
ENJOY
.
.
.
.
.
.
"Kau sudah bertemu dengan Ken, Le? Ken tidak menjawab panggilan ku Sama sekali, apa dia baik-baik saja? aku sedikit cemas." keluh Lova pada Leon.
"Aku belum menemui nya beberapa hari ini, L.. tapi aku akan segera mengabari mu jika aku bertemu dengan nya. Aku juga akan menanyakan kenapa Ken mengabaikan panggilan mu." ujar Leon mencoba menenangkan Lova.
Panggilan saat itu sudah di speaker, jadi Shreya juga bisa mendengar percakapan antara Leon dan Lova.
Setiap ingin bicara pada Leon, Lova terlebih dahulu selalu mengatakan nya pada Shreya.
Lova tidak ingin membuat Shreya Salah faham. Meskipun gadis itu tidak akan berpikir demikian, akan tetapi Lova selalu ingin menjaga hubungan pertemanan mereka.
Setiap beberapa hari sekali, Lova pasti akan mendatangi Shreya dan meminta ijin untuk bicara pada Leon.
Setelah itu barulah ia akan menghubungi Leon sebagai ganti Karena tidak bisa menghubungi kekasihnya.
Sejak hari pertama, bahkan sampai hari ini; sudah tiga pekan berlalu, namun Ken sama sekali tidak menjawab panggilan Lova.
Entah apa yang terjadi padanya;
Tidak hanya panggilan, baik pesan maupun email Yang Lova kirimkan seakan di abaikan begitu saja.
Sejujurnya, Lova hanya berharap; semoga Ken tidak terlalu larut dalam kesedihan.
"Jangan membuat Ken terbeban karena aku Le, aku hanya ingin kau memastikan bahwa Ken baik-baik saja- itu sudah cukup." tambah Lova. Ia sangat menyadari posisinya.
"Baiklah L, aku akan mengabari mu secepatnya. Aku juga berharap bahwa Ken akan baik-baik saja." sahut Leon.
Lova sangat tau apa artinya kehilangan.
Lova juga tidak akan membebani Ken meskipun Lova adalah kekasihnya.
Sejauh ini, Lova masih bisa memahami Ken, ada banyak Yang kekasihnya itu harus pikirkan, bukan hanya dirinya. Terlebih lagi, Ken juga harus mulai bekerja di perusahaan, jadi Lova tidak akan bertindak dan berpikir egois.
Meskipun Lova sangat ingin mendengar suara Ken, mendengar laki-laki itu berkeluh kesah padanya.
Atau bahkan hanya mengatakan bahwa~ ia juga merindukan Lova~ bagi Lova hal seperti itupun sudah cukup.
Tapi sekali lagi, Lova tidak ingin egois.
Mereka hanya kekasih biasa, tidak lebih. Jadi, Lova tidak akan menuntut Ken untuk selalu mengabarinya ataupun menyediakan waktu baginya, meskipun Ken telah berjanji akan melakukan itu padanya.
"Baiklah Le, maaf menganggumu. Kau ingin bicara pada Shreya? aku akan memberikan telpon nya." ujar Lova.
Lova pun memberikan kode pada Shreya lalu menyerahkan ponselnya, kemudian dengan isyarat juga ia berpamitan pada Shreya.
"Le..? kau disana?" tegur Shreya.
"Hmm. Aku disini sayang. Bagaimana kabarmu sea?"
"Aku baik. Bagaimana dengan mu? apa kau benar-benar tidak bertemu dengan Ken?" Tanya Shreya juga.
"Aku baik-baik saja Sea, dan Yah.. seperti yang ku katakan, aku belum bertemu dengan Ken beberapa hari ini." sahut Leon seperti sebelumnya.
"Ada apa dengan laki-laki itu! aku hanya merasa kasihan pada Lova, setidaknya Ken harus memberikan kabar pada L. Bukan nya mengabaikan nya seperti ini." kesal Shreya.
''Mungkin saja Ken perlu waktu untuk menenangkan diri sayang- aku akan bicara pada nya nanti. Jangan cemas, sebaiknya kau luangkan lebih banyak waktu mu untuk menemani L.. hanya kau lah yang saat ini bisa menghiburnya." sahut Leon bersikap bijak.
"Hmm. Aku pasti akan melakukan nya Le, tapi pastikan kau harus memperingatkan Ken, atau aku akan meminta L untuk meninggalkan nya saja!" ancam Shreya Yang masih merasa kesal atas sikap Ken Yang mengabaikan Lova.
"Baiklah sayang, akan ku pastikan Ken mendengar peringatan mu~ aku merindukan mu Sea, aku ingin memeluk mu sekarang." alih Leon.
__ADS_1
"Aku juga Le, aku sangat merindukan mu.-
Baiklah, kita akan bicara lagi besok, aku harus bekerja sekarang. Bye sayang, aku mencintaimu."
"Secepat ini, Sea..?"
"Aku harus bekerja sayang, kita akan bicara lagi besok, oke?"
"Hmm. Baiklah sayang, sampai besok."
"Aku mencintaimu, Le."
"Aku juga mencintaimu, Sea."
Sementara itu...
Setelah mengakhiri panggilan dari kekasihnya, Leon langsung mencari nama Ken di layar ponselnya.
Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 5 sore waktu indonesia bagian barat, seharusnya Ken juga sudah selesai dengan pekerjaan nya.
Leon ingin mengajak Ken untuk bertemu di cafe tempat keduanya biasa menghabiskan waktu luang.
Lagi pula mereka sudah Lama tidak menghabiskan waktu bersama. Leon juga ingin menanyakan alasan pemuda itu mengabaikan kekasihnya.
Setelah membuat janji dengan Ken melalui pesan, dan juga sudah di setujui, Leon langsung bersiap-siap untuk pergi ketempat janji temu mereka.
Karena kondisi jalanan Yang macet, Leon harus menempuh perjalanan Yang berjarak 20 kilo meter dengan waktu 1 jam setengah benar-benar kacau. Untung saja Leon berangkat lebih awal, jika tidak mungkin saja Ken akan memberinya tatapan mait, karena membuat pria itu menunggu lama.
Setelah Leon tiba di Cafe, ternyata Ken tidaklah sendiri. Laki-laki itu sepertinya mengajak teman-teman sekerja nya.
"Hei sob, udah nunggu lama?" sapa Leon sambil memberikan salam nya.
"Gak kok baru aja.- O'ya gue bawa temen, ini mas Dave, dan ini mbak Dinda, mereka rekan sekerja gue." Ken memperkenalkan rekan-rekan nya.
"Halo mas, mbak~ gue Leon temen nya ni bocah di kampus." sahut Leon memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan nya.
"Hai, gue Dava, satu divisi sama Ken" balas Dava menyambut tangan Leon.
"Leon.."
"Leon. mbak Dinda."
Setelah saling memperkenalkan diri, ke empatnya pun terlibat obrolan yang menarik seputar pekerjaan.
Leon diam-diam mengamati Ken;
Pemuda itu terlihat sangat menikmati pekerjaan nya, tidak seperti sebelumnya; Ken terlihat lebih bersahabat dan juga lebih santai.
Leon turut senang melihat perubahan Ken Yang sudah mulai kembali seperti sebulumnya;
Hanya saja, sepertinya Leon harus menunda pertanyaan nya tentang Lova kepada Ken, karena saat ini bukanlah waktu Yang tepat, apalagi mereka sedang bersama dengan rekan-rekan sekerja Ken Yang lebih dewasa dari keduanya.
Leon juga tidak ingin membuat Ken merasa tidak nyaman.
Setelah obrolan itu berlangsung hampir dua jam, Dava dan Dinda pun lebih dulu pamit undur diri.
"Kita balik duluan ya, thanks loh ini sudah di traktir." pamit Dava.
"Siap mas, mbak.. it's oke, hati-hati di jalan ya.. " sahut Leon bersikap senyaman mungkin.
Sementara Ken kini sudah menatapnya dengan pandangan menyelidik.
"Napa Lo liatin gue gitu? naksir Lo? sorry gue udah punya Shreya!" ujar Leon seraya memperbaiki kerah bajunya Yang tiba-tiba terasa tidak nyaman.
Ken mendelikan matanya; kemudian merubah cara duduknya, menjadi lebih serius.
"Apaan sih Lo ngeliatin gue gitu lagi? bikin risih aja." protes Leon lagi.
"Udah deh gak usah basa-basi. Lo mau ngomong apa ngajakin gue ketemu segala?" Tanya Ken dengan nada sinis nya.
"Biasa aja kali! ya gue tau Lo sibuk, calon pewaris~ ucap Leon terdengar sinis.
"Hp Lo rusak?" Tanya Leon lagi.
__ADS_1
"Gak! Kenapa..? "
"Kalau gak rusak, trus kenapa Lo gak angkat telpon L, Lo sengaja?" sindir Leon.
Ken tidak langsung menjawab..
"L nelpon Lo?"
"Ya lah! Lo nya gak pernah angkat telpon dia, gak balas pesan nya juga,- siapa lagi Yang bisa dia tanyain kalau bukan gue?-
''Gue heran sama Lo? jelasin ke gue apa alasan Lo ngelakuin itu, jadi gue bisa jelasin ke L, dia tu selalu cemas setiap mikirin Lo!" ujar Leon.
"Gak ada Yang perlu gue jelasin. Gue bisa urus urusan gue sendiri, dan tentang L, Lo Gak usah ikut campur. Ini hubungan gue, jadi gue yang bakal urus." sahut Ken.
"Maksud Lo apa sih Ken? gue gak bakal ikut campur kalau seandainya Lo ngabarin L, emang tu ada cewe buat Salah? oke kalau Lo perlu waktu, tapi setidaknya Lo bisakan ngasih kabar, jangan bikin orang cemas kaya gini dong. Sekarang Lo bilang gue jangan ikut campur? sehat Lo?" balas Leon Yang tiba-tiba merasa kesal dengan sikap sahabatnya itu.
Lagi-lagi Ken tidak langsung menjawab; ia terdiam cukup Lama, sebelum kembali bersuara.
"Gue tau apa yang gue lakuin. Jadi Lo gak usah ikut campur, dan tentang L.. gue Yang akan urus." balas Ken.
Leon mendengus kesal, mendengar perkataan Ken.
"Terserah Lo! tapi asal Lo tau, hati manusia itu bisa berubah kalau Lo bersikap kaya gini, termasuk Lova, jangan sampe Lo nyesel!" peringat Leon, kemudian beranjak dari tempat duduknya.
Sebenarnya masih ada banyak hal Yang ingin Leon bicarakan, tapi mengingat perasaan nya sedang tidak nyaman saat ini, Leon memilih untuk mundur.
Leon tidak ingin merusak suasana karena sikapnya sekarang, karena itu ia memilih untuk pergi dan membiarkan Ken memikirkan dan mempertimbang perasaan dan juga keputusan nya.
Leon sudah memperingatkan sahabatnya itu, untuk selanjutnya.. Leon tidak akan ikut campur seperti Yang Ken katakan.
Setelah kepergian Leon, Ken mengambil ponselnya dan membaca ulang semua pesan Yang dikirimkan L padanya.
Ken membalas semua pesan Lova, bahkan tidak ada yang terlewat satupun, hanya saja Ken tidak menuliskan nya, Ken hanya membalasnya di dalam hati.
Ken bukannya sengaja ingin mengabaikan Lova,-
Ken bahkan merasa sangat tersiksa karena merindukan kekasihnya; hanya saja, Ken terlalu takut.
Ia takut jika mendengar suara Lova, maka ia tidak bisa menahan dirinya untuk segera berlari meninggalkan semua tanggung jawab nya hanya untuk menemui gadis itu.
Tidak ada Yang merindukan Lova seperti Ken merindukan nya;
Dan tidak ada seorangpun Yang mencintai Lova, sebesar rasa cinta Yang di miliki Ken untuk nya.
Ken juga sangat takut kehilangan Lova, Ken akan sangat terluka jika L juga meninggalkan nya, hanya saja..
Untuk saat ini, Ken tidak bisa mengatakan itu semua.
Ken harus fokus pada pelatihan dan juga pekerjaan nya; bagaimana pun, Ken tidak ingin mengecewakan Dady dan juga alm. Mommy nya.
Ken sudah bertekad akan mengukir nama nya sendiri dalam dunia bisnis tanpa embel-embel nama Dady nya.
Dan untuk itu, Ken harus berusaha lebih keras dengan segenap waktu dan juga pikiran Yang ia miliki. Ia tidak bisa bersikap santai.
Ken hanya berharap, agar Lova terus mempercayai semua janji-janjinya pada gadis itu, dan begitu pun Ken.
Ia akan selalu percaya pada kekasihnya.
''Maafkan aku L.. maaf jika membuat mu cemas.- Kau tau aku juga sangat merindukan mu saat ini, bahkan rasa rindu ini hampir saja memangsaku dengan utuh, tapi aku harus bertahan. Aku harus menahan semua perasaan ini. Maafkan aku.. " lirih Ken sambil menggeser slide photo Lova Yang ada di layar ponselnya.
"Aku mencintaimu L.. sangat mencintaimu. Aku harap kau juga bisa merasakan itu."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.