My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
WONDERFUL DAY


__ADS_3

ENJOY


.......


.......


.......


Di saat semua orang tengah disibukan mengurus  semua barang-barang dan juga menyapa para tetangga yang datang untuk memberikan ucapan selamat datang;


Ken justru dengan cepat menyimpan kopernya ke dalam kamar, dan bergegas keluar setelah nya. ''Son, kau mau kemana?" tegur Rehan yang saat ini tengah menggendong Earl diruang keluarga. ''Aku ingin


keluar sebentar Dad, ada apa?"


Ken mengambil kunci mobil dari tempat nya dan menghampiri Rehan  sejenak. ''Hai..hai.. kau sudah bangun jagoan? Dad memerlukan bantuan ku?" ulang Ken lagi.


''Tidak. Dad hanya bertanya karena kau terlihat terburu-buru.'' Ken hanya mengedikkan bahunya; ''Aku memang sedang terburu-buru sekarang Dad. Sampai nanti.'' pamit nya. ''Ingat untuk pulang makan malam.'' seru Rehan. ''Baiklah.''


Ken mengeluarkan mobil dari dalam bagasi, dan melajukan nya menuju ke apartemen Lova. Ia ingin memberikan kejutan untuk kekasihnya itu.


Sebelum itu, Ken menyempatkan diri untuk mampir ke toko bunga, dan memilihkan satu bunga yang indah bagi Lova. Tidak hanya itu, Ken juga membawakan beberapa coklat yang di belinya khusus. Coklat yang sangat Lova sukai saat mereka berada di London.


Setibanya di apartemen, Ken terus menekan bell di apartemen Lova, namun tidak ada yang membuka kan pintu. Apartemen itu terlihat sepi, dan tidak ada sahutan sama sekali dari dalamnya, padahal ia sudah cukup sering menekan bell.


Akhirnya Ken kembali melajukan mobil nya ke arah pantai, namun ia sedikit lupa jika melalui jalan itu jika ingin pergi ke pondok milik kekasihnya. Sebab sebelumnya Ken melewati jalan rahasia. Apalagi sudah cukup lama sejak terakhir kali Ken pergi ketempat ini.


Ia memarkirkan mobilnya sedikit jauh ke dalam pantai. Dari sana Ken akan mencoba menelusuri jalan setapak untuk bisa menemukan dimana pondok Lova berada.


...❄️❄️...


''Kau ingin sesuatu? aku lapar. Ingin pergi makan bersama?" ajak Lova, setelah Shreya tenang. ''Aku


membawa makanan di mobil, tapi aku terburu-buru menemui mu disini, jadi aku lupa membawa nya.'' kata Shreya, sambil membersihkan hidung nya yang memerah.


''Berikan kunci mobil mu. Aku yang akan mengambilnya, kau tunggu disini saja, lihat lah lautnya.. sangat indah bukan. Aku akan segera kembali.''


Lova meraih kunci mobil Shreya, dan turun dari pondok. Tapi Lova tak melanjutkan langkah


nya; ia hanya terdiam dengan wajah berbinar menunjukan senyum lebar nya.


''Kau disini sayang?" senyuman itu masih terus mengambang di wajah Lova, saat melihat siapa yang berdiri di depan nya saat ini.


''Kejutan.'' Ken menghampiri Lova dan memeluknya erat. ''Aku merindukan mu, L. Sangat merindukan mu.''


''Aku juga sayang, aku sangat senang melihat mu disini.'' balas Lova.


''Ini untuk mu, dan ini juga.'' Ken menyerahkan bunga dan juga kotak yang berisikan coklat kesukaan Lova.


''Terima kasih Ken.'' Lova memberanikan diri untuk menarik Ken lebih dekat dan memberikan ciuman singkat.


''Apa itu ciuman selamat datang? lakukan dengan benar sayang." kini Ken yang memulai untuk kedua kali nya.


Keduanya saling memeluk, menyatukan bibir keduanya dengan begitu indah. Sebuah ciuman yang sarat akan kerinduan


''Hai Ken.. senang melihat mu. ''sapa Shreya tak merasa bersalah karena telah mengganggu kedua pasangan yang tengah melepas rindu itu.


''Hai Sea, kau disini rupanya.'' sahut Ken, tak puas.


''Ada apa dengan nada itu? apa kau kesal pada ku? ahahah-- maaf. Aku sengaja.'' balas Shreya, membuat Lova tertawa kecil.


''Baiklah, kau mau tunggu di sini atau ikut dengan ku? aku ingin mengambil makanan di mobil Sea, kami lapar.''bsela Lova, yang tak tahan melihat wajah cemberut kekasihnya itu.


''AKu ikut dengan mu sayang. Tapi bagaimana kalau kita makan di luar saja. Aku juga lapar, Sea kau ikut?" usul Ken, mendongakkan kepalanya. ''Apa kau yakin? aku takut kau merasa terganggu lagi karena ku...?'' jawab Shreya yang saat ini tengah bertopang dagu sambil melihat ke bawah.


''Sea, ayolah.. kami tidak akan terganggu, lagi pula kita sahabat bukan? ayolah!.'' sela Lova cepat.


''Baiklah L. Aku akan turun.'' turut Shreya. ''Jangan lupa kunci pintu nya dulu Sea, selagi kau ada di atas.'' pinta Lova. ''Yes Miss .. ''


'Kau tau sayang, aku baru sadar jika dia sama menyebalkan dengan Leon. Mereka benar-benar cocok.'' bisik Ken, saat Shreya menuruni tangga. ''Sssstt.. jangan begitu Ken, mereka terlihat manis...'' Lova balas berbisik.


''Nah, ayo.. kita mau pergi kemana?" Shreya berkacak pinggang dengan riang.


Lova merasa senang melihat sahabat nya itu. Setidaknya, Shreya sudah bisa kembali tersenyum seperti sebelumnya.


...❄️❄️...


Saat ini mereka tengah duduk di tempat  yang sebelumnya di gunakan oleh Shreya dan Lova, dengan posisi yang sama, kaki menjuntai di temani hembusan semilir angin sepoi-sepoi.


''Lalu kau? kau lebih suka yang mana?'' Lova berbalik menatap Ken hingga wajah keduanya hampir bertabrakan. Sebelumnya, Ken menceritakan tentang keponakan kecilnya yang mendapatkan panggilan berbeda dari orang tuanya.


Sensasi itu menimbulkan aliran magnet yang menyentak keduanya menjadi semakin dekat. Lebih dekat, lebih menggoda, dan juga lebih memabukkan; ''Aku lebih suka dirimu L. Sangat suka.''


Ken menatap bibir itu lama-lama sebelum ********** dengan lembut. Dia menjilat, mengigit dan ******* lagi. Lova pun membalas ciuman Ken dengan lembut, bahkan kini sudah mengalungkan tangan nya di leher Ken dan bertumpu di sana.


Beberapa detik kemudian ciuman itu telah berubah, dari yang awalnya lembut menjadi ciuman yang sedikit ganas dan menuntut.


Ken mengeram saat tangan nya menyentuh pinggang Lova, yang terasa begitu berlekuk. Dia memeluknya erat dan merapatkan tubuh mereka.


Lova sedikit terkesiap saat tiba-tiba Ken menarik dirinya. Ia merasa kehilangan. Nafas kekasihnya terlihat memburu, sedetik kemudian Ken menyatukan Kening mereka; ''Aku sungguh menginginkan mu L, tapi kita tidak bisa lebih jauh dari ini. Belum saat nya.'' ucap Ken seraya mengatur nafasnya.


Lova menjauhkan sedikit wajah nya, dan memegang wajah Ken dengan kedua tangan nya. "Kau sungguh kekasih yang baik Ken, aku juga sangat mencintaimu.'' diberinya ciuman di kening, di kedua pipi Ken secara bergantian, dan sebagai penutup, di bibir menggoda milik kekasih nya.


Ken sangat menyukai sisi Lova yang seperti ini, sangat manis. "Berbaringlah, aku akan menemani mu.''

__ADS_1


Lova meluruskan kaki nya, agar Ken bisa berbaring dan meletakan kepalanya dengan nyaman.


''L, kau ingin pergi bersama ku? aku ingin kau ikut dengan ku ke Indonesia. Kau tau kan kalau sekarang aku menetap di Bali. Dan setelah ku pikir-pikir, Bali akan sangat cocok untuk membuka bisnis mu. Itu akan sangat menguntungkan jika begitu banyak turis yang menyukai perhiasan mu sebagai buah tangan.'' usul Ken.


''Benarkah? aku akan memikirkan usul mu. Setidaknya aku harus melihatnya secara langsung.''


Pikir Lova, tak ada salahnya jika ia pergi dengan Ken ke negara asal kekasihnya itu, di sana ia bisa belajar banyak hal, yang yang pasti, ia akan melihat sendiri apakah usul kekasihnya bisa di jalankan di sana.


Saat matahari mulai terbenam, Ken mengantarkan Lova kembali pulang, sekaligus ia ingin tau dimana kekasihnya itu tinggal saat ini.


Dan sekarang, mobil Ken sudah terparkir di depan rumah Lova. Rumah berwarna putih  bergaya klasik,


terlihat elegan dan juga nyaman. ''Di sini rumah mu?'' Ken mengedarkan pandangan nya ke sekitar.


''Hmmm. Aku membeli nya dari salah seorang pria tua yang telah lama tinggal bersama dengan putra nya. Sungguh  suatu keberuntungan karena rumah ini di jual dengan setengah harga.'' cerita Lova.


''Ini sungguh indah sayang. Kelihatan sangat nyaman.''


''Memang sangat nyaman, dan terasa seperti rumah masa kecil ku.'' sahut Lova dengan wajah berbinar bahagia.


''L, besok kau jangan pergi ke pantai, aku akan menemui mu di sini pukul tujuh malam, berdandan lah yang cantik, kau mengerti?'' di belainya wajah Lova dengan lembut sambil menatap dengan mata berbinar. Namun Lova justru mengerutkan kening membalas tatapan Ken.


''Kita akan pergi? Memang nya kita akan pergi kemana?'' tanya Lova dengan wajah menggemaskan.


''Kau akan tau besok. Jadi menurut lah. Jika kau tidak sibuk, kau bisa datang kerumah untuk bermain dengan keponakan kecil ku.''


''Benarkah? Aku mau.'' sahut Lova penuh semangat. ''Baiklah sayang, sampai jumpa besok.'' Sekali lagi Ken memberikan ciuman di bibir Lova, Kali ini ciuman yang lembut dan bisa di atasi nya.


''Sampai besok sayang.''


Setelah Lova masuk ke dalam rumah, barulah Ken melajukan mobil nya. Hari ini sungguh begitu sempurna, dan hari esok, adalah hari yang lebih sempurna. Ken sangat menyukai semuanya.


...❄️❄️...


Setelah menidurkan baby Aiden, Zoya segera mengurus dirinya sendiri. Malam ini mereka akan bertemu dengan keluarga Cassian untuk melamar seorang gadis muda yang mempesona untuk adik tercinta nya, Ken.


''Kak, bisa tolong kancing kan gaun ku.'' Zoya mengarahkan punggung nya kepada Zen. Dengan senang hati Zen melakukan apa yang di minta istrinya.


Tapi tidak secepat itu. Zen memainkan jari-jarinya untuk membelai punggung terbuka milik Zoya, mendekatkan dirinya, dan menggigit pelan pundak istrinya dengan gemas.


Zoya menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan ******* atau suara-suara menggoda yang sudah berada di ujung lidah nya. Mereka tak punya waktu untuk melakukan ini.


''Apa yang kau inginkan sayang?" suara Zen terdengar rendah dan begitu menggoda, sampai-sampai membuat Zoya meremang.


''Jangan main-main Kak, kita harus segera pergi.'' peringat Zoya, dengan suara tertahan. ''Ini tidak akan lama sayang, jika kau menurutiku.''


Zen melepaskan gaun yang lekat di tubuh Zoya dengan sempurna dalam sekali sentakan, membuat tubuh Zoya terpampang indah saat tak mengenakan apapun, kecuali bra dan kain segitiga yang menutupi bagian sensitive nya, Zen menyukai tubuh polos di hadapan nya.


''Kak, sungguh.. ini..'' Dengan gesit Zen sudah membaringkan Zoya di atas tempat tidur. ''Aku tidak akan merusak dandanan  mu sayang, aku berjanji.''


Zen melepaskan milik nya yang sudah terasa sesak, sungguh, ia sudah menahan hasrat nya sejak tadi, dan sekarang, Zen akan melahap Zoya sepenuhnya.


''Kau suka yang bagaimana sayang? ingin bermain cepat, atau.. ?"


Zoya tak bisa lagi menahan ******* nya saat tangan Zen terus bermain dan menggesek pelan di intinya yang mulai basah, ''Aku suka semuanya kak, apa saja.. lakukan dengan cepat.'' ia mendesah tertahan.


Mendengar itu, Zen mengeram karena tak bisa lagi menahan hasratnya lebih lama, ia ingin segera menyatukan diri dan membuat mereka bersama-sama terbang menggapai kenikmatan.


''Seperti yang kau inginkan sayang.''


...❄️❄️...


Di lantai satu, Ken sudah mengenakan setelah jas dan berdandan dengan rapi. Ia menunggu sambil mengetuk-ngetuk kakinya karena tidak sabar ingin segera pergi menemui Lova.


''Bisa kita, pergi duluan saja Dad? Zozo terlalu lama.'' Ken terlihat kesal, karena sudah hampir tiba waktu nya, baik Zen atau pun Zoya masih belum keluar juga dari kamar mereka.


''Tunggu saja sebentar lagi Son, kakak mu pasti akan segera turun.'' Rehan membujuk putra nya.


Sementara menunggu, Ken memastikan jika semua barang-barang yang akan di bawa sebagai barang seserahan untuk melamar Lova telah masuk semua ke dalam mobil.


''Kau, tidak lupa dengan cincin mu kan Son?" peringat Rehan sekali lagi.


''Tentu Dad, aku sudah menyimpan nya ditempat teraman.'' Ken menunjuk kepada saku jas nya.


''Baiklah Son,-


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya yang ditunggu-tunggu telah keluar juga dari kamar nya.


''Kau lama sekali Zo,-Kesal Ken yang tidak bisa menahan kata-kata protesnya. ''Maafkan aku bocah, kau sudah sangat tidak sabar ingin melihat calon nona muda kita?" sahut Zoya dengan wajah bersemu.


Ini semua karena ulah suaminya. Jika saja Zen tidak membuat nya terpancing, mereka akan selesai dengan cepat.


''Sudah siap semua? bagaimana kalau kita berangka sekarang?" Rehan bangun dari duduk nya mengajak yang lain untuk pergi. ''Ayo Dad.'' sahut Ken, yang memang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Lova.


Jarak antara rumah baru Lova dengan tempat tinggal Zoya tidak lah terlalu jauh, hanya sekitar lima belas menit perjalanan, dan mereka pun sudah sampai.


Setelah mobil terparkir dengan rapi, Cassian sebagai kepala keluarga sekaligus tuan rumah menyambut kedatangan semuanya dengan ramah,


''Selamat datang Uncle.'' Cassian mengulurkan tangan kepada Rehan. '' Terima kasih nak. ''Zoya, Zen.. selamat datang. Ken, masuklah, ayo..'' ajak Cassian menuntun mereka untuk masuk ke dalam rumah.


''Zoya, welcome..'' sambut Megan dengan senang. ''Terima kasih, senang melihat mu lagi Meg.'' balas Zoya merangkul salah satu teman nya selama ia tinggal di stockholm.


''Kau tau, aku sangat terkejut saat Cassian mengatakan jika kalian akan berkunjung kerumah kami. Ini sungguh sesuatu yang menyenangkan.'' ujarnya lagi dengan antusias.

__ADS_1


Kini semua orang telah berada diruang tamu. Mereka mengobrol ringan sebelum Rehan kembali membuka suara, untuk masuk ke inti dari kunjungan mereka saat ini.


''Tunggu sebentar,- Sela Rehan,membuat semua orang memberikan perhatian pada nya. ''Dimana nona muda kita? kami datang untuk melihat nya.'' Rehan tersenyum simpul,


Itu jugalah yang di tunggu-tunggu Ken sejak tadi, ia ingin segera melihat kekasihnya. ''Lova, ah.. tunggu


sebentar Uncle, aku akan memanggilnya.'' sahut Megan cepat, namun belum lagi kaki nya menapaki tangga, siluet Lova sudah tertangkap oleh Megan.


''Lova cepatlah, Ken ada disini.'' seru Megan dengan suara berbisik. ''Ken sudah datang? tepat waktu sekali.'' Lova, melirik pada jam tangan nya.


''Ayolah, semua orang menunggu mu.'' Megan mengiring Lova, untuk menemui Ken dan keluarga nya yang sudah menunggu.


Lova tak mengerti apa yang di katakan oleh kakak nya barusan, mengapa semua orang, padahal ia hanya akan pergi bersama Ken. ''Semua orang, apa maksud kakak?"


''Kau lihat saja.'' Megan membawa Lova keruang tamu, dimana semua orang telah menunggu nya. Di sana sudah ada Ken dan keluarga nya. Ken berdiri dengan begitu gagah dan tampan, dengan sebuket bunga mawar merah di tangan nya.


Lova tak pernah menyangka jika  kejutan yang di maksud Ken sebelum nya adalah,..


Tunggu, ada apa ini?


Ken mengulurkan tangan nya dan bersambut dengan tangan Lova. ''Untuk mu sayang.'' Bunga ditangan Ken berpindah dalam hitungan detik. ''Terimakasih Ken.'' Lova mencium bunga yang ada di tangan nya, yang menguarkan aroma harum yang begitu ia sukai.


''Tunggu ada apa ini?" bisik Lova saat ingat dan menyadari kehadiran yang lainnya. ''Uncle, kak Zoya, Kak Zen.'' Lova menyapa mereka satu per satu.


''Kau cantik sekali sayang.'' Zoya memberikan pelukan nya kepada Lova. ''Dan kau juga kak, kau selalu terlihat luar biasa.'' balas Lova Yang selalu sungguh-sungguh dengan pujian nya.


Setelah semua orang duduk dengan tenang, sekali lagi sebagai orang yang lebih tua, Rehan kembali membuka suara. ''Huh, maafkan Dad yang sudah tua ini Son, Dad sedikit gugup.'' Rehan tersenyum jenaka pada putra nya untuk mencairkan suasana.


''Cassian, Megan, Seperti yang sudah kalian ketahui nak, ini tentang hubungan putra ku Ken, dengan saudari kalian Miss. Lova yang sangat manis,- Rehan berdehem sejenak.


''Melihat bagaimana kesungguhan putra ku tentang pilihan nya, kami selaku keluarga nya, memilih waktu ini untuk menemui kalian, tidak lain adalah untuk melamar Miss Lova yang begitu manis secara resmi untuk menjadi calon menantu pria tua ini.-


Tidak hanya Cassian dan Megan, bahkan Lova yang mendengarkan Rehan dengan seksama dari awal benar-benar dibuat terkejut; Ini adalah lamaran Yang di janjikan Ken pada nya.


OH MY GOD!


Sumpah Demi apa, Lova benar-benar merinding saat Rehan bicara sambil menatap matanya.


Ia sungguh tak mengira jika hari ini akan datang begitu cepat.


''Itu pun jika Miss Lova yang manis ini memiliki perasaan yang sama terhadap putra ku yang malang karena cintanya..- Meskipun dari mata nya yang berbinar saat ini, pria tua ini bisa merasakan jika miss Lova yang manis juga akan membalas perasaan putra ku yang malang.-


"Bagaimana menurut mu Nak..?" sekali lagi Rehan menatap dalam ke mata Lova Yang juga tengah menatap nya. "Apa kau bersedia untuk menjadi calon istri putra Dad..? dan menjadi putri ku tentu saja." tambah Rehan, mengembangkan senyuman nya. "Bersediakah dirimu?"


Kemudian Rehan beralih kepada Megan dan Cassian selaku wali dari Lova..


"Apa kalian mengijinkan putra ku untuk meminang saudari terkasih kalian nak?"


Sebagai kepala keluarga, Cassian lah yang ambil andil untuk menjawab pertanyaan dari Rehan.


"Uncle, kami selaku kakak dari Lova, hanya berharap Yang terbaik bagi saudari kami. Karena itu apapun nanti jawaban L, kami akan merestuinya.- Bagaimana menurut mu L..?" Cassian melirik kepada gadis muda yang selama ini dirawatnya penuh cinta.


Kini giliran Ken yang mengubah posisinya, untuk berpindah dari sisi Lova.


Ia mengambil cincin yang ada di saku nya, lalu berlutut di hadapan Lova di saksikan oleh keluarga nya...


''L, Aku tau, lamaran ku tidak seromantis lamaran pria-pria pada umumnya. Ini hanyalah lamaran biasa, namun lebih dari pada itu, aku ingin kau melihat kesungguhan ku.-


Ken membuka kotak yang di simpan nya di dalam saku jas sejak awal, ditunjukan kanya kepada Lova; ''Penelova Mosley, will you marry me?" Sebuh cincin yang lebih indah, berkilau di hadapan Lova menunggu untuk jawaban diri nya.


Dai pada perasaan ragu atau apapun, Lova lebih merasa terharu dan menduga, jika lamaran yang akan Ken lakukan adalah lamaran bersama dengan keluarga nya, tentu saja inilah yang sangat di harapkan nya;


"Yes.- I say Yes Ken"


Lova mengulurkan tangan nya dengan wajah Yang berbinar bahagia. Tidak hanya mereka, bahkan semua orang pun turut bahagia atas jawaban nya.


Thank God!


Rehan bernafas lega. Ini pertama kali nya bagi Rehan untuk melamar seorang gadis muda setelah sekian Lama. "Moo, apa aku sudah melakukan pekerjaan yang benar?"


Setelah cincin terpasang di jari manis Lova, kini gadis itu telah resmi menjadi calon menantu keluarga wijaya.


Satu-satu nya wanita yang akan menjadi calon istri dari seorang penerus utama dari Zoya's Group, Ken samudera Wijaya.


"Selamat untuk mu dik.." Zoya dan Zen memberikan pelukan kepada kedua nya secara bergantian, begitu juga dengan Megan dan Cassian.


"Uncle.. - gadis itu memandang Rehan dengan penuh rasa haru. "Tidak sweet heart, mulai hari ini, kau juga harus memanggil ku Dady. Kau adalah putri ku sekarang." ujar Rehan lalu memeluk calon menantu nya.


Dady? Ahh.. itu kata-kata yang sungguh luar biasa. Lova sangat bahagia. Selain memiliki seorang tunangan, kini ia memiliki seorang Dady.


"Aku berdoa agar putra ku tidak akan pernah menyakitimu, dan akan selalu mencintaimu seumur hidup nya." tutup Rehan sebelum mencium singkat tangan Lova.


"Terima kasih Unc.., " Rehan menautkan kedua alisnya. "Dad.. " ralat Lova membuat Rehan kembali tersenyum.


"Kemarilah Son.." Rehan beralih kepada Ken, ia juga memeluk putra nya, "Selamat untuk mu Son, kini tanggung jawab mu telah bertambah. Lakukan lah Yang terbaik untuk masa depan mu."nasihatnya.


"Aku tau Dad. Aku akan berusaha untuk memberikan Yang terbaik dari diriku. Terima kasih untuk malam ini." Ucap Ken, membalas pelukan Dady nya.


Semua yang terjadi hari ini, sungguh adalah salah satu hari yang akan ia ingat seumur hidupnya. Satu lagi kebahagiaan datang pada nya. Langkah pertama untuk masa depan nya.


Meskipun nanti perjalan mereka akan menghadapi begitu banyak lika-liku, tapi bersama Lova, Ken yakin ia akan mampu melewatinya.


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2