My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
The F'K


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


Satu minggu setelah kecelakaan, Rehan dan Julie masih menetap di London. Julie bersikeras untuk tinggal lebih lama untuk menjaga putranya hingga benar-benar pulih akibat kecelakaan yang di alami sebelumnya.


Sementara Zen, Zoya dan juga Shreya sudah lebih dulu kembali ke Stockholm beberapa hari sebelumnya. Ketiga nya harus segera kembali karena urusan pekerjaan Zoya, terlebih lagi Shreya juga harus masuk kuliah sekaligus bekerja.


Karena itulah ketiga nya harus kembali lebih dulu, dan hanya menyisakan Mommy dan Daddy untuk yang masih bertahan di London.


''Morning mom.''  Sapa Ken sambil meletakan ranselnya di atas sofa.


''Selamat pagi sayang. Mau kemana pagi-pagi begini?" tanya Julie melihat putranya yang sudah berpakaian rapi.


''Kampus mom, aku ada jadwal hari ini.'' jawab Ken dengan santainya.


''Kau yakin ingin pergi ke kampus sayang? apakah kau sudah baik-baik saja? apa rusuk mu sudah tidak terasa sakit?" cemas Julie pada putranya.


Beberapa hari sebelumnya, saat melakukan pemeriksaan ulang, dokter mengatakan agar Ken harus lebih berhati-hati dengan pergerakannya, terutama karena kecelakaan sebelumnya yang mengakibatkan rusuk Ken mengalami sedikit keretakan.


Meskipun tidak berbahaya, tetap saja itu akan membuat tubuh Ken terasa sakit jika tidak berhati-hati hingga nanti tubuhnya benar-benar pulih.


''Mom, aku baik-baik saja. Aku sudah mengambil ijinku selama beberapa hari- sudah begitu banyak tugas yang aku lewatkan, aku harus segera menyusul materiku mom.'' jelas Ken dengan sebenarnya.


Ia memang sudah cukup lama absen dari kelas karena kecelakaan itu, dan sekarang sudah saatnya Ken kembali ke kampus. Selain untuk mengejar semua ketertinggalan nya, salah satu tujuan Ken adalah Lova.


Ken juga sudah sangat merindukan kekasihnya.


Selama satu minggu terakhir, keduanya hanya bicara melalui telpon. Terkadang Ken juga hanya mengirimkan pesan karena begitu merindukan kekasihnya, namun ia berusaha agar tidak menyusahkan Lova.


Ken tau jika kekasihnya sangat sibuk bekerja, meskipun Lova selalu menjawab panggilan nya, dan terkadang juga membalas semua pesan dengan cepat; tetap saja Ken merasa bahwa itu semua  belum cukup untuknya.


Ken sangat ingin bertemu Lova. Ia Ingin melihat kekasihnya secara langsung. Ia rindu melihat bagaimana Lova tertawa, bagaimana Lova menceritakan semua keluh kesah nya terlebih lagi, Ken merindukan semua tingkah laku manja kekasihnya, karena itulah ia harus pergi ke kampus.


''Kau yakin sayang?''


''Aku yakin mom, aku baik-baik saja.'' ujar Ken yakin.


''Kalau begitu cepatlah sarapan. Mom juga akan menyiapkan bekal untuk Lova, gadis itu pasti tidak mengurus dirinya dengan baik karena terlalu sibuk bekerja.'' ujar Julie sambil berjalan ke arah pantry.


''Apa mom melihat Leon? Dia belum bangun?" tanya Ken saat tidak melihat keberadaan Leon di pagi hari.


''Ah..-Leon sudah berangkat sejak tadi sayang, katanya dia memiliki kelas pagi untuk hari ini.'' jelas Julie yang menerima salam dari Leon sebelumnya.


''Benarkah? tumben sekali. Biasanya anak itu tidak pernah berangkat terlalu pagi.'' Gumam Ken.


Tak ingin berlama-lama berada dirumah, Ken segera menuju pantry untuk sarapan. Ia mengambil kursi dan duduk dengan tangan terangkat ke atas meja.


Ia sedang menyaksikan mom nya menyiapkan sarapan, pemandangan yang sudah cukup lama tidak ia lihat selama mereka tinggal terpisah.


''Mom, kapan kau dan Dad akan kembali ke indo?" Ken buka suara setelah diam sejenak.


''Kenapa kau bertanya sayang? apa kau bosan melihat kami disini?" goda Julie pada putranya.


''Oh, come on mom! Mom sungguh berpikir seperti itu? aku tidak memikirkan hal itu sama sekali, aku hanya bertanya saja.'' sela Ken.


''Mom tau sayang. mom hanya bertanya, mom tau kau tidak akan bosan melihat kami, mungkin sampai beberapa tahun kedepan..'' balas Julie lagi, sambil menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


''Mom, apa maksudnya itu? bagaimana mom bisa berpikir aku akan bosan bersama kalian?" jawab Ken, menolak pernyataan mommy nya. Bagaimana mungkin ia bisa memiliki pikiran seperti yang mom nya katakan? tidak ada anak yang tidak menginginkan orang tuanya.


''Kau akan melaluinya nanti sayang, dan jika saat itu tiba, percayalah, mom akan sangat merindukan anak-anak mom. Mom harap jangan terlalu lama mengacuhkan kami yang sudah tua ini, meskipun sesekali dalam satu bulan, atau beberapa bulan, setidaknya mom berharap jika anak-anak mom bisa mengunjungi mom dan Dad agar rasa rindu kami bisa terobati.''


Apa itu sebuah peringatan atau permintaan?


Ken masih begitu peka dengan apa yang dikatakan mom nya, karena itulah ia langsung menghampiri dan juga memeluk mommy nya dengan sayang.


''Mom. Apa mom tau, jika mom adalah wanita pertama yang akan aku cintai dalam hidupku. Yang kedua adalah Zozo, dan yang terakhir adalah kekasihku calon pendampingku kelak. Aku tidak akan melupakan mom begitu saja.'' ujar Ken, masih memeluk mom nya.


Julie merasa begitu terharu mendengar pengakuan dari mulut putra nya..Ken bukanlah seseorang yang mudah mengakui apa yang ia rasakan atau apa yang ia pikirkan, namun kali ini. Julie dapat merasakan langsung ketulusan putranya.


''Hmm. mom tau sayang. Mom juga sangat mencintai mu.'' balas Julie.


''Jadi mom, berjanjilah padaku mulai hari ini  agar mom jangan pernah memikirkan hal-hal seperti itu lagi. Aku tidak suka dengan pikiran mom yang seperti itu. Bagaimana aku bisa melupakan mommy ku sendiri, aku tidak akan melakukan itu mom.''


''Ya.. ya, maafkan mommy sayang, mommy hanya merasa cemas akan di tinggalkan sendiri.''


''Aku mencintai mu mom, sangat-sangat mencintaimu, aku tidak akan melakukan itu, percayalah.''


Perasaan yang di tunjukan oleh ibu dan anak itu juga di rasakan oleh Nety. Sebagai seorang wanita ia juga merasa terharu melihat bagaimana tuan muda nya itu memperlakukan orang tua nya.


''Ya sudah sekarang makanlah. Mom sudah buatkan makanan kesukaan mu, dan yang ini- bawakan ini untuk gadis manis itu.'' Julie meletakan tas berisikan kotak bekal yang khusus di buat untuk Lova.


''Apa yang mom buat, apa di dalam nya ada keju? Lova alergi terhadap makanan yang mengandung keju.'' ujar Ken melirik dengan waspada pada kotak bekal tersebut.


''Tidak sayang, mom membuat makanan indonesia.- Mom pikir Lova harus mencoba nya.''


''Baiklah mom, terima kasih. Lova pasti akan sangat menyukai nya.''


Setelah sarapannya di sajikan, Ken menyelesaikan sarapan nya dengan cepat. Ia ingin segera menjemput Lova dan menghabiskan waktu lebih lama sementara keduanya berjalan menuju kampus.


''Mom.. aku berangkat.. terima kasih untuk makanan nya, sampaikan salam sayang ku untuk Dady'' pamit Ken, dengan cepat menyambar pada ranselnya.


''Dasar anak muda!''


Setelah keluar dari apartemen, Ken memanggil taksi agar bisa tiba lebih cepat di apartemen kekasihnya.


Ken ingin memberikan kejutan pada Lova. Sudah satu minggu mereka tidak bertemu, Ken ingin tau apakah kekasihnya itu juga merindukannya atau hanya dirinya saja yang rindu.


Kurang dari sepuluh menit perjalanan, Ken pun akhirnya sampai di perempatan blok apartemen Lova.


Pukul 7.30 pagi adalah waktu yang tepat sebelum Lova keluar dari gang apartemen nya.


Karena tidak sabar menunggu, Ken pun memilih untuk naik dan menemui Lova.


''Ken..?"


Sapa Lova yang berdiri tidak jauh dari tempat Ken saat ini. Gadis itu baru saja selesai berbelanja, ia berjalan  dengan membawa dua kantong plastik ditangan nya.


''L.. kau dari mana? aku datang untuk menjemputmu.''


Ken menghampiri Lova dan memeluk kekasihnya, melepaskan semua rasa rindunya.


''Ken, apa kau sudah di ijinkan untuk berjalan-jalan seperti ini?'' tanya Lova sedikit terperanjat dengan perlakuan Ken.


''Aku sudah baik-baik saja L.. aku merindukanmu.''


''Aku juga merindukan mu,- Hei jangan terlalu lama memeluk ku, kita sedang di lihat orang, ini masih terlalu pagi Ken..'' ujar Lova memperingatkan Ken.


''Baiklah.- Kau tidak ke kampus? O, ya ini buatan mom, dia ingin kau mencobanya.'' Ken menyerahkan kotak bekal yang Julie siapkan.

__ADS_1


''Aunty yang membuatnya? sampaikan salam dan terima kasih ku Aunty, aku pasti akan memakannya.'' balas Lova.


''Hmm. Sini, biar ku bantu.'' Ken mengambil kantong belanjaan Lova, dan keduanya berjalan kembali ke apartment.


...Di dalam apartemen.....


''Kau bisa menunggu ku sebentar?aku akan bersiap-siap.'' pinta Lova.


''Hmm. Baiklah L.. aku akan menunggu disini.- Jam berapa kuliah pertama mu?"


''Sebenarnya aku hanya punya satu jadwal hari ini, dan itu pukul 10 nanti, karena itulah aku belum bersiap-siap, tapi aku akan segera bersiap-siap dan menemanimu berangkat ke kampus.''


''Benarkah? kalau begitu kemarilah L..!'' Ken menarik pelan tangan Lova hingga gadis itu terduduk di sofa yang sama dengan nya.


''Kenapa?''


''Sebenarnya aku juga tidak punya jadwal pagi,- Ken tersenyum. ''Aku hanya merindukan mu, jadi aku datang menemui mu. Karena kita tidak memiliki kelas pagi, disini saja lebih lama, aku sungguh-sungguh sangat merindukan mu.''


Ken membaringkan kepalanya di atas pangkuan Lova, membuat gadis itu kembali terperanjat lalu merona.


''Aku merindukan siang dan malam, bahkan setiap waktu L.. kau tau betapa sedihnya aku tidak bisa melihat mu selama satu minggu ini? aku begitu ingin keluar dari apartemen, tapi aku tau mom tidak akan mengijinkan aku. Karena itulah hari ini aku memaksa untuk pergi ke kampus.'' aku Ken dengan jujur kepada kekasihnya.


''Kau merindukan ku?"


''Hmm. Sangat. Kau..?" Ken menatap langsung ke mata Lova, ia sungguh ingin mendengar Lova mengatakan perasaan nya.


''Aku juga merindukan mu Ken, tapi hanya sedikit." Ken mengerutkan saat mendengar kata-kata janggal tersebut,- sedikit.-


''Kau tidak merindukan ku kalau begitu!''


''Buka begitu, kau tau aku sibuk bekerja, jadi aku mengalihkan perhatian ku. Tapi aku juga merindukan mu Ken, sangat merindukan mu.''


''Terima kasih L..-


Ken merasa begitu nyaman saat Lova membelai pelan rambutnya, tangan gadis itu begitu lembut hingga membuat Ken benar-benar menyukai sentuhan Lova.


''L.. boleh aku mencium mu?"


Ken hanya bertanya, meskipun sebenarnya ia tidak ingin mendengar apa jawaban Lova, ia tidak ingin gadis itu menolaknya.


''Men,.. apa? menci.. -


''Kau terlalu banyak berpikir sayang.- Ken bangun dari pangkuan Lova, ia memandang wajah Lova yang merona, tatapan gadis itu sungguh sangat menggemaskan. Ken hampir tidak bisa menahan senyuman nya, dengan perlahan Ken mendekatkan bibirnya dengan bibir Lova.


Mungkin Tidak hanya Lova yang merasa gugup sekaligus canggung, namun Ken juga merasakan hal yang sama, ini pertama kalinya ia melakukan ini pada seorang gadis.


''Boleh aku melakukan nya?" Sekali lagi Ken bertanya sambil menatap mata Lova.


Lova tidak menjawab. Mata gadis itu berbinar sambil sesekali mengerjap. Sangat jelas bahwa Lova pun merasa gugup.


''Hmm. Kau boleh melakukan nya.'' cicit Lova.


Ciuman pertama keduanya terjadi begitu saja. Begitu singkat namun terasa mendebarkan. Bibir Lova terasa begitu lembut dan juga manis, Ken sangat menyukai rasanya. Bolehkah ia melakukan nya lagi? sekali..? Tidak- Ken akan sering melakukannya nanti..


''Aku mencintai mu L.. berjuanglah bersama ku, dan aku akan terus mendukungmu dengan apa yang aku miliki.''


''Hmm. Mari kita lakukan bersama. Aku akan bahagia jika melewatinya bersama mu Ken.- Aku juga mencintaimu.''


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


__ADS_2