My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
KEN & JORDAN


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Zoya melajukan mini Cooper nya membelah padatnya jalanan ibu kota. "Apa kamu lapar..? Kakak ingin makan sesuatu." Zoya memecah keheningan di dalam mobil tersebut.


"Terserah kakak saja." jawab Ken masih merasa malu terhadap kakaknya. Sebagai seorang anak laki-laki, tidak seharusnya ia menjadi lemah seperti tadi.


"Baiklah, kalau begitu kita akan jalan-jalan sebentar.'' Zoya memutar arah laju mobilnya menuju kawasan mall yang ada di tengah-tengah ibu kota.


30 menit setelahnya, Mobil itu sudah masuk ke lahan parkir sebuah Food Court Kekinian ala-ala anak muda zaman sekarang.


"Turunlah..!" Zoya masuk lebih dulu, kemudian naik ke lantai 2, di sana ada lahan terbuka yang diisi dengan begitu banyak kursi-kursi yang sangat nyaman dengan dekorasi modern.


Zoya memilih salah satu kursi yang menghadap langsung ke jendela menampilkan pemandangan luar food court. Setelah memesan makanan untuk mereka berdua, Zoya duduk dengan santai di sana menatap pada Ken.


"Apa tidak ada yang ingin kau katakan pada Zozo mu ini..?" Zoya menatap lekat pada Ken. Ken masih terdiam. Menundukkan kepalanya.


"Apa Hanya seperti ini seorang tuan muda dari keluarga wijaya..? Bagaimana kamu akan menjaga kakak kalau kamu seperti ini..?" Zoya sedikit memberikan tekanan dan mendesak Ken untuk bicara.


"Aku tidak ada masalah dengan mereka. Mereka saja yang lebih dulu mencari masalah dengan ku, hanya karena alasan-alasan yang menurutku terlalu konyol." katanya dengan suara rendah.


"Alasan nya..?"


"Mereka bilang aku terlalu angkuh dan sok pintar. Dan juga..


"Dan juga apa..?"


"Aku terlalu sombong untuk menolak seorang gadis yang disukai senior itu." cicitnya lagi.


"AAHHH.. Jadi ini karena urusan cinta monyet..? Lalu kenapa kau hanya diam saja di perlakukan seperti itu..?"


"Apa ada untungnya bagiku jika aku melawan..? aku tidak ingin membuat masalah dan membuat malu Mommy dan Dady." Katanya dengan wajah memerah.


Zoya mengerti bagaimana perasaan adik kecilnya itu. Namun tetap saja salah, jika hanya diam saja saat di perlakukan seperti itu.


"Seharusnya jangan biarkan dirimu di perlakukan seperti itu! Apa kamu tau, saat sekali kamu mengijinkan mereka menindas mu, maka selanjutnya mereka akan melakukan hal sama.'' kata Zoya lagi namun dengan suara lebih lembut.


"Aku tidak akan membiarkan mereka melakukan itu untuk kedua kalinya. Tadi..Tadi aku hanya berfikir, jika aku membalas mereka dan menimbulkan keributan.. Mommy dan Dady akan malu Karena ulah ku. Maafkan aku kak.." Ken menundukkan kepalanya, menyesal.


Zoya menahan perasaan nya. Ia ingin sekali mematahkan tangan ketiga senior yang tadi berani menyentuh adik kecilnya itu, jika saja masalahnya tidak sesepele ini.


"Baiklah. Kali ini kakak akan membiarkan masalah ini." Zoya menutup diskusi. "Mommy dan Dady tidak akan tau kan..?"

__ADS_1


"Hanya Kalau kau berjanji hal ini tidak akan terulang lagi."


"Tapi bagaimana jika bukan aku yang memulainya..?"


"Maka berjanjilah kamu tidak akan membiarkan dirimu diperlakukan seperti tadi!"


"Baiklah kak, aku berjanji. Tolong jangan katakan apapun pada mommy dan Dady. Mommy akan sangat sedih jika tau tentang ini.." Ken bersuara lemah.


'Menurut mu begitu...?? Hah.." Zoya tertawa mengingat masalalu.


"Mommy tidak sebaik itu Ken..! Mommy baik kepada kita anak-anaknya. Karena bagi mommy kita sangat berharga. Tapi dia juga tidak akan membiarkan jika ada tangan orang lain berani menyentuh dan melukai anak-anaknya. Kakak sudah pernah melihatnya." Kata Zoya mengedikkan bahu.


''Benarkah..? Apa mommy seperti itu..?"


"Tentu saja! menurutmu di rumah orang yang paling menyeramkan saat marah itu adalah Dady..?" Zoya tersenyum meremehkan. "Hem. Aku sangat takut saat melihat Dady marah pada bawahannya waktu itu. Dady sangat menyeramkan." ucap Zen kembali mengingat masalalu.


"Tapi apa kau tau kalau mommy lebih menakutkan jika marah..?" Ken menggelengkan kepalanya.


"Itulah. Kau hanya tau jika mommy itu baik hati dan juga ramah, karena memang seperti itulah mommy pada kita keluarga nya yang sangat berharga ini. Jangan meremehkan hati seorang wanita.Jika saja kau tau bagaimana mommy yang sebenarnya saat marah, Kakak yakin kau akan lebih memilih bersembunyi di belakang Dady." peringat Zoya.


"Apa karena itu Dady selalu menuruti kata mommy saat mommy bicara..?"


"Kalau itu bukan hanya karena Dady takut pada mommy, tapi karena Dady sangat mencintai mommy dan selalu ingin membuat mommy bahagia. Kau terlalu kecil untuk tau tentang itu.." Zoya mengibaskan tangan nya.


Tak lama kemudian makanan mereka pun tiba. Semua yang tersaji terlihat begitu sedap dipandang. Kebetulan saat itu Zoya sangat lapar.


"Ayo makan.." kata Zoya pada Ken. Keduanya pun menyantap hidangan yang sudah tersaji dengan sangat menggiurkan. "Boleh aku duduk disini..?"


"Siapa yang mengijinkan mu duduk disini..? bukan kah masih banyak tempat kosong lainnya..?" Kata Zoya dengan nada ketus seperti biasa.


"Terlalu sunyi jika aku duduk di tempat lain,, tidakkah kau lihat aku seorag diri miss Zo-ya..?" ucapnya lambat-lambat.


"Masa bodoh dengan mu..!!" Zoya melanjutkan makan nya tanpa menghiraukan Jordan. "Boleh kakak duduk disini..?" Jordan beralih pada Ken.


Ken memicingkan matanya menilai Jordan. "Ah, kenalkan..aku Jordan. Rekan kerja kakak mu di kampus. Aku adalah dosen seni Visual, dan..-


"Apa aku bertanya..?" kata Ken dingin. Seketika Membuat Jordan nampak kikuk. Zoya menggigit bibirnya menahan tawa.


"Dan bagaimana kau tau jika aku adiknya, bisa saja aku pacarnya bukan..?" Zoya membelalakkan matanya tidak percaya dengan ucapan Ken. Hampir saja tawa Zoya meledak.


"Kau..? Dan Miss Zoya..? Tidak-tidak. Miss Zoya tidak akan tertarik pada seorang anak kecil seperti." Jordan menilai dari Ken dari seragam yang dipakainya. Sangat konyol jika Zoya melakukan itu.


Zoya menyorongkan tubuhnya kearah Jordan setengah berbisik. "Kau mencari masalah dengan orang yang salah Mr..." bisik nya.


"Aku..? maksudmu..?" Ken masih menatap tidak senang pada Jordan. Laki-laki yang harus Ken singkirkan jika niatnya mengganggu Zozo.


"Bocah laki-laki di depan mu itu pengendali semuanya Mr...." Zoya menunjuk Ken dengan dagunya.


Oh.. My..

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita berteman..?" Jordan tersenyum sambil mengulurkan tangan nya pada Ken. ''Kenapa aku harus berteman dengan orang yang ingin merebut kekasihku..?"


Saat itu ingin rasanya Zoya menjewer telinga adiknya. Dari mana bocah kecil itu belajar kata-kata seperti ini. Dasar kekanak-kanakan.


"Kekasih..? o,ayolah, aku rasa tidak seperti itu. Mau di lihat bagaimana pun, kau sangat mirip dengan miss Zoya. Kau tampan dan Miss Zoya sangat cantik. Kalian lebih mirip saudara di bandingkan kekasih." tambahnya lagi.


"Sebaiknya kita berdamai, mungkin saja aku akan menjadi kakak ipar mu." Jordan tersenyum, namun Ken dan Zoya kompak menggelengkan kepala. "Aku akan mengajarkan mu membuat ini, kalau kau mau berteman dengan ku.."


Jordan mengambil buku berukuran cukup besar dari tasnya, dan mengeluarkan sebuah pulpen yang tepatnya lebih mirip kuas kecil namun bertinta.


Dengan tangan nya yang cekatan dan juga lihai, dalam waktu kurang dari 5 menit Jordan sudah menggambar visual wajah Zoya lengkap dengan posisinya duduk saat ini. Setelah selesai, Jordan menyerahkan nya pada Ken.


"Kau membuat ini dalam waktu singkat..?" Ken sedikit terpukau dengan kemampuan Jordan.


"Tentu saja. Bahkan aku bisa membuat yang lebih baik dari ini dalam waktu yang tidak pernah kau pikirkan." Jordan sedikit menyombongkan kemampuannya.


"Apa kau akan mengajarkan nya pada ku..?"


Dasar Bocah...!!


Zoya menggelengkan kepalanya melihat betapa mudahnya Ken di bujuk oleh Jordan. "Berikan pada ku, apa yang laki-laki ini buat..!"


pinta Zoya.


"Eeeiittss... tidak bisa. Ini khusus untuk adik manis ini." cegah Jordan. "Aku ini tampan. Bukan manis..!''


sanggah Ken. Jordan menganggukkan kepalanya ikut membenarkan.


"Aku akan membuatkan satu untukmu, kalau kau mau berteman dengan ku juga miss Zoya..?" tawar Jordan.


"Lupakan..! Aku tidak tertarik..!" Zoya memalingkan wajahnya. "Bagaimana dengan mu tuan muda..?"


"Aku juga..' Ken melirik pada Zozo. "Kita berteman."


"KEN...!"


"Yeyyy.. mulai sekarang kita berteman." Jordan tersenyum manis dan melakukan tos dengan Ken, sementara Zoya menatap kesal pada keduanya.


Dasar aneh!


...❄️...


...❄️...


...❄️...


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Visual Zoya sebagai Dosen...

__ADS_1



__ADS_2