
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
Waktu menunjukan pukul 16.40, yang artinya kurang dari dua puluh menit lagi, konser Zoya akan segera di mulai. Zoya sedang berada di ruang tunggu bersama dengan musisi-musisi lain yang akan berkolaborasi dalam konsernya.
Gedung yang di gunakan sebagai tempat konser berlangsung adalah salah satu gedung teater terkenal di Stockholm, dengan tamu undangan berjumlah kurang lebih sekitar tiga ratus orang termasuk para profesor musik di RKH dan juga beberapa tamu undangan khusus yang Zoya kirimkan melalui Email nya.
Dengan mengenakan salah satu rancangan desainer terkenal dunia, gaun bertemakan black diamond yang melekat di tubuh Zoya sudah mampu menyedot begitu banyak perhatian, apalagi di padu dengan wajah cantik bak dewi yang di miliki gadis itu, menjadikan keduanya perpaduan yang begitu sempurna.
Jika dengan hanya berdiri di tengah tengah tamu undangan saja sudah menjadikan Zoya sebagai pusat perhatian, apalagi saat Zoya memainkan Biola dengan begitu piawai, tentu saja gadis itu akan segera menjadi trending topik setelah acara malam ini berakhir.
Hanya saja, bukan seringai bahagia yang saat ini tengah di tunjukan oleh wajah wanita muda tersebut, melainkan wajah yang penuh dengan kecemasan. Apakah Zoya mencemaskan penampilan nya yang akan segera berlangsung..?
Tidak. Gadis itu bahkan tidak mencemaskan konsernya sedikitpun. Ia percaya dengan semua persiapan yang sudah mereka lakukan, dan juga EO yang sudah ia percaya untuk menangani persiapan konsernya dan sudah pasti tak akan mengecewakan diri nya. Satu-satunya yang membuat Zoya menekuk wajah nya adalah...
''Hei, kau gugup..?'' Cassian berdiri di samping Zoya mengenakan setelan jas berwarna hitam. Laki-laki itu terlihat tampan, dan juga berkelas. Setelan jas nya membuat Cassian terlihat berbeda dengan dirinya yang biasa, itu terlihat sempurna.
''Ah, tidak. Bagaimana dengan mu..?'' Zoya mendongak saat bicara pada Cassian, laki- laki itu terlihat lebih tinggi saat mengenakan sepatu pantofel di kaki nya.
''Aku luar biasa gugup Zoya, ini penampilan pertama ku, membayangkan nya saja aku tidak, ini sungguh pengalaman yang luar biasa.'' jawab Cassian sedikit berdehem menghilangkan rasa berdebar di dadanya.
Ia sangat senang dan juga antusias.
''Kau pianis berbakat Cass, dan kau pasti akan sukses di masa depan. Percaya dirilah, kau bisa melakukannya.'' balas Zoya menunjukan sedikit senyuman penuh kepercayaan, memberikan rasa tenang sekaligus nyaman pada Cassian.
''Kau terlihat tidak senang, padahal ini konser mu.'' tegus Cassian lagi. Cassian sudah memperhatikan Zoya sejak beberapa waktu yang lalu, di bandingkan gugup, wanita itu lebih terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
''Aku baik-baik saja Cass, mungkin hanya sedikit nervouse.'' jawab Zoya sambil melihat pada jam yang melingkar dengan elegan di tangan, sesekali ia juga melirik ke arah pintu masuk.
''Kau menunggu kekasihmu..?'' tebak Cassian.
Zoya tak bisa berbohong. Zen lah yang saat ini tengah ia cemaskan. Saat mengantar Zoya sebelumnya, lelaki itu bahkan mengantarnya sampai diruang tunggu, kemudian berpamitan untuk mengurus sesuatu dan berjanji akan segera kembali sebelum konser di mulai. Namun sekarang, tinggal sepuluh menit lagi waktu yang tersisa, dan tak ada tanda-tanda kehadiran kekasihnya itu.
Zoya ingin menghubungi Zen, namun ponselnya tertinggal di mobil, karena itulah ia merasa cemas.
Ini adalah hari penting bagi Zoya, malam dimana Zoya harus membuktikan dirinya, dan sebagai salah satu cara untuk melebarkan sayapnya. Zoya hanya ingin Zen berada di sisi nya dan memberikan dukungan, Itulah yang sangat ia butuhkan sekarang.
''Apa terlihat jelas..?'' Zoya melirik malu pada Cassian. ''Tentu saja! Di wajahmu sudah tertulis semuanya.'' Cassian sedikit mendengus.
__ADS_1
''Kak Zen berjanji akan kembali sebelum konser di mulai, tapi sampai sekarang dia masih belum datang juga.'' kesal Zoya.
''Mungkin jalanan sedang macet, kau kan tau salju sedang turun cukup lebat, jadi mungkin saja kan...? kau adalah bintang nya malam ini, setidaknya tersenyumlah, semua orang sedang melihat pada mu.'' kata Cassian, sambil melirik ke sekitar.
Mendengar kata Cassian, Zoya pun ikut memperhatikan beberapa orang yang juga berada di ruangan tersebut, dan benar saja, meskipun tidak kentara, tapi sesekali mereka melirik pada Zoya.
''Bisakah kita bersiap-siap sekarang..?'' ajak Cassian, setelah mendengar pembawa acara sudah memulai kata sambutan nya di atas panggung. ''Tenang saja, kekasihmu pasti akan datang, sekarang selesaikan mimpi mu dengan sempurna. Aku juga akan mendukung mu dengan sebaik-baiknya.'' Cassian menyemangati Zoya.
''Hem. Baiklah. Ayo kita lakukan.''
Penampilan pertama yang disuguhkan adalah resital piano yang di mainkan oleh Cassian berkolaborasi dengan tim orkestra RKH. Paduan apik dengan membawakan lagu berjudul ''memories'' tersebut mendapatkan sambutan tepuk tangan yang sangat meriah dari para tamu undangan.
Selanjutnya adalah penampilan sang bintang utama. Zoya berjalan dengan perlahan dengan lampu sorot yang mengikutinya. Gadis itu berdiri dengan begitu percaya diri dan sungguh terlihat elegan di atas panggung.
"Selamat malam semua, pertama-tama saya akan memperkenalkan diri saya,- ucap Zoya dengan tenang di atas panggung. "Saya, Zoya Vidette Wijaya, Ini adalah konser pertama untuk ku, salah satu dari sekian banyak mimpi yang ingin aku wujudkan, karena itu saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas semua dukungan yang saya terima, hingga konser ini dapat berlangsung seperti ini, terima kasih."
Sesaat Zoya menarik nafas dan menghembuskan nya dengan perlahan, seisi gedung menjadi sunyi menantikan penampilan Zoya.
Gadis itu menghitung dalam hati, pada hitungan ketiga, Zoya mulai memainkan Biola nya, membawakan lagu berjudul ''Love Destiny'' yang merupakan lagu ciptaan nya sendiri, Zoya benar-benar bersinar layaknya bintang di atas panggung. Zoya sudah mencurahkan seluruh perasaan nya saat membuat lagu tersebut, hingga menghasilkan nada-nada yang begitu mengagumkan.
Gadis itu bahkan mendapatkan apresiasi yang lebih meriah di akhir lagu. Sepasang mata pun menatapnya dengan begitu kagum di tengah-tengah begitu banyak nya penonton yang merasakan hal yang sama.
Untuk penampilan penutup, Zoya berkolaborasi dengan Cassian. Lagu penutup yang di pilih Zoya adalah, Spring Auntumm. Kolaborasi tersebut adalah kolaborasi yang sangat sempurna sebagai penampilan penutup. Bisa di bilang konser tunggal Zoya sukses besar dan mendapatkan pengakuan dari para genius musik.
Konser itu juga mendatangkan begitu banyak pujian dari beberapa pengamat musik, hingga beberapa profesor ternama RKH.
Menimbulkan perasaan bahagia yang saat ini membuncah memenuhi dada Zoya.
''Selamat untuk mu Zoya.'' bisik Cassian.
''Untuk mu juga Cass..'' balas Zoya, dengan mata yang berbinar.
Setelah kembali keruang tunggu, pihak EO memberikan beberapa buket bunga yang di kirim langsung untuk Zoya.
Zoya mengambil salah satu buket berisikan bunga mawar merah yang cukup besar, lalu membaca kartu yan di selipkan di dalamnya.
''Selamat untuk konsermu Vidette, aku selalu mendukungmu.'' salam, Jordan.
Baca nya pada kartu. Membuat wajah Zoya seketika tersenyum, lalu mengambil buket lainnya;
''I'm So proud of you princess, i miss you.''
Untuk buket yang kedua, Zoya sudah bisa menebak siapa pengirimnya, dan ia sangat bersyukur atas dukungan orang-orang tersebut.
''Zoya, seperti nya ada tamu untuk mu.'' ucap Cassian, menyentak Zoya, membuat gadis itu menolehkan kepalanya.
__ADS_1
Seketika Zoya langsung memberikan bunga yang tadi berada di tangannya pada Cassian kemudian berlari ke arah pintu. Perasaan bahagia, haru, dan rindu menjadi satu. Di sana sudah berdiri lelaki yang sejak tadi sudah ia cemaskan, kemudian ada Dady, Mommy beserta adik kecilnya, Ken.
''Surprisssseee...'' seru Ken dari depan pintu, membuat orang-orang menatap pada nya, namun Ken tidak perduli.
Zoya berlari menghambur dalam pelukan Dady dan juga Mommy nya, Ia sangat-sangat merindukan mereka; ''Dad, mom, I miss you so much.'' air mata bahagia kini tengah membasahi pipi gadis itu.
''Kami juga sangat merindukan mu Angel.'' Rehan dan Julie pun turut menumpahkan perasaan mereka.
Mereka begitu bersyukur sekaligus bangga saat melihat Zoya baik baik saja, hingga mampu berdiri di atas panggung dengan begitu bersinar. Gadis kecil mereka tengah menjelma bak seorang dewi. "Kau membuat kami bangga, Sweet heart." Rehan mencium pipi putrinya. "Thanks Dad.. semua karena Dady dan Mom.."
''Kami melihat penampilan mu Zozo, kau sangat keren.'' Ken memberikan selamat pada saudari nya. ''Benarkah? kau juga mendukung ku?" Zoya mendengus, mengusap hidung nya yang kini tengah berair. ''Kemarilah bocah, aku merindukan mu.'' Zoya beralih memeluk Ken.
''Bagiamana kalian bisa disini, ini sungguh luar biasa.'' gumam Zoya lagi, masih tak percaya. ''Kami datang untuk mendukungmu.'' jawab Ken dengan sebenarnya, setelah melepaskan pelukan dari Zoya.
Zoya kemudian beralih pada Zen yang masih setia berdiri di sisinya dengan senyuman hangat yang menenangkan, ''Inikah yang kau lakukan hingga membuatmu terlambat kak..?'' Zoya merengut pada Zen. ''Kau tau, Aku sangat mencemaskan mu, aku sudah berpikir yang tidak-tidak.'' berenggut nya lagi.
Zen mencubit gemas hidung Zoya, kemudian membungkus tubuh ramping itu dalam pelukan nya, ''maaf karena tak menepati janji ku sayang.'' hanya itu yang Zen ucapkan.
Alih- alih merasa kesal, Zoya malah sangat bahagia dengan kejutan yang di bawa kekasihnya. Ini sungguh luar biasa. Zoya bahkan tak berani mengharapkan hal seperti ini terjadi, namun ternyata ia menerima hadiah yang luar biasa.
''Aku mencintai kalian semua..'' ucapnya lagi, masih dengan mata yang berkaca-kaca. ''Apa sepanjang malam kita akan melakukan ini disini, jujur aku sangat lapar dan lelah!'' sela Ken, membuat Mom dan Dad nya tertawa.
''Baiklah, tunggu sebentar, aku ingin mengambil barang ku.'' kata Zoya kembali ke kursinya.
''Cassian, aku harus segera kembali. Terima kasih untuk malam ini, senang bekerja sama dengan mu.'' pamit Zoya.
''Terima kasih juga Zoya, dan sekali lagi selamat untukmu.'' Cassian memeluk Zoya singkat.
Gadis itu kemudian pergi dengan membawa semua buket bunga yang sebelumnya ia terima. ''Tolong bawakan ini untuk ku.'' kata nya pada Ken, memberikan salah satu buket bunga. ''Dari siapa..?'' bisik Zen di telinga Zoya, membuat gadis itu meremang.
''Salah satunya dari Jordan.'' jawab Zoya dengan suara pelan, saat mereka melewati lorong menuju pintu keluar. Zen mendengus, ''Dan yang kau bawa ini..?" tanya nya lagi, melihat buket yang saat ini tengah berada dalam dekapan Zoya.
''Seperti nya dari William.''jawab Zoya, yang lagi-lagi membuat Zen memalingkan wajah untuk mendengus. ''Jangan cemburu pada bunga kak, bunga ini tak bersalah.'' bisik Zoya dengan santainya.
''Aku? Hah! kemarikan, jangan memeluknya seperti itu, aku akan membawanya untuk mu.'' Zen mengambil buket tersebut dari pelukan Zoya, membuat gadis itu tertawa kecil.
''Aku sudah menyiapkan yang lebih bagus untukmu di hotel.'' bisik Zen lagi, sambil memeluk pinggang Zoya, memberikan rasa menggelenyar di kulit Zoya.
''Benarkah? waw.. aku tidak sabar untuk segera melihat nya.''
"Lihat dan dapatkan sendiri hadiah yang sudah menantimu." bisik Zen, kemudian mencium pipi Zoya.
Itu janji yang sangat menggoda..
...❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...