My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
I'M GOOD MAN, KEN


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


Setibanya dari Airport, Ken meminta pada supirnya untuk langsung diantarkan pulang menuju. Villa. Ken masih mengalami jet leg karena penerbangan yang continue.


Ken ingin segera tiba di Villa nya untuk beristirahat. Ia merasa begitu lelah.


Setibanya di Villa, Ken benar-benar tak ingin melakukan apapun selain tidur. Alhasil, Ken pun terbangun tepat pukul 9 malam, yang artinya, hampir seperempat waktu nya ia gunakan untuk tidur agar rasa lelah nya berganti dengan stamina yang baru.


Besok Ken harus kembali disibukan dengan berbagai macam rutinitas pekerjaan nya, dan semua itu pastilah akan sangat melelahkan bagi Ken. Karena itu, sangat lah tepat ia memilih untuk beristirahat.


Setelah selesai membersihkan dirinya, Ken pun turun ke lantai dasar Vila. Tidak ada pencahayaan di ruang tamu dan juga ruang keluarga, hanya sedikit cahaya temaram yang berasal dari kitchen room. Ken mencari tombol lampu, dan menghidupkan lampu utama, untuk menyinari ruangan itu.


Setelah melihat ke sekitar, Ken menemukan sesuatu di papan note. Sebuah pesan yang di tujukan untuk dirinya.


Jangan khawatir, itu bukanlah surat cinta atau surat romantis lainnya, melainkan note dari asisten yang mengurus Villa nya;


"Makanan sudah saya siapkan di lemari penghangat tuan, anda bisa memakan nya saat lapar. Selamat malam." tulis pesan tersebut.


Asisten yang Ken pekerjakan memang tidak menginap di Villa nya. Asisten itu hanya datang untuk membersihkan Villa dan juga menyiapkan makanan, setelah nya Villa nya akan kembali kosong menyisakan sang pemilik seorang diri.


Alasan nya; karena Ken selalu menyukai ketenangan, dan ia juga ingin agar privasi nya tetap terjaga.


Lagi pula, Ken tidak suka tinggal bersama orang asing, itu membuatnya merasa tidak nyaman.


Setelah membaca note sekali lagi, Ken pun menjelajah ke bagian kitchen room.


Kebetulan sekali Ken memang merasa lapar. Ia mencari makanan yang katanya sudah di siapkan untuknya, dan benar saja, makanan nya berada di lemari penghangat.


Saat membuka penutupnya, aroma sedap yang menguar menampar indera penciuman Ken membuat perutnya semakin bergemuruh minta di isi secepatnya.


Ken mengambil piring dan juga peralatan makan lainnya, ia juga hanya mengambil makanan secukupnya, kemudian menghidangkan nya dengan rapi di atas meja.


"Tunggu, pukul berapa sekarang?" Ken memeriksa jam yang melingkar di tangan nya, kemudian bergegas naik ke atas, menuju kamar meninggalkan makanan yang tadi nya sangat menggugah selera.


Tidak ada hal yang mendesak memang, hanya saja, Ken ingin mengambil ponselnya. Ia harus memeriksa pesan balasan dari Lova. Setelah membaca sesaat, Ken dibuat tersenyum. "Gadis baik." gumam nya, sambil kembali menapakan kakinya kembali menuruni tangga.


Setelah duduk di meja makan, Ken menekan dial panggil untuk menelpon Lova, lebih tepatnya Ken melakukan panggilan melalui Video, ia ingin melihat wajah Lova, karena Ken merindukan tunangan nya.


Panggilan pertama, tak ada jawaban dari Lova. "Apa L masih sibuk?" Ken menunggu sejenak seraya mulai menyantap makan malam nya yang terlambat.


Setelah beberapa saat, Ken mengulang panggilan nya untuk kedua kalinya. Dan kali ini terjawab.


Namun bukan wajah Lova yang di lihat Ken di layar ponselnya, melainkan ia melihat wajah datar milik William. Ken mengerutkan kening, sebelum mulai bertanya.


"Dimana L, apa dia masih bekerja?" William tak menjawab pertanyaan Ken, tapi malah memutar kamera ponsel Lova dan mengarahkan nya ke tempat dimana Lova sedang melakukan pemotretan.


Tapi kamera di arahkan tidak terlalu lama, karena William sudah mengembalikan layarnya. .


Ken menimbang sejenak, sebelum kembali bersuara. "Apakah masih Lama? Bisa tolong sampaikan pada L untuk menelpon ku jika dia tidak sibuk." pinta Ken, sebelum panggilan nya di putuskan secara sepihak oleh William.


"Dasar pria tidak sopan!" gerutu Ken. Ia merasa kesal atas sikap William, dan juga L terlalu mempercayakan barang-barang miliknya kepada orang lain. Terlebih jika orang itu adalah William.


Akhirnya Ken memilih untuk melanjutkan makan malam nya dengan perasaan dongkol.


"Ya.. ya.. nikmati saja waktu mu yang tersisa sedikit bersama wanita ku, setelah ini selesai, aku tak akan ku biarkan kau melihat kekasihku lagi." gumam Ken dengan percaya diri.


...❄️❄️...


Another place, London..


Tepat pukul tujuh malam waktu setempat, Lova baru saja merampungkan pemotretan untuk salah satu brand.


Dan besok, ia juga akan melakukan pemotretan yang sama namun bagi brand yang berbeda.

__ADS_1


Lova benar-benar merasa lelah untuk saat ini.


"Ingin minum?" William memberikan air mineral kepada Lova. "Thanks Will." Sambut Lova lalu meminum habis air dari dalam botol.


"Ponsel mu." William menyerahkan benda pipih di tangan nya kepada Lova. "Sebelumnya, Kekasih mu sempat menghubungi dan aku mengangkatnya.- Maafkan aku atas kelancanganku, tapi tenang saja, Aku tidak bicara apapun karena itu panggilan Video, aku hanya menunjukan bahwa kau sedang bekerja kepada Ken.- cerita William.


"Benarkah? baiklah. Terima kasih Will. Aku akan menghubungi Ken nanti." sahut Lova, berusaha tersenyum, meskipun sejujurnya ia sedang tidak dalam suasana ingin melakukan itu.


Tapi tak lama setelah nya, sesuatu menginterupsi William. Ia meraba saku nya jas nya saat merasakan ponselnya bergetar, "Asisten Anh."


"L, aku akan menjawab telpon ku sebentar, kau bersihkan saja dirimu. Kita akan makan malam bersama setelah ini.'' ujar William sebelum menjauhkan diri mencari tempat untuk bicara.


'Baiklah Will." sahut Lova patuh.


"Ada apa?" Suara William berubah datar seperti biasa, jika yang menghubungi nya adalah asisten pribadi ayah nya.


"Tuan besar minta anda mengunjungi nya dalam waktu dekat tuan. Keadaan Tuan besar saat ini juga sedang tidak baik, mohon anda pertimbangan kan hal ini Demi kesehatan Tuan." bujuk Asisten Ahn di seberang sana.


"Ini bukan akal-akalan papa lagi bukan? Aku lelah jika nanti yang di bicarakan hanyalah masalah perjodohan." tolak William dengan terus terang.


"Anda harus mengerti apa yang ingin di sampaikan tuan besar, Tuan. Beliau hanya ingin..


"Aku akan menemuinya saat kembali dari luar kota." tutup William, mengakhiri panggilan nya.


Di London tidak banyak yang tau bahwa William adalah putra tunggal dari Mc Adam. Pemilik perusahaan majalah terbesar di London. Semua majalah-majalah ternama yang di keluarkan di London berasal dari perusahaan Papa nya.


Perusahaan uang akan di berikan William dengan satu syarat, yaitu menikah. Namun William tak menyukai gagasan itu.


Sejak beberapa tahun lalu, William selalu menolak untuk di jodohkan dengan wanita pilihan papa nya. Semua gadis yang di pilih hanyalah berdasarkan kualifikasi untung dan rugi bagi perusahaan keluarga, karena itulah William enggan untuk menerima nya.


Ia tak ingin pernikahan nya berlandaskan hubungan mitra kerja. Terlalu menyedihkan untuk William. Ia masih ingin melakukan banyak hal dalam kesediriannya.


"Maaf membuat mu menunggu Lama. Kau sudah siap?" sapa William saat tiba berada di ruang tunggu tempat dimana Lova berada saat ini.


"Aku sudah siap. Ingin makan dimana?" Lova menggandeng tangan William seperti biasa. Di tempat itu, William meminta kepada Lova agar terlihat dekat dengan dirinya. Dengan begitu Lova tak akan di ganggu oleh Erick, laki-laki yang selalu mencari kesempatan untuk mendekati Lova.


"Kau lelah? setelah ini istirahat lah. Besok kau akan kembali bekerja." perintah William.


"Baiklah. Apapun yang kau mau, akan ku belikan." setuju William.


Setelah keduanya selesai dengan urusan makan malam, William dan Lova sama-sama kembali ke hotel tempat mereka menginap. Lova ingin segera menghubungi Ken. "Apa Ken masih terjaga?" gumam Lova pelan.


"Sampai disini saja Will, tak perlu mengantar ku sampai di kamar. Kau kembali dan istirahat lah juga. Selamat malam."


"Baiklah L, selamat malam. Ingat untuk segera tidur!" peringat William, lalu menutup nya dengan sebuah senyuman.


Setelah kembali ke kamar, Lova meletakan semua barang-barang nya di atas nakas.


Ia mulai membersihkan make up nya, dan juga bersiap untuk mandi. Seraya melakukan itu, Lova menyempatkan diri untuk mengirim pesan kepada Ken;


"Selamat malam sayang, sudah tidur? aku baru kembali ke hotel. Aku merindukan mu."


Beberapa menit menunggu, namun pesan Lova tak mendapat belasan.!Akhirnya ia memilih untuk mandi dan berendam air hangat sejenak untuk merilekskan tubuhnya yang terasa sedikit pegal.


Lova juga membawa ponselnya agar tetap dekat dengan dirinya, siapa tahu Ken akan membalas pesan nya.


Setelah menyiapkan air hangat yang sudah bercampur dengan beberapa aroma dan juga sabun, Lova pun masuk ke dalam bathub.


Baru saja Lova ingin memejamkan mata, menikmati mandinya, ponselnya kembali berdering, ia melihat sekilas, "Future Husband Call"


"Omg, bagaimana ini, aku tidak mungkin mengangkatnya sekarang." gumam lova yang sedikit panik dengan situasinya.


Lova mengambil ponselnya, dan menenggelamkan badan nya hingga hanya menyisakan kepalanya di atas busa.


"Halo Ken?" sahut Lova menjawab panggilan Video tersebut. "L, kau? kau sedang mandi?" Ken terlihat terkejut. "L, jam berapa sekarang? cepat selesaikan mandi mu" tambanya lagi. Lova melihat kekasihnya itu memalingkan wajah dari layar ponselnya, meskipun Lova sama sekali tak menunjukan tubuh polos nya di layar.


"Mandilah dulu, aku akan menelpon mu nanti sayang. Aku mencintaimu." Seru Ken sebelum mematikan panggilan nya.


Lova tertawa kecil melihat tingkah Ken, sangat menggemaskan dan juga sangat gentleman. Lova semakin jatuh cinta di buatnya.


"Kekasih ku memang tak perlu di ragukan."

__ADS_1


Lova kembali menikmati waktunya berendam air hangat. Ia tak perlu khawatir Ken akan tertidur, karena sebelum nya, ia melihat kekasihnya seperti sedang berada di ruangan yang di penuhi buku-buku.


...❄️❄️...


Ken menutup wajahnya yang merona. Jantung nya berdegup tak karuan. Apa Yang baru saja ia lihat?


Entah L menyadari atau tidak, tapi Ken sempat melihat sekilas bagian bahu Lova yang polos tanpa tertutup apapun, dan tentu saja itu membuat Ken sedikit kaget. Seberapa pun mereka dekat selama ini, Ken tidak pernah mengijinkan Lova mengenakan pakaian-pakaian minim saat bersama nya.


Salah satu alasan yang membuat Ken tidak terlalu setuju Lova menjadi seorang model.


Tapi mau bagaimana, mereka hanya sebatas kekasih. Ken belum berhak untuk mengatur kehidupan Lova, yang bisa Ken lakukan hanyalah mengingatkan sebagai seorang kekasih.


"Gadis ceroboh. Bagaimana dia bisa mengangkat panggilan ku, jelas-jelas dia sedang mandi. Seperti nya lain kali aku harus berhati-hati saat ingin melakukan panggilan Video." peringat Ken pada diri sendiri. Kali ini memang diluar kendalinya. Ketidaksengajaan.


..."Maafkan aku sayang, Aku tidak tau jika kau sedang mandi. Aku akan berhati-hati lain kali. Jika seperti tadi terjadi lagi, aku harap lebih baik kau tidak menjawab panggilan ku. Aku mencintaimu."...


...-Send...


Ken bukan nya ingin bersikap munafik, sebagai seorang pria, Ken adalah laki-laki yang normal dan juga sehat secara jasmani dan rohani. Melihat hal seperti tadi, tentu saja ia akan tergoda, apalagi saat ini Lova adalah kekasihnya. Sial. "Membuat pikiran ku jadi tak karuan"


Namun bagi Ken, ia tak ingin memikirkan hal yang bukan-bukan tentang Lova. Kekasihnya adalah wanita baik-baik. Wanita yang seharusnya ia jaga. Ken hanya ingin menjalani hubungan yang sehat dan dalam batas wajar bersama Lova, Yah.. hubungan yang sesuai dengan usia mereka saat ini.


Ken ingin tetap menjaga pikiran dan juga tubuhnya dari hal-hal yang berhubungan dengan nafsu sebagai seorang pria.


Segala sesuatu ada saatnya, dan bagi Ken, sekarang bukan lah waktu yang tepat untuk meracuni pikiran nya dengan keinginan-keinginan terlarang. Terutama jika itu berhubungan dengan kekasihnya, L.


Demi Tuhan, Ken hanyalah manusia biasa.


Tapi alasan seperti itu tak lantas membuatnya melanggar aturan-aturan yang seharusnya mereka patuhi.


Sekali mereka melanggar karena tak bisa mengendalikan keinginan nafsu, maka mereka akan berakhir pada hal yang nantinya mungkin akan mereka sesali. Ken tidak ingin itu terjadi.


Seperti janji nya kepada diri sendiri; bagaimanapun ingin nya Ken, bagaimana pun kerasnya Ken melawan godaan untuk melakukan banyak hal bersama Lova, Ken tetap tidak akan merusak kesucian Lova dan juga kesucian cinta mereka. Hal itu sangat sakral bagi nya.


Ken akan menunggu saat yang benar-benar tepat, yaitu setelah mereka diresmikan di depan Tuhan dan juga manusia sebagai sepasang suami istri kelak.


Tidak Lama lagi, hari itu juga akan tiba.


Ia hanya perlu bersabar. Cinta nya tidak akan mudah dirusak hanya karena sebuah keinginan duniawi.


"Come on Ken! lebih baik kau membaca buku, hilangkan pikiran mu tantang apa Yang baru saja kau lihat, itu terlarang bagi matamu!" Sugesti yang di berikan Ken kepada dirinya sendiri.


"Satu...


"Dua...


"Tiga..


"Enyahlah! Enyalah! Kau pria yang baik!"


...❄️❄️...


...Tin.....


...Tin.....


"Masih terjaga? Aku sudah selesai, kau bisa menelpon ku sekarang."


Huh!


"Pastikan kau mengenakan pakaian mu dengan benar sayang. Jika sudah maka aku akan menelpon mu."


-Send


Tin..


"Tentu tuan, aku melakukan sesuai perintah mu. 😊 call me now, I miss you."


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


__ADS_2