
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
Pagi-pagi sekali Zoya sudah bangun. Ia harus terlihat lebih segar hari ini, apalagi nanti kakak nya akan datang dan makan malam bersama-sama dengan mereka. Setelah sekian lama, akhirnya hari ini datang juga.
Sebelum melakukan aktifitas lain nya, Zoya mengawali pagi dengan morning routine nya, yaitu olah raga. Ia harus tetap sehat dan menjaga mood nya agar tetap baik.
"Selamat pagi Non.." sapa beberapa asisten yang juga sudah lebih dulu bangun untuk melakukan pekerjaan mereka. "Selamat pagi juga Bii.."
"Sweet heart ?" Rehan yang baru menuruni tangga melihat putri nya sudah bangun, bahkan kini sudah mengenakan sneaker. ''Dad..? Morning.." Zoya mencium pipi Rehan. "Sudah ingin berangkat..? pagi sekali..? tidak sarapan dulu..?"
"Tidak sayang. Dady ada pertemuan penting pagi ini, Dady tidak ingin terkena macet." Jelas Rehan.
"Kau sendiri, tumben pagi sekali bangun nya..?
'Aku..? Tidak ada. Hanya ingin olah raga lebih pagi, karena setelah ini aku akan sangat sibuk." Zoya menemani Rehan berjalan sampai ke teras dimana supir pribadi nya sudah menunggu.
"Wow,, benarkah..? berapa kelas yang akan kamu ajar hari ini..?"
"Ahh.. bukan tentang kampus Dad,, tapi ada hal lain." Jelas Zoya, sedikit malu. "Hal lain..? apa itu..?"
''Rahasia..!!''
''Apa ini..? sudah ada rahasia di antara kita sayang...?" ujar Rehan mulai merasa gelisah.
"Dady juga akan tau nanti! O, ya Dad bisakah Dady pulang lebih cepat malam ini..?" pinta Zoya.
''Apakah ini penting sweet heart..?"
''Tentu saja..!" jawab Zoya dengan yakin.
'Kekasih..?" tebak Rehan dengan was-was.
"Hah..? Dad.. bukan itu'' sangkal Zoya. Wajah nya merona. Sementara Rehan bernafas lega mendengarnya.
Ha-Ha-Ha..
''Baiklah.. Baiklah.., Dady akan usahakan pulang tepat waktu, dan melihat kejutan apa yang kamu siapkan angel.." Rehan mencium kening putri nya.
''Dady akan sangat menyukai nya. Aku jamin..!''
'Baiklah. Kalau putri Dady sudah mengatakan seperti itu, maka Dady akan percaya. Sampai nanti sayang.''
'Bye Dad. Hati-hati di jalan."
Apa hari ini ada yang berulang tahun..?
Rehan mencoba mengingat-ingat semua tanggal-tanggal penting dalam keluarga nya.
Aku yakin tidak ada peringatan penting apapun hari ini..? Kejutan apa yang di siapkan gadis kecil itu...?
Setelah mobil Dady nya menghilang dari pandangan, Zoya juga memulai lari pagi nya.
__ADS_1
...❄️❄️...
Suara gaduh mulai terdengar dari arah Kitchen room. Membuat Julie semakin mempercepat langkah nya.
Terlihat di sana semua asisten rumah tangga berkumpul mengerjakan banyak hal, dan ada yang...?
Ahh.. putri nya. Pantas saja, pagi ini terdengar lebih berisik dari biasa nya.
"Apa pelajaran memasak mu sudah di mulai sayang..?" tegur Julie pada Zoya yang kini tengah sibuk memilah-milah pekerjaan apa yang akan dia kerjakan.
"Heii, mom.. pagi.."
"Pagi sayang. Apa yang ingin kamu masak..?" tanya Julie melihat keadaan dapur nya yang saat ini terlihat seperti..
"Entahlah mom,, aku juga tidak tau ingin belajar membuat apa." jawab Zoya dengan sebenarnya. "Apa mommy punya ide..? masakan yang cocok untuk Dinner. Sederhana namun terlihat mewah dan juga harus enak.'' katanya lagi.
"Hem.. apa ini jenis makanan yang disukai semua orang, atau hanya orang tertentu..?'' tanya Julie lebih mendetail.
'Aku rasa jenis yang di sukai semua orang." jawab nya ragu.
''Western..? atau..?"
"Emm.. entahlah momm.. apa saja yang menurut mommy makanan favorit keluarga kita.''
''Baiklah kalau begitu serahkan pada mommy.'' Julie mengambil alih kitchen room nya. "Tolong rapikan semua berdasarkan jenis nya!"
'Baik Buu.."
'Mom, aku ingin membantu, ajarkan aku juga ya..?"
''Baiklah sayang.. "
Ya, walaupun sebenarnya tugas Zoya hanya membantu mommy nya untuk mencuci sayur-sayuran dan melihat bagaimana cara memasak semua hidangan dalam list menu nya malam ini.
Cukup lama keduanya berkutat di dapur, yang Julie masak pertama kali adalah hidangan untuk sarapan pagi. Berhubung ini adalah weekend, Jadi Julie dapat lebih santai untuk urusan pekerjaan rumah. Setelah menyelesaikan masakan nya, Julie, Zoya dan juga Ken sarapan terlebih dahulu.
'Momm,, tidak kah mommy mencium sesuatu yang aneh dari Zozo..?' Bisik Ken pada Julie.
'Sssstt.. mommy juga penasaran, tapi biarkan saja!'
"Mom, aku sudah selesai, aku naik duluan. bye bocah kecil..!" Zoya bergegas meninggalkan meja makan.
...❄️❄️...
Pukul 17.30 Wib.
Zoya sudah turun dari lantai atas. Ia hanya mengenakan pakaian sederhana, dan juga memakai make up tipis. Ia tidak ingin orang-orang melihat nya terlalu berlebihan, lagi pula yang datang hanyalah kakak nya. Kakak yang sudah lama pergi meninggalkan mereka.
Sekali lagi Zoya pergi keruang makan untuk memastikan semua hidangan sudah tersaji dengan rapi di meja makan.
"Dad..? Zoya menghampiri Rehan yang baru saja turun.
'Kau sudah terlihat cantik sayang. Apa Dady tidak boleh dapat bocoran lebih dulu..?" bisik Rehan pada putri nya.
''Dad,, ini bukan seperti yang Dady pikirkan. Tapi Ini lebih dari spesial." ucap Zoya dengan mata berbinar. "Dimana Mommy dan Ken..?' tanya nya lagi.
''Mommy masih di kamar, mungkin sebentar lagi mereka akan turun.'' Zoya dan Rehan lebih dulu berkumpul di ruang keluarga.
Sementara menunggu mommy dan juga Ken, Zoya memainkan sebuah lagu Imagine. Tidak hanya memainkan nya dengan piano, Zoya juga menyanyikan syair lagu tersebut dengan sangat merdu.
__ADS_1
Suara permainan piano dan juga nyanyian merdu yang terdengar, mengundang Julie untuk segera bergegas ke ruang keluarga.
''Anak kita selalu luar biasa..'' Puji Rehan berbisik pada Julie yang sudah duduk di samping nya, dan juga Ken yang baru saja bergabung dengan mereka.
"Tentu saja. Aku mewariskan bakat itu pada nya.''
"Ya.. Ya.. tentu saja."
Ketiga nya kembali menikmati permainan piano Zoya.
Sementara Zen yang baru saja tiba di pertengahan permainan, memilih untuk berdiri di sudut turut menikmati permainan Zoya.
Di penghujung lagu, Zoya melihat Zen berdiri tak jauh dari sana, tersenyum ke arah nya.
PROK..PROK..PROK..
"Terima kasih." Zoya membungkukkan Setengah tubuh nya menerima apresiasi bagi dirinya.
"Mom, Dad.. dan Kamu bocah kecil. Aku punya kejutan untuk kalian."
Rehan dan Julie saling berpandang-pandangan.
"Kemari lah kak..." panggil Zoya pad Zen. Ketiga nya sama-sama mengarahkan pandangan ketempat Zoya melihat sekarang.
Dan...
"Oh.. My.. Zen." Julie terkesiap. "Boo itu putra kita kan..?" Julie menutup mulut nya tak percaya dengan apa yang di lihat nya sekarang.
"Mollie, Ini aku.." Zen berjalan ke arah Mollie dan juga Dady nya. Mollie lebih dulu menghampiri Zen dan memeluk putra nya itu. tangis haru dan rindu seketika pecah di ruangan tersebut.
Rehan tak kalah bahagia melihat keberadaan Zen disini. "Dad..?" Zen beralih pada Rehan.
"Jagoan,, lihatlah dirimu sekarang, kau bahkan lebih tampan dari Dady.." Keduanya juga saling berpelukan dengan haru.
"Dady juga masih sangat tampan di usia Dady yang sekarang.." balas Zen.
"Zozo,, siapa laki-laki itu..?' Ken yang tidak mengenal Zen hanya bisa menyaksikan momen itu dalam diam.n"Kamu masih terlalu kecil untuk mengingat siapa dia Ken.. " bisik Zoya ambil tersenyum.
''Mom.. Dad.., apa kalian menyukai kejutan nya...?" Rehan dan Julie tersenyum pada Zoya. Sambil menghapus air mata haru di wajah mereka.
'Kemarilah gadis kecil,, aku juga masih merindukan mu..'' Zen menarik tangan Zoya dan memeluk gadis kecil kesayangan nya itu.
"Aku juga sangat merindukan mu, Kak.." Zoya membalas pelukan Zen. ''But I Miss you more.. "
Melihat acara peluk memeluk itu belum selesai, Ken hanya kembali menghempaskan dirinya ke atas sofa dan duduk di sana sambil menunggu kapan reuni itu selesai.
"Bukan kah itu Ken ?" tanya Zen melihat ke arah Ken. Sementara Ken menunjuk dirinya sendiri, sedikit heran mengapa orang asing itu mengenal dirinya.
"Ya.. itu KEN,' Jelas Zoya.
"Ya,, itu sedikit mengingatkan kami tentang dirimu sayang.. " Julie membelai lembut Wajah Zen. Putra nya itu tumbuh dengan baik sekarang.
Semakin gagah dan juga tampan.
...❄️...
...❄️...
...❄️...
__ADS_1