My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
KUNJUNGAN TAK TERDUGA


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


''What the hell.." Zoya mengumpat pelan di balik selimut, karena tidur nya terganggu dengan suara dering ponsel nya yang sejak tadi terus berbunyi.


Semalam, Zoya berharap dapat melalui hari yang tenang dengan tidur sepanjang hari sebelum ia kembali ke jakarta, namun ternyata pagi-pagi sekali rencana nya sudah di rusak dengan suara yang memekakkan gendang telinga.


Dengan malas Zoya mengerahkan tangannya mencari dimana ponselnya berada. Beruntung masih dapat ia jangkau meskipun dengan mata tertutup. Zoya melirik sejenak untuk menggeser dial jawab pada ponselnya.


''Hmm. Siapa?" tanya nya masih dengan mata terpejam, dan malas.


"Kamu masih tidur, apa aku mengganggumu?" suara di seberang sana terdengar tak asing. Zoya memaksakan diri untuk membuka mata dan melihat nama yang tertera di ponselnya. Jordan.


''Hmm. Jordan. Ada apa menghubungiku pagi- pagi begini, kau mengganggu tidurku.'' keluh Zoya sambil kembali memejamkan mata.


Jordan tergelak. ''Aku ada di bandara. Aku akan menemui mu dalam dua jam.'' ujar Jordan menjelaskan maksud dari panggilannya.


''Hmm. baiklah." Zoya sudah hampir tertidur lagi, namun tersentak kembali mencermati ucapan Jordan. ''Apa..? kamu bilang apa barusan?" Zoya mengerjap-ngerjapkan mata, agar kesadarannya kembali.


''Aku akan datang pada mu dalam dua jam, sebentar lagi pesawat ku akan berangkat, sampai bertemu disana.'' tanpa peringatan Jordan langsung menutup panggilannya.


"Di sana? maksudnya disini? di bali? Oh ****. Tak bisakah aku tidur saja hari ini.'' gumam Zoya sedikit kesal, lalu menyeret dirinya untuk bangun dari atas tempat tidur super empuk yang sangat-sangat ingin ia tiduri seharian penuh, namun gagal sudah rencananya.


Empat puluh menit kemudian, Zoya sudah keluar dari kamar, turun untuk sarapan. Setiap pagi semua makanan sudah tersaji di atas meja makan, hanya saja, saat ini Zoya kurang berselera, mungkin karena hanya ada dirinya di sana. Zoya mengurungkan rencananya untuk sarapan, lalu keluar mencari keberadaan Fredy.


''Selamat pagi nona.'' Sapa Fredy melihat kehadiran Zoya. ''Selamat pagi juga Fredy, siapkan mobil-- kita akan pergi sebentar lagi.'' perintah Zoya lalu kembali naik ke kamar nya.


Zoya kembali merebahkan tubuhnya sejenak, menatap langit-langit kamarnya yang terasa sunyi. Ia kembali mengecek ponselnya, dan tak ada apa-apa di sana.


Zoya mencari nama kekasihnya, dan melakukan panggilan. Pada jam seperti ini, biasa Zen akan lebih dulu menghubunginya, tapi entahlah, mungkin saja kekasihnya itu sedang sibuk.

__ADS_1


Hanya sekali panggilan, telpon Zoya sudah terhubung. ''Hallo, selamat pagi kak, apa kau sibuk?"


''Selamat pagi sayang. Hmm. aku sedang dalam perjalanan. Aku akan menghubungi sebentar lagi.'' Zen langsung menutup panggilan telpon Zoya.


Tak ada yang bisa Zoya lakukan selain hanya menunggu seperti yang Zen katakan.


Setelah cukup lama berbaring dan menunggu, Zoya memutuskan untuk turun. ''Apa mobilnya sudah siap?"


'Sudah nona.'' Fredy membuka-kan pintu bagi Zoya mempersilahkan nonanya untuk masuk.


''Langsung ke airport.'' perintah Zoya. Tampa menunggu lama, mobil tersebut langsung meluncur sesuai permintaan.


Tiga puluh menit setelahnya, Zoya sudah berada ditempat tujuan. Sebelumnya ia sudah mengirimkan pesan pada Jordan, bahwa ia akan menjemput laki- laki itu di airport. Cukup lama Zoya menunggu di sana, selain itu Zoya juga menunggu panggilan yang Zen janjikan. Semuanya sama-sama membuat Zoya menghela nafas dalam.


''Miss Vidette.." itu dia. Zoya hafal betul dengan panggilan yang selalu Jordan sematkan padanya.


Suara Jordan membuat Zoya mengedarkan pandangan mencari-cari dari arah mana datangnya laki-laki itu.


"Haii," Zoya melambaikan tangannya setelah melihat Jordan. "Terima kasih sudah menjemput ku, sepertinya aku merepotkan mu." Jordan tersenyum melihat wajah yang cukup ia rindukan. "Hmm. kau memang merepotkan ku,puas?"


Ha-Ha-Ha


"Nanti ku ceritakan." kata Jordan tak ingin membahas tentang itu. "Ayo, mobil ku di sana." tunjuk Zoya membawa Jordan kearah parkiran dimana Fredy sudah menunggu mereka.


"Fredy, ini Jordan rekan dosen ku di jakarta." Zoya memperkenalkan Jordan. Jordan menyambut baik, setelahnya mereka masuk ke mobil. "Mau kemana tujuan mu sebenarnya tuan muda?" tanya Zoya dengan tatapan menyelidik nya.


"Aku hanya ingin menemui sebentar, sekaligus jalan-jalan sebentar di kota ini. Kau harus menemaniku." ucap Jordan, langsung mendapatkan lirikan dari Fredy. "Baiklah. Aku juga harus mencari sesuatu." Zoya mengiyakan ajakan Jordan.


"Sebaiknya kau menginap di Villa ku, aku memaksa! Lagi pula besok aku juga akan kembali ke jakarta, pakai saja Villa nya selama kau disini." tambah Zoya.


"Baiklah. Aku akan menurutimu nona majikan." Jordan mengangguk-anggukan kepalanya. "Kau sudah makan? aku belum sarapan, dan sekarang aku sangat lapar." Zoya memegang perutnya yang terasa sedikit perih. "Baiklah. Jangan sampai nona muda ini pingsan karena kelaparan." setuju Jordan.


Tak lama berselang, mobil sudah memasuki salah satu restoran cepat saji. Jordan dan Zoya kompak memesan Chicken krispy, dengan siraman keju serta dua gelas soda berukuran besar.


Selesai dengan sarapan pagi yang terlambat, Zoya dan Jordan langsung melanjutkan trip berikutnya.

__ADS_1


Pertama kali yang mereka datangi adalah; monumen Bajra Sandhi Renon.


Monumen tersebut sangat terkenal di kalangan wisatawan asing dan domestik. Zoya dan Jordan menjelajahi tempat tersebut untuk mengagumi setiap bangunan, dan juga sejarahnya. "Zoya, lihat kemari!" Jordan mengarahkan cameranya dan mengambil potret Zoya. "Cantik." gumamnya setelah gambar terbidik dengan sempurna.


Setelah selesai mengagumi monument, mereka langsung mengarah ke Pura Luhur Uluwatu. Keduanya, menghabiskan cukup banyak waktu di sana, sekedar untuk menikmati pemandangan dan berjalan-jalan di sekitar.


"Sekarang ceritakan padaku tentang kekasihmu, bukan kah katamu kau akan membawanya saat mengunjungi ku..?"


"Ahh, aku baru tau kalau kau juga tertarik untuk tau tentang ku, padahal kau tak pernah menanyakan kabarku sekalipun." ucap Jordan dengan suara sinis yang dibuat-buat.


"Apa kau berharap aku melakukan nya? Ha-Ha, sorry bung, aku tak suka menanyakan kabar kekasih orang lain." balas Zoya. "Ya.. Ya.. begitulah dirimu. Meskipun kita berteman, tapi kau tak pernah peduli."


Zoya menoleh pada Jordan mendengar nada sarkasme dalam kata-kata tersebut. "Katakan padaku, apa suasana hatimu sedang buruk sekarang?" tebak Zoya. "Tidak." jawab Jordan yakin.


"Oh, ayolah Jord.. aku tau pasti ada sesuatu." desak Zoya lagi. "Hmm.Baiklah." Jordan membawa Zoya untuk duduk di salah satu bangku istirahat yang tersedia di sana. "Aku sudah putus dengan gadis itu." ucap Jordan, sedikit mengagetkan Zoya. "Secepat itu..?"


"Oh, come on Zoya, hubungan yang tak sehat tak bisa di paksakan."


"Maksudmu?"


"Entahlah. Aku tidak ingin menceritakan ini, yang pasti hubungan kami tidak baik setelahnya." Zoya hanya mengangguk-anggukan kepalanya memberikan tatapan mengerti pada Jordan. Zoya tak ingin memaksa Jordan, karena ia tau sesuatu yang enggan diceritakan, pastilah bukan sesuatu yang baik untuk di ingat.


Setelah cukup lama, Zoya membawa Jordan untuk membeli oleh-oleh yang akan di bawa pulang, dan juga beberapa bingkisan untuk ia berikan pada Bi Retno dan juga Fresh sebagai ucapan terima kasih.


Selesai berbelanja, Jordan memaksa Zoya untuk ikut bersamanya menyaksikan pertunjukan tari kecak yang di pertontonkan disekitar pantai, kemudian menutup perjalanan mereka dengan makan malam bersama. "Terima kasih sudah meluangkan waktumu menemaniku sepanjang hari ini Vidette, aku sangat menikmatinya."


Keduanya sudah berada di dalam mobil, kembali ke Villa. "Terima kasih juga untukmu Jord, kalau kau tidak ada, mungkin aku hanya akan tidur sepanjang hari." ujar Zoya dengan sebenarnya. "Huh. Lazy Queen!"


"Nona, tuan muda sudah berada di Villa sejak sore tadi. Aku menjemputnya langsung di bandara." Lapor Fredy.


"Maksudmu Zen..?"


"Benar nona. Tuan muda menunggu anda di sana."


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2