
ENJOY..... 🍸
.
.
.
.
.
.
"Kak, apa yang akan kita lakukan selanjutnya..?"
"Lakukan apa..?"
"Ya, Entahlah.."
Zen tersenyum.
Keduanya kini tengah dalam perjalanan.
Zen mengantarkan Zoya ke kampus tempat kekasihnya mengajar sebelum pergi ke kantor.
"Tidak ada yang perlu kau pikirkan Zo'e.
,-KIta hanya perlu mempersiapkan pertunangan kita."
"Kau tau kak, aku sangat gugup. ini pertama kalinya untuk ku..-
"Lalu kau pikir untuk ku...??"
"Hee.. Ya juga sih. Tapi..-
"Persiapkan saja dirimu Zo'e. Untuk urusan yang lain nya, biar aku yang selesaikan."
"Kapan kakak akan membicarakan ini pada Uncle dan aunty..?'
"Segera.."
Tak terasa mobil Zen sudah memasuki halaman parkir tempat Zoya mengajar.
"Kita sudah sampai,..
"Waw.. cepat sekali,
"Apa kau ingin kita berputar sekali lagi..?
Ha-Ha..
"Tidak kak,..
"Hem. Kalau begitu Aku akan menjemputmu nanti."
"Baiklah, kakak juga hati-hati."
Sebelum pergi Zoya memberikan ciuman singkat di pipi Zen.
"Kak,,..?
"Hem. Ya..?
"Kakak tidak pergi..?
"Ah, Iya, Aku akan pergi sekarang.
,-Bye..
"Hem,.. aku mencintaimu..
DEG..
"Aku juga mencintaimu, Zo'e.."
Zen melajukan mobilnya meninggalkan Zoya yang masih berdiri di sana, wanita itu masih melihat pada mobil Zen yang perlahan menghilang.
Wajah Zen bersemu. Jantung nya kembali berdegup cepat. Ternyata seperti ini rasanya. Ia tak pernah membayangkan kebahagiaan yang seperti ini.
Ini lebih indah dari yang pernah ia bayangkan.
Ia jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama. Ya.. Zo'e nya memang memiliki kemampuan itu.
_______________________________
"Hallo..?
"Apa kau sibuk Nyonya besar..?? Ha-Ha..
"Aku ingin bicara pada mu, ada yang ingin ku sampaikan."
"Hem. Sampai bertemu nanti.."
Setelah menyelesaikan panggilan nya, Julie kembali melakukan panggilan lain.
Kali ini ia menghubungi Aldi.
Namun beberapa kali ia mencoba, panggilan nya selalu saja tidak terhubung.
"Kenapa susah sekali sih..?
,-Aku akan mencoba nya lagi nanti."
______________________________
__ADS_1
"Vidette,,
,-Selamat pagi.."
"Hai.. Jor, selamat pagi."
"Apa ada hal baik, kau terlihat sedang bahagia."
"Aku..? tidak ada apa-apa. Memang nya kenapa..?"
"Hanya bertanya saja, sejak tadi kau terlihat lebih banyak tersenyum."
"Benarkah..?"
"Hem."
Jordan duduk bertopang dagu menatap pada Zoya.
Zoya tidak sadar jika sejak tadi ia lebih banyak tersenyum.
Tunggu, Bukan kah tersenyum itu bagus..?
Ah, tapi ini bukan gaya nya.
Jatuh cinta memang dapat merubah seseorang dengan begitu cepat.
"Kamu tidak ada kelas..?" tanya Zoya pada Jordan yang tengah duduk santai di depan meja kerja nya.
"Tidak ada. Kau..?"
" 3 jam lagi."
"Lalu kenapa kau datang lebih cepat..?"
"Dan dirimu sendiri Mr...??
He-he..
"O'ya,,, mau mengisi waktu luang bersama..?" tawar Jordan.
"Dengan...?"
"Ayo ikut saja, ini akan menyenangkan. O, ya, bawa juga Biola mu."
Jordan membawa Zoya ke taman di belakang kampus, Tidak banyak mahasiswa yang datang ke sana.
"Ini..
"Aku biasa nya mengajar disini, aku lebih menyukai pemandangan disini." Katanya sambil menyiapkan kanvas dan juga pencil.
"Kau,..
"Bisa mainkan Biola mu..?" pinta Jordan yang kini tengah duduk di kursinya menghadap pada Kanvas kosong di depan nya.
"Di sini..?"
,-Dan aku, aku sangat menyukai permainan mu Vidette." puji Jordan.
"Ya.. Ya.. baiklah Mr. Davinci."
Ha-ha..
Seperti yang Jordan minta, Zoya duduk di salah satu bangku taman dan memainkan Biola nya di sana.
~The power of LOve~
Lagu itulah yang Zoya mainkan saat ini.
Sementara Zoya memainkan Biola nya, tangan Jordan tengah asik mencoret-coret kanvas di depan nya.
~Make you mine~
Lagu berikutnya yang Zoya mainkan.
Wanita itu menikmati waktu luang nya bersama Jordan. Menghabiskan waktu seperti ini bersama seorang teman ternyata memang menyenangkan.
Kalau tau begini, sejak dulu seharusnya Zoya sudah mencari seorang teman, mungkin sekarang ia sudah memiliki seorang sahabat.
Petikan terakhir sudah selesai Zoya mainkan.
Beberapa mahasiswa yang juga tidak memiliki kelas, turut berdiri menyaksikan pertunjukan dosen cantik mereka di taman pagi itu.
Prok..Prok..
Suara tepuk tangan terdengar cukup riuh di sana.
"Kalian bisa bubar sekarang, konser gratis nya sudah selesai.." kata Jordan kepada kerumunan yang bergabung bersama-sama dengan mereka di sana.
Mendengar perkataan dosen tampan itu, seketika para mahasiswa- dan mahasiswi itupun membubarkan diri.
"Haruskah ku katakan,,
Kau memang yang terbaik Vidette." Puji Jordan lagi.
"Aku tau itu." jawab Zoya sambil tersenyum.
"Aww.. sombong sekali..!"
"Maaf, tapi itu fakta tak terhindarkan Mr.."
Ha-ha-Ha..
"Itu benar Vidette." Jordan mengakui fakta itu.
Zoya memang lah seorang wanita cantik yang sangat berbakat.
__ADS_1
"Apa mimpi mu Vidette..?"
Zoya tertawa kecil mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Jordan.
"Kau tau Jor, untuk sesaat aku melupakan mimpiku. Aku terlalu teralihkan pada sesuatu, dan seandainya kau tidak bertanya, mungkin saja aku benar-benar akan lupa tentang itu."
"Apa itu..?"
"Dan kau sendiri, apa mimpimu..?" alih Zoya.
"Aku..? Aku ingin membuat galeri ku sendiri, dan menggelar pameran ku di sana."
"Kapan,, dimana..?"
"Vannesia. Mungkin dalam beberapa tahun. Aku sedang mengerjakan nya sekarang."
"Waw.. itu sangat sesuatu Jor.."
"Dan kau sendiri..?"
"Aku ingin menggelar konser tunggal ku. Ya setidak nya itulah impian para musisi bukan..?" jawab Zoya sambil tersenyum dan menerawang ke dalam angan-angan nya.
"Lalu...?"
"Apa..?"
"Kapan kau ingin mewujudkan mimpimu..?"
"Entah Jor, kau tau aku di batasi dalam banyak hal,,
"Apa kau akan menyerah begitu saja..?"
"Menyerah...? tentu saja tidak."
"Jadi katakan pada ku, kapan dan dimana kau ingin mewujudkan nya..?"
"Roma. Aku ingin melakukan nya di sana."
"Kenapa Roma..?"
"Ada alasan pribadi yang membuat ku memilih Roma. Dan aku sudah bicara pada salah satu dosen musik di sana, dan katanya ia akan membantu ku,,
"Bukan kah itu bagus Vidette..?"
"Ya, tapi tetap saja..
"Aku yakin kau pasti bisa mewujudkan nya."
"Thanks Jor.."
Zoya tersenyum karena semangat yang di berikan Jordan pada nya. Ia tidak tau sebelumnya, memiliki teman membuat dirinya menyadari kalau ada orang-orang yang juga peduli pada mimpinya.
"Ini untuk mu." Jordan menyerahkan kertas yang sudah ia coret-coret sebelumnya.
"Ini, waw..Ini aku, barusan..?" ucap Zoya merasa takjub dengan sketsa dirinya yang baru saja Jordan gambar.
"Hem. Kau suka..?"
"Ini luar biasa Jor, kau memang berbakat. Terima kasih." ucap Zoya tulus.
"Aku harap kau mewujudkan mimpimu Vidette, dan jangan lupa kirimkan undangan konser mu pada ku." balas Jordan.
Ha-Ha..
"Aku berharap hal yang sama pada mu Jordan, jangan lupa lakukan hal yang sama pada ku." jawab Zoya.
"Ayo kita kembali, sepertinya kelas mu akan dimulai sebentar lagi." Jordan.
"Kau benar, terima kasih untuk waktu mu Jordan, sungguh."
Hari ini Jordan tidak memiliki kelas satu pun, hanya saja entah kenapa ia selalu ingin pergi ke kampus mekipun jam nya kosong. Ia ingin bertemu dengan Zoya.
Wanita itu selalu membuat Jordan betah berlama-lama berada di sana. Tempat yang dapat membuat Jordan melupakan siapa dirinya.
"Jor, sekali lagi terima kasih untuk waktu mu,"
"Terima kasih kembali nona.-Jordan tersenyum.
,-Pergilah, aku akan kembali keruangan."
"Hem, Bye."
________
Drrrtt..Drrrttt...
"Ya,,..?"
{ Tuan, rapat akan di mulai dalam 30 menit, kehadiran anda sangat di harapkan kali ini, kalau tidak Presdir akan memecat ku }
"Baiklah aku akan pergi kesana, setelah urusan ku disini selesai."
{ Baik Tuan, akan saya sampaikan pada pak presdir }
.
.
.
.
.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Jangan lupa berikan Like and Coment.. 😉😊