My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
Spent time with You, Besty


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Lova tidak bisa menahan air matanya saat tahu ponselnya memberikan notifikasi pesan dari seseorang yang sudah ia tunggu selama beberapa minggu ini.


Meskipun hanya sekedar pesan singkat, namun itu sudah cukup bagi Lova. Setidak nya ia tahu bahwa Ken juga merindukan nya.


Ken juga menuliskan bahwa ia sangat mencintai Lova; jadi itu sudah cukup untuk menenangkan hatinya.


Lova selalu berdoa dan berharap agar Ken bisa melewati semuanya dengan baik. Lova akan baik-baik saja disini. Lagi pula, setelah masa liburan berakhir, mereka akan sering bertemu kembali.


Disaat itu, Lova bisa memberikan bahu nya pada Ken. Ia juga bisa menjadi tempat kekasihnya itu bercerita; Lova akan menjadi kekasih yang baik, yang tidak akan membuat Ken merasa terbebani saat menjalin hubungan dengan nya.


Ya, Tidak apa-apa.


Lova pasti bisa bertahan seperti sebelumnya.


Dari pada memikirkan hal yang lain; Lova memilih untuk fokus dalam pekerjaan nya, sementara ia juga akan selalu merindukan Ken dan mendoakan kekasihnya itu di dalam hati.


Saat ini, cinta mereka harus melewati masa-masa dimana kepercayaan dan ketulusan akan di uji. Dan bagi Lova; ia akan bertahan dengan perasaan, kepercayaan dan juga ketulusan nya kepada cinta yang Ken berikan.


Selama Ken masih mencintai nya; dan perasaan laki-laki itu belum berubah kepada nya, Lova akan terus seperti sekarang.


Lova akan berdiri sekokoh batu karang yang tahan terhadap kerasnya hempasan gelombang.


Lova akan belajar dan bekerja dengan giat, agar suatu hari nanti semua mimpi-mimpi nya juga akan segera terwujud.


Lova tidak mengharapkan sesuatu yang lebih dari hubungan ini; tapi ia akan berusaha sebaik mungkin untuk menjalani dan juga menjaga hubungan ini sebaik mungkin.


''Tenang lah Lova, jangan menangis! Kau wanita yang kuat.- Ken akan baik-baik saja disana.''


Lova menyemangati dirinya sendiri; dengan air mata yang masih terus mengalir di pipinya, Lova sesekali menyeka wajahnya sambil memikirkan kata-kata seperti apa yang harus nya ia tulis untuk membalas pesan Ken.


...**To : My Future...


...''I Love you too. Stay health and keep your spirit up.''...


...-Send...


Tak tau apa yang ingin ditulisnya; Lova hanya membalas pesan Ken dengan singkat.


Meskipun sangat ingin mengatakan banyak hal kepada Ken; tapi Lova tidak ingin membuat Ken merasa terbebani dengan apa yang akan ia katakan.


Lova sangat ingin mengatakan bahwa ia juga sangat merindukan kekasihnya. Lova sangat ingin Ken menepati janji nya, Lova juga ingin agar Ken selalu memikirkan dirinya dan juga perasaan nya; Tapi Lova tidak bisa.


Ia tidak bisa mengatakan itu semua.


Semua itu akan semakin menambah beban pikiran Ken. Lova tidak akan berlaku egois.


''L...? kau disini?'' sapa Shreya yang menghampiri Lova di pinggir pantai.


''Sea? ada apa.. kau mencari ku?" sahut Lova sambil menyeka wajahnya.


''L.. kau menangis? kenapa, katakan padaku? apa kau menangis karena Ken?" ujar Shreya, sambil memegang tangan Lova.


Lova menganggukkan kepalanya, lalu kembali menangis. Oh God!

__ADS_1


''Laki-laki itu! aku akan menghajar nya saat aku bertemu dengan nya nanti.'' kesal Shreya sambil memeluk Lova.


''Aku menangis bukan karena itu Sea. Tapi karena aku bahagia.'' cicit Lova. ''What? maksud mu?'' tanya Shreya lagi tak mengerti dengan apa yang sahabatnya itu katakan.


''Ken membalas pesan ku.'' Jelas Lova.


''Ah.. ? Bagus lah kalau begitu! itu artinya Leon sudah bertemu dengan Ken. Baguslah kalau begitu L, aku turut senang mendengarnya.-Sudahlah jangan menangis, kau terlalu cengeng!'' ujar Shreya lagi, mencoba menenangkan Lova.


''Tadi aku sudah berhenti menangis, tapi saat kau datang; aku ingin menangis lagi.'' sahutnya masih terisak.


''Lihat wajah mu,- kau terlihat seperti bayi!'' olok Shreya, berhasil membuat Lova tersenyum malu.


''Apa aku sejelek itu?"


''Tidak juga, sedikit.'' balas Shreya.


''Kau jahat sekali!''


''Kau sudah selesai, disini?''


''Hmm. Aku sudah selesai dari tadi.''


''Kalau begitu bersihkan wajah mu, ayo kita kembali. Aku membawa mobil kesini, aku akan mengantar mu pulang.'' ajak Shreya.


''Terima kasih Sea, kau sangat baik.''


''Tentu saja aku baik, kalau aku jahat aku sudah di penjara.'' balas Shreya.


Sebelum mengantarkan Lova pulang, keduanya terlebih dahulu berhenti di pasar tradisional.


Lova harus menitipkan gelang-gelang buatan nya di toko souvernir langganan.


''Kau membuat semua itu L? Kau terlihat berbakat sebagai seorang perancang perhiasan..'' tunjuk Shreya pada kotak perhiasan yang Lova pegang.


''Kau sungguh memberikan ini?''


''Tentu saja. Untuk sahabat wanita ku. Terima kasih karena sudah mau berteman dengan wanita sepertiku.'' sahut Lova.


''L.. jangan katakan itu. Aku sungguh sangat bangga pada mu, kau cantik dan juga pintar, terlebih lagi kau sangat mandiri. Kau adalah sosok seorang wanita yang sesungguhnya.'' puji Shreya.


''Terima kasih Sea,- kau juga mengajarkan aku banyak hal, ambil lah.'' ujar Lova, sambil tersenyum.


''Terima kasih L, aku akan menyimpan nya.''


''Kau mau tunggu disini, atau ikut bersama ku?"


''Aku disini saja L, kau tidak apa-apa kan pergi sendiri?''


''Apa ku mencemaskan aku Sea? baiklah, aku akan pergi sekarang...''


Lova pun pergi menuju toko-toko tempat biasa nya ia menitipkan semua gelang-gelang buatan tangan nya.


Selain menitipkan barang-barang yang baru, Lova juga akan mengambil uang dari hasil penjualan jika ada yang terjual.


Toko pertama yang akan Lova datangi adalah toko Aunty Sabah. Toko ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan saat akhir pekan, dan pemilik nya juga sangat ramah terhadap Lova.


Saat tiba di depan toko, tepat seperti dugaan nya, toko itu sedang di kunjungi beberapa wisatawan asing.


Saat menengok ke dalam, Lova melihat Aunty Sabah yang sedang melambai pada nya.


''Saya permisi sebentar sir..'' ujar Aunty sabah kepada salah satu tamu nya.


''Mosley kemarilah. Untung saja kau datang,- kau sudah membuat gelang-gelang baru?" tanya Aunty sabah antusias.

__ADS_1


''Ya, aunty, aku baru saja ingin mengantar nya.'' sahut Lova.


''Baguslah, kemarikan, para tamu sedang ingin melihat karya baru mu, mereka sedang menunggu.''


''Benarkah? apa mereka suka rancangan ku aunty?"


''Tentu saja Mosley, karya-karya mu sangat indah.- sekarang berikan, ada berapa hari ini yang kau buat?"


''Aku hanya membuat sekitar dua puluh pasang aunty.''


''Baiklah berikan semuanya kemari, mulai sekarang kau akan  menjadi pemasok souvernir tetap disini, setuju? aku akan memberikan harga dua kali lipat dari sebelumnya.''


''Benarkah Aunty? terima kasih.'' ujar Lova, senang dengan berita tersebut.


''Kau tunggu dulu di dalam, ada Letra disana, kau bisa bicara padanya sementara aku melayani tamu.'' ujar Aunty Sabah, buru-buru membawa semua gelang buatan Lova.


''Baik aunty.''


Karya-karya buatan Lova memanglah sangat unik.


Gadis itu memang berbakat dalam bidang seni, ia memiliki karakteristik sentuhan nya sendiri. Semua karya nya bahkan memiliki pola dan gaya tersendiri, tidak satupun dari semuanya memiliki persamaan.


Karena itulah para wisatawan begitu menyukai gelang-gelang buatan nya. Setelah menunggu beberapa saat, Aunty Sabah mendatangi Lova dengan membawa sebuah amplop.


''Ini untuk mu mosley, aku membayar semuanya dua kali lipat. Semua gelang-gelang mu sudah di  borong oleh salah satu turis.'' ujar Aunty sabah yang juga merasa senang dengan keuntungan yang ia dapatkan dari penjualan gelang tersebut.


''Benarkah Aunty? Wah.. Terima kasih aunty, aku akan membuat nya lagi besok, dan aku akan langsung mengantar nya untuk mu.- Kalau begitu aku akan pergi dulu, terima kasih Aunty.''


''Sama-sama mosley. Tolong buatkan karya-karya indah mu lebih banyak lagi.'' Seru aunty Sabah.


''Tentu aunty, terima kasih.''


Lova pun kembali ke mobil Lova dengan perasaan senang; hari ini sepertinya telah menjadi hari keberuntungan bagi nya. Ia bahkan tak bisa berhenti tersenyum.


Tok..Tok..


Lova mengetuk kaca mobil Shreya;


''Masuklah!- Shreya memberikan kode.


''Maaf membuat mu menunggu lama,-


''Tidak apa-apa L, kau seperti nya sanga senang, apa perhiasan mu sedang laris manis?'


''Waw. Apa kau cenayang Sea? kau menebak dengan tepat.''


''Benarkah? sudah ku duga kau memang berbakat. Kalau begini kau akan segera menjadi seorang wanita karier yang sukses.'' puji Shreya lagi.


''Aku beruntung karena mu. Terima kasih Sea.''


Shreya tersenyum pada Lova;


''Mari kita pulang!''


Seru keduanya bersamaan.


Beginilah Lova dan Shreya menghabiskan waktu mereka bersama. Sebuah kebersamaan untuk saling berbagi kebahagiaan.


Memiliki seseorang yang selalu ada untuk mu disaat sedih atau pun bahagia, adalah sebuah anugerah yang tidak ternilai.


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


__ADS_2