My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
BISAKAH ?


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


"Silahkan masuk gadis kecil.." Zen membukakan pintu mobil untuk Zoya. Setelah Zoya masuk, Zen menyusul untuk duduk di bagian kursi kemudi.


"O, ya ini untuk mu." Zen memberikan sebuket bunga untuk Zoya. "Untuk ku..?" Tanya nya lagi. Zen tersenyum.


"Lalu untuk siapa, kalau bukan untuk mu. Aku membelinya khusus untuk mu. Terima lah!" Zen menyodorkan bunga nya pada Zoya.


Dengan wajah malu-malu Zoya mengambil buket bunga yang sangat cantik itu, dan menghirup aroma nya perlahan.


"Terima kasih untuk bunga nya kak, ini sangat cantik."


"Tapi tidak secantik dirimu."


Zen melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Wijaya.


"Ingin makan siang dimana..?'' tanya Zen sambil berkonsentrasi mengemudikan jaguar milik nya. "Kali ini kakak saja yang memilih tempatnya!" kata Zoya menyerahkan keputusan pada Zen.


"Ok. Kalau begitu kita ke Auntum Resto. Kau pernah kesana..?"


"Tidak. Aku hanya pernah mendengarnya saja. Apa kakak pernah kesana...?" tanya Zoya lagi. "Aku pernah menemui klien perusahaan di sana, dan menurutku makanan nya enak, terutama seafood nya."


"Benarkah..? Kalau begitu, itu tempat yang tepat."


Dua puluh menit perjalanan mobil Zen sudah memasuki area restoran yang menyuguhkan berbagai macam masakan nusantara.


Tempat itu berkonsep seperti street food, dengan sepanjang jalan berderet berbagai macam restoran dengan makanan khas nya.


"Tempat ini sangat luar biasa kak.." puji Zoya kagum melihat begitu ramainya tempat tersebut. Ini pertama kalinya bagi Zoya berada disini.


Mobil Zen berhenti di area parkir yang udah di sediakan khusus bagi pengunjung restoran yang di maksud.


"Turunlah, dari sini kita akan berjalan kaki sebentar. Tidak apa-apa kan..? atau mau ku gendong.. ?" Canda Zen.


"Apaan sih kak, memang nya aku anak kecil..!"


Zoya keluar dari mobil, hanya membawa ponsel ditangan nya.


"Ayo..!"


"Hem."


Zen lagi-lagi menggandeng tangan Zoya dengan cukup erat. Tangan Zen terasa begitu hangat di membungkus jemari Zoya.


Restoran yang Zen maksud adalah restoran yang berkonsep retro dengan tiga lantai, dan bagian barat menghadap langsung ke laut.


Zen membawa Zoya duduk di lantai 3 restoran tersebut, dengan posisi menghadap barat, menyuguhkan pemandangan laut yang sangat luar biasa indahnya.


"Kau suka...?"

__ADS_1


"Sangat suka kak, tempat ini sangat indah..!" kagum Zoya. "Apa lagi saat malam hari, akan terlihat jauh lebih indah." Zen tersenyum. "Mau pergi lain kali...?"


Apa ini sebuah ajakan kencan lagi..? Oh..My....!


"Baiklah.."


Tak lama, seorang pelayan menghampiri keduanya membawa buku menu. "Silahkan tuan, nona ini menunya." kata pelayan tersebut ramah.


Zen mengambil buku menu, dan memesan menu makan siang untuk mereka berdua. Zen masih ingat betul apa saja yang Zo'e nya suka dan yang tidak di sukai oleh gadis kecilnya.


Seraya menunggu pesanan mereka datang, keduanya mengisi waktu untuk mengobrol tentang apa saja yang mereka ingin ketahui dari diri masing-masing.


"Zo'e, apa kau menyukai seseorang saat ini..?"


Zen melipat tangan di atas meja, sambil memandang kepada Zoya.


Wajah cantik Zoya semakin bersinar terkena paparan sinar matahari yang terkadang menyilaukan mata.


"Kenapa kakak menanyakan itu..?"


"Apa aku tidak boleh mengetahui nya..? Apa itu berarti ada seseorang, yang sedang kau sukai,, Zo'e..?" kata Zen lambat-lambat.


"Ya, dan Tidak." Jawab Zoya singkat. "Maksudmu..?"


"Ya. Karena memang aku sedang menyukai seseorang saat ini." "Siapa..?" potong Zen dengan cepat.


"Aku belum selesai kak!" protes Zoya. "Baiklah, lanjutkan!" Zen mengerutkan kening nya. Sangat tidak nyaman baginya mendengar pengakuan Zoya.


"Sampai mana tadi,,..? Ah, Dan.. untuk "Tidak",


Sebenarnya aku belum yakin, apakah aku benar-benar menyukai orang tersebut atau hanyalah,,


"Aku belum bisa memberitahukan nya kak, tidak untuk saat ini." jawab Zoya. "Bagaimana dengan kakak..? tentang wanita mu itu, bisakah kakak ceritakan pada ku."


"Permisi, ini pesanan anda.. " Pelayan menyajikan beberapa menu makanan di atas meja mereka.


Dengan datang nya makanan, baik Zoya maupun Zen seperti melupakan pembicaraan mereka sebelumnya, meskipun sebenarnya Zoya benar-benar ingin tau, tapi ia membiarkan nya seperti sebuah angin lalu.


Zen mengambil piring seafood di depan nya, dan mengupasnya satu per satu sebelum di berikan kepada Zoya.


"Ini makanlah..!" Zen memberikan udang yang tadi di kupas nya kepada Zoya. "Kakak juga makanlah.. "


Waktu makan siang mereka berlalu dengan menyenangkan.


...❄️❄️...


...Pukul 12.45....


Zen sudah mengantarkan Zoya ke kampus tempatnya mengajar. "Terima kasih makan siang nya, dan juga karena kakak sudah mengantar ku." ucap Zoya.


"Aku senang melakukan nya Zo'e. Selamat mengajar. Aku akan kembali ke kantor sekarang." Pamit Zen.


"Hati-hati di jalan kak."


"Ya.. semangat gadis kecil." kata Zen lagi, menyemangati Zoya.


"Dahh.... " Zoya melambaikan tangan nya pada Zen. "Miss Viddete..?" Jordan menghampiri Zoya dari arah parkiran.

__ADS_1


"Haii Jordan.. selamat siang." Sapa Zoya ramah. "Kakak mu?" Jordan melirik ke arah mobil Zen yang sudah berlalu.


"Ya, kak Zen mengantarku karena semalam mobil ku tinggal disini." Zoya menunjuk mobilnya yang terparkir rapi di tempat nya.


"Hem. Ayo kita masuk.. " Keduanya sudah mulai akrab dan juga lebih santai saat bicara, layaknya seorang teman pada umumnya.


"Miss Vidette, apa kau ada acara malam ini..?"


"Kenapa..?"


Ehhemm.. Ehheemm..


"Siang miss, mr... "


Sapa para mahasiswa dan mahasiswi yang berpapasan dengan keduanya memotong percakapan keduanya, bahkan ada yang memang sengaja menghampiri mereka.


"Mr.... ? Semangat Lah...,,!!"


salah seorang siswa tingkat empat memberikan dukungan pada Jordan. Seperti mereka memahami bahwa Jordan sedang mendekati Zoya.


Jordan dan Zoya saling bertatapan saat keduanya mendapatkan sedikit candaan dari mahasiswa mereka.


"Seperti nya kamu punya banyak penggemar."


"Begitu pun Kamu miss Vidette.." balas Jordan.


Keduanya sama-sama tersenyum, melihat tingkah para mahasiswa mereka. Zoya dan Jordan memang selalu di gadang-gadang kan sebagai pasangan terpopuler di kampus. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa, tapi juga dari kalangan Dosen.


"Bagaimana dengan pertanyaan ku tadi..?"


Jordan lebih mendekatkan dirinya pada Zoya, menutup jarak keduanya.


"Sebenarnya aku tidak ada rencana apa-apa malam ini, hanya saja aku tidak terbiasa keluar di malam hari." jawab Zoya dengan sebenarnya.


"Jadi.....?"


"Bisakah lain kali..?" Zoya memang enggan untuk keluar rumah malam ini.


"Kapan kamu ingin,..? Ahh,, bisakah kita bertukar nomor ponsel, setidak nya aku bisa menanyakan pada mu jika kita tidak bertemu di sini, dan kamu bisa memberitahuku saat waktu mu tengah luang."


Zoya pun memberikan nomor ponselnya pada Jordan,lebih tepatnya mereka saling bertukar nomor ponsel.


"Terima kasih."


"Tidak masalah, bukan kah kita teman..?" Zoya membalas Jordan dengan senyuman dan juga sikap nya yang sangat bersahabat.


Keduanya masuk bersama-sama, dan lagi-lagi menjadi pusat perhatian dan juga candaan dari sesama rekan dosen yang saat itu tengah berada di ruangan.


Zoya tak ingin ambil pusing dengan candaan dan juga jurus goda menggoda ala-ala sesama dosen. Bagi Zoya Jordan hanyalah teman nya, tidak lebih.


Begitupun dengan Jordan. Laki-laki itu sudah tidak lagi bersikap tengil seperti biasa. Terlihat lebih baik dari sebelumnya dan Zoya menghargai itu.


Aku akan memulai nya dengan cara ini Zoya. Jika biasanya kau tidak menganggap ku, maka sekarang cerita kita akan ku buat berbeda.


Bisakah.........?


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2