My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
MOMENT TAK TERDUGA, BALI


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Setelah beberapa hari menetap di jakarta, malam ini adalah malam terakhir untuk Ken dan Lova makan malam bersama sang ayah sebelum keduanya kembali ke Bali.


Ken sudah meninggalkan perusahaan terlalu lama, jadi sudah saat nya ia harus kembali dan melanjutkan pekerjaan nya yang cukup lama tertunda.


''Dad, besok pagi aku dan L akan kembali melanjutkan penerbangan ke Bali. Aku harus kembali bekerja, sudah cukup lama sejak aku mengambil cuti ku.'' Ken buka suara, di sela-sela makan malam mereka.


Rehan menghela nafas sejenak sebelum menanggapi perkataan putra nya, "Kenapa begitu cepat Son, Lagi pula L baru beberapa hari tinggal disini, Dad juga ingin tinggal lebih lama bersama putri Dad.''


Tanpa memandang lagi pada Ken, Rehan berpaling kepada Lova. Jurus pertama; Mengikat dengan pesona. Rehan memasang senyum termanis nya lalu menatap pada Lova. ''Sweetheart,- ujar Rehan dengan nada super lembut. Membuat Ken langsung meningkatkan kewaspadaannya.


Ia tak tau permainan apa yang ingin di mainkan Dady nya, satu hal yang Ken tau, ia tak akan membiarkan Dady nya menang.


''Ya Dad,- sahut Lova cepat. Ia yang mendapatkan tatapan super imut dari pria paruh baya yang saat ini telah di panggil nya Dady itu pun, tersipu malu.


Meskipun Dady nya sudah berkepala lima, Dady nya tetap terlihat masih muda dan juga sangat tampan. Ahh.. pantas saja kekasih nya begitu hot, Dady nya saja seperti ini.


''Apa kau senang tinggal bersama Dady sweetheart?" tanya Rehan, kali ini dengan mata nya yang berbinar penuh harap. Ini sungguh serangan yang membuat Lova akan meleleh seketika.


Tentu saja Lova tak akan ragu atau pun memikirkan jawaban nya; ''Ya Dad, tentu saja.'' sahut Lova cepat.


''Bagus!''


''Dad,- Sela Ken dengan nada memperingati. Entah kenapa saat ini mereka harus bertingkah seperti ini. Mereka seperti sedang memperebutkan Lova. Dan sekarang, Ken benar-benar di buat cemas.


Kekasihnya adalah gadis berhati baik dan lembut. Tidak menutup kemungkinan jika Dady nya bisa membuat L berubah pikiran.


''Apa? Dad sedang bertanya pada putri Dad,- sahut Rehan cepat. Kali ini ia kembali melipat tangan nya dan menatap Lova dengan tatapan yang sama. Sungguh menggemaskan saat melihat putri kecil nya yang begitu polos dapat memberi dampak pada putra nya.


''Tapi Dad," Rehan memberi kode dengan telunjuknya; ''Dad sedang bicara pada L, jangan menyela Dad.''


Lova yang tak tau situasi macam apa yang saat ini tengah mengikut sertakan dirinya, hanya memandang ayah dan anak itu secara bergantian. Bahkan karena terlalu polosnya, ia hanya terus menyuapi mulutnya tanpa menyadari suasana yang seketika berubah.


''Sweetheart, katakan pada Dad. Apa yang menjadi minat mu saat ini? mungkin Dad bisa membantu mu.''


Jurus kedua, mengikat mangsa dengan tawaran bantuan yang menguntungkan. Ah, benar-benar! Dady nya benar-benar membuat Ken harus memainkan permainan yang sama.


''Aku? sebenarnya aku ikut Ken ke indonesia untuk mempelajari peluang bisnis tentang perhiasan Dad. Aku ingin mencoba memulai bisnis ku di Bali, karena menurut Ken di sana sangat berpeluang untuk memiliki awal yang baik.'' jelas Lova, membuat Ken menyunggingkan senyum.


''Perhiasan seperti apa yang ingin kau buat L, mungkin Dad bisa membantu mu.'' tanya Rehan lagi.


Setelah Lova menjelaskan dengan menunjukan sketsa milik nya, baik Rehan maupun Ken menyadari jika Lova memang lah sangat berbakat sebagai seorang desainer perhiasan.


''Semua itu terlihat unik Sweet heart. Apa kau tidak ingin memulai nya disini? di kota besar biasa nya akan sangat baik. Ada beberapa keuntungan dan juga kemudahan yang akan di dapat oleh seorang pebisnis pemula.'' Ahhh.. Jurus ketiga : Mengikat berdasarkan logika dan harus rasional. 


Sial!


''Dad, sungguh, aku bisa menangani ini bersama L. Aku sudah mempersiapkan semua nya di Bali. Jika di sana, L bisa belajar banyak dari para wisatawan, selain itu L juga bisa mempelajari teknik lain dan juga mengembangkan kemampuan nya dengan sentuhan kebudayaan yang begitu kental di sana."


"Karena sejujurnya, jika kita teliti dengan baik sasaran pasar perhiasan yang L buat bukan lah untuk orang-orang lokal, melainkan para turis, meskipun tidak menutup kemungkinan jika orang-orang lokal juga menyukai nya. ''


''Di bali, L juga bisa mengembangkan brand nya sendiri dengan pesat. Selain itu, keuntungan dan juga kemudahan yang Dad sebutkan sebelumnya, semuanya sudah ku pertimbangkan."


"Karena itulah aku mengajak L untuk pergi ke Bali bersama ku, dan semuanya akan berjalan sesuai dengan apa yang sudah ku rencanakan.'' tutup Ken, tak ingin di debat. ia tak ingin melanjutkan argumen tentang hal ini lagi.


Bagaimana pun Lova akan pergi bersama nya. Lova adalah kekasihnya, Dad tidak boleh menahan L hanya dengan alasan seorang putri. Hello.. ia lah yang sangat membutuhkan Lova.  Jadi kenapa mereka harus berdebat?


Rehan mengedikkan bahu nya, ia tak berniat lagi melanjutkan makan malam nya yang terhenti karena pembicaraan tersebut. "Bagaimana menurut mu Sweet heart, apa kau akan mengikuti tunangan mu ini, dan meninggalkan pria tua ini seorang diri. Karena Dad harap kau akan tinggal disini saja.'' Jurus pemungkas ; menggunakan kerapuhan dan kelemahan untuk memenangkan hati mangsa.


Yang benar saja, Ken kira Dady nya akan berhenti saat mendengarkan penjelasan Ken, tapi apa ini? Dady nya ingin bermain lagi?


''O, Ayolah Dad,- Kenapa kita harus menempatkan L dalam pembicaraan seperti ini? ini sungguh ke kanakan-kanakan.'' protes Ken, yang juga menghentikan makan nya.


Apa ini? Lova benar-benar di buat canggung dengan situasi saat ini? apa kedua pria ini sedang memperebutkan dirinya? benarkah? oh My God, ia harus memilih siapa?


Dady Rehan begitu baik, dan juga sangat tampan. Lova akan sangat senang jika tinggal bersama Dady nya saat ini. Tapi jika berpisah dari Ken, maka Lova akan..


Ah, benar-benar!


''Dad,-


Lova buka suara. Ia tak ingin kedua pria itu kembali bersitegang. ''Bagaimana jika begini saja,- Lova bicara sambil melirik kepada tunangan nya. Ia tak ingin mengecewakan Dady nya dan juga tidak mungkin mengecewakan tunangan nya.


''Pertama-tama, aku akan pergi bersama Ken ke Bali. Aku harus melihat langsung apa yang telah di persiapkan oleh tunangan ku yang baik hati ini di sana. Tapi jika menurut ku itu tidak cukup baik, maka aku akan kembali ke sini,-


''L..-  protes Ken lagi, namun di sela oleh Rehan.


''Dad setuju jika begitu sweet heart. Dan ingat, jika pun kau merasa cocok di sana, sering-seringlah mengunjungi Dad. Kau mengerti..?"


''Ya Dad, aku mengerti.''


...❄️❄️...


Setiba nya di Bali, Lova sungguh di buat takjub dengan apa yang di  lihat nya. Bali sungguh melebihi ekspektasi nya. Sungguh tempat yang sangat luar biasa.


''Bagaimana menurut mu sayang? bukan kah tempat ini luar biasa?"


Sepanjang perjalanan Ken tidak melepaskan tangan Lova dari genggaman nya. Ia tak ingin kekasihnya itu sampai di lirik oleh pria lain. Yah, hanya insting seorang laki-laki. ''tentu saja aku suka Ken. Ini sungguh luar biasa, tempat ini sungguh menakjubkan.''


''Ini belum semua nya, aku akan menunjukan pada mu banyak tempat lain yang lebih luar biasa. Sekarang lebih baik kita pulang dan istirahat. Nanti sore Aku akan membawa mu ke pantai yang letak nya tidak jauh dari villa kita.'' ajak Ken, membuat wajah Lova kian berbinar.


"Sungguh, aku sudah tidak sabar." sahutnya dengan riang.


Setelah menempuh kurang lebih tempat puluh Lima menit perjalanan dari Airport, akhirnya mobil mereka pun tiba di Villa milik keluarga wijaya.


"Welcome our home sayang." sambut Ken, saat kedua nya menuruni mobil. Lova masih takjub dengan apa yang di lihatnya, "Selama ini kau tinggal disini Ken?"


"Ya, begitulah. Disini lah tempat dimana aku selalu memikirkan dan merindukan mu sayang. Ayo masuk, akan ku tunjukan pada mu. Aku harap kau betah tinggal disini bersama ku."


Ken menggandeng tangan Lova dan mengajak kekasihnya itu untuk melihat isi Villa.

__ADS_1


Seperti biasa, tak perlu diragukan, Villa itu selalu dalam keadaan bersih dan rapi, dan yang terpenting tak ada orang asking di dalam nya. "Kau tinggal sendiri?"


"Ya, sebelum nya. Tapi sekarang tidak lagi. Karena ada kau yang menemani ku."


Lova hanya tersenyum saat melihat senyum yang selalu menghiasi wajah kekasihnya. Apakah Ken begitu senang nya?


"Villa ini terlihat sangat bersih, kau melakukan semuanya sendiri?"


Saat ini keduanya tengah berjalan menyusuri area outdoor, dimana terdapat gazebo dan juga kolam renang.


"Tentu tidak sayang. Ada seorang bibi yang selalu datang untuk membersihkan Villa. Mungkin Kau bisa melihat dan bertemu dengan nya di pagi hari dan juga sore hari.- selebihnya, hanya akan ada kita di sini."


Hal ini sungguh menyenangkan bagi Ken. Ia begitu menyukai kebersamaan nya dan Lova. Dengan kekasihnya berada di dekatnya, setidaknya ke khawatiran Ken akan sedikit berkurang.


Keduanya kini kembali masuk ke dalam Villa dan menapaki tangga untuk melihat lantai atas.


"Nah, disini kamar yang akan kau tempat, dan di depan nya adalah kamar ku. Jika kau butuh sesuatu kau bisa mengetuk pintu ku."


"Seperti tetangga?"


"Ya, seperti itulah. Kau suka sayang?" Ken melingkarkan tangan nya di pinggang Lova dan menutup jarak di antara mereka.


"Sangat suka, tentu saja." sahut Lova.


Entah siapa yang lebih dulu memulainya, yang jelas, saat ini bibir keduanya telah menyatu dengan sempurna. "Hem.. kau begitu manis sayang." bisik Ken saat melepaskan ciuman nya sejenak, sedetik kemudian, ciuman itu kembali terjadi.


Lova mengalungkan tangan nya di leher Ken dan membuat tubuh mereka benar-benar kehilangan jarak.


Seperti biasanya, Ken harus berusaha dengan keras untuk menolak godaan yang terus di berikan oleh kekasihnya. Dasar wanita penggoda.


"Jika kau selalu seperti ini sayang, aku benar-benar bisa memakan mu." bisik Zen dengan nafas memburu.


"Aku..? aku seperti apa..? kendalikan dirimu sayang." sahut Lova dengan nada menggoda. "Kalau begitu, aku akan istirahat di kamar ku." Lova mencium pipi Ken sebelum benar-benar menghilang di balik pintu.


Dengan wajah yang masih memerah, Ken menutup wajah nya sambil menahan senyum. "Gadis ini, benar-benar."


...❄️❄️...


...Sore hari nya......


Setelah merasa cukup dengan tidur siang nya, Lova pun keluar dari kamar, karena waktu pun sudah menunjukan pukul lima sore.


Lova melihat ke pintu yang ada di depan nya, namun masih tertutup dengan rapat. Akhirnya Lova pun hanya turun ke lantai bawah, ia berniat ingin berenang untuk mengisi waktu nya.


"Selamat sore nona." sapa seorang wanita paruh baya, yang saat itu tengah melakukan pekerjaan nya.


Karena tidak tahu apa yang di katakan, Lova hanya membalas dengan; "Hai.." kemudian berjalan menuju kolam renang.


Suasana nya sungguh sangat menenangkan, dan suhu nya pun sangat pas.


Layaknya seorang ikan duyung, Lova pun sudah menceburkan dirinya ke dalam kolam, dan berenang kesana-kemari. "Minuman anda nona." kata bibi pengurus rumah lagi. "Thanks Aunty."


Beberapa waktu kemudian, Lova pun keluar dan mengenakan handuknya, ia meluruskan kakinya Yang terasa sedikit keram sambil bersantai menikmati minuman nya.


"Kau berenang tanpa ku? Aku mencari mu sejak tadi." sapa Ken yang baru menemukan Lova di kolam renang.


Ken mengambil satu handuk lagi untuk mengeringkan rambut Lova. "Ya, begitulah. Bagaimana dengan mu, istirahat mu cukup sayang?"


"Hem. Seperti yang kau lihat. Aku sudah bertemu aunty yang membersihkan Villa tadi, tapi aku tidak mengerti apa yang di kata kan nya. Kau harus mengajariku bahasa indo seperti nya." sahut Lova.


"Baiklah. Aku akan mengajarkan mu sayang. O, ya, apa kau masih ingin pergi ke pantai atau..


"Bagaimana jika makan malam saja. Kau ingin ku buatkan apa untuk makan malam?"


"Jangan merepotkan dirimu sayang, ada bibi yang akan membuat makan malam."


"Tapi aku tetap ingin membuatnya untuk mu."


Lova bersikeras. "Ingin menjadi istri yang baik? boleh saja."


"Aww.. Ken..!" Lova terperanjat saat tiba-tiba tubuh nya di angkat dalam sekali gerakan. "Sebelum itu, bagaimana jika bersihkan dirimu, kau bisa masuk angin." sahut Ken membopong tubuh Lova untuk masuk ke dalam Villa.


...❄️❄️...


Waktu makan malam, Lova hanya membuat steak dengan kentang goreng, serta tidak lupa salad sayur dan buah yang menjadi makanan favorit nya selama satu tahun terakhir ini.


"Sayang, besok aku masih belum bisa mengantar mu untuk melihat lokasi tempat bisnis baru mu, besok pagi aku ada pertemuan penting. Tapi aku akan minta pada supir untuk mengantar mu jalan-jalan dan melihat tempat-tempat menarik di dekat Villa. Tidak apa-apa kan?"


Lova menganggukkan kepala nya dengan maklum, "Tentu tidak apa-apa Ken. Aku bukan anak kecil, jangan khawatirkan aku. Aku bisa mengurus diri ku sendiri. Lagi pula aku tidak terburu-buru, santai saja." sahut Lova.


"Terima kasih sayang."


Begitulah malam pertama mereka di Bali berakhir, setelah makan malam, mereka berbincang-bincang sejenak, lalu kembali ke kamar masing-masing.


...Ke esokan hari nya.....


Pagi-pagi sekali Lova sudah bangun seperti biasa.


pagi ini ia memutuskan untuk pergi berolah raga, sekaligus menikmati sejuknya udara pagi di Bali.


"Morning Aunty." Sapa Lova saat berpapasan dengan bibi yang membersihkan Villa. "Selamat pagi nona. Mau olah raga ya? hati-hati non." bibi itu membalas sapaan Lova, namun Lova hanya menganggukkan kepala nya.


Karena masih belum familiar dengan daerah setempat, Lova hanya berolah raga di sekitar Villa. Ternyata bukan hanya dirinya, ada banyak juga orang-orang yang saat ini tengah berolah raga.


"Hai, selamat pagi." sapa seorang wanita yang saat ini tengah berolah raga tidak jauh dari tempat Lova berdiri. "O.. Hai," sapa Lova juga.


"Berlibur..?"


"Aku? Tidak. Aku tinggal disini bersama tunangan ku." sahut Lova.


"Bagus sekali.- Aku Kelly. Kau..?" wanita itu mengulurkan tangan nya. "Lova."


"Senang bertemu dengan mu Lova,"


"Dan kau juga.- O, ya ku rasa sudah cukup aku berolah raga, aku akan kembali sekarang." pamit Lova. "Ya, silahkan.. sampai bertemu lagi Lova."


Sesampai nya di Villa, Lova langsung membersihkan diri. Setelah selesai, Lova kembali keluar dari kamar dan membuka pintu kamar Ken perlahan.


Di sana, terlihat kekasihnya itu masih tertidur pulas. "Ahh, jam berapa biasa nya dia berangkat ke kantor?" tak ingin mengganggu tidur Ken, Lova kembali menutup pintu.

__ADS_1


Ia turun ke lantai satu, menemui bibi yang saat ini tengah memasak untuk sarapan. "Boleh aku membantu mu Aunty?" sapa Lova sambil tersenyum, saat bibi itu menganggukkan kepala nya, Lova pun semakin merekahkan senyumannya, karena mendapatkan ijin.


"Baiklah, coba kita lihat apa yang bisa ku buat..?"


Setelah beberapa waktu berlalu, sarapan pun telah selesai di buat. Sekarang, tugas lainnya adalah membangunkan Ken.


Lova kembali menapaki tangga, dan berhenti di depan pintu kamar Ken, "Apa tidak berlebihan jika aku membangunkan nya? Ahh.. aku sudah bertingkah seperti seorang istri saja!" gumam Lova sambil menggelengkan kepala nya.


"Upps.. Aww." keduanya nya sama-sama terkejut karena saling berhadapan di depan pintu. "Ken, kau sudah bangun? aku kira.. "


"Selamat pagi sayang, kau cantik sekali pagi ini. Kau membuat sarapan?" tebak Ken membuat Lova tersenyum kikuk.


"Bagaimana kau tau?"


"Karena bau mu sangat lezat, kau berbau rempah." Ken memeluk Lova dan mencium kening gadis itu sesaat. "Morning kiss."


"Ayo."


Layak nya pasangan pengantin baru, Kedua nya menuruni tangga sambil bergandengan tangan.


"Selamat pagi tuan muda."


"Selamat pagi bi.- O, ya bibi sudah bertemu dengan Lova bukan..? ini calon istri ku, sekarang akan menjadi nyonya rumah ini, tolong ajarkan apa saja yang dia ingin pelajari, dan seperti nya aku harus minta bantuan bibi untuk tinggal lebih lama agar bisa menemani Lova selama aku berada di kantor.-


"Dan untuk gajih nya, aku akan memberi lebih." ujar Ken. Sementara Lova yang tidak mengerti apa yang kekasihnya kata kan hanya memperhatikan dalam diam.


"Baik tuan, akan saya lakukan seperti yang tuan perintahkan."


"Terima kasih bi."


"Nah sayang, sekarang kau tidak akan sendirian di Villa, bibi akan menemani mu. Kau bisa meminta nya untuk mengajari mu tentang bahasa, dan kau juga bisa mengajak bibi kemana pun kau mau selama aku berada di kantor." jelas Ken lagi pada Lova.


"Ah, benar kah? terima kasih Ken.- Terima kasih Aunty."


Setelah selesai sarapan, Ken pun bergegas menyiapkan dirinya untuk pergi ke kantor.


Tok..Tok..


"L, kau di dalam?"


Tidak mendapatkan sahutan dari kekasihnya, Ken membuka kamar Lova namun kekasihnya tidak berada di sana.


"Sayang? L kau dimana?" panggil Ken seraya menuruni tangga. Dan ternyata yang di cari nya sedang berdiri di ujung tangga sambil melipat tangan nya dengan wajah yang tampak aneh.


Oh ****!


Ken lupa jika ada satu lagi yang lupa ia katakan pada Lova, yaitu tentang, Gill. Sial!


"L, sayang.." Ken menghampiri Lova, sementara semua mata kini menuju pada nya. Dan.. Ah.. lagi-lagi...!


"Gill, lepaskan Vas itu!" perintah Ken dengan nada tegas.


"Kenapa..? hah, kenapa harus ku lepaskan, katakan kenapa!" teriak Gill dengan histeris.


Tanpa disangka-sangka Lova sudah menghampiri gadis itu dengan cepat, dan menamparnya dengan keras hingga membuat Gill terdiam, Lova juga mengambil Vas dari tangan gadis itu.


"L..-


"Kau sudah sadar nona?" tanya Lova dengan nada dingin nya.


Huh! Ken tidak memperhitungkan jika pagi nya akan langsung di suguhkan drama seperti ini.


"Apa gadis ini pintar Ken? apa di bisa mengerti apa yang ku katakan?" ujar Lova dengan bahasa Inggris.


"Ken, wanita ini...?" Gill, bercicit sambil memegang pipi nya yang terasa perih. "L, Gill.. tolong dengarkan aku.." Sela Ken di antara keduanya, namun lagi-lagi Gill berteriak histeris.


Dan..


Plak!


Sekali lagi Lova mengayunkan tangan nya yang mendarat tepat di wajah gadis yang berteriak itu.


"Sayang tenang lah. Gill tidak sehat, jangan marah oleh nya, hem?" Ken menarik tangan Lova dan membawa kekasih nya menjauhi Gill.


Setelah ada jarak di antara keduanya, Ken kembali mendatangi Gill. Gadis itu hanya diam mematung sambil memegang kedua pipi nya.


"Gill.. Hei.. kau bawa obat mu? kemari lah." Ken menarik tangan Gill dan membawa gadis itu ke pantry. "Minum obat mu sekarang." perintah Ken lagi. Ia membuka tangan Gill dan meletakan obat gadis itu di sana. "Minum ini, sekarang."


Sementara itu Lova hanya memperhatikan dari tempat nya berdiri saat ini, kemudian menghampiri bibi yang diam-diam memperhatikan mereka.


"Aunty, bisa tolong bersihkan ruang tamu? ada banyak pecahan kaca di sana." pinta Lova sambil mengarahkan telunjuk nya. Ia bicara sambil memperagakan apa yang di maksudkan nya.


"Baik nona."


Setelah itu, Lova hanya duduk di ruang tamu. Sambil menunggu Ken selesai dengan wanita aneh yang tiba-tiba saja datang dan membuat kekacauan di dalam Villa.


Saat Gill sudah cukup tenang, Ken memberikan kompresan agar wajah Gill tidak membengkak. Ken tidak tahu jika kekasihnya juga memiliki sisi yang seperti itu, sungguh mengejutkan.


"Sayang..?"


"Apa wanita itu sudah lebih baik Ken?" Sela Lova dengan cepat.


"Hem. Gill sudah tenang sekarang setelah meminum obat nya. Maafkan aku jika membuat mu terkejut sayang, aku benar-benar lupa menceritakan tentang Gill pada mu." sahut ken. "Apa tangan mu sakit? kau pasti sangat terkejut karena apa yang Gill lakukan."


"Ada begitu banyak orang yang aneh di dunia ini Ken, dan kita tidak bisa mentoleransi semua orang. Maaf jika tadi aku bertindak seperti itu kepada teman mu." ujar Lova.


"Tidak apa-apa sayang. Hanya saja, kau membuat ku sedikit terkejut." sahut Ken lagi.


"Dimana dia? apa dia sudah lebih baik?"


"Seperti nya Gill masih sedikit terkejut." sahut Ken..


"Ahh.. seperti nya aku terlalu berlebihan pada nya."


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2