My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
Pengakuan Cinta


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Setibanya di airport, ketiganya sudah di tunggu oleh Zen dan Zoya. Keduanya sengaja datang untuk menjemput adik-adik mereka yang sudah datang dari jauh.


Dari kejauhan Lova sudah melihat keberadaan Zoya dan juga Zen;


''Kak...'' serunya sambil melambaikan tangan.


''Lihat, mereka ada disana Ken.'' ujar Lova mengarahkan pandangan Ken pada kakak-kakaknya.


Tidak hanya Zen dan Zoya, ternyata di sana juga sudah ada Shreya. Shreya juga turut menyambut kepulangan ketiganya. Gadis itu sudah berdiri di sana, menunggu dengan senyum yang terus mengembang.


Membuat perasaan seseorang terus berbunga-bunga;


''Kakak.. terima kasih sudah datang menjemput kami.- apa keponakan Aunty sehat-sehat saja?" Lova memeluk dan juga mengelus purut buncit Zoya.


''Kami baik-baik saja Lova, apa perjalanan kalian menyenangkan?"


''Perjalanan kami baik-baik saja Zozo.'' giliran Ken yang memeluk kakak nya.


''Selamat datang di Stockholm bocah nakal.'' sambut Zoya.


''Jangan mengatai ku Zozo, atau kak Zen akan menangis jika bayi ini akan sangat mirip dengan ku.''


''Konyol!''


''Hai kak Zen,- sapa ketiganya berbarengan.


''Shre.. Hai.. '' Sapa Leon buka suara saat berhadapan dengan ketiganya.


''Hai Le.. Bagaimana, kau menikmati perjalanan mu kemari?"


''Sebenarnya, sedikit.'' jawab Leon.


Pikiran nya masih saja melanglang buana memikirkan perkataan Ken sebelumnya.


''Baiklah, mari kita kembali kerumah, orang-orang sudah menunggu.'' seru Zoya dengan antusias.


''Kau bisa bawa mobil kan? aku membawa mobil sendiri untuk menjemput mu, kau mau kembali bersama ku Le..?" tawar Shreya.


''Kau khusus datang untuk ku?"


''Hmm. Tentu saja.'' jawab Shreya dengan sebenarnya.


Mendengar hal itu membuat perasaan Leon menjadi lebih baik. Setidaknya Shreya benar-benar memiliki perhatian yang dicurahkan khusus bagi Leon.


''Kak. Ken, L.. aku akan kembali bersama Shreya, sampai bertemu dirumah.'' ujar Leon, kemudian mereka berpisah  menuju ke mobil masing-masing.


''Apa mereka berkencan?' tanya Zoya pada Lova saat melihat Shreya dan Leon yang sudah berjalan menjauhi mereka.


''Belum kak, tapi akan.- Jawab Lova dengan yakin.


''Sayang, ayo kita kembali. Tidak baik membuat para tamu di rumah lama menunggu.'' ujar Zen mengingatkan.


Sebelumnya, Zoya dan juga Megan sudah menyiapkan perayaan kecil untuk menyambut kepulangan adik-adik mereka. Zoya juga mengudang keluarga kecil Damian untuk hadir bersama-sama pada jamuan makan malam.


Jamuan ini juga di adakan karena Zoya ingin merayakan kehamilan nya yang sudah memasuki usia 30 minggu. Zoya merasa senang sekaligus bersyukur, tahun ini ia benar-benar merasa begitu di berkati.

__ADS_1


''Ahh, ia kak, aku hampir saja melupakan tamu-tamu kita.'' jawab Zoya, tertawa kecil.


''Kakak membuat pesta?" sela Lova yang langsung berjalan beriringan dengan Zoya. Sementara Ken bersama dengan Zen mengikuti keduanya.


''Tentu saja. Kakak tidak akan menyia-nyiakan momen seperti ini.''


''Ini bagus, aku sudah lama tidak berkumpul bersama kalian.''


Ken sangat senang melihat keakraban di antara Zozo dan juga kekasihnya. Ia merasa bahwa Lova adalah bagian dari keluarga kecil mereka, bagian dari hidup nya saat ini dan juga nanti.


Sejak remaja Lova memang sangat dekat dengan Zoya, Lova begitu mengagumi apa yang di lakukan Zoya pada musa muda nya. Dan suatu hari, Lova juga akan melakukan hal-hal luar biasa seperti yang idolanya itu lakukan.


''Jangan heran melihat mereka,- sejak dulu mereka memang seperti itu.'' ujar Zen pada Ken.


''Benarkah kak? apa Zozo dan L memang sedekat ini?"


''Bahkan lebih dekat. Kekasihmu itu saat remaja sangatlah, kau tau tomboi, sejak remaja Lova sangat mandiri dan juga pekerja keras. Saat ia mulai dekat dengan Zo'e, perlahan-lahan dia berubah menjadi gadis yang sangat menganggumkan.'' puji Zen dengan sebenarnya.


''Jangan memuji kekasih ku seperti itu kak,- aku tidak suka.'' peringat Ken menatap sinis pada Zen.


''Aku hanya ingin kau tau, karena kau melupakan Lova saat kalian remaja, mungkin saja kau bisa mengingatnya nanti.'' Zen mengedipkan matanya.


''Siapa bilang aku lupa, L.. sudah menceritakan nya pada ku.'' sela Ken.


''Ya- ya baiklah kalau begitu. Lagipula aku hanya ingin mengatakan nya,- aku sudah punya kakak mu yang lebih dari apapun di hidupku.'' balas Zen.


Sementara itu...


Di mobil lainnya, Leon sedang dalam perjalanan untuk membawa Shreya menuju ke rumah tempat tinggal miliki Zen dan Zoya. ''Kau masih tinggal bersama dengan pak Damian Shre..?"


''Hmm. Kau pikir aku akan tinggal dengan siapa? aku tidak suka jauh-jauh dari kakak ku, apalagi sekarang kami  sudah memiliki Tabita kecil bersama kami.''


''Keponakan kecil mu itu? aku sungguh tidak sabar ingin melihatnya secara langsung.''


''Kenapa kita berhenti, Le..?"


''Sebelum tiba dirumah, aku ingin bicara dengan mu sebentar, ada yang ingin ku katakan sekaligus ada juga yang ingin ku tanyakan. Kau mau kan bicara dengan ku sebentar Shre..?'' tanya Leon lagi, saat melihat raut wajah Shreya yang terlihat bingung.


''Ya, baiklah.. bicaralah sekarang, kita tidak bisa terlalu lama, karena akan ada jamuan dirumah kak Zoya.'' peringat Shreya.


''Baiklah, ini tidak akan lama. Sebaiknya akan langsung ku tanyakan;-


Leon mengambil nafas sejenak untuk menetralkan degup jantung nya, sebelum menyampaikan tentang apa yang ia rasakan pada gadis yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh tanya.


''Oke. Shre, aku rasa selama ini aku sudah dengan sangat jelas menunjukan bagaimana perasaan ku pada mu. Perhatian dan juga rasa sayang ku padamu,- aku rasa kau sudah tau akan hal itu.- Leon melirik pada Shreya.


''Aku ingin mengatakan bahwa aku tulus memiliki perasaan untuk mu. Apa kau keberatan dengan pengakuan ku yang seperti ini?" tanya Leon lagi.


Shreya menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum.


***Ya Tuhan, jangan tersenyum seperti itu Shre, hatiku rasanya meleleh. ***


''Jadi, apa kau juga memiliki perasaan yang sama untuk ku? sebelumnya aku mendengar bahwa..-


Tidak.Tidak. Leon tidak boleh mengatakan apa yang ia dengar dari Ken sebelumnya. Leon harus menemukan jawabannya sendiri.


''Bahwa..?" ulang Shreya.


''Bahwa.... kau tidak menyukai ku.'' tambah Leon.


''Siapa yang mengatakan itu?" sela Shreya cepat.


''Aku juga mendengar bahwa kau tidak mencintai ku dan tidak memiliki perasaan padaku.'' Leon memasang wajah muram nya.


''Siapa yang mengatakan nya Le, bagaimana bisa orang lain mengatakan apa yang aku rasakan, itu tidak benar.'' Shreya tidak terima dengan pernyataan itu, hal ini sama saja dengan ada nya seseorang yang sudah  melangkahi bagian Shreya.

__ADS_1


''Jadi itu tidak benarkan? kau mencintaiku kan, kau juga memiliki perasaan yang sama dengan ku kan?" ujar Leon dengan cepat.


''Hmm. Tentu saja.'' balas Shreya dengan spontan.


''Yes!''


Setelah Leon tersenyum dengan mimik yang sangat familiar, Shreya pun menyadari sesuatu;


''Apa kau baru saja mempermainkan aku Le..?" tanya Shreya yang jelas-jelas merasa bahwa ia sudah diperdaya oleh Leon.


''Aku? tentu saja tidak. Aku serius, apa yang ku katakan, perasaan ku, semuanya.- Aku tidak akan bercanda dengan hatiku Shreya. Dan aku senang mendengar jawaban mu.'' Jawab Leon.


''Dasar menyebalkan!''


''Kenapa? kau tidak suka Shre..? apa caraku terlalu kuno?" Leon tersenyum canggung.


''Hmm. Kau terlalu kuno untuk seorang pria seusia mu.'' balas Shreya.


''Biarin. Jadi bagaimana, apa kita jadian..? Aku sungguh-sungguh mencintaimu Shre.''


''Aku akan memikirkan nya dulu Le, kau tau bagaimana situasi kita saat ini, aku harus memikirkan nya dengan baik.-


''Bukan karena kau sudah menyukai orang lain kan Shre.. ?"


''Aku..? dari mana datang nya pikiran mu itu? dasar kau!'' Shreya meninju pelan bahu Leon.


''Entahlah. Hanya pikiran yang tiba-iba saja.'' jawab Leon.


''Akan memberikan jawabannya nanti malam, sebaiknya kita segera kembali, atau yang lain akan menunggu kita.'' kata Shreya lagi.


''Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu jawaban mu malam ini, Shre.. ''


Setelah pembicaraan singkat itu, Leon membawa Shreya kembali kerumah.


Dan benar saja, di taman yang berada tepat di sisi bagian kanan yang terhubung langsung dengan kolam renang, sudah cukup banyak orang-orang yang bergabung.


''Sepertinya pesta penyambutan nya benar-benar dilakukan dengan cukup meriah.'' gumam Leon, setelah keduanya memarkirkan mobil.


''Hai.. kalian sudah sampai.- Lova menghampiri keduanya. ''O, ya, Ken bilang kau bisa menaruh koper mu di kamar nomor dua dari ujung di lantai dua.''


''Kau bisa masuk ke dalam, aku akan bersama Lova untuk bergabung dengan yang lain.'' kata Shreya.


''Baiklah.. aku naik dulu.- L.. tolong jaga gadis ini untuk ku.'' pinta Leon.


''Siap bos.''


''Nah, nona mari bergabung dengan yang lain, kau ini, seharusnya kau yang menyambut kami, bagaimana peran kita jadi terbalik?" gumam Lova, membuat keduanya tertawa.


''Kalian sudah resmi berpacaran?" bisik Lova lagi.


''Hmm. Kau ingin tau?''


Lova mengangguk dengan mata berbinar,-


''R-A-H-A-S-I-A!''


Lova memanyunkan bibirnya..


''Aku benar-benar baru menyadari, kalian bertiga memiliki kecenderungan sifat yang sama, kalian sama-sama menyebalkan!''


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2