
...ENJOY...
.......
.......
Setelah lift terbuka, Ken menutupi Shreya dengan berjalan di depan nya, sementara Leon berjalan di samping Shreya dan juga Ken.
Semua siswa yang berpapasan dengan mereka mencuri-curi pandang serta bertanya-tanya apa yang terjadi pada Shreya. Bagaimana tidak, jika saat ini gadis itu tengah tertunduk malu akibat tubuhnya yang sudah basah kuyup karena cairan amis yang memenuhi kepala sampai ke seragam nya.
"Apaan lo liat-liat? Ke aula sana! pada budeg lo ya?" seru Leon yang kesal melihat para murid yang bergunjing saat berpapasan dengan mereka.
"Gue gak apa-apa kok." Shreya berujar lemah, sambil menggenggam erat telunjuk Ken yang terkait di jarinya.
"Iya, gue tau." balas Ken, masih berusaha menutupi Shreya dari pandangan yang lain.
Sesampainya di toilet guru, Damian dan juga Casandra sudah menunggu dengan cemas.
"Miss, Mister.. - sapa ken saat melihat keduanya.
"Shreya?"
Damian terlihat kaget bercampur marah saat melihat penampakan Shreya yang seperti adonan tak berbentuk.
"Siapa yang ngelakuin ini? hem? kamu gak apa-apa kan?" cemasnya sambil merapikan penampilan Shreya.
"Aku gak apa-apa kok Damdam.'' Jawabnya, dengan nada Ceria yang dibuat-buat.
"Sial!!"
"Sebaiknya Shreya segera ganti baju.'' Sela Casandra yang kasian melihat kondisi Shreya.
"Aku baik-baik aja kok calon kakak ipar. Udah gak terlalu bau.'' ujarnya lagi, yang langsung mendapatkan pelototan dari Casandra.
"Siapa calon kakak iparmu? jangan asal bicara.'' elaknya, merona.
"Heem.. sebentar lagi wanita ini memang akan menjadi kakak ipar mu.'' ungkap Damian, sambil mengedipkan mata. "Hemmm.. aku tau kakak pasti akan berhasil.'' Shreya menyeringai sambil menganggukkan kepalanya
"Kalian berdua, bisa-bisa nya! udah mandi sana.'' perintah Casandra lagi dnegan wajah yang semakin memerah.
__ADS_1
"Tolong jaga Shreya untuk ku. Aku harus ke aula sekarang. Aku tak akan membiarkan penyebar berita itu lolos!" Ada kilatan amarah dalam suara Damian.
"Damdam,- Shreya menahan kakaknya. Ia memegang erat tangan Damian. "Apa papa tau tentang ini?" cemas Shreya. Hal inilah yang sangat ia takutkan. Ia tak ingin kejadian beberapa tahun silam terjadi lagi pada Damian. Shreya tak ingin Damian menerima amukan kemarahan papa nya jika sampai Damian mengakui hubungan mereka.
"Hei.. apa yang kamu takutkan cebol?-
"Leon terkekeh saat mendengar Damian memanggil Shreya dengan sebutan -Cebol-
"Sudah kah aku sudah berjanji padamu? Jangan cemaskan apapun.Kali ini biarkan aku yang melindugimu.'' Damian meyakinkan Shreya.
"Sekarang mandilah, Casandra akan menemanimu. Setelah itu datanglah ke Aula. Kita harus menyelesaikan ini secepatnya.'' perintah Damian.
"Dan kalian berdua,- ujarnya pada Ken dan Leon. ''Terimakasih sudah menjaga Shreya, aku berhutang pada kalian.'' ucap Damian tulus.
"Tidak apa-apa mister, kami juga senang jika ternyata Shreya bukan pacar anda..'' Jawab Leon, yang langsung mendapatkan sikutan dari Ken.
"Sebaiknya kita tinggalkan nona-nona ini, kalian berdua ikut saya ke aula.'' perintah Damian lagi, membawa keduanya meninggalkan toilet guru tersebut.
"Segeralah menyusul..'' seru Damian sebelum menutup pintu..Membuat Shreya menghembuskan nafas gusar.
"Apa yang kau pikirkan? mandilah sekarang, pakai ini.'' Casandra memberikan pakaian olah raga pada Shreya.
"Terima kasih miss.'' ucapnya. kembali formal.
Terdengar suara kegaduhan dari dalam aula. Banyak yang bertanya-tanya mengapa mereka dikumpulkan di sana. Tak sedikit juga yang menggunakan kesempatan itu untuk bergunjing tentang rumor yang sedang beredar.
"Tes.. Tes..'' Mr. Fredy mulai berbicara sebagai moderator.
"Saya minta kalian tenang. Tujuan kami mengumpulkan kalian disini saat ini, tidak lain adalah untuk memberikan pernyataan tentang berita yang ramai di perbincangkan di forum sekolah pagi ini.'' ujarnya.
Semuanya kembali gaduh untuk memberikan sorakan dan juga cacian. Bagi sebagian orang, klarifikasi tersebut hanyalah topeng untuk menutupi skandal yang telah merebak. Mana mau sekolah menanggung malu dengan mengakui kebenaran. Karena itulah sebagian orang mencibir langkah sekolah yang berusaha membungkam para murid.
"Tenang-tenang! Karena Mr.Damian sudah berada disini, sebaiknya biarkan beliau yang mengatakan sendiri kebenarannya.'' ujar Mr.Fredy mempersilahkan Damian naik ke atas podium.
"Sebelumnya saya minta maaf atas apa yang sudah terjadi pagi ini. Saya pribadi menjadi sangat terganggu dengan semua berita yang beredar.'' ucap Damian tulus, ia juga membungkukkan kepalanya tanda menyesali apa yang tengah terjadi.
"Tapi sebelum saya memberitahukan kebenarannya, saya ingin siapapun yang menulis dan mengunggah berita tersebut di forum, untuk berani mengakui dirinya. Saya akan memberi kesempatan.. !" tambah Damian.
Mendengar pernyataan tersebut, seisi aula kembali riuh. Sekarang mereka sibuk mempertanyakan tentang si pengunggah, tidak sedikit juga yang mulai menebak-nebak.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, tak ada satupun yang mau mengakui dirinya si penyebar dengan identitas anonim, membuat Damian kembali dilanda kekesalan. Tak ada lagi wajah ramah dan bersahabat. Yang ada saat ini hanyalah kilatan amarah yang terpancar pada wajah laki-laki berusia 30 tahun itu.
"Baiklah, jika tidak ada yang mau mengaku, saya akan mulai dengan memperkenalkan siapa diri saya.- tambahnya, menyeringai dengan kilatan yang terlihat mengerikan.
Selama ini Damian sudah cukup bersabar, mengingat perlakuan sang ayah yang tidak mau mengakui Shreya sebagai anak kandung nya, namun itu tidak masalah bagi Damian karena itu adalah urusan keluarga.
Tapi berbeda dengan sekarang, Damian tak bisa menahan amarahnya saat tau jika adiknya itu di gosip kan sebagai gadis murahan dan juga simpanan nya sendiri. Damian tak bisa terima saat nama baik dan juga harga diri Shreya di permalukan seperti ini.
"Selama sekolah ini diresmikan, tepatnya 20 tahun lalu. Saya tidak pernah mengakui hal ini, karena saya tak pernah menyangka jika hal seperti ini akan terjadi, saya ingin menyembunyikan siapa diri saya sebenarnya. Tapi melihat skandal yang sudah beredar, saya harus mengatakan kebenarannya.- Damian menjeda kata-katanya.
"Selama ini kalian mengenal saya sebagai Damian, seorang guru olah raga. Dan itu benar, itulah pekerjaan saya. Tapi yang harus kalian ketahui, selain sebagai guru olah raga, saya juga pemilik sah dari sekolah ini.
Damian Carera Brasca, putra dari Darma Brasca.'' ujarnya.
Penyataan Damian membuat semua yang ada di sana terkaget. Pasalnya, Siapa yang tidak mengenal Darma Brasca, seorang triliuner, pemilik begitu banyak yayasan dan juga pendiri puluhan sekolah didalam dan juga luar kota. Bahkan namanya di kenal dan menjadi incaran nomor satu oleh media.
"Dan gadis itu,- Damian kembali menjeda kata-katanya, saat pintu aula terbuka lebar, membuat semuanya mengarahkan pandangan pada Shreya yang saat ini telah di dampingi oleh Miss Casandra.
"Ada apa Shreya? kenapa kau menundukkan kepalamu? kau bukan penjahat. Tidak ada hal salah yang kau lakukan." tegur Damian dari atas podium.
Damian memberikan kode pada Casandra untuk membawa Shreya naik ke atas, namun gadis itu menolak.
"Tidak apa-apa Shreya, percayalah pada kakak mu.'' ujar Casandra memberikan dukungan. Shreya pun akhirnya memberanikan diri, meskipun sejujurnya ia takut setengah mati jika papa nya mengetahui kejadian ini.
Shreya adalah anak yang tak di inginkan. Anak yang tak akan pernah di akui oleh Darma sampai kapanpun, dan Shreya tak ingin membuat malu kakak dan juga Papanya dengan pemberitaan tentang dirinya.
"Hei, jangan tunjukan wajah muram mu itu. Tersenyumlah, setelah ini dunia akan tau siapa dirimu. Aku akan berdiri disisi mu memegang tangan mu seperti ini." ujar Damian lalu menggandeng tangan Shreya.
"Gadis ini, gadis yang berdiri di sampingku, gadis yang di sebut-sebut sebagai gadis murahan dan juga kekasih terlarang ku, tidak lain adalah Shreya,-
"Damdam.. - cegah Shreya sekali lagi.
"Tidak apa-apa, aku disini bersama mu.''
"Dia adalah Shreya Carera Brasca, adik kandung ku. Yang artinya, dia juga pemilik sekolah ini.'' pungkas Damian. "Karena saya sudah mengatakan kebenaran saya pada kalian semua,- sekali lagi Damian memunculkan kilatan marah di matanya.
"Sekarang giliran mu miss anonim, katakan siapa dirimu sebenarnya di depan semua orang, dengan begitu aku mungkin akan mengampuni mu!"
...❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...