My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
JULIE' PROMISE


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


Zen dan juga Rehan hampir saja tersedak minuman mereka saat mendengarkan suara teriakan lantang milik Zoya yang tiba-tiba saja mengagetkan mereka yang saat itu tengah menikmati sarapan pagi.


"Zo'e,, apa maksud mu...?" Zen menyeka mulutnya yang tertumpah sedikit minuman.


Gadis itu menghampiri meja makan dengan rambut yang masih sedikit berantakan, dan juga matanya yang terlihat marah dan sedikit wajah masam nya.


"Kak Zen..!! Kau jahat sekali, kau sangat jahat!!" katanya dengan wajah hampir menangis.


"Heii,, Zo'e,, ada apa..? kenapa kau menangis..?"


Zen mengusap kepala Zoya sambil merapikan sedikit rambutnya.


"Kamu jahat kak..! Bukan kah semalam aku sudah setuju..?"


Julie dan juga Rehan yang saat itu ikut kaget mendengar suara teriakan putri mereka juga ikut penasaran dengan apa yang terjadi.


membuat keduanya memperhatikan dengan seksama.


"Sayang,, tenangkan dirimu.." Julie ingin mendekati putrinya, namun tangan nya di tahan oleh Rehan.


"Zo'e,, apa kamu bermimpi buruk..?" tanya Zen yang masih bingung . "Kakak bilang mencintai ku dan ingin bertunangan dengan ku,


Hiks..Hikss..


"Ya, aku mengatakan itu..."


"Lalu... Lalu.. Kenapa pagi ini kakak melakukan hal jahat padaku..?" Tangis Zoya semakin pecah..


"Aku,,.?"


"Zen..? Apa yang kau lakukan pada putri Dady..?"


"Dad,, aku.. aku tidak..- Zen kebingungan sendiri dengan drama kekasihnya pagi ini. "Kak Zen jahat..!!" Zoya memukul-mukul Zen.


"Angel tenanglah,, katakan pada Daddy apa yang pemuda ini lakukan pada mu, Daddy akan..-


"DADY JUGA JAHAT..!!!" Teriak Zoya.


"Dad..? Aku..? Moo apa yang aku lakukan pada putri kita..?" tanya Rehan dengan wajah yang juga kebingungan.


"Entahlah Boo, hanya kamu dan juga Zen yang tau apa yang sudah kalian lakukan pada putri ku..!!" Julie menyentak tangan nya, lalu berjalan mendekati Zoya dan memeluk putri nya itu untuk menenangkan nya.


"Sssttt... sayang tenanglah.. katakan pada Mommy.. ada apa..?? hem..?"


"Mommm... mereka jahat. Huuuu Huuu..Dady dan Kak Zen sangat jahat pada ku..!!" tangis Zoya sambil memeluk mommy nya.


"Ya sayang.. katakan pada mommy apa yang mereka lakukan.. mommy akan menghukum mereka..!!" Julie menatap marah pada Zen dan juga Rehan.


Rehan dan juga Zen sama-sama menggelengkan kepala tak menerima tuduhan Zoya..


"Moo, aku sungguh..-


SSTTTT..!


Baru saja Rehan ingin membela diri, tapi tatapan Julie sudah membuat Rehan hampir tak berkutik.


"Katakan sayang, katakan semuanya pada Mommy..!"


Setelah agak tenang, Zoya melepaskan pelukan nya lalu bicara pada Mommy nya. "Mom,, kemarin kak Zen mengatakan kalau dia mencintaiku..


"ya sayang.. lalu..- kata Julie yang sabar mendengarkan putrinya.


"Dady meminta aku dan kak Zen bertunangan.. hiiks,,Hikkss.."

__ADS_1


"Angel,, maafkan Daddy kalau kau tidak menerima nya, Dady akan.."


"Tapi Dad, semalam Zo'e sudah.." Zoya kembali menyela.


"Diam lah kalian berdua..!" suara Julie meninggi memperingatkan suami serta putranya yang benar-benar tak tahu dimana letak kesalahan mereka.


"Aku sudah mengatakan—Iya.. Mom, aku mau bertunangan dengan kak Zen.." sambung Zoya lagi.


Julie dan Rehan sama-sama menatap pada Zen, Membuat Zen menganggukkan kepalanya membenarkan hal itu..


"Ya sayang, Lalu..?" Julie berdiri di hadapan Zoya sambil mengelus sayang kepala putri nya itu.


"Tapi.. Tapi..Bagaimana bisa Kak Zen akan menikahi wanita lain...? Haaaaa.... Haaa... kak Zen jahat...!! air mata Zoya terus saja mengalir, membuat Julie merasa iba dengan putri nya itu.


Ssssttt... Ssssttt...


"Aku...?" Zen heran sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Zo'e.. heii dengarkan aku." kata Zen yang belum sempat selesai.


"Sayang, dengarkan Mommy. Bagaimana Zen akan melakukan itu kalau dia sudah berjanji pada mu..? hem..? Kau mengenal bagaimana kakak mu, kan..?"


"Daddy mom.. Daddy yang menjodohkan mereka.. Hiks..Hikss.. dan pagi ini mereka akan menikah.. Huuuaaaaa..."


"Tapi sayang.. Daddy tidak pernah menjodohkan Zen dengan siapapun, dan siapa yang akan menikah..? tidak ada yang akan menikah...!!" kini Rehan yang bersuara meyakinkan putri nya.


Ketiganya saling berpandang-pandangan, mencurigai sesuatu..


Ken yang melihat dari ujung tangga sebenarnya hanya berniat menjahili kakak nya, hanya saja ia tidak menyangka jika hal yang tadi nya terlihat lucu, malah akan menjadi sedikit rumit seperti ini..


Dengan berjalan perlahan, Ken menuruni tangga hendak menyelinap keluar..


"KEN...!!!!


"KEN...!!!!


UPPPPSSS...


"Dad,, Momm.. Sorry...!!!"


Ken berlari keluar rumah langsung masuk ke dalam mobil dan minta agar segera di antar ke sekolah.


Habislah ia kalau sampai tertangkap.


"Angel sayang,, sepertinya kali ini kita tau siapa yang berulah lagi...!!" Rehan membujuk putrinya.


Sementara Zoya justru di buat kebingungan, dan belum juga menyudahi tangisnya.


Ha-Ha-Ha..


Zen tak kuasa menahan tawa nya.. "Maafkan aku Dad, Mom.. hanya saja.."


"Ha-Ha.."


Zoya yang menyadari ada yang salah pun mulai bertingkah normal. Terlebih lagi saat Zen tak henti-hentinya mentertawakan dirinya;


"Kak Zen...!"


"Sudah sayang, sudah.. bisakah kita selesaikan drama pagi ini sekarang...?" kata Julie lagi.


"Tapi Mom.."


"Sayang,, kembali lah ke kamar mu dan mandilah sekarang.. percayalah pada mommy.. kau terlihat sangat.." Jullie memeluk Zoya sambil berbisik.


Zoya baru menyadari satu hal, kalau saat ini ia pasti terlihat sangat konyol dan juga memalukan di depan Zen dan juga Daddy nya.


Zoya menutup wajahnya kemudian berlari meninggalkan meja makan, sementara orang-orang di meja makan masih tertawa karena nya.


"Ken...!! Awas aja kamu nanti, bocah ini benar-benar...!"


Aaaaaaaaa......

__ADS_1


"Apa itu aku..? benarkah..? itu.. Aaaaaaaa...... Bagaimana aku bisa terlihat seperti itu...?" Zoya bergidik ngeri melihat pantulan bayangan nya di cermin.


Ehhmmm...


"Jadi Son...Bisa ceritakan cerita lengkapnya pada kami...!" pinta Rehan. Rehan dan Julie duduk berdampingan menantikan cerita Zen.


"Mollie.. Dady.. Jadi, aku sudah bicara pada Zo'e,


Aku mengatakan semua perasaan ku pada nya, seperti yang ku katakan juga pada kalian. Dan seperti yang Daddy minta..


Zo'e bersedia bertunangan dengan ku. Zo'e juga mengatakan kalau dia memiliki perasaan yang sama pada ku.


"Oh... God...!" Julie meneteskan air matanya. "Moo.."


"Boo,, apa kau dengar.. ? Anak- anak kita,, mereka akan bertunangan.."


"Ya, sayang... kenapa kamu menangis..? hem.. tidak kah kita harusnya bahagia..?"


"Aku bahagia Boo, hanya saja. Anak-anak kita.."


"Ya sayang, ku tau.. aku tau.."


"Mollie." Zen bersuara.


"Apa Mollie masih ingat sebelas tahun lalu, saat kita sedang lari pagi..?" Julie kembali memutar memori nya ke sebelas tahun silam. "Ya sayang, Mollie ingat..


"Saat itu mollie kalah bertaruh dengan ku, dan Mollie masih belum memenuhi 1 permintaan ku, mollie ingat...?"


"Ya Mollie tau itu.."


"Dan permintaan terakhirku,.. Bisa kah aku meminta nya hari ini..?"


"Ya sayang, apa itu..? Mollie akan memenuhi permintaan mu."


"Mollie, Dady.. Bisakah kalian mempercayakan Zoya pada ku, dan membiarkan aku bertanggung jawab pada nya..? Zoya sudah setuju menjadi tunangan ku, dan kami saling mencintai."


"Karena itu, bisakah kalian mempercayakan tanggung jawab ini pada ku untuk terus menjaga dan mencintai Zoya sebagai pasangan ku sampai hubungan kami di resmikan..?"


"Oh.. My..Boo,, sejak kapan anak-anak kita sudah menjadi orang dewasa...?" ucap Julie merasa terharu.


Julie kembali menitihkan air mata sambil memeluk Rehan.


"Sayang, bukan kah sebelum nya kamu sendiri yang mengatakan kalau kita akan melalui hari ini, dan inilah peran kita..?- Rehan mengingatkan Julie.


"Sekarang berikan keputusan mu pada putra kita...!"


"Mollie... Aku tidak akan berjanji bahwa aku akan terus membuat Zoya bahagia setiap saat, aku juga tidak akan berjanji akan memberikan semua yang ia minta..-


"Tapi aku berjanji, bahwa hati dan hidupku akan ku berikan hanya pada Zoya, dan akan selalu ku pastikan itu."


Zoya hanya berdiri di ujung tangga mendengarkan percakapan Zen dan orang tua nya. Ia bahagia bahwa laki-laki yang sejak kecil bersama nya dan melindungi nya adalah orang yang mencintai nya dan begitu pun dengan dirinya, ia mencintai Zen.


"Momm.. Dad.." Zoya menghampiri meja makan.


"Aku mencintai kak Zen, dan aku yakin, apapun yang kan terjadi dalam hidup kami nanti, baik itu kebahagiaan atau pun kemalangan, kami pasti akan melaluinya dengan baik, karena kami memiliki cinta dan juga orang-orang hebat yang mencintai kami seperti kalian."


Zoya berdiri disisi Zen.


"Oh.. sweat heart, putri Dady... Give me a hug.."


Rehan membuka tangan nya, dan dengan senang hati Zoya berlari dalam pelukan Daddy nya.


"I love you My Lil.."


"I love you too Dad,, oh No. Now, We love you Dad... "


"Jadi Mollie,.. ?" Tanya Zen lagi. "Ya sayang.. Mollie akan mempercayakan Zoya pada mu, dan kami akan merestui hubungan kalian."


"Terima kasih Mollie, Dad... " Zen bahagia mendengar hal itu. "Sekarang, jangan buang-buang waku.. persiapkan acara pertunangan kalian." Kata Rehan.


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2