
...ENJOY...
.......
.......
.......
Tanpa terasa, waktu memanglah sungguh cepat berlalu. Hari ini adalah hari pertama bagi mahasiswa angkatan tahun ketiga untuk turun ke kampus setelah masa libur yang diberikan.
Hari dimana semua mahasiswa akan disibukkan untuk mengurus kredit mata kuliah apa yang akan kembali di ikuti selama satu semester kedepan.
Sesuai dengan jurusan yang di ambilnya, yaitu Accounting and Finance Bsc, Lova harus kembali mengikuti beberapa kelas yang mungkin akan menyita waktu nya sebagai mahasiswi di tahun ketiga. Tahun yang benar-benar
akan menguras waktu dan perhatian nya.
Lova berharap ia masih bisa membagi waktu seperti tahun-tahun sebelumnya.
Karena hari ini semua mahasiswa hanya akan mengurus berkas-berkas yang berhubungan dengan sistem pengajaran, Lova enggan untuk mengenakan pakaian formal.
Ia hanya mengenakan celana jins, dan juga T-sirt berwarna putih yang di lapisi sebuah Hoodie berwarna deep grey. Ia menguncir tinggi rambutnya, lalu memasang sedikit liptin di bibir untuk memberikan sedikit sentuhan feminim.
Lova juga menyiapkan beberapa berkas yang akan ia bawa dan semuanya sudah ia masukan kedalam tas.
Sementara menunggu Leon datang menjemput, Lova menyempatkan diri untuk membuat bekal makan siang guna menghemat uang nya karena ia belum mendapatkan pekerjaan baru.
Setelah selesai mengurus semua urusan kampus, Lova juga berencana ingin pergi melamar pekerjaan lain yang mungkin bisa ia dapatkan sebagai pekerja paruh waktu.
Sesaat setelah memasukan kotak bekal ke dalam tas nya, Lova pun mendengar suara ketukan di pintu apartment nya.
Ia bergegas mencuci tangan dan mengeringkan nya lalu sedikit berlari untuk segera membuka kan pintu; ‘’Sebentar Le, kau sudah dat..-
Kata-kata Lova menguap begitu saja saat melihat orang yang berdiri dihadapan nya saat ini bukanlah Leon seperti yang di tunggunya, tapi seseorang yang….
‘’L..?’’ Sapa Ken sambal tersenyum saat melihat Lova yang kini tiba-tiba diam mematung di depan nya.
‘’Ken..? Ini kau, benar-benar dirimu?” Lova berhasil lolos dari rasa keterkejutan nya. Ia bahkan menutup mulutnya karena tidak percaya dengan apa yang dilihat nya sekarang.
‘’Hmm. Ini aku L.. aku merindukan mu.’’ Sahut Leon.
GRAAB!
Tidak ada kata-kata yang bias Lova ucapkan lagi untuk menyambut kekasihnya, selain hanya sebuah pelukan. Pelukan yang sudah lama ingin ia berikan kepada Ken;
‘’Aku juga merindukan mu.’’ Bisik Lova seraya mengeratkan pelukan nya. Begitu juga dengan Ken.
Dunia nya terasa kembali berputar disaat melihat gadis yang ia cintai saat ini berada dalam pelukan nya. Ia teramat sangat merindukan kesempatan seperti ini.
‘’Kau baik-baik saja?” Tanya Lova setelah melepaskan pelukannya. ‘’Masuklah!’’ ajaknya sambal menggenggam erat tangan Ken.
‘’Hei, Huh.. ceritakan padaku. Ceritakan semuanya apa saja. Aku ingin mendengar bagaimana kabarmu selama ini.’’ Ucap Lova masih dengan perasaan bercampur aduk.
Ia senang, namun juga ada sedikit kegetiran dalam hatinya saat melihat Ken. Wajah kekasihnya itu terlihat sangat lelah dan juga tidak seperti sebelumnya.
Lova bisa merasakan bagaimana perasaan kekasihnya, semua yang terjadi pada Ken begitu tiba-tiba dan juga tentu saja akan meninggalkan sebuah luka yang dalam.
‘’Aku baik-baik saja L. Aku datang karena aku ingin bicara padamu. Dan, Aku juga merindukan mu.’’ Sahut Ken sambil tersenyum.
Senyum baik-baik saja yang selalu berusaha ia tampilkan di depan semua orang. Tapi tidak akan berhasil pada Lova.
Lova hanya memperhatikan Ken dalam diam, ia menunggu kekasihnya itu untuk membuka dirinya. Lova tidak akan memaksa jika memang terlalu berat untuk di katakana. Lova hanya berharap, Ken benar-benar bisa bangkit kembali dari semua duka yang telah ia alami.
Lova melangkahkan kakinya lebih dekat kepada Ken, ia masih menatap manik gelap milik kekasihnya yang saat ini juga tengah membisu seraya melihat pada dirinya.
__ADS_1
‘’Kemarilah!’’ ujar Lova sambil merentangkan tangan nya. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain memberikan sebuah pelukan bagi kekasihnya.
Dan bagi Ken, tidak ada hal lain yang juga ia inginkan selain pelukan hangat kekasihnya. Pelukan ternyaman kedua setelah mommy nya.
Namun sekarang, pelukan L akan menjadi satu-satunya tempat yang bisa ia singgahi untuk melepaskan seluruh kepenatan dan juga tempat dimana ia bisa meletakan sejenak beban yang ada di pundaknya.
‘’Kau sungguh baik-baik saja?” Tanya Lova seraya menepuk pelan
pundak Ken.
‘’Aku tidak baik-baik saja sebelumnya L.’’ Ken menghembuskan nafas lelahnya. ‘’Tapi sekarang aku merasa lebih baik saat bersama mu.’’
Inilah yang Lova harapkan. Ia berharap Ken bias mengekspresikan dirinya yang sebenarnya, meskipun ia tau laki-laki itu memasang cangkang sekuat baja untuk melindungi dirinya, tapi disaat bersamanya; Lova berharap bias melihat diri Ken yang sebenarnya.
‘’Ini pasti sulit bagimu. Tidak apa-apa.. Tidak apa-apa.’’ Ujar Lova masih memeluk Ken.
Bersama Lova, Ken bisa menjadi dirinya yang sesungguhnya. Ia bisa menangis seperti seorang bocah, bisa tertawa layaknya seorang anak kecil yang paling bahagia di dunia.
Ia juga bisa mengatakan apa saja tanpa takut untuk dihakimi oleh siapapun.
L satu-satunya gadis yang membuat Ken merasa sangat nyaman. Kenyamanan yang tidak bisa diberikan oleh siapapun kepadanya.
Entah berapa lama Lova menenangkan Ken dalam pelukannya. Ken terlihat sangat rapuh dan juga lelah. Bahkan saat ini, dengan begitu mudahnya Ken telah tertidur begitu pulas dalam pelukan Lova.
Lova menggeser pelan kepala Ken dan membiarkan kekasihnya itu untuk berbaring sejenak di atas sofa. Sementara ia mengambil bantal sebagai alas untuk menggantikan pelukan nya.
‘’Aku tidak tau seberapa berat beban yang sedang kau tanggung saat ini Ken, Tapi aku akan selalu berdoa untukmu agar kau bisa melewati semuanya dengan tegar. Kau adalah laki-laki yang luar biasa. Kau pasti bisa melewati semuanya, dan aku akan selalu mendukungmu.’’ Bisik Lova seraya membelai pelan rambut segelap malam milik kekasihnya.
Samar-samar Ken mendengar semua yang Lova katakan, namun ia tidak merespon karena terlalu nyaman dengan tidurnya. Tidur nyenyak yang sulit ia dapatkan akhir-akhir ini.
Sementara Ken masih tertidur, Lova menyempatkan dirinya pergi keluar untuk membeli bahan makanan di supermarket yang berada tidak jauh dari apartment nya.
Beberapa saat kemudian, Lova pun sudah kembali dengan beberapa bahan makanan yang tersimpan rapi di dalam kantong belanjaan. Ia tidak tau makanan seperti apa yang akan disukai Ken, ia hanya akan membuat makanan sederhana yang biasanya ia masak.
Lova membuka pintu dengan begitu pelan, agar tidak menimbulkan suara dan membangunkan Ken. Ia melihat sejenak ke arah sofa, dan kekasihnya memang masih tertidur. Syukurlah.
''Leon Calling''
‘’Hallo?” jawab Lova sambil memelankan suaranya.
‘’Kau dimana L? apa Ken sudah menemuimu?” Tanya Leon dari seberang sana.
‘’Hmm. Dia sudah menemuiku.’’ jawab Lova singkat.
‘’Ken disana, bersama mu? Dia baik-baik saja?”Tanya Leon lagi.
‘’Ken sedang tertidur sekarang. Dia baik-baik saja.- O’Ya, Sepertinya aku harus menunda jadwal ku hari ini, aku akan mengurus berkas ku besok.’’ Jelas Lova lagi.
‘’Baiklah L, aku mengerti. Gunakan waktu kalian sebaik mungkin. Jagalah Ken, dia memang terlihat lelah saat meninggalkan apartemen.’’ Balas Leon.
‘’Baiklah. Sampai bertemu besok Le.’’ Tutup Lova mengakhiri panggilan nya.
''Astaga!'' Lova dibuat terperanjat karena sebuah tangan melingkar secara tiba-tiba di pinggang nya. Ken sedang memeluknya.
''Kau bicara dengan Leon?" tanya Ken sambil meletakan dagunya di pundak Lova. ''Hmm. Leon menanyakan mu.'' sahut L dengan sebenarnya.
''Kalian terlihat dekat.''
''Maksudmu?''kata-kata Leon membuat Lova merasa seperti seorang gadis yang baru saja tertangkap basah sedang bicara dengan laki-laki lain oleh kekasihya. Ah, tapi ia memang melakukan itu.
''Kau dan Leon, Kalian dekat.'' ulang Ken. ''Ya, kami memang cukup dekat.'' sahut Lova mengakui hal tersebut.
''Aku ingin membuatkan makanan untukmu, kau mau sesuatu?''
__ADS_1
Lova merasa sedikit canggung dengan posisi mereka; Ia tidak terbiasa dipeluk dari belakang seperti yang Ken lakukan saat ini padanya.
''Aku cemburu.'' gumam Ken tiba-tiba.
''What? pada Leon?" sahut Lova dengan cepat. ''Hmm.Pada Leon. Karena mulai hari ini, Leon akan lebih sering bertemu dengan mu dari pada aku.'' sambung Ken.
''Tunggu. Apa maksudmu Ken?" tanya Lova seraya memutar tubuhnya untuk berhadapan langsung dengan Ken.
Saat melihat wajah Lova yang penuh dengan berbagai macam pertanyaan, Ken merasa gadis itu sangat menggemaskan. Ken sampai tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium Lova.
''Kau sangat manis L.- Aku sangat mencintaimu.'' bisik Ken setelah mencium Lova.
Gadis itu hanya bisa terdiam tersipu malu, sambil menunggu penjelasan Ken padanya. ''Kemarilah,- Ken mengangkat tubuh Lova dan membuat gadis itu terduduk di atas meja makan.
''Hei, apa yang,-
''Aku ingin kau mendengarkan aku L.'' sela Ken, membuat Lova menghentikan kata-katanya dan langsung terdiam. ''Baiklah, katakan.'' ujarnya, seraya menunggu dengan tenang.
''Kau tau, setelah semua yang terjadi di keluarga kami.- Ken memulai ceritanya.
''Aku harus tetap tinggal di Indo, aku tidak akan melanjutkan studi ku disini,- maksudku, aku akan menjalani studi ku secara online, karena aku harus tetap melanjutkan pekerjaan ku di perusahaan Dad.-
''Yah, Dad memang tidak memaksa ku, Dad malah ingin aku tetap berada di London, hanya saja, ini pilihan ku. Aku tidak bisa membiarkan Dad sendirian di indo setelah kepergian mom.''
''Dad terlihat begitu sedih setelah mom pergi, Aku tidak ingin membuat Dad semakin merasa sendirian jika aku juga meninggalkan nya sendiri, sementara aku tidak tau sampai kapan Zozo dan kak Zen menetap disana.
Lova mendengarkan semua penjelasan Ken dengan tenang, meskipun dalam hatinya ia merasakan sedikit kegetiran, namun Lova berusaha tidak menunjukan itu. Ia akan terus mendukung kekasihnya apapun itu.
''Aku tidak ingin jauh darimu L. Aku ingin terus bersama mu seperti sebelumnya. Menemanimu kemana pun kau pergi, menghabiskan waktu berdua dengan mu, pergi ke kampus bersama mu, dan semuanya. Aku ingin melakukan semuanya bersama mu.-
''Hanya saja, aku memilih untuk tetap berada di indo, dan berada jauh dari mu.- Inilah yang ingin ku katakan, bisakah kau percaya padaku?'' tanya Ken dengan sebuah kepasrahan.
Ia akan menyerahkan semua keputusan pada Lova. Ken memang mencintai Lova, hanya saja ia tidak akan memaksakan Lova untuk tetap berada disisi nya jika gadis itu tidak menginginkan hal itu.
Lova bebas melakukan apa saja yang ia inginkan. Seorang gadis muda yang bersinar seperti Lova tidak akan bisa Ken kendalikan dalam lingkaran cintanya.
''Apa ini permintaan mu? kau memintaku untuk menunggu mu?" tanya Lova, dengan lebih jelas.
Ken menganggukkan kepala, karena memang itulah yang sebenarnya ia inginkan; ''Aku sangat mencintaimu L. Dan aku sangat berharap agar kau..
''Akan ku lakukan.'' sela Lova dengan yakin. ''Kau tau aku juga mencintaimu. Dan aku akan mendukung mu, apapun itu. Apapun keputusan mu, aku akan selalu berada disisi mu.'' jawab Lova tak ada keraguan sedikitpun.
''Jadi aku akan percaya padamu, dan juga akan menunggu mu.'' putusnya lagi.
Seperti inilah Lova. Ia hanya akan mengatakan apa yang ia pikirkan dan rasakan. Ia tidak perlu memikirkan hal lainnya. Masa depan? Tidak ada yang bisa menebaknya. Yang pasti mereka akan meraihnya bersama-sama.
''Terima kasih L. Aku mencintaimu.'' Sekali lagi Ken memeluk Lova dengan penuh rasa syukur.
Sebelumnya Ken sempat merasa takut jika Lova juga akan pergi darinya, tapi sekarang, Ken tidak merasa cemas lagi. Lova sudah memberinya janji, dan Ken juga akan melakukan yang terbaik untuk menepati janjinya pada Lova.
''Maafkan aku atas sikap ku sebelumnya L.'' ujar Ken lagi. ''Aku sempat mengabaikan mu sebelumnya,- aku..
''Aku bisa mengerti Ken, aku pernah berada di posisi yang sama seperti mu.'' ujar Lova, seketika membuat kenangan masalalu membanjiri ingatan nya.
Ken tidak tau harus mengatakan apa lagi pada Lova. Wanita itu terlalu luar biasa untuk nya. Leon benar. Ia memang beruntung memiliki Lova sebagai kekasihnya.
Ken menatap gadis yang sangat ia cintai itu dengan wajah berbinar bahagia, sebuah kelegaan terlihat jelas di wajahnya.
''Apa sebelumnya kau juga mencemaskan tentang hubungan kita?" tanya Lova sambil membelai pipi kekasihnya itu. ''Hmm. Aku sangat mencemaskan tentang ini.'' jawab Ken dengan jujur.
''Kau bodoh jika begitu. Tapi tidak apa-apa, aku tetap akan mencintaimu.'' sahut Lova, membuat Ken menyunggingkan senyuman nya.
...❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...