
...ENJOY...
.......
.......
.......
Setelah resmi menjadi tunangan Ken, Lova pun mengikuti permintaan kekasihnya untuk ikut bersama Ken dan keluarga nya kembali ke Indonesia.
Seperti yang di katakan oleh kekasihnya, selama di Bali, Lova akan melihat dan mempelajari peluang bisnis di sana. Selain untuk pekerjaan, lova juga ingin mengembangkan bakat dan juga minat nya di dalam merancang dan membuat perhiasan.
Entah berapa lama Lova berniat tinggal di sana, ia hanya ingin melihat-lihat saja terlebih dahulu, ia juga ingin mengenal bagaimana kebudayaan dan juga mengenal negara dari kekasihnya dengan lebih baik, Lova harap ia akan betah berada di tempat asing.
Tapi sejauh ini semuanya baik-baik saja. Bahkan Lova sangat menyukai apa saja yang di lihat nya di Indonesia. Jujur saja, ia sangat bersemangat.
Orang-orang yang ditemuinya, pemandangan nya, dan juga lingkungan nya, sejujurnya tidak jauh berbeda. Ya, tentu saja.. Stockholm tidak sepadat dan semacet Jakarta.
Tapi sejauh ini, semuanya baik-baik saja bagi Lova. Ia menyukai tempat baru ini, dan mungkin ia harus segera beradaptasi, tapi tentu saja Ia butuh waktu. Mereka baru tiba beberapa jam yang lalu, dan saat ini semua orang beristirahat karena sangat lelah setelah melalui penerbangan panjang.
Berbeda dengan Lova, karena kebiasaan nya, Lova selalu terbiasa untuk bangun pagi. Karena ia tahu, Uncle Rey.., ah.. Tidak! Dady nya- Emm.. lebih tepatnya Dady kekasihnya, yang juga telah menjadi Dady nya akan pergi bekerja, tentu saja sebagai seorang calon menantu yang baik, Lova sudah berada di dapur untuk membuat sarapan.
Karena kebiasaan bangun pagi nya itu jugalah, saat turun ke kitchen room, Lova tak menemukan siapapun. Hanya ia seorang diri yang sudah bangun untuk menjelajahi rumah super besar dan super mewah itu di pagi-pagi buta.
Ia menghidupkan lampu-lampu agar tak terlalu menakutkan, meskipun seorang diri, Lova tidak takut dengan hal-hal mistis, yang ia takutkan adalah membuat kegaduhan dan mengganggu tidur orang lain, ia tidak ingin itu terjadi di hari pertama nya.
Karena itulah, ia melakukan pekerjaan nya dengan begitu diam dan tenang. Lova memeriksa kulkas, dan mengambil beberapa bahan makanan. Ia tidak tahu apa menu sarapan apa yang biasa nya di makan oleh keluarga orang di indonesia, jadi Lova memutuskan hanya membuat menu-menu sarapan yang umum.
Seperti roti panggang Yang baru di olah mungkin,- Ah, untuk sekedar di ketahui, Lova cukup mahir membuat roti, dan ia rasa semua orang pasti menyukai makanan Yang satu ini.
Sebagai menu lain, Ia juga membuat sandwich daging dan sayur. Salat buah dan sayur, dan..Tunggu! Sekali lagi Lova sedang mempertimbangkan ingin membuat teh atau kopi. Ia tidak tahu mana yang lebih disukai oleh tuan rumah. Bisa saja ia membuat keduanya, tapi itu akan sayang jika tidak terminum.
Saat roti buatan Lova telah di masukan ke dalam oven dan terpanggang dengan sempurna, wangi nya menguar memenuhi seluruh rumah.
Tentu saja, meskipun ia tidak berisik, wangi dari masakan nya sudah bisa menjelaskan jika seseorang telah bangun begitu pagi untuk membuat sesuatu, gagasan seperti itu tentu saja akan membangunkan semua orang. Alasan nya jelas, tidak ada yang pernah membuat roti di rumah itu.
Rumah Rehan, kini berbau seperti sebuah toko Kue. Sangat wangi, dan juga menggugah selera.
Dalam keadaan Yang begitu hening, Lova dapat mendengar suara dari tempat nya berada saat ini. Sebuah langkah kaki yang sedang menuruni tangga.
"Dad..- suara Lova pelan saat melihat Rehan turun masih dengan mengenakan piyama tidur nya.
"Apa aku membangunkan mu Dad..?" Kini Lova merasa sedikit canggung. Ia melirik pada jam tangan nya, masih menunjukan pukul 5.30 pagi. Bukan nya membangunkan anggota keluarga lainnya, Lova justru membangunkan sang pemilik rumah. Ah, ceroboh nya!
"Kau membuat apa sweetheart, wangi nya sangat enak." Rehan menghampiri Lova dengan perlahan, dan berhenti di depan pantry. "Aku bangun terlalu pagi Dad, maaf jika membuat mu terbangun. Aku hanya membuat roti, untuk mengisi waktu luang ku. Dad ingin mencoba nya?" suara Lova terdengar begitu polos, dan itu membuat Rehan sangat menyukai nya.
"Tentu sweetheart."
Beruntung nya Lova sudah selesai memanggang beberapa roti, dan beruntung nya juga, Daddy-nya itu mau mencoba roti buatan Lova.
Rehan hanya tertegun saat melihat betapa energik nya Lova di pagi hari. Gadis itu begitu ceria, memberikan energi positif bagi orang-orang di sekitarnya, dan selain itu, Lova juga adalah gadis yang sangat baik. Rehan bersyukur pura nya mencintai soang gadis seindah ini.
Berbanding terbalik dengan putranya yang bersikap dingin dan cuek. Dengan keberadaan putri bungsu nya itu, Rumah akan terasa meriah dan akan terasa lebih seperti rumah.
"Ini Dad, silahkan di coba, tapi masih sedikit panas." ujar Lova dengan senyuman yang mengembang di wajahnya, layaknya seorang gadis kecil. Ah.. perasaan ini mengingatkan Rehan disaat ia masih menimang putri nya sendiri, Zoya.
Rehan mengambil garpu untuk mencicipi roti yang tersaji di depan nya. Rehan sangat jarang makan roti, apalagi roti yang di buat secara langsung seperti ini. Jadi mungkin ia akan bingung dalam menilai rasanya, jika gadis kecilnya itu bertanya..
__ADS_1
Suapan pertama. Rehan merasakan tekstur roti yang begitu lembut, manis, dan juga sangat memanjakan lidah. Tidak di ragukan lagi, jika Lova memang sangat mahir dalam membuat roti.
''Kau sering membuat ini sweet heart?" Rehan kembali mengunyah suapan ketiga nya. ''Sebenarnya aku sering membuat ini saat masih kecil Dad. Aku membuatnya untuk ku jual keliling.-
''Aku sangat ingat, saat itu kami sangat berkekurangan. Sejak kecil aku hanya hidup bersama saudari ku. Kami tinggal di sebuah kontrakan kecil, dan saat itu Megan membutuhkan banyak uang untuk membayar tempat tinggal, jadi Megan harus sering menabung hasil kerja nya."
"Melihat hal itu, aku merasa kasihan terhadap saudari ku, karena itu aku belajar membuat roti dari tetangga kemudian menjualnya secara keliling. Apa Dad suka rasan nya?''
Tidak hanya pada roti, Rehan sangat menyukai Lova sepenuh nya. Kehidupan putri nya itu sangat mirip seperti kisah belahan jiwa nya. Ah...
Rehan memalingkan wajah, saat menyadari matanya kini telah berkaca-kaca. Ia tak ingin gadis kecilnya melihat ini. ''Dad..-
''Ya, sweetheart? Roti buatan mu sangat enak, kau gadis yang pintar.'' ia mengulurkan tangan untuk membelai puncak kepala Lova.
Gadis itu tersipu, karena merasa bahagia. Ia sangat senang dengan perlakuan Rehan, ia merasa bahagia karena pria itu memperlakukan nya benar-benar seperti seorang putri.
Dari ujung tangga, Ken memperhatikan dalam diam bagaimana kedekatan antara Lova dan Dady nya. Ia sangat menikmati momen itu. Gadis nya, dan Dady nya.. mereka terlihat bahagia.
Meskipun keduanya baru dekat dalam beberapa hari, namun mereka sudah terlihat begitu akrab. Sungguh membuat iri saja.
''Dad, selamat pagi.'' Ken berjalan ke arah keduanya. Seperti nya hari ini semua orang harus bangun pagi karena ulah Lova. ''Selamat pagi Son.''
''Pagi sayang.'' Ken menghampiri Lova dan mencium nya di depan Rehan, membuat pria singel itu tersenyum. ''Ken, tidak sopan.'' Lova membulatkan mata nya menatap Ken. ''Tidak apa-apa, Dad juga akan mengerti.'' sahut Ken dengan santai nya.
''Kau membuat apa sayang, apa kau ingin membangun toko kue, rumah ini tercium seperti itu sekarang.''
''Benarkah? ah.. maafkan aku.''
''Tidak sayang, itu justru sesuatu yang baik. Rumah ini kembali begitu menakjubkan di pagi hari.'' sahut Ken cepat.
''Kopi saja Sweetheart.- sahut Rehan sambil tersenyum. ''Kau tidak bertanya pada ku sayang?" alih Ken, yang baru saja meletakan gelasnya.
''Milik mu? akan sama seperti milik ku.'' sahut Lova.
Beberapa menit kemudian, semua wangi menguar menjadi satu. Rumah itu benar-benar terasa seperti surga makanan. Wangi roti yang terpanggang bercampur dengan wangi biji kopi yang baru saja di seduh, sungguh pagi yang luar biasa.
''Ini milik Dad, dan ini milik mu sayang.'' Lova meletakan masing-masing cangkir di hadapan keduanya.
Rehan mengerutkan kening nya saat melihat gelas milik Lova dan juga putra nya, ''Kau suka susu coklat sweetheart?" tanya Rehan sedikit keheranan. Apakah ini suatu kesamaan yang sangat sungguh kebetulan?
''Ya, Dad.. aku suka, ada apa?" Lova balik bertanya, sambil memainkan gelas nya. Tidak mungkin ia melakukan kesalahan bukan? tidak mungkin juga susu coklat terlarang dalam keluarga ini. Jika ya, maka itu sungguh aneh.
''Tidak apa-apa sweetheart, hanya merasa takjub saja.'' sahut Rehan, sambil menyeruput kopinya.
Semua wanita yang ada di dalam keluarga Rehan, sepertinya sangat menyukai minuman itu, susu coklat. Alm.Istrinya, putri nya, Zoya. Bahkan kini, calon menantunya juga menyukai minuman itu, sungguh menakjubkan. Wanita dan susu coklat? sungguh kombinasi yang menarik.
...❄️❄️...
Sore hari nya, Ken mengajak Lova pergi. Ia akan membawa tunangan nya untuk menemui wanita pertama yang Ken cintai, mommy nya.
''Toko bunga?" seru Lova, saat mobil keduanya sudah menepi. ''Ya, kita akan membeli bunga yag cantik.'' sahut Ken. Ia membuka pintu dan membiarkan tunangan nya itu untuk turun bersama nya.
''Kau bisa memesan bunga apa saja yang kau sukai, pilihlah dan buat bunga mu sendiri. Aku ingin kau melakukan itu.'' pinta Ken. Lova tidak terlalu memahami tentang bunga, apa yang harus di pilih nya.
Ken telah memilih bunga Lily, bunga yang biasa ia beli untuk mommy nya, sementara Lova, terlihat kekasihnya itu telah memilih beberapa. Ken menghampiri Lova karena gadis itu memanggil nya.
''Ada apa sayang?"
__ADS_1
''Katakan pada nya, kalau aku ingin merangkai ini sendiri, aku tidak tau bahasa disini, jadi bantu aku untuk mengatakan nya.'' pinta Lova.
Ken tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, setelah mengatakan persis seperti apa yang kekasihnya inginkan, penjaga toko mengantarkan Lova ke ruangan untuk merangkai.
Lova tidak tau Ken akan membawa nya kemana, namun saat melihat bahwa kekasihnya memesan lili putih, Lova menyadari kemana tujuan mereka, karena itulah ia memilihkan beberapa bunga yang melambangkan cinta abadi.
''Selesai.'' seru Lova, saat bunga nya sudah terikat dengan rapi. Ternyata ia sungguh memiliki jiwa seni.
''Bagaimana menurut mu Ken, apa ini cantik?" Lova memperlihatkan bunga nya. ''Tentu saja sangat cantik sayang. Sangat cantik.'' ulang Ken.
...Satu jam kemudian......
Keduanya sudah berada di pemakaman. Mereka sama-sama berdiri dalam keheningan di depan batu nisan -JULIE ANANTA- mom dari tunangan nya;
''Mom, kau merindukan ku? lama tidak bertemu. Maafkan aku yang baru datang hari ini. Seperti janji ku pada mom,''
Ken menautkan tangan keduanya di hadapan makam sang bunda, ''Aku membawa tunangan ku menemui Mom, Lova disini mom, tunangan ku.''
''Sayang, disini mom di makamkan. Sebelumnya aku berjanji untuk membawa mu menemui mom. Kau ingin menyapa nya?"
Lova juga turut mendengarkan semua percakapan kekasihnya itu. Ia juga menganggukkan kepala saat mendengar permintaan Ken. Ini pertemuan kedua Lova dengan mommy Ken. Pertemuan yang sungguh tak terduga. Jika pertemuan pertama mereka masih berada di dunia yang sama, maka pertemuan yang kedua, adalah pertemuan dari dua dunia yang berbeda.
''Aunty..- Apa aku juga harus nya memanggil mu mommy, seperti aku memanggil Dady?" suara Lova terdengar begitu sendu.
''Maaf karena baru menyapa mu mom. Aku berdoa agar mom selalu bahagia disana.- Terima kasih karena telah melahirkan Ken hingga aku bisa bertemu dengan nya. Dan sekarang, jika mom merestui kami, ijin kan aku untuk menjaga Ken dan juga Dady. Aku akan menjaga mereka dengan baik.''
''Kau dengar Ken, aku sudah berjanji di depan mom untuk menjaga mu dan Dady. Jadi kau harus memperlakukan aku dengan baik.'' seru Lova sambil membelai wajah ken.
''Aku tau sayang. Aku tau. Mom akan sangat senang karena kau yang akan menjaga aku dan Dad.''
Sekembali nya dari makam, Ken mengajak Lova untuk berkeliling jakarta. Ia memperlihatkan kepada kekasihnya itu pemandangan ibu kota di malam hari.
Mereka pergi ke taman bermain, mencoba berbagai macam kuliner khas kota itu, dan Ken juga menunjukan kepada Lova tempat dimana ia menimba ilmu sebelumnya.
Dan terakhir Ken juga menunjukan perusahaan yang nanti akan di pimpin nya. Lova harus tau semua itu. Sebagai calon istrinya, tentu saja gadis itu harus mengenal Ken dan juga kehidupan nya.
''Ingin makan malam bersama Dad?" Tanya Ken, saat keduanya telah dalam perjalanan menuju salah satu restoran favorit keluarga nya.
''Apa Dad tidak sibuk?''
''Dad akan meluangkan waktu bagi anak-anak nya.''
''Benar kah? Lalu, apa kita bisa mengajak kak Zoya dan juga kak Zen? bukan kah akan menyenangkan?" usul Lova.
Lalu tiba-tiba saja Ken menepikan mobil nya; bagaimana jika kita memesan makanan dan mengadakan makan malam di rumah Zozo, kau ingin melihat rumah mereka?" tawar Ken.
''Boleh kah? itu ide yang sangat manis sayang. Dan tentu saja jauh lebih baik. Semakin ramai akan semakain menyenangkan.'' sahut Lova.
Ia sangat menyukai keluarga kekasihnya. Semua anggota nya sudah di anggap seperti keluarga sendiri. Bahkan semua orang sangat baik pada nya. Lova sungguh merasa terberkati saat masuk ke dalam keluarga baru nya.
WONDERFUL FAMILY. Mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa luar biasa nya keluarga yang saat ini ia miliki.
...❄️...
...❄️...
...❄️...
__ADS_1