
...ENJOY...
.......
.......
.......
"Huusstt.. diem-diem! itu bukan cwe nya? gak nyangka banget ya.."
Beberapa kerumunan siswa dan siswi terlihat berlalu-lalang sambil melihat dari luar jendela kelas untuk membicarakan Shreya hingga membuat suasana semakin gaduh.
Tidak hanya murid-murid dari kelas lain, tapi teman-teman yang berada di dalam kelas pun memiliki pertanyaan yang sama pada Shreya. Pasalnya selama ini, yang seisi sekolah tau adalah, Mr.Damian seorang jomblo konsisten alias laki-laki yang tak ingin memiliki kekasih. Tapi sekarang, seisi sekolah bahkan sudah melihat *hot new**s* yang pagi ini beredar memenuhi forum.
Berita tersebut dikirimkan lewat group chat sekolah, oleh seseorang yang menggunakan identitas anonim dan yang sangat mengejutkan; topiknya adalah tentang hubungan tersembunyi antara Shreya dan Mr.Damian.
"Hemm, ia benar-benar, gak salah lagi! keliatannya kaya cwe baik-baik, masa sih itu cwe gitu banget? Pak Damian juga, Kok gue yang jadi ilfeel ya..?" suara gadis lainnya mengomentari.
Shreya yang memang tak pernah mau ambil pusing dengan cibiran orang lain, tak pernah mengira bahwa saat ini dirinya lah yang tengah di perbincangkan seisi sekolah.
Karena semakin banyak murid-murid yang mulai bergunjing tentang Shreya, Ken dan Leon tak bisa tinggal diam. Keduanya kompak untuk membungkam para murid yang hendak bergosip dengan tatapan nyalang selama pelajaran masih berlanjut.
Bahkan miss Casandra yang sedang mengajar pun dibuat tidak nyaman dengan pemberitaan yang sedang beredar tersebut.
Duk..Duk..
Suara ketukan buku di atas meja, membuat seisi kelas mengarahkan pandangan ke depan, "Tolong perhatikan materinya!" peringat miss Casandra. "Shreya,- lanjutnya membuat gadis yang tadinya terus menulis itu mendongakkan kepalanya,- "Yes miss..?"
"Datanglah ke ruangan ku saat jam istirahat." pinta miss Casandra lagi.
"Baik miss."
Tak lama waktu berselang, akhirnya bel istirahat pun berbunyi.
Tanpa menunggu aba-aba, Ken langsung menarik tangan Shreya, untuk membawa gadis itu keluar dari dalam ruangan, dan Leon pun mengikuti keduanya layaknya seorang bodyguard.
"Wait-wait! Ken, lepasin gue, sakit tau!" Shreya mencoba menarik tangannya, tapi genggaman Ken selalu lebih kuat.
"Diem aja napa sih! kita mau bantuin lo tau!" bentak Leon setengah berbisik pada Shreya.
Tak mengerti dengan apa yang sedang Leon bicarakan, tepat di depan lift, Shreya menyentak keras tangannya hingga terlepas dari genggaman Ken.
"Lo berdua kenapa sih, gak ada akhlak banget!" kesalnya. "Lo berdua lupa? gue harus keruangan miss Casandra! malah lo tarik-tarik kesini." Shreya mendelik kesal pada keduanya.
"Hiiss mulut lo tu ya!'' gemas Leon, ingin mencubit pipi Shreya. Entah tak tau, atau terlalu masa bodoh dengan apa yang terjadi pada dirinya, Shreya malah terlihat sangat santai dibandingkan Ken dan Leon.
"Lo tu ya, bisa-bisa nya bersikap kaya gini padahal udah jadi gosip satu sekolah. Ini gue yang terlalu baper, atau emang lo nya yang ngebenerin ni gosip, makanya lo nyantai."
"Gak habis pikir gue, ini yang gue pikirin waktu itu waktu gue nanya ke lo diruang rahasia, see..? akhirnya ketahuan orang banyak kan! Mending lo jujur deh sama kita, lo kasih tau sebenarnya apa hubungan lo sama tuh mister biar gak jadi salah paham kaya gini, lo mau nama lo si jelek-jelekin? harga diri lo di injak-injak? dikatain cwe murahan oleh seisi sekolah?" kata Leon panjang lebar.
"Gue di gosipin?,- Tanya Shreya lagi, membuat Leon dan Ken kompak menganggukkan kepala.
"Satu sekolah?"
"He-eemm!" gemas Leon.
"Kenapa? kok gue gak tau!" tanya nya dengan polos.
"Ni anak! makanya hp tu dicek, jangan diasamin aja!" kini Leon yang berubah kesal. Hubungan merekalah yang membuat Leon sangat peduli dengan Shreya. Baginya gadis itu, sudah seperti...? Ahh.. sulit untuk dijelaskan!
"Hubungan lo sama mr.Damian apaan Shre..? satu sekolah pada bilang kalau lo punya hubungan terlarang sama tu guru!" tambah Leon, memicingkan matanya menunggu jawaban jujur dari Shreya.
"Kok bisa tentang gue? liat dong, kok gue gak tau ya ada gosip kaya gitu? hemm..Bisa-bisa nya gue gak nyadar, Padahal gue lagi eksis gini juga..'' oceh Shreya menutupi kepanikannya.
Ia tak pernah takut jika itu hanya tentang dirinya, tapi ini juga berhubungan dengan Damian. Bagaimana jika Shreya membuat Damian dipermalukan? Bagaimana jika hubungan mereka harus terkuak? jika begitu, Bagaimana Shreya harus menanggung kemarahan dari Darma? ayah Damian.
__ADS_1
Setelah melihat isi ponsel Leon, Shreya membaca sebuah artikel di forum sekolah; Dan Hot news tersebut diberi judul:
"Hubungan terlarang guru dan siswinya. #ForbiddenLove #teacherstudent #unethicall"
Dengan huruf cetak tebal yang semakin menegaskan kata-kata pada berita nya. Tidak hanya itu, di sana juga ditambahkan beberapa photo yang memperlihatkan kedekatan antara Shreya dan Damian yang diambil dari sudut-sudut tersembunyi, salah satunya adalah photo saat Damian sedang memeluk dan juga memberikan ciuman di kening Shreya pagi ini.
Melihat photo-photo dirinya tersebut, Shreya dapat memastikan jika beritanya baru saja disebarkan.
Tapi kenapa? Apa keuntungan yang di dapat dengan menyebarkan rumor seperti ini? Sialnya, Hot News seperti ini memang selalu ditunggu-tunggu semua orang.
"Ahh.. ini!" Hanya dua suku kata itu yang keluar dari mulut Shreya sebagai responnya.
"Ahh? Ini..? Shiitt!!" Leon mengepalkan tangannya kesal atas sikap Shreya. "Lo gak mungkin pacarnya mister kan?" Tuntut Leon lagi.
"Gue." Saat ketiganya sedang bicara, tak jauh dari mereka ada beberapa siswa yang kini menjadi penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.
"Kita keatas!" Sela Ken yang sejak tadi hanya diam, memperhatikan dan juga menunggu penjelasan Shreya.
Sesampainya di ruangan, Leon langsung mengunci rapat pintunya, lalu mengondisikan ruangan tersebut agar tidak ada orang lain yang mencoba menguping pembicaraan mereka.
"Sekarang lo bisa jelasin ke kita, apa sebenarnya hubungan lo sama tu mister." kata Leon menuntut penjelasan.
"Kan gue udah bilang, gue gak ada hubungan apa-apa, lagian gue juga..-
Disaat yang bersamaan, ponsel Shreya bergetar. Tak perlu ditanyakan siapa yang akan memanggilnya disaat-saat seperti ini.. tentu saja orang yang menjadi topik utama.
"Kamu dimana, gak apa-apa kan?" Damian terdengar cemas.
"Di ruangan, bareng Leon sama Ken.'' jawab nya singkat.
"Hmm. Ok.. gue turun bentar lagi." jawabnya, lalu menutup panggilan.
"Siapa? mister?- tebak Leon yang memang sudah tidak sabar ingin mendengarkan penjelasan Shreya.
Teman? benarkah?
...Flashback On...
Pagi-pagi sekali mobil Damian sudah terparkir dengan rapi ditempat biasa ia menurunkan Shreya.
Dari dalam mobil, Shreya memperhatikan sekitar.
Ketika ia tak mendapati siapapun di sana, Shreya pun segera keluar dari dalam mobil membawa tas dan juga buku-bukunya.
"Damdam disini aja, gak usah turun, ntar ada yang liat lagi!" cegah Shreya pada Damian.
Tapi dasarnya Damian, ia tak mau mendengarkan kata-kata Shreya. Pikirnya, saat itu masih terlalu pagi bagi anak-anak lain nya untuk ke sekolah.
Dan tidak mungkin ada yang melihat mereka.
"Apaan sih, gue juga mau keluar tau!" ujar Damian sambil membawa sebuket bunga dan juga tas kerjanya.
"Gimana cantik gak bunganya?" Damian menunjukan buketnya pada Shreya.
"Hmm. Bagus. Yakin mau dibawa sekarang?"
"Kan biar jadi kejutan, masa dibawa ntar." jelas Damian sambil tersenyum girang.
"Ya udah, Shreya duluan ya Damdam." pamitnya, namun ditahan Damian.
Sedetik kemudian, Damian langsung merengkuh Shreya dalam pelukannya; "Aku akan memberitahumu kabar baiknya nanti." ucapnya, lalu mencium kening Shreya.
Shreya pun balas tersenyum; "Hmm. Semoga berhasil Damdam." ucapnya, mendoakan Damian.
"Ya udah duluan sana!" kata Damian menyuruh Shreya untuk segera pergi lebih dulu. "Hmm.Ya udah.. bye."
__ADS_1
"Bye cebol. Jangan terlalu dekat dengan dua bocah itu!" seru Damian di keheningan pagi. Sementara Shreya hanya melambaikan tangannya.
...Flashback Off...
Shreya melirik pada Leon dan juga Ken secara bergantian, ia menimbang apakah harus mengatakan tentang hubungannya dengan Damian atau tidak.
Jika harus, Shreya belum meminta persetujuan Damian.
"Sebenarnya..
Tes.. Tes..
"Kepada seluruh siswa diminta untuk segera berkumpul di Aula sekarang juga, tanpa terkecuali."
Suara dari mikrofon ruang informasi menggema di seisi sekolah.
"Kaya nya kita harus ke Aula." Kini Shreya menghindar lagi dari keduanya.
"Lo gak apa-apa?" tanya Ken yang saat ini menahan tangan Shreya, membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
Shreya bisa apa? Ia hanya bisa menunjukan senyuman baik-baik saja pada kedua pria yang mengklaim diri mereka sebagai teman nya itu.
"Ya, gue gak apa-apa kok, just a rumors!" jawabnya santai.
Tapi rumors bisa sangat mematikan bagi orang-orang yang tak sanggup menanggungnya.
Setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, Ken melepaskan tangan Shreya lalu pergi mengikuti gadis itu.
"Lo dengerkan? kaya nya dia beneran gak mau cerita!" kesal Leon. "Sebagai teman, sebaiknya kita percaya padanya." ucap Ken, yang kemudian berlalu.
"Kok jadi gue?"
"AAaaakkkhh"
Mendengar suara Shreya, Ken dan Leon segera menghampiri gadis tersebut.
"Shre, lo kenapa, Sialan, siapa sih yang kurang kerjaan kaya gini! Woii.. sini kalau berani...!"
Marah Leon saat melihat Shreya yang sudah terguyur oleh cairan air bercampur tepung, telur, dan cairan lainnya..
Leon pun mengecek lift dan juga menuruni tangga untuk melihat siapa yang melakukan hal menjijikan seperti itu pada Shreya.
"Lo gak apa-apa? Ada yang sakit?" Ken melepaskan sweater nya untuk menutupi tubuh Shreya yang basah.
"Hmm. Gue gak apa-apa. Tapi ini apaan sih, bau gini..!" oceh Shreya yang merasa jijik dengan tubuhnya yang basah dan berbau amis. Namun laki-laki didepan nya ini, masih mau membantunya membersihkan rambut dan juga wajahnya. "Makasih buat sweater nya." ujar Shreya, merasa bersyukur dengan kehadiran Ken dan juga Leon.
"Lo tunggu di dalam, gue nelpon sebentar." perintah Ken pada Shreya, yang langsung di angguki gadis itu.
Beberapa menit kemudian, Ken kembali bersama dengan Leon.
"Lo gak apa-apa kan?" tanya Leon yang juga mengkhawatirkan Shreya.
"Hmm. gue masih Ok. kok.."
"Kita ke toilet di lantai 3." Ajak Ken, pada keduanya.
"Di sanakan toilet guru, ngapain kesana? ke toilet siswa aja di lantai 4." tolak Shreya.
"Miss Casandra dan Mr.Damian udah nungguin kita di sana." pungkas Ken, membuat Shreya terdiam, dan menuruti perkataan Ken.
...❄️...
...❄️...
...❄️...
__ADS_1