aku sangat lapar sekarang, terserah kalian berdua ingin ikut atau tetap berada disini." ucap Lova seraya pergi untuk mengambil tas dan juga berjalan keluar meninggalkan tokonya.


"Sebaiknya kau pulang, sudah malam, Papa mu akan mencarimu nanti, princess!" ucap Ken lambat-lambat pada Gill, tepat di saat gadis itu ingin beranjak dari tempatnya.


"Kau yang sebaiknya kembali ke perusahaan, aku ingin makan malam bersama Lova. Wuee!" ejek Gill, lalu berlari menyusul Lova meninggalkan Ken,

__ADS_1


"L tunggu aku."


...❄️❄️...


Sesampainya di restoran, Lova memilih meja yang melingkar, ia tak suka memilih meja yang persegi, jika tidak, maka akan ada keributan karena memperebutkan tempat duduk. Baik Ken maupun Gill tidak akan ada yang mau mengalah.


Karena itulah ia selalu memilih meja yang melingkar, jadi mereka bisa memilih tempat dengan adil. Bahkan sampai hal seperti ini pun Lova harus benar-benar memikirkan nya. Sungguh hal yang aneh.


Setelah memesan makanan, ketiga nya makan sambil menghabiskan waktu dengan bicara. Mereka membahas apa saja yang dianggap menarik untuk mereka ceritakan.


"Bagaimana persiapan toko mu sayang, apa bisa di resmikan dalam waktu dekat?" Tanya Ken, sambil mengunyah makanan nya.


"Semua nya hampir selesai Ken, aku dan Gill bahkan sudah menetapkan tanggal untuk pembukaan nya." sahut Lova, membuat Gill juga tersenyum.


"Kenapa tidak katakan pada ku sebelumnya, Kenapa malah gadis ini yang ikut menentukan tanggal nya?" protes Ken, karena merasa di nomor duakan.


"Kenapa aku? karena aku yang akan jadi manager di toko Lova." sahut Gill tersenyum penuh kemenangan.


"Apa..?" Ken benar-benar tak habis pikir dengan tingkah Gill yang selalu ingin memonopoli Lova dari nya. Padahal mereka jelas bukan saingan cinta.


"Iya Ken, Gill akan bekerja bersama ku, pendidikan yang di tempuh nya juga mendukung, dan nona muda ini sebenarnya sangat pandai." puji Lova membuat Gill semakin merasa senang.


"Kau bisa minta papa mu membuatkan perusahaan dan kau juga bisa jadi direkturnya, lalu kenapa kau harus menjadi manager Lova? sungguh mencurigakan!" Ken menggelengkan kepala dengan wajah kesal.


"Lalu bagaimana dengan peresmian nya sayang?" Tanya Ken lagi, mengabaikan gadis di depan nya.


"Sebenarnya tidak hanya Gill, Dady lah yang memberi idenya, dan Dady jugalah yang menyarankan tanggal baiknya, dan setelah ku pertimbangkan, kami berdua pun sepakat." ralat Lova.


Ah, sekarang bukan lagi nomor dua, tapi ia telah menjadi nomor tiga. Benar-benar! "Jadi tanggal berapa?" ulang Ken menahan kesal yang sudah semakin bertumpuk.


Ken sungguh tak percaya, ahwa ia akan merasa kesal dan cemburu seperti ini hanya karena kekasihnya lebih dekat dengan Dady dan juga,


ah.. wanita yang dulu terus berusaha menempel pada nya, namun saat ini berpindah haluan dan terus memonopoli tunangan nya. Menyebalkan!


"Ulang tahun Lova!" seru Gill dengan cepat. Gill sangat bersemangat menyambut hari pembukaan toko Lova yang akan segera tiba. Gill juga sudah menyiapkan beberapa hadiah yang sudah tidak sabar ingin di berikan nya pada Lova.


"Ulang tahun mu sayang? bukan kah itu,..?" Ken terlihat sedikit terkejut, karena setau nya, ulang tahun Lova sama dengan tanggal ulang tahun mommy nya.


"Hmm. Benar, aku ingin toko ku diresmikan tepat di hari ulang tahun ku dan mommy. Aku ingin mendedikasikan peresmian ini sebagai ucapan terima kasih ku kepada mom. Jika bukan karena mom yang telah memotivasi ku sejak awal, maka aku rasa, aku tidak akan sampai sejauh ini." jelas Lova dengan wajah berbinar.


Ken sungguh terharu dengan apa yang di katakan Lova, kekasihnya itu masih mengingat dengan baik apa yang dulu pernah di katakan mommy nya pada mereka meskipun sudah bertahun-tahun lalu.


Setelah cukup Lama berbincang-bincang ketiga nya pun menyadari, jika mereka sudah menghabiskan waktu terlalu Lama di sana.


"Nah sayang, sekarang sudah malam, bagaimana jika pulang?" ajak Ken. "Gill, bagaimana dengan mu, apa mobil mu sudah disini, jika belum kami bisa mengantar mu." tawar Lova.


Gill sangat ingin menghabiskan waktu lebih Lama bersama Lova, hanya saja saat ini seperti nya hanya cukup sampai disini. Supirnya sudah berada di sana sejak tadi, dan juga, tatapan Ken saat ini benar-benar membuat Gill merasa tidak nyaman.


Tapi tidak apa-apa, toh besok ia masih bisa bertemu dengan Lova lagi, begitu juga dengan hari-hari berikut nya. Lova adalah satu-satu nya teman yang akan Gill anggap seperti saudara nya sendiri.


"Supir ku sudah sampai L, dan ku rasa saat ini aku akan pulang saja." sahut Gill, membuat Ken tersenyum senang.


"Baiklah kalau begitu, sampai bertemu lagi Gill."


"Bye L, semoga malam mu menyenangkan." pamit nya.


Apa-apaan dengan salam itu, memang nya malam seperti apa yang menyenangkan? malam-malam nya selama ini biasa saja. Gill benar-benar aneh.


...❄️❄️...


"Sayang, apa Yang kau pikirkan? ayo, kita juga harus pulang." ajak Ken, meraih tangan Lova lalu menggenggam nya erat.


Lova tang merasa malu dengan pikiran nya hanya bisa menggeleng, lalu mengikuti langkah Ken dengan cepat.


"Sayang, ada yang ingin ku katakan." Ken masih membungkus tangan Lova dengan tangan nya. Sebenarnya Ken ingin mengatakan ini sejak tadi, hanya saja ia tidak ingin merusak makan malam mereka. Lagi pula Ken sangat yakin jika Lova akan mengerti dirinya.


"Ada apa Ken?" Lova menolehkan kepalanya menghadap kepada Ken, meskipun saat ini Lova hanya bisa melihat wajah Ken dalam remang-remang.


"Aku akan melakukan perjalanan bisnis ke Jepang bersama dengan Mas Dava, dan kami akan pergi lusa, kami juga akan tinggal selama beberapa hari di sana." Ken menggaruk pelan tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku tau jika kau merasa bingung kenapa aku baru mengatakan nya sekarang. Aku ingin mengatakan padamu beberapa hari yang lalu, tapi karena kau terlihat lelah, aku membatalkan nya, dan.. -


"Kapan kau akan kembali?" sela Lova. Ia tak berniat ingin mencegah Ken pergi, hanya saja ia sedikit merasa kecewa karena Ken baru mengatakan nya sekarang, apalagi kekasihnya itu akan pergi satu hari setelahnya.


"Jika mengikuti jadwal yang telah di tetapkan, maka aku akan kembali tepat di hari pembukaan toko mu." sahut Ken, ragu.


Hal ini benar-benar di luar perkiraan Ken. Ia tak tahu jika kekasihnya itu telah menetapkan tanggal peresmian toko nya secepat itu. Ken pikir itu akan terjadi dalam beberapa minggu lagi, namun nyata nya...


"Kalau begitu pergilah, inikan urusan pekerjaan, kau harus menyelesaikan nya bukan? lagi pula ada Gill yang akan menemaniku disini. Tentang peresmian tokonya, jangan khawatirkan itu. Aku bisa menangani nya." sahut Lova.

__ADS_1


Meskipun ia ingin Ken ada untuk menemaninya, tapi siapa yang bisa menjamin apakah Ken bisa tiba tempat waktu atau tidak, sementara Lova, ia sudah pasti harus berada di sana, ia tidak mungkin menunda peresmian nya hanya karena Ken tidak ada.


"Aku janji jika aku akan tiba disini tempat waktu sayang, aku pasti akan menemani mu di hari penting mu."


"Tidak perlu menjanjikan apapun pada ku Ken, selesaikan saja pekerjaan mu dengan baik, akan lebih baik jika itu bisa berakhir lebih cepat, sehingga kau bisa kembali seperti yang kau inginkan." jawab Lova. Ia tak ingin kecewa jika pada akhirnya Ken tidak menepati nya.


Tanpa terasa mobil mereka pun sudah sampai di Villa. Tidak menunggu Ken untuk membuka kan pintu seperti biasa, Lova sudah keluar dengan sendirinya.


"Aku akan mandi sekarang, aku lelah. Jadi aku akan langsung tidur. Kau juga istirahatlah." ujar Lova seraya menaiki tangga dan meninggalkan Ken seorang diri di lantai bawah.


Ken menggaruk kepalanya sambil tersenyum kebingungan. Apa kali ini ia sudah melakukan kesalahan? Kenapa kekasihnya tiba-tiba saja bersikap dingin? Ya, Ken tau jika tidak seharusnya ia mengatakan rencana nya begitu terlambat, tapi itu juga di luar perkiraan nya. Jadi kenapa Lova harus marah?


Apa kekasihnya marah? entahlah. Lova tak mengatakan bahwa ia marah, namun sikap gadis itu menunjukan hal tersebut.


"Apa sebaiknya ku batalkan saja? tapi bagaimana dengan kerja sama nya nanti?"


Dengan langkah gontai, Ken juga menapaki tangga dan berjalan ke kamarnya. Ia berhenti sejenak di depan kamar Lova dan samar-samar mendengar guyuran air mengalir.


ken juga masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri. Setelah merasa lebih segar, Ken kembali keluar dari kamar dan mengetuk kamar Lova.


"L, apa kau sudah tidur?" Ken menunggu di depan pintu, sambil menyenderkan bahu nya di tembok. "L, kau benar-benar tidur?" ulang Ken lagi, sebelum pintu di depan nya terbuka.


"Ada apa?" Lova bersedekap sambil menaikan satu alis nya, saat melihat Ken yang tersenyum di depan kamarnya.


"Ayo bicara?" Ken memainkan jari di ujung lipatan baju, sambil membujuk Lova. Sungguh seperti seorang bocah. "Bicara lagi? kau tidak lelah? Bagaimana jika besok saja? aku benar-benar ingin tidur sekarang." ucap Lova.


lalu..


Bam!


Pintu di depan nya kembali menutup.


"L, boleh aku tidur dikamar mu?" bujuk Ken, berharap pintu kembali terbuka.


"Kembalilah ke kamar mu Ken!" seru Lova cukup nyaring. "Tapi aku ingin tidur bersama mu, L...?"


"Berhenti bicara dan tidurlah sekarang Ken, aku tidak ingin mendengar kata-kata mu lagi."


"Bagaimana jika kita menikah besok?"


"Apa kau gila? berhenti bercanda!"


"Aku serius L. Aku akan bicara pada Dad, kak Zoya, dan kak Zen. O, ya aku juga akan katakan pada Kak Megan dan Kak Cassian.-


"Kita akan menikah besok L. Kau dengar?"


Ceklek..


pintu kembali terbuka..


"Apa kau juga butuh obat Ken?"


"Kenapa kau marah pada ku L? kau tau aku tidak suka saat kau mengabaikan aku." bujuk Ken, ia semakin merapatkan dirinya membuat Lova dengan refleks memundurkan langkah.


"Kau marah, tapi kau diam.-


"Kau mengabaikan aku,-


"Kau tidak ingin melihat ku,-


"Kau tau kau tidak bisa hidup tanpa mu, lalu kau melakukan ini nyonya Ken Wijaya..?" Ken menempelkan Kening nya di kening Lova, sambil menatap lekat mata Lova.


"Aku rasa tidak ada cara lain L. Kau dan aku, aku tidak bisa menahan ini terlalu lama lagi. Kau sudah cukup menyiksa ku dengan semua kegilaan ini.-


"Ken, aku..


"Sstttt... tidak L. Kau tidak di ijinkan untuk menolak. Besok atau pun lusa, atau pun hari lain nya, semua nya sama saja, cepat atau lambat kau tetap akan menjadi istri ku."


"Ken, aku..-


Tak ingin mendengar bantahan Lova, Ken membungkam mulut Lova dengan mulut nya.


"Aku hanya akan menerima jawaban, Ya.. L. Hanya itu."


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2