My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
HOME SWEET HOME


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


.......


Setibanya di bandara, Zen sedikit kesulitan saat membawa troli yang berisikan tumpukan koper milik sang istri, ditambah lagi dengan beberapa tas yang berisikan bingkisan yang sengaja Zoya beli sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan juga kerabat di jakarta.


Istrinya itu memanglah selalu menyempatkan diri untuk menyiapkan hal-hal manis disaat-saat seperti ini. Sedikit perhatian kecil yang selalu Zoya berikan bagi keluarga nya, selalu membuat Zen merasakan kehangatan. Begini kah rasa nya memiliki keluarga sendiri? sangat bahagia.


Setelah pergi berbulan madu beberapa waktu yang lalu Zoya memikirkan beberapa pertimbangan, dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke indonesia bersama sang suami. Sebenarnya Zoya masih harus tinggal lebih lama di Stockholm, hanya saja saat melihat wajah Zen yang penuh harap padanya, hatinya menjadi luluh dan Zoya merasa tidak tega membiarkan Zen kembali seorang diri.


Ditambah lagi, mereka baru saja menikah, semua itu membuat Zoya semakin ingin tinggal lebih lama dengan Zen untuk menikmati hubungan baru mereka sebagai pasangan yang sah, sebelum akhirnya nanti ia harus kembali untuk mengurus yayasan nya di stockholm.


Semua ada waktu nya. Zoya pun tak bisa terus bersama Zen, ia harus merelakan sebagian waktunya kelak  untuk pekerjaan, begitu juga dengan Zen. Karena itu saat ini, ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama pria yang ia cintai. Menciptakan lebih banyak kehangatan, dan juga kenangan yang tak akan terlupakan, dan tentu saja akan selalu ia rindukan jika saatnya tiba.


Ditambah lagi, kepulangan mereka kali ini adalah hal yang spesial. Saat pergi berbulan madu, Zen memberikan hadiah yang membuat Zoya menari dengan girang, Zen membeli sebuah rumah. Rumah mereka sendiri. Rumah yang Zoya impikan sejak dulu. Rumah hangat bersama lelaki yang ia cintai, dan juga rumah untuk anak-anak mereka kelak, jika Tuhan mengijinkan mereka memilikinya.

__ADS_1


Rumah yang Zen beli berasal dari agen property yang ia kenal. Hunian yang tidak terlalu luas, namun  sangat nyaman untuk keluarga baru mereka. Inilah tujuan utama mereka kembali ke indonesia.


"Sayang, kita mau kerumah mollie atau pergi ke rumah baru kita?" tanya Zen, yang sudah memasukan barang-barang ke dalam mobil. Ia harus menanyakan setiap perencanaan nya, sebab istrinya itu selalu saja tak terduga, dan Zen memang ingin Zoya lah yang menentukan hal-hal seperti ini dalam hubungan mereka. Keputusan-keputusan kecil yang sangat manis.


Mengingat sebelumnya keduanya tak memberikan kabar apapun tentang kepulangan mereka, jadi Zen tak ingin merusak rencana besar yang mungkin sudah istrinya itu buat.


Setelah menimbang sesaat, Zoya akhirnya mengambil keputusan, "Aku ingin melihat rumah baru kita lebih dulu." jawab Zoya sambil bergelayut manja dengan pandangan berbinar penuh cinta. Tatapan yang selalu mampu menggetarkan hati Zen. Tentu saja, apapun yang istrinya inginkan, adalah hal yang utama akan Zen lakukan. Kebahagian istrinya adalah prioritas.


"Baiklah, kalau begitu perjalanan pertama adalah rumah kita." ucap Zen yang juga turut antusias.


Rumah kali ini berbeda dengan rumah-rumah Zen sebelumnya. Di U.K ia juga memiliki sebuah rumah, namun tak terasa seperti rumah. Mungkin karena hanya ia seorang diri yang tinggal di sana. Dan apartment nya? itupun hanya untuk mempersingkat waktu menuju ke kantor.


Selanjutnya mengapa ia memilih rumah baru adalah tidak lain karena ia ingin membuat istrinya bahagia dengan memiliki rumah sendiri alih-alih tinggal di kondominium miliknya. Disini, mereka bisa menata sendiri dan mengurus sendiri rumah mereka. Semuanya akan mereka lakukan berdua.


Sejak awal Mereka memang telah sepakat tidak akan tinggal dirumah orang tua mereka setelah menikah. Mereka ingin mengurus keluarga kecil mereka sendiri. Dan sekarang satu lagi mimpi mereka menjadi nyata.


Setelah melewati kurang lebih tiga puluh menit perjalanan, akhirnya mobil mereka memasuki sebuah kawasan hunian yang sangat asri dan juga terlihat nyaman. Zen berhenti di depan sebuah rumah berwarna putih gading dengan pagar megah yang mengelilinginya.


Seorang satpam yang juga baru Zen pekerjakan membuka gerbang, menundukkan kepala saat mobil Zen melintas menuju ke bagasi. Rumah yang di pilih Zen memang bukanlah rumah megah dan besar seperti rumah Dady dan mommy Zoya, hanya saja rumah tersebut terlihat sangat nyaman bagi keduanya. .


Rumah dengan dua lantai yang elegan disertai dengan halaman yang begitu luas. Disisi kiri di hiasi dengan tanaman bunga mawar putih, dihalaman belakang di isi dengan perkebunan hidroponik yang begitu hijau. Mengapa ada perkebunan? Zen mengatakan jika itu akan menjadi salah satu kegiatan romantis mereka disaat Zen tidak pergi ke kantor dan Zoya menyukai gagasan tersebut. Mungkin saja mereka bisa bercumbu selagi memetik sayuran dan buah-buahan, terdengar menakjubkan.


Isi rumah tersebut di dekorasi dengan berbahan kaca yang mendominasi. Setiap bagian terdapat begitu banyak sekat yang terbuat dari kaca, dan itu menjadi keunikan tersendiri. Di bagian dalam rumah juga terdapat kolam renang dan juga sebuah gazebo yang sangat nyaman.

__ADS_1


Sejauh ini itulah yang Zoya temui, dan semuanya sangat ia sukai. "Bagaimana sayang, kau suka?" Zen melirik pada istrinya yang sedang tersenyum saat melihat-lihat sentuhan arsitektur yang menghiasi rumah tersebut.


"Hmm. Ini terlihat waw! Bagaimana kalau kita melihat bagian lainnya?" saran Zoya yang sudah tak sabar ingin melihat lebih jauh fasilitas apa saja yang sudah diisi suaminya pada rumah baru mereka.


"Tentu. Kau bisa melihatnya, dan jika ada yang tidak kau sukai, katakan saja, aku akan segera menggantinya." ujar Zen, lalu menggandeng tangan Zoya, untuk menjelajahi setiap bagian dalam rumah tersebut..


Setelah masuk ke dalamnya, hal yang sangat Zoya sukai lainnya adalah, studio musik dan juga perpustakaan di lantai dua. Semua itu membuat Zoya takjub. Suaminya memang mengetahui semua yang ia sukai.


"Ini ruang pribadimu." kata Zen yang tiba-tiba memeluk Zoya dari belakang, "Dan di sana, adalah ruang pribadi kita, kau ingin melihatnya?" Zen melirik sebuah kamar dengan pintu berwarna putih gading.


"Aku penasaran!" setuju Zoya dengan suara menggoda.


Setelah membuka pintu; Zoya kembali dibuat takjub dengan bagian dalamnya yang bahkan lebih mewah dari sebuah kamar hotel berbintang lima. "Ini luar biasa." Serunya, sedikit berlari lalu melemparkan diri ke atas spring bed berukurang Queen size yang super empuk.


"Senang kau menyukainya sayang.'' Zen membuka kancing baju atasan Zoya dan mencium pundak istrinya itu. ''Taukah kau, melihatmu bahagia adalah hal terbaik dalam hidup ku. Dan semua itu membuatku bersemangat. Bisakah kita melakukan nya sekarang? aku sudah menahan nya cukup lama." Zen kembali mencium perlahan leher jenjang putih mulus Zoya, membuat wanita itu melenguh menggoda.


''Home sweet home'' ujarnya, lalu membawa bibir mereka untuk saling memuaskan hasrat yang terpendam sebelumnya.


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2