My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
Sweet Day


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Setelah lamaran tak terduga yang Ken lakukan sebelumnya, Lova masih merasa bahwa ia sedang bermimpi.


Mimpi? Huh! Ini bahkan terlalu indah untuk di jadikan sebuah mimpi. Lagi pula jika memang ini adalah MIMPI, lalu mengapa ada benda cantik dan juga berkilau yang terpasang di jari manis nya?


Benar bukan? Kenyataan seperti ini memang sangat sulit untuk di percaya. Dinamika kehidupan Lova sungguh tak terduga.


Semua nya sungguh luar biasa. Sejak pertama kali Lova dan Ken bertemu; Pertama kali mereka bicara. Kemudian mereka menjadi orang asing. Lalu takdir membuat mereka bertemu kembali, hingga hal-hal manis lainnya yang tak pernah terpikirkan oleh Lova.


Selama hidupnya Lova bahkan tak berani mengharapkan hal seperti ini akan terjadi. Lova hanya pernah membayangkan jika suatu saat ia akan bertemu seseorang yang mencintai dan menerima dirinya, serta kehidupan nya yang malang. Hanya itu yang berani ia pikirkan.


Tapi tentang Ken?


Ken yang datang secara tiba-tiba dalam hidupnya, perlahan memasuki relung hatinya, dan kini? oh God! Sungguh luar biasa. Inikah takdirnya? Apakah Ken takdirnya?


Lova tersenyum dengan begitu senang saat melihat pada jari-jari tangan nya yang sudah diberi tanda kepemilikan.


Tok Tok..


Ken mengetuk pelan pada pintu kamar Lova yang sebenarnya sudah terbuka. ''L, kau sudah lebih baik? Sarapan sudah siap." Suara Ken tiba-tiba saja menyentak Lova dari semua fantasi nya.


''Ah Ya.. aku akan segera menyusul, kau duluan saja..''  sahut Lova dengan cepat.


Karena terlalu senang dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya, Lova sampai melupakan jika Ken masih berada di apartment nya.


''L, L, bagaimana bisa kau membiarkan calon suami mu melakukan semua nya tanpa bantuan sedikitpun!" Gumam Lova memarahi diri sendiri sambil tersenyum malu-malu.


Membayangkan nya saja sudah membuat Lova merasa bahagia, apalagi jika nanti mereka benar-benar menikah?  Lova bisa membayangkan betapa bahagia nya keluarga kecil mereka nanti.


Sementara Ken bekerja, ia akan mengurus rumah dengan baik. Ia juga bisa menjalankan bisnis nya sendiri.


Ah, betapa bahagianya jika hal seperti itu akan benar-benar terjadi.


Masih dengan wajah yang berbinar bahagia, Lova melangkah kan kakinya dengan lompatan-lompatan kecil layaknya seorang bocah.


Ia menuju ke ruangan kecil yang berada di sudut kanan nya, tempat dimana dapur minimalis nya berada.


Ken masih mengenakan Appron berwarna pink milik Lova dengan lengan baju yang di sinsing dengan begitu elegan, bahkan gerakan dan juga kepiawaian nya menggunakan peralatan memasak membuat Lova begitu terpesona.


Tunggu, Lova tidak salah Ken? Ken bisa memasak?


''Ada yang bisa ku kerjakan, mungkin pekerjaan lainnya?'' Tegur Lova yang sedang memperhatikan apa yang kekasih nya itu masak saat ini.


''Tidak ada, duduk saja di sana L, ini sudah selesai.'' sahut Ken sambil menyajikan makanan buatan nya.


Diatas meja sudah tersedia buah-buahan yang sudah di kupas dan dihiris dengan rapi. Ada dua gelas susu, air mineral, omelette, sosis goreng, dan juga..


''Kau membuat ini semua?" tanya Lova dengan sedikit takjub.


''Hanya menu sarapan sederhana.'' Ken tersenyum,- '' Aku baru belajar membuat menu-menu sederhana seperti ini, selebihnya aku akan belajar nanti agar aku bisa mengurus mu dengan baik L.'' tambah Ken.


Satu lagi yang membuat Lova hampir mimisan. Ahhhkk.. kenapa Ken begitu manis pagi ini? Lova merasa seperti dirinya bermandikan gula.


''Terima kasih.'' sahut Lova , sambil meringis. Ia sungguh tidak tahan jika melihat Ken yang seperti ini.


''Boleh aku mencium mu?" ucap Lova keluar begitu saja dari mulutnya yang mulai tidak bisa di kendalikan.


''Apa? kau mengatakan sesuatu?" ulang Ken yang memang hanya mendengarkan ucapan Lova sekilas.


''Ah? tidak ada. Aku hanya sudah lapar.'' sahut Lova terbata-bata, karena gugup.


''Baiklah, kalau begitu ayo kita makan.''


...❄️❄️...


Baik Ken maupun Lova, mereka hanya menghabiskan sepanjang hari untuk berada di dalam apartment. Mereka terus berbincang-bincang dan juga saling memberikan perhatian layaknya sepasang kekasih.


Mereka merindukan waktu-waktu yang telah hilang dan terlewatkan. Secara perlahan, keduanya berjanji untuk mengukir sedikit demi sedikit kenangan manis yang seharusnya telah mereka miliki.


Tak ada kata terlambat untuk memulai semua nya.


''L, sepertinya aku harus kembali ke apartment ku. Aku harus membersihkan diri. Jika kau tidak keberatan, maukah ku pergi bersama ku?" ajak Ken, sambil terus memainkan jari-jari tangan Lova dengan gemas.


''Hmm. Baiklah. Aku akan mengganti pakaian ku sebentar.'' sahut Lova, kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Setibanya di Apartemen Ken..


Keduanya di sambut ramah oleh Nety. ''Selamat datang tuan, nona Lova.'' sapa nya ramah.

__ADS_1


''Nety, sudah ku katakan untuk tidak memanggilku Tuan, Anggap saja seperti cucumu.'' sela Ken tak habis pikir.


''Baiklah, akan saya ingat.'' sahut Nety, dengan begitu ramah.


''Woo wooww.. ! Leon di buat terkejut dengan keberadaan ketiga nya diruang tamu. ''Haii L, tidurmu nyenyak semalam?'' goda Leon seraya menghampiri Lova.


''L, temani Lova sebentar.- Aku tidak akan lama.'' kata Ken pada Lova, lalu membiarkan keduanya untuk duduk diruang tamu.


''Kalian sudah bicara? Tidak ada lagi salah faham diantara kalian bukan?" tanya Leon degan tingkat kekepoan melebihi batas wajar.


''Lihat!'' kata Lova sambil menunjukkan jari manis nya. ''Apa sih?''


Leon berusaha memahami maksud Lova. ''Lihat jariku! Ken melamarku.'' jelas Lova, dengan rona bahagia.


''What? Apa semua ini benar? kau tidak sedang bercanda kan?'' ulang Leon dengan senyuman meragukan.


''Ini, benar. Ken melamar ku tadi pagi. Dan aku mengatakan Yes.'' Jelas Lova dengan wajah yang lebih bersungguh-sungguh.


''Syukurlah. Selamat untuk mu L. Semoga hubungan kalian akan bertahan sampai selamanya.'' doa Leon penuh syukur.


'Di dalam kamar, Ken memberikan pesan text untuk Dady nya.


..."Dad, aku akan pulang dalam waktu beberapa hari. Aku akan menghadiri wisuda kelulusan L. Setelahnya aku ingin kia bicara. Jaga kesehatan mu Dad.''...


...-Send....


Tak lama setelahnya, Ken sudah keluar dari dalam kamar. Rambutnya basah dan sedikit berantakan. Ken hanya mengenakan kemeja sederhana, namun terlihat sangat tampan.


''L, aku sudah selesai. Ayo kita kembali.'' ajak Ken yang saat ini sudah menenteng tas ransel hitam miliknya.


''Kau mau kemana Ken? kalian akan pergi sekarang? Lova, Aku.. kami baru saja mulai bicara.'' protes Leon pada sahabatnya itu.


''Aku akan menghabiskan waktu ku bersama L. Dan Kau, jaga saja apartemen ini.'' sahut Ken, menjawabi Leon.


''Tapi kan,-


''Sudahlah. Nikmati saja waktu mu disini, kami pergi.'' sela Ken cepat.


Ken menggenggam erat tangan Lova, seolah-olah takut Lova terlepas dan menjauh dari nya.


''Kau mau es krim sayang? Aku akan membelinya untuk mu.'' tawar Ken, lagi-lagi dengan senyuman yang tak berhenti mengambang di wajahnya.


''Mau,...'' Sahut Lova menganggukkan kepalanya. ''Ayo!''


Setelah membeli es krim, Ken mengajak Lova untuk mengunjungi sebuah museum bunga. Tempat yang sangat Ken kunjungi bersama kekasihnya itu;


''Kau suka L..? Sudah sejal lama aku merencanakan hari ini.''


''Syukurlah jika kau suka L. Aku akan membawamu kemana saja kau mau. Ke tempat-tempat yang kau sukai, Semuanya.. -


''Aku akan ikut dengan mu Ken. Asalkan kau ada bersama ku. Hanya itu yang aku inginkan.''


''Aku mencintaimu L.''


''Aku jaga sangat mencintaimu Ken."


Sekembalinya ke apartment, Ken meletakan tas ranselnya di atas sofa, sementara Lova masuk ke dalam kamar.


"Ken, kau istirahat saja dulu, aku akan membersihkan kamar tamu untuk mu." ujar Lova, dengan membawa sprei dan bantal ekstra di tangan nya.


"Akan ku bantu." sahut Ken dengan cepat.


Ia mengambil sprei dan juga bantal Yang sebelumnya Lova pegang.


"Baiklah. Ayo."


Lova tak akan pernah keberatan dengan kehadiran Ken di apartment nya. Malah sebaliknya, ia begitu senang bisa menghabiskan banyak waktu bersama kekasihnya Yang super sibuk itu.


Hanya saja, meskipun begitu, Lova tidak akan membiarkan Ken tidur di kamar Yang sama dengan nya. Ken yang dulu memintanya untuk melakukan itu Bersikap waspada- kepada siapa saja, termasuk kepada kekasihnya.


"Sudah selesai." seru Lova dengan senang, saat melihat kamar itu sudah rapi. "Aku harap kau nyaman untuk tidur disini. Kamar ini tak pernah di gunakan." tambah Lova.


Ken mendekati Lova dan menyeka keringat kecil yang muncul di kening gadisnya itu.


"Terima kasih L. Kau sudah mengijinkan aku untuk dekat dengan mu. Ini sudah lebih dari cukup." sahut Ken, kemudian mencium kening Lova.


Hah! Jantung nya! Ken benar-benar akan membuat jantung Lova berdebar tak karuan.


"Istirahat lah. Aku akan menyiapkan makan malam." sela Lova. Ia ingin segera kabur dari hadapan Ken, Lova merona.


"L.. aku menyukai wajah mu Yang seperti ini. Kau sangat menggemaskan." ucap Ken, menahan Lova dalam pelukan nya.


"Hiiis! apa kau menggoda ku? cepat lepaskan aku. Hem?" sahut Lova Yang juga merasa gemas atas tingkah kekasihnya.


"Berikan aku ciuman. Aku akan melepaskan mu." balas Ken. Lova mendorong pelan tubuh Ken, agar memberikan jarak bagi keduanya. Ia menatap Ken sejenak, lalu mengalungkan kedua tangan nya ke leher Ken.


"Permintaan disetujui." sahut Lova balas menggoda.

__ADS_1


OMG! Lova.. apa yang kau lakukan? Lova mengabaikan perasaan malu-malu yang ia miliki. Ia memang ingin mencium kekasihnya itu sejak tadi.


Ken terlalu menggemaskan dan menggoda.


Lova tersenyum, sebelum menutup jarak keduanya.


Bukan Ken, tapi kini Lova yang bertindak berani untuk mencium lembut bibir kekasihnya.


Bibir yang selalu membuat Ken merasa begitu gila. Keduanya saling *******, mencecap, dan mengigit dengan lembut.


Lova bertindak seperti seorang yang berbeda. Ken menyukai sisi diri lova yang seperti ini.


Membuat Ken tidak bisa menghentikan ciuman mereka sekarang, ia begitu menikmati ciuman manis yang Lova lakukan. Gadis nya tidak lagi seperti gadis yang dulu ia kenal.


Lova nya sekarang adalah, Ah..


Begitu menggoda dan sungguh luar biasa.


Ken membelai lembut punggung Lova, memeluknya erat dan juga menjelajah kemana pun yang tangan nya inginkan.


Ini benar-benar gila! Hentikan Ken! Kendalikan dirimu!


Untuk sesaat, Ken melepaskan ciuman keduanya. Ia tak bisa mengatasi ini lebih jauh. Mereka sama-sama memberi diri untuk mengatur nafas secara perlahan.


Pandangan itu, Lova tau bahwa Ken menginginkan nya. Dan itu membuat Lova semakin gila. "Kita harus sudahi ini." ucap Lova dengan nafas tersengal.


"Ku rasa juga begitu. Atau kita benar-benar tak akan bisa mengatasinya L. Kau benar-benar membuat ku gila." sahut Ken dalam, kemudian menyatukan kening mereka.


Hampir saja.


Lova mengunci dirinya sesaat di dalam kamar. Ia merasa malu, dan juga.. "Kau benar-benar Lova. Huh! Apa aku benar-benar melakukan ciuman itu?" Aaakkkhh.. Lova menutup wajahnya dengan bantal.


Lova mengambil ponselnya, dan mencari nama sahabatnya;


"Hallo..?" sahut seorang gadis dari seberang sana. L, sedang menghubungi Shreya. Lova ingin membagi kisah bahagia nya kepada satu-satunya sahabat wanita Yang ia miliki.


"Sea, aku bahagia." gumam Lova menahan diri untuk tidak bersuara nyaring. "Kau bahagia? Ada apa?" sahut Shreya santai seperti biasanya.


"Ken disini, bersama ku."- "Oh, jadi pemuda itu sekarang di sana? berikan ponselmu padanya L, aku ingin memarahinya." sahut Shreya gemas.


"Ken malamar ku Sea." Sela Lova, membuat Shreya terdiam sesaat. "What..? kau tidak bercanda kan L? Ken benar-benar melakukan itu? sungguh? lalu, apa jawaban mu?"


Lova bisa membayangkan bagaimana ekspresi wajah sahabatnya itu saat ini; "Aku menjawab Yes!" baru saja Lova menyelesaikan kalimatnya, ia sudah mendengat pekikan dari Sea.


"Selamat untuk mu gadis ku. Aku sungguh bahagia mendengarnya." suara Sea berubah haru. Membuat Lova pun merasakan hal Yang sama.


"Aku juga sangat bahagia Sea." timpal Lova. "Apa Megan dan Cassian tau L? kau sudah mengatakan pada mereka?" tanya Sea lagi.


Astaga! Bagaimana L bisa lupa pada saudaranya. Bagaimana jika mereka tidak setuju? Aaakkkhh L!


"Aku lupa! Aku akan mengatakan pada mereka setelah ini." sahut Lova cepat. "Sea, aku akan menghubungi lagi, aku harus mengatakan berita ini pada Megan dan kak Cassian." tambahnya lagi.


"Hmmm. Carry on Dear. Sekali lagi, selamat untuk mu. Bye." Sea menutup panggilan itu terlebih dahulu.


Tok.. Tok..


Lova sedikit terkejut saat mendengar suara di balik pintu kamarnya.


"L.. apa kau tidur?" seru Ken dari luar.


"Tidak Ken, tunggu sebentar." sahut Lova cepat.


Ia merapikan rambut dan juga bajunya, sebelum membuka pintu.


"Ada apa?"


"Ingin pergi kencan dengan ku? sudah Lama kita tidak melakukan itu, aku ingin menghabiskan hari ini dengan mu." ucap Ken lembut.


"Kau ingin mengajak ku kemana?" sahut Lova dengan berbinar.


"Ada tempat yang kau datangi?" Ken balik bertanya.


"Entahlah, aku tidak memikirkan tempat khusus."


"Kalau begitu biar aku Yang pilihkan tempatnya." sahut Ken lagi.


Senyum di wajah Lova mengembang.


Ken membelai lembut wajah Lova, menyisipkan anak rambut Yang jatuh menutupi pipi gadis itu, dan menatapnya dengan sayang.


"Kau tau L. Aku sangat bahagia hari ini. Kau adalah anugerah dalam hidup ku. Aku akan menjaga mu dengan baik, dan aku akan melakukan Yang terbaik untuk membuatmu selalu tersenyum seperti saat ini.


"Dan kau, kau seperti guardian Angel dalam hidupku. Aku mencintai mu Ken."


Bagaimana benang merah bisa terjalin dari dua dunia yang berbeda? Takdir. Itulah jawabannya.


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2