My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
She's Gone


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


Apa kalian tau bagaimana rasanya melihat dunia hancur tepat di depan mata kalian? Atau dunia runtuh tepat menimpa di atas kalian? Tidak ada tempat menghindar, ataupun bersembunyi.


Seluruh kehidupan terasa seperti diporak-porandakan hingga tidak ada lagi yang tersisa.


Kebahagian?


semuanya lenyap seketika. Tak ada kata perpisahan, tak ada juga senyuman manis sebuah pelepasan, atau sebuah pelukan hangat yang akan dikenang.


Semuanya lenyap, menghilang, dan pergi begitu saja. Hanya meninggalkan raga yang terasa seperti sebuah cangkang yang kosong.


Tak berjiwa. Pergi. Semuanya lenyap bersama dengan perasaan hancur dan juga kesedihan yang begitu tak terkira. Tak ada apa-apa lagi yang tersisa.


Perasaan ini?


Perasaan yang tak pernah Rehan bayangkan akan datang begitu cepat padanya. Pikiran nya tiba-tiba menjadi kosong. Ia hanya bisa diam dengan Air mata yang jatuh bahkan tak bisa ditahan, semuanya mengalir begitu saja.


Cintanya. Kebahagiaan nya.. Kini terbaring kaku di depan matanya.


Cintanya. Hah! cinta nya..


Cinta nya pergi tanpa kata-kata, tanpa pertanda, dan tanpa...


''Mom....?" Ken berlari menghampiri ranjang tempat Julie di baringkan dengan wajah berderai air mata.


Ken bahkan tidak mengerti mengapa semuanya bisa terjadi seperti ini. Padahal beberapa saat yang lalu, ia baru saja menerima panggilan dari Mommy nya yang mengatakan bahwa ia akan menjemput mereka di airport, tapi sekarang..


''Dad.. ? mom.. mom kenapa Dad..?" Ken terisak dengan perasaan hancur melihat wanita yang paling ia cintai sudah terbujur kaku di depan matanya.


''Dad... jawab Ken Dad! Mom.. mom kenapa Dad..?'' desak Ken, melihat Dady nya yang hanya bisa membisu dengan wajah kaku.


''Mom....? mom... ini Ken mom..? mom kenapa tidur disini? mom Ken pulang untuk menemui mom? aku merindukan mu mom. Ku mohon, lihat aku mom...'' Isak Ken lagi.


Rehan bahkan tak mampu menjawab semua pertanyaan putranya. Ia hanya bisa terduduk di pojokan yang tidak jauh dari ranjang tempat tubuh Julie dibaringkan.


Wanita yang ia cintai melebihi apapun di dunia ini, kini sedang terbujur kaku dengan mata terpejam.


''Ken.. tenanglah Ken.. Bunda sudah tenang disana.'' Leon berusaha menenangkan sahabatnya. Meskipun kata-kata Leon tidak berarti apapun, tapi Leon tetap ingin melakukannya, setidaknya itulah yang bisa ia lakukan saat ini.

__ADS_1


Ia sangat mengerti apa yang di rasakan sahabat nya. Leon bahkan tidak bisa menahan air matanya sendiri saat harus melihat semua kesedihan atas musibah yang menimpa keluarga sahabatnya ini.


''Le.. mommy gue..Le.. mommy gue...'' Isak Ken, semakin menjadi-jadi.


''Iya gue tau.. gue tau..! Lo yang sabar Ken.. Bunda udah tenang di sana, jangan bikin bunda sedih. Lo harus ikhlas.'' ujar Leon lagi, berusaha memberi ketegaran bagi Ken. "Gue tau ini berat banget buat Lo. Tapi Lo harus kuat."


''Kami akan memandikan jenasah, dan akan menyiapkan nya agar bisa di bawa pulang.'' ujar salah seorang petugas dirumah sakit.


Tak lama setelahnya dua orang petugas datang untuk membawa tubuh Julie keruangan khusus untuk memandikan Jenasah.


...❄️❄️...


Menurut laporan kepolisian, mobil yang di kendarai Julie keluar dari jalur lalu menabrak pembatas jalan, hingga terjun ke arah jurang dengan kedalaman 20 meter.


Kecelakaan itu membuat Julie mendapatkan hantaman keras di bagian kepala dan juga dadanya hingga membuat nyawanya tidak bisa tertolong lagi.


Julie meninggal ditempat kejadian, sebelum ambulan datang untuk memberikan pertolongan. Sementara supirnya masih dalam keadaan koma dirumah sakit yang sama saat ini.


''Uncle.. sebaiknya kita menunggu diluar. Aku akan mengabari kak Zoya dan juga yang lain nya.'' ujar Leon sambil memapah Ken menuju keruang tunggu jenasah.


Setelah selesai menghubungi Zen dan Zoya, Leon juga mengabari Shreya dan Lova atas apa yang menimpa Ken dan keluarga nya.


''Ken.. aku sudah mengabari keluarga mu di Stockholm, ku rasa kau juga harus mengabari opa dan oma mu.'' tambah Leon, ia merogoh kantong Ken untuk menemukan ponsel sahabatnya itu.


Ken masih membisu, dengan air mata yang tidak mau berhenti mengalir di wajahnya. Leon pun merasakan kesedihan yang sama seperti Ken, bagaimana pun ia sudah menganggap Julie seperti Bunda nya sendiri, setidaknya selama kurang lebih lima tahun ini.


''Jenasah almarhumah Ny.Julie sudah bisa di bawa pulang.'' ujar petugas yang baru saja selesai melaksanakan tugasnya.


''Terima kasih.'' jawab Leon, kemudian beralih kepada Ken dan Dady Rehan.


''Ken, Uncle.. kita harus membawa Bunda kembali kerumah.'' Ajak Leon pada kedua pria yang saat ini sedang dirundung duka yang mendalam itu.


Tidak hanya Rehan dan juga Ken, bahkan semua penghuni kediaman mereka pun urut merasakan duka yang mendalam, apalagi sebelumnya nyonya rumah itu terlihat begitu sangat bahagia menyambut kepulangan putranya, dengan mempersiapkan banyak hal dengan begitu sempurna.


Namun siapa yang menyangka; Kecelakaan itu datang secara tiba-tiba, bahkan tidak ada satu orang pun yang mendapatkan peringatan atasnya.


Dalam hitungan jam, rumah keluarga wijaya sudah di sulap menjadi rumah duka. Bahkan sebelum ambulan tiba, karangan bunga duka bahkan sudah datang satu per satu dari kerabat dan dan juga rekan bisnis Rehan.


Berita tentang kecelakaan yang menimpa istri dari pengusaha sukses di ibukota itupun kini menjadi berita hangat baik di media sosial, maupun media cetak.


Saat ambulan tiba beriringan dengan mobil Rehan, yang di dalamnya juga turut serta Ken dan Leon, saat sampai dirumah mereka sudah di sambut dengan derai air mata dari kerabat dekat dan juga orang-orang yang bekerja bersama mereka.


''Nak...?'' Ibunda Rehan menyambut putranya dengan air mata. Bunda Rehan pun merasa sangat kehilangan sosok menantu tercinta nya itu.


Saat berada di pelukan Bunda nya; Rehan baru mampu mengeluarkan kata-kata.

__ADS_1


''Bun.. Julie Bun.. - Julie.. '' lagi-lagi Rehan tidak mampu mengatakan apa yang ada dipikiran nya karena ia sendiri pun  masih belum mampu menerima kenyataan tentang kepergian Julie yang begitu tiba-tiba.


''Sabar sayang.. sabar. Ini musibah.. kamu harus ikhlas melepas Julie pergi untuk selamanya.'' Ibunda Rehan menenangkan putranya.


Sementara Ayahanda Rehan, Bram Wijaya mengurus kedatangan Jenasah dan menemani cucu nya Ken, yang masih begitu shock.


Hari itu, tidak hanya air mata dari keluarga yang ditinggalkan yang mengalir deras. Namun semesta juga menunjukan kesedihannya.


Hujan yang turun dengan begitu deras di siang hari yang begitu cerah seolah-olah mengatakan bahwa Julie pun merasa begitu sedih harus meninggalkan keluarga yang ia cintai tanpa salam perpisahan, tanpa pelukan dan juga ciuman kasih sayang nya.


Apalagi putri tercintanya akan segera melahirkan dalam waktu dekat. Julie bahkan tidak diberikan kesempatan untuk melihat cucu pertama nya.


Hidupnya selama ini sudah begitu sempurna dengan keberadaan Rehan dan juga anak-anak nya.


Ia memiliki banyak cinta dan juga memberikan banyak cinta..


Hanya saja, sepertinya waktu Julie memang telah habis untuk menikmati semua anugerah yang ia terima selama ini. Semua cinta yang ia rasakan, dan kebersamaan bersama keluarga yang begitu ia cintai.


''Moo, apa kau juga sedang menangis sekarang? kenapa kau begitu tega pada ku? kenapa kau meninggalkan aku seperti ini?'' Rehan kembali merasakan sakit yang begitu sangat, sakit yang menghantam tepat di dalam dadanya.


Rasanya...


Bahkan Rehan tak mampu mengatakan apa yang saat ini tengah ia rasakan.


Rasa sakit ini, rasa kehilangan ini, perasaan ini akan bertahan selamanya, bahkan akan menggerogoti nya secara perlahan.


Apakah ia mampu bertahan tanpa adanya Julie di sisinya?


''Moo... kenapa... kenapa... ? kau tau aku sangat mencintaimu.. kenapa.. ? Apa hanya seperti ini waktu yang akan kita habiskan bersama? bukan kah kita baru saja berjanji akan menua bersama? bermain dengan cucu-cucu kita, bahkan kau belum sempat melihat bagaimana lucunya cucu pertama kita.. Moo,.. kenapa? kenapa hanya sampai disini?''


''Apakah kau sudah bosan hidup bersama ku? bukan karena itukan? semua ini hanya karena takdir yang memisahkan kita.. kau mencintaiku dan juga anak-anak kita.. benarkan?"


Rehan masih saja terus merasakan sakit dan juga kehampaan yang tiba-tiba saja menyelimuti seluruh kehidupan nya.


Hal ini tidak akan mudah baginya..


Kehidupannya..


Semuanya telah berubah sekarang.  Julie nya.. Kekasih nya.. Belahan jiwanya. Haruskah ia mengucapkan kata perpisahan sekarang..?


Rehan tidak sanggup. Dan mungkin tidak akan bisa mengatakan nya.


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


__ADS_2